11. Paksaan

Syahdan menahan nafas tanpa sadar, saat pengacara Haris selesai memberitahukan point-point penting, dari keinginan almarhum pak Yakub pada Ratria. Menunggu reaksi gadis berkerudung modis itu menanggapi. Tapi bibir indahnya masih saja merapat.

Merasa tidak sabar menunggu jawaban Ratria lebih lama lagi. Syahdan sudah mengambil keputusan untuk setuju dengan wasiat sang kakek demi memiliki perkebunan dan pabrik sebesar tujuh puluh persen. Dan ingin menyelesaikan secepat mungkin, sebab waktunya di Blitar sangat sempit.

Jika sudah menikah dengan Ratria, otomatis pabrik akan berubah atas nama miliknya. Semua sistem kerja di pabrik berjalan normal kembali. Sebagaimana kinerja sang kakek, yang segala urusan pabrik dapat diwakil namakan pada para bawahan di tiap bidangnya. Tidak repot lagi dengan tumpukan bermacam berkas untuk disignkannya satu-satu. Syahdan merasa hal seperti itu sangatlah merepotkan.

"Bagaimana pendapat kamu, Ratria? Bukankah ini kesempatan bagus untukmu?" tanya Syahdan mendesak dengan nada yang tajam. Tidak sabar dan merasa resah sendiri andai Ratria menolak isi wacana kawin gantung.

"Terimakasih pada mas Haris yang membacakan dengan jelas untuk saya. Tapi untuk pak Syahdan, maksudnya kesempatan baik yang bagaimana ya,?" tanya Ratria merasa tidak puas dengan ucapan Syahdan padanya.

"Kesempatanmu untuk memiliki rumah dinas atas nama kamu sendiri. Kamu hanya perlu berstatus istriku. Maka kamu juga akan terus menerima uang dari pabrik serta memiliki rumah dinas untuk kamu tinggali selamanya. Setelah menikah, kamu masih bebas menentukan kehidupanmu. Aku pun sama seperti kamu." terang Syahdan sangat gamblang. Pengacara Haris juga terus menyimak.

"Maaf, pak Syahdan. Tapi saya baru selesai bersekolah. Saya ingin bebas sejenak. Saya benar-benar belum ingin menikah, pak," tegas Ratria menolak tawaran Syahdan padanya.

"Setelah menikah, anggap saja dirimu tidak pernah menikah. Kita saling bebas. Sebab aku juga akan kembali ke Surabaya," bujuk Syahdan.

"Jika suatu saat aku menemukan calon suami, apa aku harus jadi janda dulu,?" tanya Ratria bingung dan merasa agak kesal.

Syahdan nampak gelagapan, Ratria memberi pertanyaan yang terlalu jauh untuknya. Memandang ke arah pengacara Haris mengharap pertimbangan.

"Itu akan kita bincangkan kemudian, Ratria. Apa diam-diam kamu sudah punya pacar? Atau calon suami,?" tanya pengacara Haris dengan nada hangat pada Ratria. Gadis itu tercekat dengan pertanyaan pengacara Haris yang pribadi.

"Iyya,, mas Haris. Saya sudah punya calon suami sendiri," jawab Ratria cepat namun nampak gugup.

"Jangan bohong, Ratria. Mbak Lusi tidak mungkin memberi informasi yang salah padaku," sela Syahdan dangan tajam. Menatap lekat Ratria yang nampak jelas salah tingkah.

"Buktikan rasa terimaksihmu pada kakekku. Yang telah banyak mengeluarkan biaya untukmu," ucap Syahdan agak sinis.

Ratria berkerut dahi memandang Syahdan sangat kesal.

"Jika tahu akan seperti ini, lebih baik saya tidak usah pernah bersekolah. Setelah susah-susah sekolah, ternyata untuk menikah." Ratria membalasnya dengan sinis.

"Dan apa pak Syahdan tidak paham, bahwa ayahku telah menyelamatkan orang tuamu dari sakit mematikan? Bahkan aku terpaksa kehilangan ayahku setelah itu. Apa pak Syahdan tidak ingin berterimakasih padaku? Berterimakasihlah, pak Syahdan. Bebaskan aku dari kawin gantungmu,!" sengit Ratria dengan dingin.

