09. Menuju Vila

Ayah tiri, pak Edi yang biasanya jarang ikut mengobrol di antara ibu dan anak, kini juga duduk bersama sebab memang diminta Ratria.

Dan juga kakak tiri yang belum kembali ke Juanda, Surabaya, Rio mengkuti diskusi dengan sendirinya meski Ratria tidak meminta. Lelaki muda dan tampan itu terus menyimak pembicaraan mereka dengan mulut bungkamnya.

"Yang penting, kamu datang saja besok ke pabrik, Rat. Jumpai boss pabrik yang baru itu dan tanda tangan saja dulu. Agar gaji bulan ini bisa kami terima besok siang."

Ayah Edi terdengar suntuk namun bersemangat. Tidak menyangka jika inti masalah dari keterlambatan gaji bulan ini adalah dari anak tirinya sendiri. Pak Edi merasa cukup lega sekarang. Setidaknya tidak perlu ada demo atau mogok kerja. Hanya perlu memberi mereka sedikit pencerahan.

"Iya, Rat. Kasihan, jangan sampai tidak datang. Kami ini tidak bisa apa-apa jika sudah menunggu gaji. Perlu membayar macam-macam cicilan. Membeli banyak kebutuhan. Membayar sekolah anak. Ah, kamu bayangkan sendiri lah, Rat." Ibu Fatimah menepuk-nepuk punggung Ratria dengan harap memberi semangat.

"Besok pagi kuantar kamu ke pabrik, Ratria," suara khas Rio tiba-tiba menyela. Memandang sekilas Ratria. Lalu menatap televisi kembali. Televisi ada di ruang keluarga namun juga terlihat dari ruang tamu.

"Rat, ibu ke kamar dulu. Ibu mau rebahan, perut bawah ibu sakit. Sepertinya masuk angin. Kamu menginap saja. Sudah malam," pamit ibu Fatimah dengan berdiri dan memegangi perutnya yang bawah. Ratria hanya mengangguk dengan pandangan termangu. Khawatir dengan sang ibu namun segan untuk mengikuti ke kamar.

"Kamu tidurlah di kamarku," Rio lagi-lagi bersuara. Ratria terheran.

"Mas Rio tidur di mana?" tanya Ratria bingung dan enggan.

"Vega tertidur di ruang TV. Aku sama dia," ucap singkat kakak tiri. Dan akhirnya Ratria pun mengangguk.

Merasa enggan sebab di ruang tamu hanya ada ayah tiri yang telah mengantuk, serta kakak tiri yang juga acuh, Ratria pun berdiri.

"Aku pinjam kamarmu ya, mas," pamit Ratria. Rio hanya mengangguk tanpa memandangnya. Ratria menuju kamar Rio dan melewati Vega, adik lelaki yang tidur lelap di depan televisi. Ada busa empuk sangat tebal di bawahnya. Kasur busa yang juga sering Ratria tiduri saat menginap.

Kamar Rio sangat rapi dan lebih luas dari kamar Ratria. Mungkin rumah ini memang dibuat khusus dengan spek untuk mandor. Sedang rumah dinas warisan yang ditinggali Ratria dan sekarang telah diklaim milik boss Syahdan, dulunya rumah dinas biasa. Hanya sekarang terlihat modern sebab telah direvisi banyak kali.

Ratria merebah di bantal yang hanya sebuah saja di kamar, beserta guling sebiji sekalian. Bantal itu bersih dan wangi. Ratria tersenyum, tidak menyangka jika kakak tiri berubah sedikit baik sikapnya. Dan ini adalah pertama kali Ratria tidur dalam kamar, setelah banyak kali menginap di dalam rumah ini. Merasa terharu dengan kebaikan Rio padanya. Merasa diri diakui jadi bagian keluarga mereka.

Ratria dan Rio sangatlah jarang bertemu. Ratria mulai berani datang ke rumah ini setelah dewasa. Bahkan meski tinggal cukup dekat, mereka hampir tidak pernah bermain bersama saat kecil. Selain Ratria dibatasi pergaulannya oleh nenek, tapi juga sebab Rio dimasukkan ke asrama pesantren di pusat kota Blitar setelah lulus SD.

Berlanjut sekolah enam tahun di Surabaya setamat dari SMP. Ada paman dari pihak ayahnya di sana. Dan bahkan sekarang pun telah bekerja mapan di kota buaya. Hanya yang Ratria pahami, Rio tidak pernah menyapa dan selalu memandang dingin padanya tiap kali mereka bersua.

