02. Telah Dikawin Gantung

Pak Andi menyeruput cangkir berisi teh manis yang tadi berkebul uap panas kini telah menghangat sangat cepat. Hawa perkebunan benar-benar dingin menusuk malam ini.

"Pak Andi, apa penyebab saya dikawin gantung oleh pak Syahdan,?" tanya Ratria terheran. Memperhatikan pria yang berkharisma itu meneguk teh hangat dengan nikmat. Yang kemudian mengangguk padanya.

"Mbak Lusi, tolong ceritakan pada Ratria kronologi waktu itu," ucap pak Andi menoleh dan memandang mbak Lusi.

Ratria menatap mbak Lusi yang sedang juga memandang wajahnya. Wanita berkerudung lebar itu nampak mempersiapkan diri untuk memulai berbicara. Nafas yang tadi begitu jelas panjang ditarik, kini telah kuat dihembuskan dari dua lubang hidungnya.

Dan mbak Lusi mulai bercerita.

Meski pak Andi sudah hafal di luar kepala, tapi wajah berkacamata itu tetap menyimak cerita mbak Lusi dengan serius. Tak kalah dengan Ratria. Gadis itu sangat fokus menatap dan mendengar suara mbak Lusi yang sedang berkisah pada kejadian delapan belas tahun yang lalu. Kejadian menyedihkan yang membuat Ratria direlakan oleh ibu dan neneknya untuk dikawin gantungkan dengan pak Syahdan.

"Jadi, ayahku sakit dan kemudian meninggal, setelah merawat keluarga mereka, mbak,?" tanya Ratria dengan wajah yang sedih.

"Iya, Rat. Ayahmu adalah mantri muda yang sangat baik, tidak peduli saat itu tengah lockdown. Ayahmu datang demi mendengar ada keluarga pendatang yang terisolir dan sedang sakit di villa pabrik." Mbak Lusi menjelaskan kembali.

Mata Ratria berkaca air, mencoba mengingat kejadian sedih kala dirinya masih kecil. Seperti yang baru mbak Lusi katakan. Saat sebuah wabah virus yang dianggap ganas menyerang seluruh pelosok negeri. Tak terkecuali seluruh penjuru di Blitar.

Yang akhirnya pemerintah mengambil tindakan darurat sementara. Yaitu tindakan lockdown serentak di seluruh daerah tanah air. Begitu dianggap menyeramkan ancaman keganasan wabah virus waktu itu.

Hingga seluruh pemerintahan mematuhi aturan pembatasan dari pusat sampai ke pelosok terpencil sekalipun. Tak terkecuali di lingkungan masyarakat yang tinggal di daerah perhutani Sirah Kencong.

Dan tibalah hari itu, hari-hari yang lengang di saat berlaku masa lockdown. Hari saat bos besar sekaligus pemilik pabrik teh di perkebunan turun ke kampung dan mencari bantuan. Ada tiga anggota keluarganya yang tiba-tiba sakit dan mungkin sedang kritis.

Dokter pribadi keluarga yang ditelepon, sedang di luar negri dan terpaksa tidak bisa menolong. Dan seluruh pegawai pabrik dan villa, serta sopir keluarga yang berasal dari luar kota juga sedang diliburkan.

Bos besar mendatangi rumah ketua kampung. Dan oleh ketua kampung diajak mendatangi rumah ayah Ratria yang seorang mantri muda sekaligus perawat tetap di RSUD kota Wlingi.

Singkat cerita, ayah Ratria berhasil menyembuhkan pasangan suami istri yang merupakan anak dan menantu dari bos besar perkebunan dan pabrik teh. Namun sayang sekali, istri dari bos besar yang mulanya memang sudah sering sakit. Tidak mampu diselamatkan lagi oleh ayah Ratria.

Satu minggu setelah peristiwa, ayah Ratria ternyata juga sakit keras tanpa disangka dan tidak berhasil mengobati dirinya. Nyawanya tidak tertolong lagi meski sudah dilarikan oleh ambulance ke rumah sakit umum daerah di kota Wlingi.

Dan lebih menyedihkan, belum ada satu bulan, kakek Ratria juga sakit keras dan meninggal dunia secara mendadak sebelum sempat dilarikan ke rumah sakit.

Jadilah sejak saat itu, Ratria tinggal bersama ibu dan sang nenek di rumah dinas. Rumah peninggalan kakek yang seorang pegawai perhutani Sirah Kencong. Rumah yang hanya boleh ditinggali tapi tak bisa dimiliki.

Beberapa minggu setelahnya, boss besar perkebunan tiba-tiba datang mencari ayah Ratria. Ternyata ingin menyampaikan terimakasih. Merasa sangat terkejut, bukan ayah Ratria yang ditemui namun justru kabar duka yang dijumpainya.

Dan hati tuanya tersentuh dengan pemandangangan mengharukan. Gadis cilik yang sangat cantik tengah menangis tersedu dengan dipangku sang ibu, menyebut rindu sang ayah. Yang ibunya juga tak kalah sedunya menangis, menyebut sedih sang suami.

