05. Kakak Tiri

Hari terang benderang dan jam dinding menunjuk pukul delapan. Alarm di ponsel Ratria telah memanggil. Memaksa pemiliknya untuk bangun dan mandi. Dengan terpaksa gadis cantik bermata sayu mengantuk itu menurut pada algojo ciptaannya sendiri. Tidak lama berdandan, hanya merias diri ala kadarnya dan wajar.

Badan tinggi tegap di dapur cukup mengejutkan Ratria. Lelaki yang disangka masih tidur, ternyata telah necis dan rapi. Pagi tadi kakak tiri belum bangun. Jadi baru saat inilah bersua.

Rio sedang membuat kopi di cangkir putih yang kecil. Bau kopi yang menghembus, menggelitik hidung indah Ratria. Bayang nikmat dari panas kopi, telah menghangatkan kepalanya.

"Hai,as Rio, apa kabar?" sapa Ratria dengan kikuk. Lelaki itu mendongak saat dirinya masuk ke dapur.

"Hem, baik. Sudah bangun?" tanya lelaki muda sambil memandang sekilas, kemudian kembali menunduk.

"Sudah, Mas. Mau cepat turun ke Wlingi." Ratria menjelaskan tanpa ditanya. Merasa senang dengan sikap kakak tirinya yang berubah sedikit hangat kali ini.

"Barengan saja. Aku juga akan turun ke kota," jawab Rio. Sendok untuk mengaduk kopi diletak di tepi tatakan cangkirnya.

Rio tidak lagi menunggu jawaban Ratria. Telah berbalik badan dan melangkah cepat meninggalkan dapur. Mungkin pergi ke kamar untuk persiapan turun ke kota.

Ratria menghela nafas dan membuang rasa tegang. Heran dengan perubahan sikap kakak lelaki tiri yang biasa cuek dan tidak peduli, kini ada kebaikan untuknya. Ini adalah pertemuan pertama kali di lima bulan yang terakhir. Rio jarang mendapat liburan dari agency penerbangannya di Juanda.

🍃🍃🍃

Gadis modis dengan berkerudung rapi, simetris dan manis, telah diturunkan kakak lelaki tiri tepat di depan sebuah gedung megah bertulis PT Telkom-Wlingi. Mengulur helmet yang baru dilepas dari kepala pada kakak tirinya.

"Terimakasih, ya, Mas," ucap Ratria dengan senyum yang manis.

"Titipkan saja helmet ini pada penitipan di dalam. Jika selesai kirim pesan padaku. Kamu akan kuambil," ucap Rio mengejutkan. Tawaran baik yang tidak disangka oleh Ratria. Dan ini adalah percakapan pertama mereka semenjak keluar dari dapur di rumah.

"Aku tidak punya nomormu, Mas," terang Ratria. Berharap Rio memberikan nomornya.

"Keluarkan ponselmu," pinta Rio tanpa memandang pada Ratria.

Rio menulis dengan cepat nomor ponsel miliknya di ponsel Ratria dan menyimpankan. Lalu dikembalikan pada yang punya dengan diam. Dan meluncur pergi tanpa pamit sepatah pun pada adik tirinya.

🍃🍃🍃

Ratria sedang duduk tegak dengan hati berdebar. Panggilan interview yang cukup lama ditunggu, akhirnya tiba juga. Ketegangan dengan duduk diam, menunggu di depan seorang pria berkacamata tebal itu akhirnya berakhir.

"Selamat bergabung bersama kami di PT Telkom Cabang Wlingi, Ratria," kata pria itu akhirnya, setelah berbicara dan bertanya pada Ratria dengan beberapa pembahasan.

"Jadi, saya sudah diterima, Pak?" tanya Ratria setengah tak percaya, terlebih saat lelaki itu mengangguk serius padanya.

Ternyata mudah sekali mendapat kerja. Untuknya... Belum tentu orang lain akan semudah dirinya.

"Sebetulnya kamu direkomendasikan khusus oleh sesorang, Ratria," respon pria itu. Pria dengan nama Sofyan pada name tag yang menempel di dada kanannya.

"Saya direkomendasi khusus? Siapa yang telah sangat baik merekomendasikan saya, Pak?" tanya Ratria dengan mata jernih yang melebar.

