17. Otewe Dinas

Video dan foto-foto yang diambil demi kepentingan dokumentasi data dan report, jauh tidak sesuai dengan kenyataan yang berlaku kemudian. Dokumentasi yang diabadikan, perjalanan dinas berjumlah lima orang itu menaiki satu mobil dinas bersama di dalamnya.

Dan nyatanya, di dalam mobil dinas itu hanya tinggal mas Hendra dan Ratria. Satu orang berangkat sendiri menaiki motor sportnya. Sedang yang dua orang juga memisah mengendarai mobil pribadinya sendiri kemudian.

"Kenapa hanya tinggal kita saja yang naik mobil dinas ini, mas,?" tanya Ratria terheran. Mas Hendra samar tersenyum.

"Galih, dia ingin ngebut. Mau mampir sebentar ke rumah pacarnya di Sidoarjo. Rumah pacarnya di tepi jalan raya yang dilewati," terang mas Hendra tersenyum.

Lelaki itu juga fokus dengan pandang matanya ke depan. Mobil telah meluncur dengan kecepatan sedang meninggalkan kota Wlingi menuju arah jalur Malang, dan akan menyambung ke kota Surabaya.

"Lalu yang dua orang tadi,?" tanya Ratria lagi.

Meski sudah paham jika dinas keluar bisa saja ditunggangi dengan kepentingan pribadi, masih penasaran dengan ragam alasan yang membuat mereka sedikit bermanipulasi.

"Mereka pak Leo dan bu Siska, entah apa kepentingan mereka. Yang jelas mereka sudah sama-sam memiliki keluarga sendiri," terang Hendra dengan senyum masamnya.

"Padahal pak Leo adalah kepala tim kita..." gumam Ratria tak sadar. Mungkin berburuk sangka memang naluri alami yang ada dihampir setiap kepala manusia. Hanya berbeda bagaiman cara berekspresi dan menyikapi.

"Kamu berfikir seperti itu,?" timpal mas Hendra tiba-tiba.

Lelaki itu menoleh pada gadis yang sedang pias di sampingnya. Tapi lelaki tampan itu justru tertawa. Bahkan sudah pasti Hendra telah tahu, alasan apa hingga dua orang itu harus semobil bersama. Dan pasti juga sudah menjadi rahasia umum di antara pegawai tempat mereka bernaung.

🍃🍃🍃🍃🍃🍃

🍃🍃🍃🍃🍃🍃

Perumahan mega cluster yang megah itu terang benderang dengan pemantauan super aman di beberapa titik pos jaga. Begitu juga rumah keluarga Adam beserta anak-anak lelakinya di dalam.

"Mau ke mana, Dan,?!" seru bu Anisa dari ruang televisi dan cinema keluarga. Syahdan sedang menuruni tangga dan berkemeja sangat rapi. Jas warna senada dengan celana, tersampir asal di lengan tangannya.

"Ke Juanda, ma. Ada penyambutan tamu sekaligus makan malam." Syahdan menjawab sambil menghampiri bu Anisa.

"Acara apa? Kamu tidak pulang,?" tanya bu Anisa. Syahdan sedang mengenakan stelan jas ke badannya.

"Kerja sama sosialisasi antara maskapai penenerbangan Air Asia dan seluruh Telkom di Jawa Timur," terang Syahdan. Jas itu telah menutup tubuh atasnya yang tegap.

"Tidak pulang,?" bu Anisa mengulangi pertanyaannya. Syahdan memandang ibunya sebentar.

"Mungkin saja tidak. Jika larut, aku ke rumahku saja,ma," jawab Syahdan dan terdengar ragu-ragu.

"Baiklah, hati-hati. Salam buat Judith, suruh main ke sini. Mama ingin mengajak Judith ke tunjungan," pesan bu Anisa pada Syahdan untuk gadis incaran putranya. Lelaki itu mengangguk.

"Assalamu'alaikum," pamit Syahdan bergegas meninggalkan ruang keluarga. Keluar rumah dengan sapa tanpa menyalam tangan ibunya.

"Wa'alaikumsalam, Dan,,!" seru bu Anisa pada Syahdan yang berjalan cepat menghampiri pintu rumah.

Memandang punggung putra pertamanya dengan bermacam perasaan. Syahdan adalah anak sulung yang sangat disayangi ibu dan ayah bu Anisa, alias almarhum nenek dan kakek Yakub. Sebab Syahdan lah yang masa kecil paling sering dan sangat suka di ajak ke Blitar untuk berlibur.

Dan bahkan beberapa kali meminta ditinggal di sana sendiri untuk menemani sang kakek di saat liburan sekolah yang panjang. Meskipun mengaku hanya tinggal di Vila saja. Tapi Syahdan begitu suka dengan suasana perkebunan dan hutan yang sejuk.

Syahdan tidak pernah terlihat berpacaran. Hanya beberapa kali terpergok mendapat hadiah dari beberapa teman perempuan yang diterima Syahdan dengan wajah yang cerah. Dan yang paling mencolak adalah gadis yang terakhir, Judith.

