18. Nampak Syahdan

Pak Leo kembali ke tempat para anggota tim menunggu dengan cepat. Proses konfirmasi daftar ulang itu sangat lancar dan tidak berbelit. Membawa lima kunci bernomor urut yang berbeda, serta lima bungkus paket lengkap makan malam. Dan dibagikan pada ke-empat anggotanya masing-masing satu kunci dan satu bungkus kotak makan.

"Kita istirahat sebentar sambil menunggu maghrib di kamar masing-masing. Lepas isya, kita berkumpul lagi. Info detailnya, akan kukirim via whatsapp," terang pak Leo sambil berjalan memimpin.

Bu Siska mengikuti di belakangnya. Hendra dan Galih berpandangan saling senyum penuh arti. Dan Ratria mengikuti mereka dengan berjalan di belakang. Tidak tahu menahu dengan letak asrama bandara yang tengah dituju.

Kamar mereka berada di asrama bandara lantai tiga dan menghadap keluar. Pemandangan aspal hitam menghampar dan berbatasan dengan persawahan yang berhektar-hektar luasnya tersuguh di hadapan. Rasanya sangat sejuk dan nyaman. Dengan sesekali nampak pesawat yang landing mendarat atau juga lepas landas mengudara di lapangan aspal yang luas. Dan itu adalah kesempatan serta tontonan langka bagi Ratria.

"Ratria, jika mau ke mana-mana bilang dulu. Kirim pesan ke whatsappku. Nanti kutemani." Hendra berpesan pada Ratria setelah mengantar gadis cantik itu mencari nomor kamarnya. Kamar mereka berlima saling berpencar serta saling berjauhan.

"Iya, mas Hendra. Terimakasih." jawab Ratria sambil mengangguk.

Hendra tersenyum dan berbalik badan menuju kamarnya yang entah di mana, Ratria tidak tahu. Lelaki itu mengutamakan memcari nomor kamar di kunci yang dipegang Ratria.

🍃🍃🍃

Pak Leo baru saja mengirim kabar bersama di grup pesan yang baru dibuat dan beranggota mereka berlima. Meminta segera keluar kamar lima belas menit lagi, untuk menghadiri acara saling sosialisasi yang akan dimulai tepat pukul delapan malam itu.

Tetap dengan kostum berkerudungnya, gadis gunung milenial itu terlihat menarik dan cantik. Tidak lagi mengenakan kemeja seragam tempat kerja, tapi baju bebas yang anggun dan modis pilihannya sendiri dengan sedikit bantuan dari mbak Lusi. Dengan hiasan sebuah pin bulat berlogo tanda PT Telkom Wlingi di kerudung.

"Jaga matamu, Lih. Pacarmu hanya lima kilometer dari sini. Dan baru tadi siang kamu apelin. Ingat itu,!" seru Hendra saat Galih berjalan lambat-lambat membingungkan. Melirik Ratria dan berniat sejajar berjalan. Sedang lorong di teras asrama bandara itu tidak lebar. Ratria telah berjalan sejajar dengan Hendra.

"Iyalah, Ndra, meski keberadaanku yang sempurna ini selalu mengancam. Tapi spesial kamu, aku ngalah. Mundur sajalah aku, Ndra," ucap Galih pura-pura serius. Tapi senyum-senyum pada Ratria sambil berjalan melambat dan mundur ke belakang sendiri.

"Bye, Rat..Jangan galau, kita jumpa lagi di dalam," bisik Galih saat mundur tepat melewati Ratria.

"Jangan denger, Rat. Biasa,, dia lagi di Surabaya, habitat dia. Buaya tebar pesona," ucap Hendra tersenyum, rupanya terdengar olehnya canda Galih pada Ratria.

Gadis yang dimaksud juga tersenyum. Merasa terhibur dengan kekonyolan para seniornya yang santuy.

Pak Leo dan bu Siska telah membawa mereka memasuki aula pertemuan di bandara Juanda. Aula sewa yang sangat luas lengkap dengan set meja dan kursi di dalamnya. Berbagai spanduk perlambang maskapai penerbangan PT Air Asia dan PT Telkom terpasang menempel di hampir tiap sisi dinding di Aula. Mulai dari pintu masuk penyambutan hingga bagian yang dalam.

Pertemuan dengan misi saling bersosialisasi itu berlangsung santai dan nyaman. Duduk di tiap meja sesuai anggota dari daerahnya masing-masing. Ratria telah duduk aman di antara bu Siska dan mas Hendra. Pak Leo di samping bu Siska dengan Galih di sampingnya berposisi paling tepi.

Acara yang telah dibuka oleh MC itu diawali dengan penyambutan kedatangan beberapa direksi dan petinggi dari Telkom. Mereka duduk di kursi khusus yang disediakan di depan. Berhadapan dengan para undangan dari Telkom dan beberapa orang dari Air Asia sendiri.

Kemudian MC berlanjut memimpin untuk menyambut masuk kepada para petinggi dari cabang Air Asia di Surabaya. Undangan yang mulanya riuh, kini berubah tenang seketika. Menyimak segan kepada para petinggi direksi yang nampak berwibawa dan juga berkharisma. Selaku penyelenggara inti dari acara sosialisasi kerjasama.