🍃🍃🍃🍃🍃🍃

"Angkat bajumu yang rapi, Rat. Jangan sampai digulung roda." ucap Rio sebelum meluncurkan motornya.

"Iya, mas," sahut Ratria. Gadis yang pagi itu nampak cantik dengan gaun serba panjang dan modis serta kerudung yang melekat simetris di kepalanya yang manis, telah duduk tegang di boncengan motor trail.

Tegang antara dibonceng motor sempit, juga diam-diam tegang sebab akan menemui Syahdan di vila.

Motor tidak kencang melaju. Rio seperti paham jika harus menjaga dandanan dan kerudung adiknya agar tetap rapi serta terlihat tidak rusak. Mendukung adik perempuan tirinya agar terlihat cantik dan menarik di hadapan boss besar di pabrik teh. Boss besar baru, sebagai salah satu pemegang kendali perekonomian di perkebunan.

🍃🍃🍃

Pukul tujuh lebih lima menit..

"Selamat pagi, Ratria,,! Kamu benar-benar datang,?!" seru suara lelaki dan ternyata pak Andi. Menyongsong kedatangan Ratria di pelataran parkir pabrik.

"Pagi, pak Andi. Iya saya harus datang,!" sambut Ratria tersenyum.

"Ayo ke vila, pak Syahdan dan pengacara menunggu di sana,!" ajak pak Andi pada Ratria. Memandang sekilas ke arah Rio yang juga memandang pak Andi.

"Kenalkan, pak Andi. Ini mas Vario kakak saya.!" Ratria menunjuk Rio pada pak Andi. Keduanya bersalaman dan saling melempar senyuman.

"Bagus jika ada saudara yang menyertai kamu, Rat. Kakak kamu boleh ikut masuk bersama kita ke vila," ajak pak Andi dengan sangat ramah.

Rio mengangguk cepat tanpa memandang Ratria. Bahkan berjalan di depan mengikuti pak Andi yang sudah mulai memimpin berjalan. Dan Ratria juga mulai melenggang di posisi yang paling belakang.

Terpopuler

Comments

Mom Dee🥰🥰

Mom Dee🥰🥰

renovasi kali thor bukan revisi 🤭

2023-07-20

0

M akhwan Firjatullah

M akhwan Firjatullah

jenenge koyok motor ... untung Vario jadi bisa d panggil Rio coba nek motor bebek terus d panggil e bebek po ... wkwkwk

2023-01-10

1

Siti aulia syifa Az_zahra

Siti aulia syifa Az_zahra

namanya Rio aja kali Thor,,,emang Vario nama yg bagus tapi langsung tergambar sesosok sepeda motor matic diotak gue😆😆😆😆😆

2023-01-06

2

lihat semua
Episodes
1 01. Tamu Asing
2 02. Telah Dikawin Gantung
3 03. Boss Baru
4 04. Ibu Kandung
5 05. Kakak Tiri
6 06. Menumpang
7 07. Bersua
8 08. Memastikan
9 09. Menuju Vila
10 10. Di Vila
11 11. Paksaan
12 12. Dibawa Ke Vila
13 13. Sah..!!!
14 14. Malam di Vila
15 8. First Day of Work
16 16. Surabaya
17 17. Otewe Dinas
18 18. Nampak Syahdan
19 19. Manager Pemaksa
20 20. Bersepakat
21 21. Terlambat Datang
22 22. Ikut Syahdan
23 23. Berjumpa Ibu Mertua
24 24. Di Tunjungan
25 25. Vario
26 26. Tamu Berlainan
27 27. Langsing dan Muda
28 28. Ditolak Bareng
29 29. Pilihlah
30 30. Perubahan Data
31 31. Dipecat
32 32. Bertemu Ratria.
33 33. Otewe Pulkam
34 34. Dibawa Syahdan
35 35. Sekamar Sementara
36 36. Saling Janji
37 37. Terancam Amputasi
38 38. Akur
39 39. Judith
40 40. Vario's Story
41 41. Serba Ungu
42 42. Gelap Nyaman
43 43. Hasrat Pagi
44 44. Kupu Malam
45 45. Pandang Saja
46 46. Begadang
47 47. Baju Tidak Sopan
48 48. Kedatangan Kahfi
49 49. Hadiah
50 50. Bermesra
51 51. Di Macau
52 52. Surabaya Zoo KBS
53 53. Izin Pulang
54 54. Panas dan Gelap
55 55. Bye...
56 56. Pulang
57 57. Masuk Angin
58 58. Guncang Pesawat
59 59. Guncangan Yang Lama
60 60. Buah Siwalan
61 61. Bertemu Di Vila
62 62. Saling Menerima
63 63. Senang-Senang 18+
64 64. Pagi di Vila
65 65. Nasi Goreng
66 66. PT Greenfields
67 67. Otewe
68 68. Singgah Di Kakung
69 69. Mengantar
70 70. Naik Jabatan
71 71. Menguati Benteng
72 72. Semeja Berempat
73 73. Ngeri-Ngeri Sedap
74 74. Tamu Mendadak
75 75. Hadiah Melimpah
76 76. Beristri Dua
77 77. Istri Pembawa Harta
78 78. Undur Diri
79 79. Bersama Berdua
80 80. Perjodohan
81 81. Kebohongan Bersama
82 82. Kalian Menikahlah
83 83. Ayo Menikah
84 84. Sah!!
85 85 Lelaki Patah Hati
86 86. Hidup Bersama
87 87. Orang Tua Pengganti
88 88. Berasyik Masyuk
89 89. Saling Ingin
90 90. Bahagia Bersama
Episodes