"Mas Hendra. Kamu boleh konfirmasi langsung padanya. Tapi tiga hari ini, Mas Hendra sedang keluar kota." Sofyan memandang Ratria seksama. Lalu mengulur dua buah bungkusan yang transparant. Seperti kemeja warna merah.

"Masuk dua hari lagi dan temui saya. Ini adalah seragam kamu. Hanya atasan saja. Segala size. Untuk bawahan dan kerudung, kamu bisa menyesuaikan sendiri," jelas Sofyan menerangkan. Gadis berkerudung di depannya sedang mengangguk-angguk menanggapi.

"Baiklah, Ratria. Ada yang kamu tanyakan? Jika tidak, saya akan menerima peserta interview setelah kamu," kata Sofyan. Memandang Ratria dan menunggu. Dan gadis itu menggeleng dengan yakin.

"Sementara tidak, Pak. Terimakasih. Saya permisi. Assalamu'alaikum," pamit Ratria sambil berdiri. Menyambut ulur tangan dari Sofian sebelum pergi meninggalkan ruangan.

🍃🍃🍃

Ratria tidak langsung pulang. Tapi membawa kakinya berjalan nenyusuri trotoar setelah keluar dari gerbang Kantor Telkom. Menuju taman hijau di jantung kota Wlingi yang luas dan rindang.

Puluhan pohon raksasa yang tua memenuhi taman dan sangat sejuk hawanya. Angin semilir yang terus berhembus, menyapa dan mengelus setiap pengunjung yang datang.

Tebaran arena permainan, spot wifi, kolam ikan, kolam sembur, mushola dan bermacam satwa dalam kurungan, adalah daya tarik tersendiri untuk pengunjung. Selain tidak ada pungutan apapun untuk masuk. Kecuali biaya retribusi parkir dua ribu.

Ratria benar-benar ingin menikmati moment turun gunungnya. Menghabiskan waktu hampir dua jam di dalam taman kota. Jika tidak ingat mungkin Rio sudah pulang dan terjebak maghrib saat pulang. Gadis itu belum ingin beranjak.

Kakak tiri sudah sampai di gerbang taman setelah mencoba dikiriminya pesan sepuluh menitan yang lalu. Membenarkan benaman helmnya dan melajukan motor kesayangan setelah Ratria juga memakai helmnya, lalu naik baik-baik di boncengan.

Seperti biasa, perjalanan selalu bisu tanpa satu kata pun perbincangan. Bahkan Rio juga tidak menanyakan hasil lamaran kerjanya. Ratria tentu saja tidak heran, itu memang sudah sifat abang tiri. Hanya sedang sangat bersyukur, Rio masih di kota dan belum naik gunung meninggalkannya.

Motor trail khas gunung dengan dua penumpang, melaju sangat kencang. Motor kesayangan Rio yang didapat semenjak SMP. Dan baru dua kali inilah Ratria berkesempatan naik dan dibonceng pemiliknya.

Yang pertama dulu saat baru mendaftar kuliah dari kota Malang. Ratria terpaksa jalan kaki saat pulang. Sebab kemalaman dan tidak ada tumpangan. Ojek pangkalan di persimpangan sedang kosong. Telah lama ditunggu, tak ada satu ojek pun yang datang. Ojol... di sana ... tidak ada!

Sedang Pak Eko masih mengantar penumpang ke luar kota. Setelah gagal menghubungi siapa pun, dirinya nekat dan berniat jalan kaki menembusi perhutani tujuh kilometer menuju perkebunan. Tidak ingin kian malam terjebak perjalanan. Jalan kaki terdesak seperti itu memang sudah biasa bagi anak perkebunan. Tak terkecuali si cantik Ratria.

Di setengah jarak tempuh, tiba-tiba Rio yang sedang libur kuliah, lewat dan berhenti di sampingnya. Kemudian mengangkut Ratria di boncengan. Seperti biasa, mereka senyap tanpa ada perbincangan di sepanjang perjalanan. Dulu dan sekarang yang tidak jauh berubah.