Begitu juga Ratria. Terlebih sebagai pegawai magang tak punya pengalaman dan baru saja lulus sekolah, ini sangatlah menarik dan menyenangkan. Begitu menyimak pada setiap wajah dengan jabatan apa yang telah disandang.

Dan Ratria sedang mematung sekarang. Perhatiannya terhenti pada manager muda dari PT Air Asia yang baru datang dan duduk dengan tenang. Terlihat paling menyolok di antara seluruh petinggi yang duduk sejajar di depan sana.

Manager lelaki itu nampak lebih berwibawa dan berkharisma dari yang Ratria lihat selama ini. Ratria sangat yakin, manager super cerah yang tampan itu adalah Syahdan, boss baru di pabrik teh dan perkebuanan. Alias lelaki yang sudah menikahinya dengan sah beberapa minggu lalu di Sirah Kencong.

Ratria tercekat, merasa susah bergerak dan susah bernafas. Berdebar dengan rasa yang masih tak percaya. Melihat lelaki itu dengan tidak terduga. Ada rasa was-was jika Syahdan menemukan wajahnya dan lalu mengenalinya. Mengingat lelaki itu sempat kesal saat Ratria menolak ikut ajakannya ke Surabaya.

Ratria berusahaa duduk merendah dari barisan orang-orang yang duduk di depan. Bersyukur dengan sang ketua tim yang memilih duduk di barisan terbelakang. Dan itu membuat Ratria merasa sedikit cukup aman sementara.

"Mas, apa para petinggi Air Asia itu juga tunggal di asrama bandara,?" tanya Ratria pada Hendra di sampingnya. Lelaki itu nampak sambil shoot dokumentasi.

"Ha,,ha,, ya enggaklah, Rat. Mana level, mereka dapat jatah rumah sendiri di sekitar bandara. Kenapa,?" tanya Hendra sambil terus dokumentasi.

"Enggak. Penasaran saja, mas." Ratria terdiam. Merasa lebih lega.

"Tapi untuk sebagaian pramugara, juga banyak yang menginap di asrama bandara," terang Hendra kemudian.

"Oh, begitu ya, mas." Ratria mengangguk dan diam. Teringat tiba-tiba pada Vario, kakak tirinya yang seorang pramugara. Di maskapai apa dia, di mana dia tinggal,,,? Ratria tidak sempat bertanya, dan Vario tidak pernah bercerita.

"Eh, kalian yang sedang mojok! Siap-siap, sebentar lagi kita berdiri berkenalan. Asyik ngibul saja kamu, Ndra,!" seruan mengejutkan itu dari Galih. Lelaki itu tersenyum puas. Berhasil menciptakan wajah kaget pada Ratria dan Hendra bersamaan. Pak Leo dan bu Siska juga ikut tersenyum.

Apa tadi kata Galih,, Ratria kembali fokus ke depan. Mengamati sejenak dan dadanya kembali berdegup.

MC telah meminta pada seluruh undangan di tiap meja untuk bergiliran berkenalan. Harus berdiri dengan salah satu dari mereka yang berbicara. Hanya untuk menyebut asal daerah dan menampakkan wajah seluruh anggota tim kepada para petinggi di depan.

Sisip perkenalan itu tidak lama, hanya perlu waktu sekian detik saja yang diperlukan tiap tim menunjukkan dirinya. Dan sebentar lagi adalah giliran di meja anggota tim pak Leo.

Meski meja pak Leo di belakang, wajah mereka akan terpampang jelas di layar samping depan. Para petinggi perusahaan itu akan dengan mudah mengamati sesi perkenalan mereka di layar dan dekat.

🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃

🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃

1 Vote readers dari Ntoon tiap Isnin,

sangkutin aja di sini yaa... arigato...😘

Terpopuler

Comments

M akhwan Firjatullah

M akhwan Firjatullah

aku deg deg an

2023-01-10

1

aning purwasih

aning purwasih

kayak terancam ketahuan selingkuh ya Rania,,?? 🤭🤭🤭

2023-01-06

1

hania putri

hania putri

jan ampe kemakan gombalan si hendra buaya buntung ya rat, plis jaga iman mu.