Updated 90 Episodes

1
01. Tamu Asing
2
02. Telah Dikawin Gantung
3
03. Boss Baru
4
04. Ibu Kandung
5
05. Kakak Tiri
6
06. Menumpang
7
07. Bersua
8
08. Memastikan
9
09. Menuju Vila
10
10. Di Vila
11
11. Paksaan
12
12. Dibawa Ke Vila
13
13. Sah..!!!
14
14. Malam di Vila
15
8. First Day of Work
16
16. Surabaya
17
17. Otewe Dinas
18
18. Nampak Syahdan
19
19. Manager Pemaksa
20
20. Bersepakat
21
21. Terlambat Datang
22
22. Ikut Syahdan
23
23. Berjumpa Ibu Mertua
24
24. Di Tunjungan
25
25. Vario
26
26. Tamu Berlainan
27
27. Langsing dan Muda
28
28. Ditolak Bareng
29
29. Pilihlah
30
30. Perubahan Data
31
31. Dipecat
32
32. Bertemu Ratria.
33
33. Otewe Pulkam
34
34. Dibawa Syahdan
35
35. Sekamar Sementara
36
36. Saling Janji
37
37. Terancam Amputasi
38
38. Akur
39
39. Judith
40
40. Vario's Story
41
41. Serba Ungu
42
42. Gelap Nyaman
43
43. Hasrat Pagi
44
44. Kupu Malam
45
45. Pandang Saja
46
46. Begadang
47
47. Baju Tidak Sopan
48
48. Kedatangan Kahfi
49
49. Hadiah
50
50. Bermesra
51
51. Di Macau
52
52. Surabaya Zoo KBS
53
53. Izin Pulang
54
54. Panas dan Gelap
55
55. Bye...
56
56. Pulang
57
57. Masuk Angin
58
58. Guncang Pesawat
59
59. Guncangan Yang Lama
60
60. Buah Siwalan
61
61. Bertemu Di Vila
62
62. Saling Menerima
63
63. Senang-Senang 18+
64
64. Pagi di Vila
65
65. Nasi Goreng
66
66. PT Greenfields
67
67. Otewe
68
68. Singgah Di Kakung
69
69. Mengantar
70
70. Naik Jabatan
71
71. Menguati Benteng
72
72. Semeja Berempat
73
73. Ngeri-Ngeri Sedap
74
74. Tamu Mendadak
75
75. Hadiah Melimpah
76
76. Beristri Dua
77
77. Istri Pembawa Harta
78
78. Undur Diri
79
79. Bersama Berdua
80
80. Perjodohan
81
81. Kebohongan Bersama
82
82. Kalian Menikahlah
83
83. Ayo Menikah
84
84. Sah!!
85
85 Lelaki Patah Hati
86
86. Hidup Bersama
87
87. Orang Tua Pengganti
88
88. Berasyik Masyuk
89
89. Saling Ingin
90
90. Bahagia Bersama

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!