Tidak peduli dengan siapa Syahdan di perkebunan. Tidak peduli apa posisi Syahdan, bahwa pria itu adalah boss pengendali ekonomi di perkebunan!

"Permisi, pak Syahdan. Aku akan pulang,!" pamit Ratria tergesa dan berdiri. Abai dengan raut wajah Syahdan yang kini berubah merah padam.

Gadis berkerudung anggun itu berjalan cepat menuju pintu vila. Namun langkahnya tertahan sebab seseorang menyambar lengan tangannya tiba-tiba.

Ternyata Syahdan menyusul dan menahan tangannya. Mata tajam itu memandang dingin pada Ratria dengan sangat dekat.

"Aku memintamu baik-baik, Ratria. Jangan terkejut jika aku akan memaksa dan sekaligus terpaksa melakukan sesuatu padamu," ucap Syahdan dengan tatapan sangat dingin. Ditariknya Ratria lebih mendekat.

"Pak Syahdan, mau appaa,??!" panik Ratria. Berusaha mundur dan menjauhkan dirinya dari Syahdan.

"Kau paham? Jika seperti ini, tak akan ada yang menolongmu. Aku bisa menahanmu di vila berhari-hari. Tapi tentu saja caraku tidak sebodoh itu, Ratria. Kamu penasaran? Tunggu saja di rumahmu," Syahdan menatap dalam di manik indah Ratria yang bergoyang sebab rasa panik dan resah.

"Ehem, pak Syahdan,! Sepertinya saya akan turun sekarang. Biarkan saya yang mengantar Ratria ke bawah,!" pengacara Haris telah berdiri di dekat pintu vila. Memandang terang-terangan pada tangan Syahdan yang masih erat menahan lengan kecil Ratria.

"Ingat, pak Syahdan,,, Istighfar,,!" tiba-tiba Haris berkata sambil menjauh melewati mereka. Berjalan cepat menuju latar parkir di pabrik.

Ratria manarik kuat tangannya dan segera terlepas. Tangan Syahdan telah mendadak melonggar.

Tidak lagi memandang lelaki berhati keras di belakangnya. Ratria berjalan cepat, setengah berlari kecil menuju gerbang pabrik dan vila. Terus berjalan menyusuri jalan aspal setapak di Sirah Kencong.

Tin...!

Sebuah mobil melewati pelan di samping Ratria setelah membunyikan klakson satu kalinya. Tapi kemudian berhenti tidak terlalu jauh di depan Ratria. Keluar lelaki muda berjas rapi dari pintu yang terbuka.

"Ratria, aku antar. Naiklah denganku,,!" seru lelaki itu yang ternyata adalah pengacara Haris. Ratria berjalan mendekat.

"Terimakasih, mas Haris. Tapi aku ada perlu dengan temanku di blok sana. Jadi aku akan melewati jalan di gang perumahan. Lebih dekat, mas,!" Ratria beralasan sambil menunjuk sebuah jalan gang yang memang ada di kiri jalan. Haris pun mengangguk.

"Oke, Ratria. Hati-hati. Semangatlah,!" seru Haris mundur dan mendekati mobilnya. Ratria sedikit tersenyum dan mengangguk.

"Terimakasih, mas. Mari,!" sapa Ratria sebelum masuk membelok di jalan gang. Haris masih terlihat mengangguk.

🍃🍃🍃🍃🍃🍃

Tok,,,!! Tok,,,!! Tok,,!!

Pengetuk pintu selepas adzan ashar itu lagi-lagi diterima oleh mbak Lusi. Bukan lagi pak Andi, melainkan ayah tiri serta sang ibu kandung.

Ratria telah duduk berhadapan dengan tegang menerima maksud dan tujuan kedatangan mereka mencarinya. Ratria dan sang ibu sedang sama-sama menangis saat ini.

"Lalu, aku ini harus bagaimana, buk,,?" rintih Ratria di sela tangisnya.