Sang nenek pun tak kalah mengharukan. Menangis sesenggukan mengingat dua lelaki tercinta yang lebih dulu berpulang meninggalkannya. Sosok suami dan juga sosok anak lelaki semata wayangnya.

Dan bermula dari pemandangan sedih itulah kesepakatan kawin gantung antara gadis mungil, Ratria, dengan lelaki kecil, Syahdan itu terjadi. Persetujuan dua keluarga untuk menikahkan anak-anak kecil mereka demi rasa terimakasih tak bertepi dari bos besar, dalam sebuah ikatan yang kekal dan abadi.

"Jadi kata pak Andi itu benar, mbak? Aku telah dikawin gantung dengan cucu pemilik perkebunan dan pabrik,?" tanya Ratria pada mbak Lusi. Meski sudah paham dengan alasan dan mulai percaya, gadis itu ingin memastikan akan kebenaran hal itu sekali lagi.

"Benar sekali, Rat. Mungkin kamu sudah lupa, saat kamu umur hampi tujuh tahun, ibumu menikah lagi dengan ayahmu yang sekarang itu. Aku datang mengasuhmu selama dua tahun. Sebab kamu hanya diasuh oleh nenekmu yang saat itu agak kerepotan," terang mbak Lusi.

"Jadi sebelum ini, mbak Lusi pernah datang dan tinggal bersama kami?" tanya Ratria.

"Iya, Rat. Mengasuh kamu selama dua tahun.Dari umur tujuh sampai sembilan tahun." terang mbak Lusi. Dan Ratria terdiam, tidak bertanya apa-apa lagi.

"Pak Andi," panggil Ratria pada lelaki yang konon adalah asisten pak Syahdan.

"Siapa sebetulnya yang memintamu datang ke sini malam-malam begini? Bukankah kudengar, bos besar perkebunan telah meninggal hampir tiga minggu yang lalu?" tanya Ratria.

"Pak Syahdan yang memintaku untuk menerangkan ini, Ratria. Sebab dalam waktu dekat, entah besok atau lusa, pak Syahdan akan datang dan membawa kamu ke villa di pabrik," jelas pak Andi.

"Apakah pernikahan ini berguna untuk pak Syahdan, pak? Bagaimana jika aku keberatan? Sebab aku merasa masih sangat muda, belum ingin menikah, baru lulus sekolah dan masih ingin merasa bagaimana mencari rupiah. Aku benar-benar kaget dan shock, pak Andi," terang Ratria menyiratkan keberatan dirinya. Dan pak Andi mengangguk.

"Maaf, Ratria. Aku paham maksudmu. Tapi di sini, peranku hanya sekedar menyampaikan padamu. Tentang keberatan dan pendapatmu, kamu bisa membicarakan hal itu dengan pak Syahdan secara langsung. Mencoba tidak ada salahnya, Ratria," jawab pak Andi mendukung. Memahami perasaan gadis muda yang baru menyelesaikan bangku kuliahnya bulan lalu.

"Baiklah, sebab malam sudah larut, kurasa kedatanganku cukup seperti ini dulu sementara. Aku akan datang kembali dengan membawa pak Syahdan. Beliau sedang pulang sebentar ke kota Malang," terang Pak Andi sambil menutup rapat tas hitam miliknya. Bersiap berdiri untuk segera pergi keluar dari rumah.

"Jika tiba-tiba ada yang membingungkan, kamu bisa menanyakan apa saja pada mbak Lusi. Barangkali dia bisa menjawab segala apapun rasa ingin tahu kamu sementara," sambung pak Andi menerangkan dengan berdiri.

Ratria hanya memandang lekat dengan mematung dan bungkam. Masih begitu bingung dan bimbang. Hingga pak Andi benar-benar telak menghilang dari pandangan, dan pintu telah ditutup kunci lagi oleh mbak Lusi rapat-rapat.

🍃🌱🍃🍃🍃🍃

Vote me, please... Love you...

🍃🍃🍃🍃🍃🍃

Terpopuler

Comments

M akhwan Firjatullah

M akhwan Firjatullah

lha apakah akan ada pernikahan ulang Yo...klo g emange sah ya...

2023-01-10

1

M akhwan Firjatullah

M akhwan Firjatullah

wehhhh ini cerita untuk belasan tahun ke depan opo Thor...lockdown barang lho...Corona opo bukan yo

2023-01-10

1

Novelable uwwu

Novelable uwwu

tahu tahu udah naksir syahdan duluan nih akyuuu...