Bahkan putranya sudah membeli sebuah cincin yang rencanya digunakan untuk menembak Judith dan menyatakan perasaannya. Tapi hingga sekarang, cincin itu masih juga disimpan oleh Syahdan di laci kamarnya.

Sedang Khairy, 27 tahun, anak lelaki ketiga, meski lebih banyak bicara dibanding Syahdan. Tapi Khairy adalah lelaki yang sholeh dan serius. Setiap menyukai perempuan, sasaran utamanya adalah menikahi. Bukan berpacaran, meski itu hanyalah sebentar.

Dan berujung pada penolakan, sebab meskipun cinta tersambut serta tidak bertepuk sebelah tangan, si gadis merasa tidak siap jika tiba-tiba harus menikah dalam waktu yang dekat.Tapi anehnya Khairy tidak menginginkan cara ta'ruf. Kahairy tidak ingin dijodohkan.

Begitu pun niatnya kepada gadis jelita asal Jakarta yang sedang diincar, Judith. Khairy telah mengungkap niatnya secara terbuka kepada keluarganya. Dan berujung pada nasihat sang ayah untuk menjauhi gadis itu.

Sedang putra ke empat, si bungsu Kahfi, 24 tahun, adalah lelaki yang luar biasa badungnya. Pacarnya bertukar tiap bulan, mungkin juga diam-diam pacar mingguan pun ada juga. Melebihi arisan ibu-ibu saja semangat Kahfi dalam hal perempuan. Dan Kahfi adalah anak band yang grubnya cukup populer di kota Surabaya.

🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃

Perjalanan yang ditempuh dengan waktu kurang lebih empat jam akhirnya berakhir. Tim yang sempat terpencar itu telah menyatu kembali di dekat pintu penyambutan.

Galih adalah anggota tim pertama yang sampai dan menunggu dengan lima lembar formulir di tangannya.

"Ini formulir peserta dari pihak Air Asia. Isilah," sambut Galih sambil menyerahkan pada Ratria dan Hendra masing-masing selembar.

"Lumayan, data kita tersimpan. Kapan-kapan naik pesawat Air Asia, kita dapat diskon enam puluh persen. Aku mau ke Bali," terang Galih dengan wajah cengengesan.

"Kau hanimun,?" tanya Hendra sambil memyimpan formulir data ke dalam ranselnya. Dan Ratria pun meniru. Meski merasa heran kenapa Hendra tidak langsung mengisinya, Ratria enggan menanyakan.

"Hanimun di awal. Tidak akan jadi ke Bali jika nunggu hanimun habis nikah," terang Galih tersenyum. Melirik sekilas pada Ratria yang nampak menyimak. Hendra hanya mengedik bahu menanggapi ucapan Galih yang mesum.

"Jangan vulgar, hargai adanya kami yang mentahan di sini," timpal Hendra bercanda. Melirik Ratria yang nampak berpaling wajah darinya.

"Hust diem, hot kapel datang," bisik Galih pada Hendra dan Ratria.

Yang dimaksud Galih sebagai hot couple mungkin adalah pak Leo dan bu Siska. Mereka berjalan mendekat dan langsung disodori dua formulir oleh Galih.

Dan Hendra meminta pada pak Leo untuk segera mendaftarkan tim mereka sekali lagi guna mendapat kamar di asrama bandara. Merasa diri sangat pegal dan ingin segera duduk atau merebah dan istirahat dengan nyaman.

Sebab hanya pak Leo yang sebagai ketua tim lah pemegang undangan resmi dari pihak PT Air Asia kepada PT Telkom Wlingi. Undangan yang berkuota maksimal lima orang.

Dengan menunjuk undangan itu, pak Leo akan mendapat lima kunci untuk lima kamar berbeda yang akan ditempati kelima anggota di timnya. Serta mendapat pelayanan selama di asrama bandara oleh pihak Air Asia.

Terpopuler

Comments

hania putri

hania putri

mentahan itu maksud nya apa ya kk?

maaf aku ga paham

2023-01-01

1

As Lamiah

As Lamiah

😱😱😱 sadar g ya ratria kalok nanti ada pak syahdan tapi itupun kalok syahdan juga liat ratria bakal bikin ada rasa yg aneh antara ratria dan syahdan nih di tunggu kejutan dari mu tour 💪💪 semangat tour semoga sehat selalu 💖😘 semangat