"Ibu pun bingung, Rat. Tapi juga tidak tega maksa kamu,," jawab ibu Fatimah dengan sisa tangis dan ingusnya.

Ayah tiri, pak Edi memandang frustasi pada istri dan anak tirinya yang sedang saling menangisi.

Mereka menemui Ratria setelah orang penting dari pabrik, pak Andi, datang atas suruhan boss pabrik baru, boss Syahdan.

Memberi pilihan pada orang tua Ratria. Membujuk putrinya untuk bersedia dinikahi, melanjutkan perjodohan kawin gantung dari sang kakek.

Atau jika Ratria tetap kukuh menolak. Pabrik akan ditutup total. Sebab pak Syahdan akan kembali ke Surabaya dan tidak berminat meneruskan pengoperasian pabrik dan perkebunan. Bahkan berencana juga untuk melempar pabrik dan perkebunan kepada perhutani dan pemerintah kembali. Yang pasti memerlukan waktu lama dalam proses akuisisinya.

Dan semua itu membawa dampak buruk yang pasti. Pengangguran serta melemahnya ekonomi bagi warga serta pekerja perkebunan dan pabrik.

Terutama ayah Edi dan ibunya Ratria sendiri. Mereka terancam kehilangan pekerjaan sekaligus penghasilan. Bahkan, bisa juga rumah dinas! Andai benar, mereka akan ke mana?!

Ratria sedang dilanda galau hebat tingkat dewa..!!

🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃

🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃

Vote me, please..😘

🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃

🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃

Terpopuler

Comments

Bundanya Syahdan

Bundanya Syahdan

btw thor, nama anaakku juga syahdan lho ☺️

2024-07-21

0

M akhwan Firjatullah

M akhwan Firjatullah

koyok e si syahdan wes jatuh cinta sama si ratria ...gedubrak ada yg jatuhhhhh....cinta...

2023-01-10

1

Siti aulia syifa Az_zahra

Siti aulia syifa Az_zahra

Syahdan suka sama Ratria nih,,
lah,, tapi kan udah punya cewek atau istri mungkin???. Klo gitu jangan mau Ratria,,!!, yg antri banyak,, milih yg setia ,sholeh dan tanggung jawab walau sederhana yg penting damai, tapi klo jodoh nya juga kaya lebih bagus sih,, 😁😁😁😁😁

2023-01-06

1

lihat semua
Episodes
1 01. Tamu Asing
2 02. Telah Dikawin Gantung
3 03. Boss Baru
4 04. Ibu Kandung
5 05. Kakak Tiri
6 06. Menumpang
7 07. Bersua
8 08. Memastikan
9 09. Menuju Vila
10 10. Di Vila
11 11. Paksaan
12 12. Dibawa Ke Vila
13 13. Sah..!!!
14 14. Malam di Vila
15 8. First Day of Work
16 16. Surabaya
17 17. Otewe Dinas
18 18. Nampak Syahdan
19 19. Manager Pemaksa
20 20. Bersepakat
21 21. Terlambat Datang
22 22. Ikut Syahdan
23 23. Berjumpa Ibu Mertua
24 24. Di Tunjungan
25 25. Vario
26 26. Tamu Berlainan
27 27. Langsing dan Muda
28 28. Ditolak Bareng
29 29. Pilihlah
30 30. Perubahan Data
31 31. Dipecat
32 32. Bertemu Ratria.
33 33. Otewe Pulkam
34 34. Dibawa Syahdan
35 35. Sekamar Sementara
36 36. Saling Janji
37 37. Terancam Amputasi
38 38. Akur
39 39. Judith
40 40. Vario's Story
41 41. Serba Ungu
42 42. Gelap Nyaman
43 43. Hasrat Pagi
44 44. Kupu Malam
45 45. Pandang Saja
46 46. Begadang
47 47. Baju Tidak Sopan
48 48. Kedatangan Kahfi
49 49. Hadiah
50 50. Bermesra
51 51. Di Macau
52 52. Surabaya Zoo KBS
53 53. Izin Pulang
54 54. Panas dan Gelap
55 55. Bye...
56 56. Pulang
57 57. Masuk Angin
58 58. Guncang Pesawat
59 59. Guncangan Yang Lama
60 60. Buah Siwalan
61 61. Bertemu Di Vila
62 62. Saling Menerima
63 63. Senang-Senang 18+
64 64. Pagi di Vila
65 65. Nasi Goreng
66 66. PT Greenfields
67 67. Otewe
68 68. Singgah Di Kakung
69 69. Mengantar
70 70. Naik Jabatan
71 71. Menguati Benteng
72 72. Semeja Berempat
73 73. Ngeri-Ngeri Sedap
74 74. Tamu Mendadak
75 75. Hadiah Melimpah
76 76. Beristri Dua
77 77. Istri Pembawa Harta
78 78. Undur Diri
79 79. Bersama Berdua
80 80. Perjodohan
81 81. Kebohongan Bersama
82 82. Kalian Menikahlah
83 83. Ayo Menikah
84 84. Sah!!
85 85 Lelaki Patah Hati
86 86. Hidup Bersama
87 87. Orang Tua Pengganti
88 88. Berasyik Masyuk
89 89. Saling Ingin
90 90. Bahagia Bersama
Episodes

