08. Memastikan

Mbak Lusi telah menutup pintu pagar depan, pintu rumah, serta sudah merapatkan seluruh gorden di rumah dinas. Rumah warisan yang nyaman namun baru saja datang seseorang yang mengaku sebagai pemililknya. Sangat merongrong ketenangan Ratria sebagai penghuni alami rumah itu.

"Eh, mau ke mana, Rat,?" tanya mbak Lusi terkejut. Ratria keluar dari kamar dengan berkerudung segitiga yang ditalikan di leher asal saja.

"Aku mau ke tempat ibuk sebentar, mbak," jawab Ratria sambil mengantongi kunci kamar.

"Ada apa? Ini sudah hampir pukul sepuluh malam, Rat,?" mbak Lusi mengingatkan agak cemas.

"Masih sore, mbak. Belum pukul sebelas. Mungkin aku nanti menginap di rumah ibuk saja,!" seru Ratria sambil memegang kunci rumah dan membuka segel yang tadi telah dipasang mbak Lusi.

Ratria bergegas keluar dengan diikuti mbak Lusi di belakangnya.

"Assalamu'alaikum, mbak,!" pamit Ratria setelah berada di luar pagar. Dan berbalik untuk melangkah tergesa menuju blok rumah milik ayah tirinya.

"Wa'alaikumsalam,! Hati-hati, Rat,!" balas mbak Lusi yang terus mengawasi Ratria hingga punggungnya habis diterkam pekat malam.

Mbak Lusi masih memegangi besi pagar dan belum juga mengunci kembali. Mengabaikan hembusan hawa beku yang menusuk turun dari arah perkebunan.

🍃🍃🍃

Ratria berjalan cepat dan ingin segera mencapai rumah ibunya. Ingin mendapat kepastian sekali lagi dari satu-satunya saksi yang masih ada dan valid. Mengabaikan beberapa orang yang duduk-duduk santai di tepian jalan depan perumahan. Mereka adalah para pendaki gunung Butak yang istirahat dan bermalam di area perkebunan, sebelum melanjutkan pendakian esok hari.

Tidak heran jika para pendaki gunung Butak banyak berkumpul di area perkebunan. Sebab di Sirah Kenconglah salah satu tempat untuk mendapat perizinan resmi guna melakukan pendakian ke gunung Butak melewati hamparan perkebunan teh.

Yang tidak jarang bagi beberapa pendaki handal, dari gunuung Butak mereka akan menggeser diam-diam ke gunung Kawi yang terletak bersebelahan dengan gunung Butak. Medan berat dan tidak terbuka, rela mereka babat sebab jarak tempuh yang relatif lebih singkat dan dekat.

Bukan pemandangan aneh jika pada hari merah nasional serta hari Sabtu dan Minggu, Sirah kencong akan dipenuhi para pendaki yang bermalam. Mereka akan menyewa vila bersama atau mendirikan tenda sementara di dataran lapang, halaman SDN Sirah Kencong.

Hanya ada Sekolah Dasar saja di sana. Untuk mendapat pendidikan tingkat lanjut, anak-anak perkebunan harus turun gunung ke kota Wlingi. Demikian juga tahapan pendidikan yang telah dilalui gadis kecil Ratria saat itu.

Jadi tayangan yang sering ada di acara televisi, anak gunung turun ke kota dengan berjalan kaki menempuh kikometer hingga belasan kilometer demi menuju bangku sekolah, adalah nyata dan bukan hal baru bagi Ratria. Dan tak terkecuali juga bagi seluruh teman-teman di perkebunan.

Namun spesial untuk Ratria, hanya jika terpaksa..

Sebab semasa masih hidup, sang nenek sangat safety dan over protective pada cucu tercinta. Mencari pengantar jemput untuk Ratria. Tapi bagaimanapun, sang cucu sering juga berakal bulus untuk bisa berangkat dan pulang jalan kaki bersama teman-teman. Dan baginya itu jauh lebih menyenangkan.

🍃🍃🍃

Ruang tamu di rumah dinas milik ayah tiri masih terang benderang. Dengan para manusia dewasa yang tengah duduk dan saling berpandangan sesekali. Mereka sedang tegang berdiskusi.