2022-12-17

1

Ayu Fatimah

Ayu Fatimah

bakalan ketemu nih. bikin si syahdan pas rat, nda usah pedulikan dia

2022-12-17

1

lihat semua
Episodes
1 01. Tamu Asing
2 02. Telah Dikawin Gantung
3 03. Boss Baru
4 04. Ibu Kandung
5 05. Kakak Tiri
6 06. Menumpang
7 07. Bersua
8 08. Memastikan
9 09. Menuju Vila
10 10. Di Vila
11 11. Paksaan
12 12. Dibawa Ke Vila
13 13. Sah..!!!
14 14. Malam di Vila
15 8. First Day of Work
16 16. Surabaya
17 17. Otewe Dinas
18 18. Nampak Syahdan
19 19. Manager Pemaksa
20 20. Bersepakat
21 21. Terlambat Datang
22 22. Ikut Syahdan
23 23. Berjumpa Ibu Mertua
24 24. Di Tunjungan
25 25. Vario
26 26. Tamu Berlainan
27 27. Langsing dan Muda
28 28. Ditolak Bareng
29 29. Pilihlah
30 30. Perubahan Data
31 31. Dipecat
32 32. Bertemu Ratria.
33 33. Otewe Pulkam
34 34. Dibawa Syahdan
35 35. Sekamar Sementara
36 36. Saling Janji
37 37. Terancam Amputasi
38 38. Akur
39 39. Judith
40 40. Vario's Story
41 41. Serba Ungu
42 42. Gelap Nyaman
43 43. Hasrat Pagi
44 44. Kupu Malam
45 45. Pandang Saja
46 46. Begadang
47 47. Baju Tidak Sopan
48 48. Kedatangan Kahfi
49 49. Hadiah
50 50. Bermesra
51 51. Di Macau
52 52. Surabaya Zoo KBS
53 53. Izin Pulang
54 54. Panas dan Gelap
55 55. Bye...
56 56. Pulang
57 57. Masuk Angin
58 58. Guncang Pesawat
59 59. Guncangan Yang Lama
60 60. Buah Siwalan
61 61. Bertemu Di Vila
62 62. Saling Menerima
63 63. Senang-Senang 18+
64 64. Pagi di Vila
65 65. Nasi Goreng
66 66. PT Greenfields
67 67. Otewe
68 68. Singgah Di Kakung
69 69. Mengantar
70 70. Naik Jabatan
71 71. Menguati Benteng
72 72. Semeja Berempat
73 73. Ngeri-Ngeri Sedap
74 74. Tamu Mendadak
75 75. Hadiah Melimpah
76 76. Beristri Dua
77 77. Istri Pembawa Harta
78 78. Undur Diri
79 79. Bersama Berdua
80 80. Perjodohan
81 81. Kebohongan Bersama
82 82. Kalian Menikahlah
83 83. Ayo Menikah
84 84. Sah!!
85 85 Lelaki Patah Hati
86 86. Hidup Bersama
87 87. Orang Tua Pengganti
88 88. Berasyik Masyuk
89 89. Saling Ingin
90 90. Bahagia Bersama
Episodes

Updated 90 Episodes

1
01. Tamu Asing
2
02. Telah Dikawin Gantung
3
03. Boss Baru
4
04. Ibu Kandung
5
05. Kakak Tiri
6
06. Menumpang
7
07. Bersua
8
08. Memastikan
9
09. Menuju Vila
10
10. Di Vila
11
11. Paksaan
12
12. Dibawa Ke Vila
13
13. Sah..!!!
14
14. Malam di Vila
15
8. First Day of Work
16
16. Surabaya
17
17. Otewe Dinas
18
18. Nampak Syahdan
19
19. Manager Pemaksa
20
20. Bersepakat
21
21. Terlambat Datang
22
22. Ikut Syahdan
23
23. Berjumpa Ibu Mertua
24
24. Di Tunjungan
25
25. Vario
26
26. Tamu Berlainan
27
27. Langsing dan Muda
28
28. Ditolak Bareng
29
29. Pilihlah
30
30. Perubahan Data
31
31. Dipecat
32
32. Bertemu Ratria.
33
33. Otewe Pulkam
34
34. Dibawa Syahdan
35
35. Sekamar Sementara
36
36. Saling Janji
37
37. Terancam Amputasi
38
38. Akur
39
39. Judith
40
40. Vario's Story
41
41. Serba Ungu
42
42. Gelap Nyaman
43
43. Hasrat Pagi
44
44. Kupu Malam
45
45. Pandang Saja
46
46. Begadang
47
47. Baju Tidak Sopan
48
48. Kedatangan Kahfi
49
49. Hadiah
50
50. Bermesra
51
51. Di Macau
52
52. Surabaya Zoo KBS
53
53. Izin Pulang
54
54. Panas dan Gelap
55
55. Bye...
56
56. Pulang
57
57. Masuk Angin
58
58. Guncang Pesawat
59
59. Guncangan Yang Lama
60
60. Buah Siwalan
61
61. Bertemu Di Vila
62
62. Saling Menerima
63
63. Senang-Senang 18+
64
64. Pagi di Vila
65
65. Nasi Goreng
66
66. PT Greenfields
67
67. Otewe
68
68. Singgah Di Kakung
69
69. Mengantar
70
70. Naik Jabatan
71
71. Menguati Benteng
72
72. Semeja Berempat
73
73. Ngeri-Ngeri Sedap
74
74. Tamu Mendadak
75
75. Hadiah Melimpah
76
76. Beristri Dua
77
77. Istri Pembawa Harta
78
78. Undur Diri
79
79. Bersama Berdua
80
80. Perjodohan
81
81. Kebohongan Bersama
82
82. Kalian Menikahlah
83
83. Ayo Menikah
84
84. Sah!!
85
85 Lelaki Patah Hati
86
86. Hidup Bersama
87
87. Orang Tua Pengganti
88
88. Berasyik Masyuk
89
89. Saling Ingin
90
90. Bahagia Bersama

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!