Updated 90 Episodes

1
01. Tamu Asing
2
02. Telah Dikawin Gantung
3
03. Boss Baru
4
04. Ibu Kandung
5
05. Kakak Tiri
6
06. Menumpang
7
07. Bersua
8
08. Memastikan
9
09. Menuju Vila
10
10. Di Vila
11
11. Paksaan
12
12. Dibawa Ke Vila
13
13. Sah..!!!
14
14. Malam di Vila
15
8. First Day of Work
16
16. Surabaya
17
17. Otewe Dinas
18
18. Nampak Syahdan
19
19. Manager Pemaksa
20
20. Bersepakat
21
21. Terlambat Datang
22
22. Ikut Syahdan
23
23. Berjumpa Ibu Mertua
24
24. Di Tunjungan
25
25. Vario
26
26. Tamu Berlainan
27
27. Langsing dan Muda
28
28. Ditolak Bareng
29
29. Pilihlah
30
30. Perubahan Data
31
31. Dipecat
32
32. Bertemu Ratria.
33
33. Otewe Pulkam
34
34. Dibawa Syahdan
35
35. Sekamar Sementara
36
36. Saling Janji
37
37. Terancam Amputasi
38
38. Akur
39
39. Judith
40
40. Vario's Story
41
41. Serba Ungu
42
42. Gelap Nyaman
43
43. Hasrat Pagi
44
44. Kupu Malam
45
45. Pandang Saja
46
46. Begadang
47
47. Baju Tidak Sopan
48
48. Kedatangan Kahfi
49
49. Hadiah
50
50. Bermesra
51
51. Di Macau
52
52. Surabaya Zoo KBS
53
53. Izin Pulang
54
54. Panas dan Gelap
55
55. Bye...
56
56. Pulang
57
57. Masuk Angin
58
58. Guncang Pesawat
59
59. Guncangan Yang Lama
60
60. Buah Siwalan
61
61. Bertemu Di Vila
62
62. Saling Menerima
63
63. Senang-Senang 18+
64
64. Pagi di Vila
65
65. Nasi Goreng
66
66. PT Greenfields
67
67. Otewe
68
68. Singgah Di Kakung
69
69. Mengantar
70
70. Naik Jabatan
71
71. Menguati Benteng
72
72. Semeja Berempat
73
73. Ngeri-Ngeri Sedap
74
74. Tamu Mendadak
75
75. Hadiah Melimpah
76
76. Beristri Dua
77
77. Istri Pembawa Harta
78
78. Undur Diri
79
79. Bersama Berdua
80
80. Perjodohan
81
81. Kebohongan Bersama
82
82. Kalian Menikahlah
83
83. Ayo Menikah
84
84. Sah!!
85
85 Lelaki Patah Hati
86
86. Hidup Bersama
87
87. Orang Tua Pengganti
88
88. Berasyik Masyuk
89
89. Saling Ingin
90
90. Bahagia Bersama

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!