"Besok hari Sabtu, Rat. Hari terakhir bank memberi kesempatan bagi nasabah spesialnya untuk bertranksaksi. Masak harus nunggu Senin, lagian kamu kan harus datang ke Telkom," pungkas sang ibu pada Ratria.

Ibunya memang membetulkan adanya kawin gantung antara Ratria dan cucu pemilik pabrik dan kebun. Namun tidak menyangka jika boss besar masih serius dan berminat. Hingga setelah kematiannya pun masih ada yang menguruskan. Ibu Fatimah sangat terkejut dan bahkan telah melupakannya.

Hanya bercerita dan jujur pada Ratria. Jika boss besar rutin memberi santunan pada ibu dan Ratria setiap bulan. Juga rumah dinas untuk ditinggali mereka hingga Ratria dewasa dan menikah. Dan ibu Ratria membenarkan jika rumah dinas itu bisa jadi atas nama pak Syahdan.

Tapi karena sang ibu memilih menikah lagi, maka dengan rela dan sadar diri, semua santunan diserahkan pada mertua demi membiayai segala keperluan Ratria selama ini. Jadi semenjak itu, Ibu Fatimah tidak mengambil santunan sepeser pun. Semua diserahkan untuk Ratria.

Itulah,, Ratria tidak pernah kesulitan dalam segi keuangan. Nenek selalu memberi lebih dari jumlah berapapun yang Ratria minta untuk kebutuhan pribadi dan sekolah. Hingga Ratria berhasil menamatkan kuliah sarjananya.

Dan meski keuangan sekarang bergeser pada mbak Lusi, tapi wanita itu tak kalah baiknya dengan sang nenek. Yang ternyata mbak Lusi adalah orang suruhan dari boss besar sendiri.

Bahkan Ratria merasa lebih longgar lagi sekarang. Mbak Lusi orangnya berwawasan dan memberi kebebasan untuk Ratria. Sedang sikap almarhum nenek sangat kolot memperlakukan Ratria.

Sang cucu seperti gadis pingit yang pergaulannya dibatasi dan cukup dikekang. Namun Ratria adalah gadis belut yang licin dan lihai berakal bulus di belakang sang nenek.

Terpopuler

Comments

As Lamiah

As Lamiah

semangat ratria untuk menjemput impianmu bekerja

2022-12-11

1

lihat semua
Episodes
1 01. Tamu Asing
2 02. Telah Dikawin Gantung
3 03. Boss Baru
4 04. Ibu Kandung
5 05. Kakak Tiri
6 06. Menumpang
7 07. Bersua
8 08. Memastikan
9 09. Menuju Vila
10 10. Di Vila
11 11. Paksaan
12 12. Dibawa Ke Vila
13 13. Sah..!!!
14 14. Malam di Vila
15 8. First Day of Work
16 16. Surabaya
17 17. Otewe Dinas
18 18. Nampak Syahdan
19 19. Manager Pemaksa
20 20. Bersepakat
21 21. Terlambat Datang
22 22. Ikut Syahdan
23 23. Berjumpa Ibu Mertua
24 24. Di Tunjungan
25 25. Vario
26 26. Tamu Berlainan
27 27. Langsing dan Muda
28 28. Ditolak Bareng
29 29. Pilihlah
30 30. Perubahan Data
31 31. Dipecat
32 32. Bertemu Ratria.
33 33. Otewe Pulkam
34 34. Dibawa Syahdan
35 35. Sekamar Sementara
36 36. Saling Janji
37 37. Terancam Amputasi
38 38. Akur
39 39. Judith
40 40. Vario's Story
41 41. Serba Ungu
42 42. Gelap Nyaman
43 43. Hasrat Pagi
44 44. Kupu Malam
45 45. Pandang Saja
46 46. Begadang
47 47. Baju Tidak Sopan
48 48. Kedatangan Kahfi
49 49. Hadiah
50 50. Bermesra
51 51. Di Macau
52 52. Surabaya Zoo KBS
53 53. Izin Pulang
54 54. Panas dan Gelap
55 55. Bye...
56 56. Pulang
57 57. Masuk Angin
58 58. Guncang Pesawat
59 59. Guncangan Yang Lama
60 60. Buah Siwalan
61 61. Bertemu Di Vila
62 62. Saling Menerima
63 63. Senang-Senang 18+
64 64. Pagi di Vila
65 65. Nasi Goreng
66 66. PT Greenfields
67 67. Otewe
68 68. Singgah Di Kakung
69 69. Mengantar
70 70. Naik Jabatan
71 71. Menguati Benteng
72 72. Semeja Berempat
73 73. Ngeri-Ngeri Sedap
74 74. Tamu Mendadak
75 75. Hadiah Melimpah
76 76. Beristri Dua
77 77. Istri Pembawa Harta
78 78. Undur Diri
79 79. Bersama Berdua
80 80. Perjodohan
81 81. Kebohongan Bersama
82 82. Kalian Menikahlah
83 83. Ayo Menikah
84 84. Sah!!
85 85 Lelaki Patah Hati
86 86. Hidup Bersama
87 87. Orang Tua Pengganti
88 88. Berasyik Masyuk
89 89. Saling Ingin
90 90. Bahagia Bersama
Episodes