🍃🍃🍃

Maghrib sudah hampir menjelang. Tiba-tiba di separuh perjalanan, motor trail itu berhenti tiba-tiba. Sudah banyak kali dicoba nyalakan dengan berbagai cara, mesin tidak juga berfungsi.

"Jika ada kendaraan lewat, hentikan saja," kata Rio singkat.

Ratria mengangguk, paham maksud kakaknya. Ini adalah hal sangat biasa di perjalanan menuju perkebunan. Berharap tumpangan. Seperti sudah jadi sumpah mitos. Jarak tempuh di setengah perjalanan perhutani menuju kebun itu sering terjadi masalah. Mungkin sebab tikungan tajam yang dilalui sebelumnya.

"Kita jalan," kata Rio sambil berjalan ke depan menuntun motor yang macet. Merasa menyerah dan gagal setelah mencoba menyentuh mesin di beberapa titik penting.

"Iya, kak!" sambut Ratria bersemangat. Merasa sudah lama tidak berjalan dengan kaki menempuh jalan dan membelah hutan di perhutani. Lupa jika waktu hampir maghrib.

Mereka berjalan tergesa mengejar mahhrib beriringan. Ratria berjalan cepat di depan kerena disuruh kakaknya. Sedang Rio berjalan menuntun motor dengan pandangan lurus sambil sesekali menunduk.

Tin!

Terdengar bunyi klakson dari jauh di belakang mereka. Rio segera menyangga motor dan bergeser sedikit ke jalan. Menunggu adanya kendaraan yang akan muncul di balik tikungan.

Ciiiitt..!!!

Kendaraan itu mengerem mendadak. Rio bersikeras tidak menepi saat membaca gelagat jika kendaraan itu ingin tidak peduli pada lambaian tangannya.

🫛🫛

Terpopuler

Comments

M akhwan Firjatullah

M akhwan Firjatullah

ealah hati kok Yo ga sabar banget Yo...bacane perlahan ae oke...

2023-01-10

1

Siti aulia syifa Az_zahra

Siti aulia syifa Az_zahra

trus klo sama si pengacara muda klo ganteng judulnya pengacara kulkas pencuri hati, kebanyakan baca novel jadi ngglambyar😅😅😅😅😅

2023-01-06

1

Siti aulia syifa Az_zahra

Siti aulia syifa Az_zahra

below b3lom dah oleng gue kenapa para figuran laki2nya punya sifat kyak pemeran utama di novel2 lain???
ini klo sama kakak tiri judulnya Kakak tiriku jodohku

2023-01-06

2

lihat semua
Episodes
1 01. Tamu Asing
2 02. Telah Dikawin Gantung
3 03. Boss Baru
4 04. Ibu Kandung
5 05. Kakak Tiri
6 06. Menumpang
7 07. Bersua
8 08. Memastikan
9 09. Menuju Vila
10 10. Di Vila
11 11. Paksaan
12 12. Dibawa Ke Vila
13 13. Sah..!!!
14 14. Malam di Vila
15 8. First Day of Work
16 16. Surabaya
17 17. Otewe Dinas
18 18. Nampak Syahdan
19 19. Manager Pemaksa
20 20. Bersepakat
21 21. Terlambat Datang
22 22. Ikut Syahdan
23 23. Berjumpa Ibu Mertua
24 24. Di Tunjungan
25 25. Vario
26 26. Tamu Berlainan
27 27. Langsing dan Muda
28 28. Ditolak Bareng
29 29. Pilihlah
30 30. Perubahan Data
31 31. Dipecat
32 32. Bertemu Ratria.
33 33. Otewe Pulkam
34 34. Dibawa Syahdan
35 35. Sekamar Sementara
36 36. Saling Janji
37 37. Terancam Amputasi
38 38. Akur
39 39. Judith
40 40. Vario's Story
41 41. Serba Ungu
42 42. Gelap Nyaman
43 43. Hasrat Pagi
44 44. Kupu Malam
45 45. Pandang Saja
46 46. Begadang
47 47. Baju Tidak Sopan
48 48. Kedatangan Kahfi
49 49. Hadiah
50 50. Bermesra
51 51. Di Macau
52 52. Surabaya Zoo KBS
53 53. Izin Pulang
54 54. Panas dan Gelap
55 55. Bye...
56 56. Pulang
57 57. Masuk Angin
58 58. Guncang Pesawat
59 59. Guncangan Yang Lama
60 60. Buah Siwalan
61 61. Bertemu Di Vila
62 62. Saling Menerima
63 63. Senang-Senang 18+
64 64. Pagi di Vila
65 65. Nasi Goreng
66 66. PT Greenfields
67 67. Otewe
68 68. Singgah Di Kakung
69 69. Mengantar
70 70. Naik Jabatan
71 71. Menguati Benteng
72 72. Semeja Berempat
73 73. Ngeri-Ngeri Sedap
74 74. Tamu Mendadak
75 75. Hadiah Melimpah
76 76. Beristri Dua
77 77. Istri Pembawa Harta
78 78. Undur Diri
79 79. Bersama Berdua
80 80. Perjodohan
81 81. Kebohongan Bersama
82 82. Kalian Menikahlah
83 83. Ayo Menikah
84 84. Sah!!
85 85 Lelaki Patah Hati
86 86. Hidup Bersama
87 87. Orang Tua Pengganti
88 88. Berasyik Masyuk
89 89. Saling Ingin
90 90. Bahagia Bersama
Episodes