2023-01-01

1

lihat semua
Episodes
1 01. Tamu Asing
2 02. Telah Dikawin Gantung
3 03. Boss Baru
4 04. Ibu Kandung
5 05. Kakak Tiri
6 06. Menumpang
7 07. Bersua
8 08. Memastikan
9 09. Menuju Vila
10 10. Di Vila
11 11. Paksaan
12 12. Dibawa Ke Vila
13 13. Sah..!!!
14 14. Malam di Vila
15 8. First Day of Work
16 16. Surabaya
17 17. Otewe Dinas
18 18. Nampak Syahdan
19 19. Manager Pemaksa
20 20. Bersepakat
21 21. Terlambat Datang
22 22. Ikut Syahdan
23 23. Berjumpa Ibu Mertua
24 24. Di Tunjungan
25 25. Vario
26 26. Tamu Berlainan
27 27. Langsing dan Muda
28 28. Ditolak Bareng
29 29. Pilihlah
30 30. Perubahan Data
31 31. Dipecat
32 32. Bertemu Ratria.
33 33. Otewe Pulkam
34 34. Dibawa Syahdan
35 35. Sekamar Sementara
36 36. Saling Janji
37 37. Terancam Amputasi
38 38. Akur
39 39. Judith
40 40. Vario's Story
41 41. Serba Ungu
42 42. Gelap Nyaman
43 43. Hasrat Pagi
44 44. Kupu Malam
45 45. Pandang Saja
46 46. Begadang
47 47. Baju Tidak Sopan
48 48. Kedatangan Kahfi
49 49. Hadiah
50 50. Bermesra
51 51. Di Macau
52 52. Surabaya Zoo KBS
53 53. Izin Pulang
54 54. Panas dan Gelap
55 55. Bye...
56 56. Pulang
57 57. Masuk Angin
58 58. Guncang Pesawat
59 59. Guncangan Yang Lama
60 60. Buah Siwalan
61 61. Bertemu Di Vila
62 62. Saling Menerima
63 63. Senang-Senang 18+
64 64. Pagi di Vila
65 65. Nasi Goreng
66 66. PT Greenfields
67 67. Otewe
68 68. Singgah Di Kakung
69 69. Mengantar
70 70. Naik Jabatan
71 71. Menguati Benteng
72 72. Semeja Berempat
73 73. Ngeri-Ngeri Sedap
74 74. Tamu Mendadak
75 75. Hadiah Melimpah
76 76. Beristri Dua
77 77. Istri Pembawa Harta
78 78. Undur Diri
79 79. Bersama Berdua
80 80. Perjodohan
81 81. Kebohongan Bersama
82 82. Kalian Menikahlah
83 83. Ayo Menikah
84 84. Sah!!
85 85 Lelaki Patah Hati
86 86. Hidup Bersama
87 87. Orang Tua Pengganti
88 88. Berasyik Masyuk
89 89. Saling Ingin
90 90. Bahagia Bersama
Episodes

Updated 90 Episodes

1
01. Tamu Asing
2
02. Telah Dikawin Gantung
3
03. Boss Baru
4
04. Ibu Kandung
5
05. Kakak Tiri
6
06. Menumpang
7
07. Bersua
8
08. Memastikan
9
09. Menuju Vila
10
10. Di Vila
11
11. Paksaan
12
12. Dibawa Ke Vila
13
13. Sah..!!!
14
14. Malam di Vila
15
8. First Day of Work
16
16. Surabaya
17
17. Otewe Dinas
18
18. Nampak Syahdan
19
19. Manager Pemaksa
20
20. Bersepakat
21
21. Terlambat Datang
22
22. Ikut Syahdan
23
23. Berjumpa Ibu Mertua
24
24. Di Tunjungan
25
25. Vario
26
26. Tamu Berlainan
27
27. Langsing dan Muda
28
28. Ditolak Bareng
29
29. Pilihlah
30
30. Perubahan Data
31
31. Dipecat
32
32. Bertemu Ratria.
33
33. Otewe Pulkam
34
34. Dibawa Syahdan
35
35. Sekamar Sementara
36
36. Saling Janji
37
37. Terancam Amputasi
38
38. Akur
39
39. Judith
40
40. Vario's Story
41
41. Serba Ungu
42
42. Gelap Nyaman
43
43. Hasrat Pagi
44
44. Kupu Malam
45
45. Pandang Saja
46
46. Begadang
47
47. Baju Tidak Sopan
48
48. Kedatangan Kahfi
49
49. Hadiah
50
50. Bermesra
51
51. Di Macau
52
52. Surabaya Zoo KBS
53
53. Izin Pulang
54
54. Panas dan Gelap
55
55. Bye...
56
56. Pulang
57
57. Masuk Angin
58
58. Guncang Pesawat
59
59. Guncangan Yang Lama
60
60. Buah Siwalan
61
61. Bertemu Di Vila
62
62. Saling Menerima
63
63. Senang-Senang 18+
64
64. Pagi di Vila
65
65. Nasi Goreng
66
66. PT Greenfields
67
67. Otewe
68
68. Singgah Di Kakung
69
69. Mengantar
70
70. Naik Jabatan
71
71. Menguati Benteng
72
72. Semeja Berempat
73
73. Ngeri-Ngeri Sedap
74
74. Tamu Mendadak
75
75. Hadiah Melimpah
76
76. Beristri Dua
77
77. Istri Pembawa Harta
78
78. Undur Diri
79
79. Bersama Berdua
80
80. Perjodohan
81
81. Kebohongan Bersama
82
82. Kalian Menikahlah
83
83. Ayo Menikah
84
84. Sah!!
85
85 Lelaki Patah Hati
86
86. Hidup Bersama
87
87. Orang Tua Pengganti
88
88. Berasyik Masyuk
89
89. Saling Ingin
90
90. Bahagia Bersama

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!