Updated 90 Episodes

1
01. Tamu Asing
2
02. Telah Dikawin Gantung
3
03. Boss Baru
4
04. Ibu Kandung
5
05. Kakak Tiri
6
06. Menumpang
7
07. Bersua
8
08. Memastikan
9
09. Menuju Vila
10
10. Di Vila
11
11. Paksaan
12
12. Dibawa Ke Vila
13
13. Sah..!!!
14
14. Malam di Vila
15
8. First Day of Work
16
16. Surabaya
17
17. Otewe Dinas
18
18. Nampak Syahdan
19
19. Manager Pemaksa
20
20. Bersepakat
21
21. Terlambat Datang
22
22. Ikut Syahdan
23
23. Berjumpa Ibu Mertua
24
24. Di Tunjungan
25
25. Vario
26
26. Tamu Berlainan
27
27. Langsing dan Muda
28
28. Ditolak Bareng
29
29. Pilihlah
30
30. Perubahan Data
31
31. Dipecat
32
32. Bertemu Ratria.
33
33. Otewe Pulkam
34
34. Dibawa Syahdan
35
35. Sekamar Sementara
36
36. Saling Janji
37
37. Terancam Amputasi
38
38. Akur
39
39. Judith
40
40. Vario's Story
41
41. Serba Ungu
42
42. Gelap Nyaman
43
43. Hasrat Pagi
44
44. Kupu Malam
45
45. Pandang Saja
46
46. Begadang
47
47. Baju Tidak Sopan
48
48. Kedatangan Kahfi
49
49. Hadiah
50
50. Bermesra
51
51. Di Macau
52
52. Surabaya Zoo KBS
53
53. Izin Pulang
54
54. Panas dan Gelap
55
55. Bye...
56
56. Pulang
57
57. Masuk Angin
58
58. Guncang Pesawat
59
59. Guncangan Yang Lama
60
60. Buah Siwalan
61
61. Bertemu Di Vila
62
62. Saling Menerima
63
63. Senang-Senang 18+
64
64. Pagi di Vila
65
65. Nasi Goreng
66
66. PT Greenfields
67
67. Otewe
68
68. Singgah Di Kakung
69
69. Mengantar
70
70. Naik Jabatan
71
71. Menguati Benteng
72
72. Semeja Berempat
73
73. Ngeri-Ngeri Sedap
74
74. Tamu Mendadak
75
75. Hadiah Melimpah
76
76. Beristri Dua
77
77. Istri Pembawa Harta
78
78. Undur Diri
79
79. Bersama Berdua
80
80. Perjodohan
81
81. Kebohongan Bersama
82
82. Kalian Menikahlah
83
83. Ayo Menikah
84
84. Sah!!
85
85 Lelaki Patah Hati
86
86. Hidup Bersama
87
87. Orang Tua Pengganti
88
88. Berasyik Masyuk
89
89. Saling Ingin
90
90. Bahagia Bersama

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!