Updated 90 Episodes

1
01. Tamu Asing
2
02. Telah Dikawin Gantung
3
03. Boss Baru
4
04. Ibu Kandung
5
05. Kakak Tiri
6
06. Menumpang
7
07. Bersua
8
08. Memastikan
9
09. Menuju Vila
10
10. Di Vila
11
11. Paksaan
12
12. Dibawa Ke Vila
13
13. Sah..!!!
14
14. Malam di Vila
15
8. First Day of Work
16
16. Surabaya
17
17. Otewe Dinas
18
18. Nampak Syahdan
19
19. Manager Pemaksa
20
20. Bersepakat
21
21. Terlambat Datang
22
22. Ikut Syahdan
23
23. Berjumpa Ibu Mertua
24
24. Di Tunjungan
25
25. Vario
26
26. Tamu Berlainan
27
27. Langsing dan Muda
28
28. Ditolak Bareng
29
29. Pilihlah
30
30. Perubahan Data
31
31. Dipecat
32
32. Bertemu Ratria.
33
33. Otewe Pulkam
34
34. Dibawa Syahdan
35
35. Sekamar Sementara
36
36. Saling Janji
37
37. Terancam Amputasi
38
38. Akur
39
39. Judith
40
40. Vario's Story
41
41. Serba Ungu
42
42. Gelap Nyaman
43
43. Hasrat Pagi
44
44. Kupu Malam
45
45. Pandang Saja
46
46. Begadang
47
47. Baju Tidak Sopan
48
48. Kedatangan Kahfi
49
49. Hadiah
50
50. Bermesra
51
51. Di Macau
52
52. Surabaya Zoo KBS
53
53. Izin Pulang
54
54. Panas dan Gelap
55
55. Bye...
56
56. Pulang
57
57. Masuk Angin
58
58. Guncang Pesawat
59
59. Guncangan Yang Lama
60
60. Buah Siwalan
61
61. Bertemu Di Vila
62
62. Saling Menerima
63
63. Senang-Senang 18+
64
64. Pagi di Vila
65
65. Nasi Goreng
66
66. PT Greenfields
67
67. Otewe
68
68. Singgah Di Kakung
69
69. Mengantar
70
70. Naik Jabatan
71
71. Menguati Benteng
72
72. Semeja Berempat
73
73. Ngeri-Ngeri Sedap
74
74. Tamu Mendadak
75
75. Hadiah Melimpah
76
76. Beristri Dua
77
77. Istri Pembawa Harta
78
78. Undur Diri
79
79. Bersama Berdua
80
80. Perjodohan
81
81. Kebohongan Bersama
82
82. Kalian Menikahlah
83
83. Ayo Menikah
84
84. Sah!!
85
85 Lelaki Patah Hati
86
86. Hidup Bersama
87
87. Orang Tua Pengganti
88
88. Berasyik Masyuk
89
89. Saling Ingin
90
90. Bahagia Bersama

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!