2023-01-07

1

lihat semua
Episodes
1 01. Tamu Asing
2 02. Telah Dikawin Gantung
3 03. Boss Baru
4 04. Ibu Kandung
5 05. Kakak Tiri
6 06. Menumpang
7 07. Bersua
8 08. Memastikan
9 09. Menuju Vila
10 10. Di Vila
11 11. Paksaan
12 12. Dibawa Ke Vila
13 13. Sah..!!!
14 14. Malam di Vila
15 8. First Day of Work
16 16. Surabaya
17 17. Otewe Dinas
18 18. Nampak Syahdan
19 19. Manager Pemaksa
20 20. Bersepakat
21 21. Terlambat Datang
22 22. Ikut Syahdan
23 23. Berjumpa Ibu Mertua
24 24. Di Tunjungan
25 25. Vario
26 26. Tamu Berlainan
27 27. Langsing dan Muda
28 28. Ditolak Bareng
29 29. Pilihlah
30 30. Perubahan Data
31 31. Dipecat
32 32. Bertemu Ratria.
33 33. Otewe Pulkam
34 34. Dibawa Syahdan
35 35. Sekamar Sementara
36 36. Saling Janji
37 37. Terancam Amputasi
38 38. Akur
39 39. Judith
40 40. Vario's Story
41 41. Serba Ungu
42 42. Gelap Nyaman
43 43. Hasrat Pagi
44 44. Kupu Malam
45 45. Pandang Saja
46 46. Begadang
47 47. Baju Tidak Sopan
48 48. Kedatangan Kahfi
49 49. Hadiah
50 50. Bermesra
51 51. Di Macau
52 52. Surabaya Zoo KBS
53 53. Izin Pulang
54 54. Panas dan Gelap
55 55. Bye...
56 56. Pulang
57 57. Masuk Angin
58 58. Guncang Pesawat
59 59. Guncangan Yang Lama
60 60. Buah Siwalan
61 61. Bertemu Di Vila
62 62. Saling Menerima
63 63. Senang-Senang 18+
64 64. Pagi di Vila
65 65. Nasi Goreng
66 66. PT Greenfields
67 67. Otewe
68 68. Singgah Di Kakung
69 69. Mengantar
70 70. Naik Jabatan
71 71. Menguati Benteng
72 72. Semeja Berempat
73 73. Ngeri-Ngeri Sedap
74 74. Tamu Mendadak
75 75. Hadiah Melimpah
76 76. Beristri Dua
77 77. Istri Pembawa Harta
78 78. Undur Diri
79 79. Bersama Berdua
80 80. Perjodohan
81 81. Kebohongan Bersama
82 82. Kalian Menikahlah
83 83. Ayo Menikah
84 84. Sah!!
85 85 Lelaki Patah Hati
86 86. Hidup Bersama
87 87. Orang Tua Pengganti
88 88. Berasyik Masyuk
89 89. Saling Ingin
90 90. Bahagia Bersama
Episodes

Updated 90 Episodes

1
01. Tamu Asing
2
02. Telah Dikawin Gantung
3
03. Boss Baru
4
04. Ibu Kandung
5
05. Kakak Tiri
6
06. Menumpang
7
07. Bersua
8
08. Memastikan
9
09. Menuju Vila
10
10. Di Vila
11
11. Paksaan
12
12. Dibawa Ke Vila
13
13. Sah..!!!
14
14. Malam di Vila
15
8. First Day of Work
16
16. Surabaya
17
17. Otewe Dinas
18
18. Nampak Syahdan
19
19. Manager Pemaksa
20
20. Bersepakat
21
21. Terlambat Datang
22
22. Ikut Syahdan
23
23. Berjumpa Ibu Mertua
24
24. Di Tunjungan
25
25. Vario
26
26. Tamu Berlainan
27
27. Langsing dan Muda
28
28. Ditolak Bareng
29
29. Pilihlah
30
30. Perubahan Data
31
31. Dipecat
32
32. Bertemu Ratria.
33
33. Otewe Pulkam
34
34. Dibawa Syahdan
35
35. Sekamar Sementara
36
36. Saling Janji
37
37. Terancam Amputasi
38
38. Akur
39
39. Judith
40
40. Vario's Story
41
41. Serba Ungu
42
42. Gelap Nyaman
43
43. Hasrat Pagi
44
44. Kupu Malam
45
45. Pandang Saja
46
46. Begadang
47
47. Baju Tidak Sopan
48
48. Kedatangan Kahfi
49
49. Hadiah
50
50. Bermesra
51
51. Di Macau
52
52. Surabaya Zoo KBS
53
53. Izin Pulang
54
54. Panas dan Gelap
55
55. Bye...
56
56. Pulang
57
57. Masuk Angin
58
58. Guncang Pesawat
59
59. Guncangan Yang Lama
60
60. Buah Siwalan
61
61. Bertemu Di Vila
62
62. Saling Menerima
63
63. Senang-Senang 18+
64
64. Pagi di Vila
65
65. Nasi Goreng
66
66. PT Greenfields
67
67. Otewe
68
68. Singgah Di Kakung
69
69. Mengantar
70
70. Naik Jabatan
71
71. Menguati Benteng
72
72. Semeja Berempat
73
73. Ngeri-Ngeri Sedap
74
74. Tamu Mendadak
75
75. Hadiah Melimpah
76
76. Beristri Dua
77
77. Istri Pembawa Harta
78
78. Undur Diri
79
79. Bersama Berdua
80
80. Perjodohan
81
81. Kebohongan Bersama
82
82. Kalian Menikahlah
83
83. Ayo Menikah
84
84. Sah!!
85
85 Lelaki Patah Hati
86
86. Hidup Bersama
87
87. Orang Tua Pengganti
88
88. Berasyik Masyuk
89
89. Saling Ingin
90
90. Bahagia Bersama

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!