Baju kemeja kostum kerja dengan dominan merah dan sedikit warna putih itu sangat lekat di badan Ratria. Sebagai pelapis luar dari inner putih berlengan panjang dan bawahan celana kain warna hitam. Sangat pas dengan body Ratria yang berlekuk indah di tiap posisi yang sesuai. Meski merasa agak risih dengan tampilan press bodinya di kaca sebab dengan kerudung di kepala, Ratria menguatkan tekad dan syukurnya.
Bukan mudah mendapat nasib beruntung untuk lolos dalam seleksi lowongan kerja di Telkom, salah satu anak cabang BUMN tersebut. Jika bukan sebab informasi dan bantuan dari mas Hendra, belum tentu dirinya akan begitu hoki dan dipercaya dengan mudah. Ratria sangat sadar akan hal itu, dan merasa harus bahagia menjadi salah satu manusia yang beruntung di atas muka bumi.
" Wah, cantik banget, Rat. Pas banget. Penampilan kamu itu meyakinkan, nggak nyangka kamu dapat kerja di BUMN ya, Rat," sanjung mbak Lusi saat Ratria akan mengambil sarapan.
"Iya, ya, mbak. Alhamdulillah, aku dipermudah. Nggak ngerasa salah atau rugi aku kukuh menolak Syahdan untuk membawaku ke Surabaya. Jika aku ikut, akan melayang harapanku, mbak." Ratria membenarkan dengan kesal.
"Iya, Rat,," mbak Lusi mengiyakan dengan menghela nafasnya. Merasa diri adalah buah simalakama.
Ratria melirik dengan manyun ke arah mbak Lusi.
Saat bersama turun dari vila menuju rumah dinas, Syahdan kembali meminta Ratria untuk ikut ke Surabaya. Dan lelaki itu tidak lagi berbicara setelah Ratria kembali menolak keras keinginannya.
Hingga mbak Lusi dan Ratria diturunkan Arka di depan pagar rumah, tidak ada percakapan sepatah kata pun. Kecuali mbak Lusi yang basa-basi berpamitan.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Bukan pak Sofian yang ditemui Ratria di salah satu ruangan yang sudah ditunjuk seorang pegawai satpam padanya, tapi adalah mas Hendra Abdillah yang menyambut menemui langsung. Ratria terkejut dan tidak menyangka.
Orang yang susah dihubungi apalagi ditemui hanya demi diberinya ucapan terimakasih, kini sedang membawa Ratria ke dalam ruangannya. Dan Ratria telah menyampaikan besar terimakasihnya satu menit yang lalu.
"Sudah paham tugasmu sementara ini, Ratria,?" tanya mas Hendra yang masih berdiri di sampingnya. Lelaki itu baru selesai memberi tugas magang dan arahan kecil pada Ratria.
"Iya, mas. Terimakasih. Jika aku tiba-tiba bingung, akan kutanyakan," sambut Ratria pada mas Hendra. Gadis berkerudung yang cantik itu nampak antusias dan sangat bersemangat.
"Bagus. Jangan segan, tanyakan apa saja yang bagimu membingungkan atau terasa kesulitan," pesan mas Hendra. Terdengar puas dengan ekspresi sungguh-sungguh dari Ratria.
"Ruanganku di situ. Jika ingin berbicara sesuatu, kamu langsung masuk saja, Rat," sambung Hendra.
"Iya, mas," Ratria sambil mengangguk.
Lelaki itu menjauh dari meja kerja Ratria dan masuk ke dalam ruang pribadinya sendiri. Dengan pintu yang berada jadi satu di ruang anak buahnya. Hendra adalah kepala divisi engineer atau head of engineer PT Telkom di Wlingi yang berstatus lajang dan tampan.
Ratria tidak diletak di layanan umum, tapi Hendra telah diizinkan untuk menarik Ratria ke dalam divisinya. Kebetulan satu dari tiga bawahannya telah berhasil mengajukan mutasi kerja ke lain kota dan wilayah, yang sesuai dengan domisili tempat tinggalnya yang sekarang.
Hendra memang tahu adanya Ratria dan telah lama mengincar pekerja magang yang polos, fresh serta belum tercemari dengan sistem kerja yang gabut. Pekerja baru biasanya memiliki semangat kerja bagus dan jujur. Serta memiliki kepatuhan yang penuh pada ketuanya.
Hendra memberi tugas magang awal begitu ringan. Menerima dan mencatat setiap keluhan, klaim serta komplain yang disampaikan pada Ratria secara langsung, online maupun selular. Aduan itu dari divisi lain di telkom. Bukan menerima aduan langsung dari pengguna.
Kemudian mengumpulkan dalam satu file input dan menyimpannya berdasar waktu, hari dan tanggal. Dan Ratria akan mengirimkan file input data klaim itu kepada mas Hendra dua kali sehari. Sebelum tengah hari dan sore hari sebelum pulang.
Ratria memiliki waktu lima hari kerja. Senin hingga Jumat, dengan jam kerja dari pukul tujuh pagi hingga pukul empat sore. Dengan waktu istirahat total satu jam lamaanya. Untuk hari Sabtubdan Minggu adalah cuti umum bersama. Dan bisa dipanggil masuk kerja tiba-tiba sesuai keperluan dan kepentingan dengan uang selip yang lumayan.
Seperti itulah informasi penting sementara yang sudah mas Hendra berikan pada Ratria terkait aturan kerja di PT Telkom pilihannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 90 Episodes
Comments
Yulie_82
aku baru nongol lagi nih thor... maaf ya sedang sibuk didunia nyata... hehehhe, semangat neng esi🥰🥰🥰
2023-02-05
1
M akhwan Firjatullah
manten ne pisah ranjang yak...
2023-01-10
0
As Lamiah
wah akhirnya tercapai jg cita2 ratria bisa bekerja di Telkom semoga ratria jauh dari konflik di kantor 🤔🤔ada cinlok gak nih sama mas Hendra 😍😍😍🤭 semangat tour semoga sehat selalu 🥰🥰💪💪💪🌶️
2022-12-16
0