Set kebaya yang beberapa jam lalu masih dipass ukurkan di badan proposional Ratria, kini telah menempel sempurna dan terlihat indah di badan berlekuknya.
Meski tidak terlalu ketat, sebab Ratria memilih terus berkerudung, tapi kebaya cantik itu tetap saja menyiratkan bentuk tubuh Ratria yang indah dan menggoda.Selaras dengan riasan di wajahnya yang sangat mempesona.
Ratria dibawa sang ibu serta mbak Lusi untuk duduk di ruang tengah vila. Ruang luas yang telah dikosongkan dari meja dan kursi, kini serupa aula saja lapangnya.
Dan calon pengantin perempuan yang nampak berat melangkah, telah menjadi pusat perhèatian dari seluruh lelaki yang sedang bersila khidmat di atas karpet tebal dan lembut. Seluruh petugas serta saksi yang terlibat dalam pelaksansaan akad nikah malam itu adalah lelaki saja yang datang.
Mengingat letak Sirah Kencong sangat terpencil dan medan menuju posisi tidak mulus, acara itu akan segera dimulai.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Syahdan kian tampan dengan set koko pengantin yang juga lengkap dengan peci. Wajah lelaki itu nampak pias, menahan nafas dan mungkin juga menahan tegang. Sedetik lalu telah habis disambutnya ucap ijab dari kubu Ratria dan dijawab kabul dari bibir dan mulutnya dengan lancar.
Sah..!!! Sah..!!! Sah...!!! Sah..!!! Sah..!!!!
Lega luar biasa akhirnya..
Ucapan serempak dari beberapa orang lelaki yang bertugas menjadi saksi dalam pernikahan antara boss Syahdan dan Ratria, terdengar serempak dan keras. Mereka adalah pak Andi, ayah Edi, sopir Arka, pengacara Haris dan sisanya adalah orang-orang dari kantor agama yang didatangkan oleh boss Syahdan. Dengan uang tugas yang berlipat fantastis, sebab pelaksanannya saat malam. Lebih tepatnya jasa pelicin..
Ratria yang diwalikan oleh wali hakim, nampak menunduk dalam-dalam di samping sang ibu dan pengasuhnya, mbak Lusi. Kakak tiri lelaki tidak datang. Rio buru-buru turun ke kota Wlingi untuk menyambung ke kota Surabaya, setelah meninggalkan Ratria di vila kemarin itu.
Sedang Syahdan yang tidak satu pun ditemani oleh keluarga, duduk bersila dengan tenang. Menunduk beberapa saat yang mungkin sedang menghempas rasa gusarnya diam-diam. Meski ini baginya sekedar pernikahan syarat yang tidak dianggap. Tapi pengalaman pertama untuk hal sakral seperti itu, bos besar juga mendadak merasa tegang.
Sekarang terasa sangat lapang. Pernikahan telah dinyatakan Sah oleh para saksi dan diaminkan oleh seluruh yang hadir termasuk pegawai dari KUA. Syahdan sudah merasa lega dan bisa bernafas dengan bebas setelahnya. Dan semua akan diurus oleh orang kepercayaan, yakni pak Andi serta pengacara Haris. Syahdan cukup memantau dari kota Surabaya.
Seperti itulah rencana boss baru Syahdan untuk pabrik dan perkebunan. Sedang pada Ratria, Syahdan akan konsisten dengan janjinya. Membebaskan Ratria..
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Vila yang lima belas menit lalu cukup ramai dengan banyak orang di dalamnya, kini telah lengang dan kosong. Ibu dan ayah Ratria pun telah undur diri lima menit barusan. Kini tinggal pemilik vila dan istri barunya. Serta mbak Lusi dengan tiga orang petugas catering yang sedang sibuk mengemasi bersama satu orang pengurus tetap di vila.
Ratria nampak gelisah di kamar yang tadi ditempati dan konon adalah miliknya. Menunggu mbak Lusi yang dari tadi sangat sibuk tidak juga berkesudahan. Pengasuh itu menyuruh masuk ke kamar dan melarang menunggu di teras. Ratria memang akan turun dari vila dan pulang.
Syahdan tidak lagi nampak setelah terakhir terlihat berjalan keluar bersama Haris dan pak Andi. Ratria enggan jika sampai bertatap muka dengannya. Ingin cepat-cepat pergi, tapi mbak Lusi lama sekali.
Tok..!! Tok..!!Tok..!!
Pintu itu terbuka setelah bunyi di ketuk. Ratria bahkan belum sempat berfikir untuk pergi membuka. Tapi Syahdan telah berdiri memegangi pintu memandangnya. Ratria berdiri tegak dan sedikit merasa terkejut.
"Pak Syahdan, kamu tidak sopan,!" tegur Ratria saat Syahdan menutup pintu dan berjalan lambat mendekat. Tapi Syahdan nampak acuh dengan teguran keras dari Ratria.
"Ratria, apa benar kamu akan turun sekarang,?" tanya Syahdan dan berdiri tepat di depan Ratria.
"Iya, aku akan pulang," jawab Ratria cepat dan mengangguk.
"Jangan malam ini, besok pagi saja. Menumpanglah mobilku. Aku berangkat ke Surabaya selepas Subuh," kata Syahdan memandang lekat Ratria.
"Kami terbiasa jalan kaki. Malam ini saja aku pulang," jawab Ratria membalas tatapan Syahdan dengan tegas.
"Mbak Lusi masih tinggal di sini malam ini. Vila belum bersih lagi." Syahdan berkata tak kalah tegasnya.
"Jika seperti itu, aku akan turun sendiri. Tanpa kawan bukan masalah bagiku," jawab Ratria dengan ketus. Gadis itu berbalik mengambil tas ransel modisnya yang mini.
"Terlalu larut. Banyak peminum di jalan menuju perumahan," ucap Syahdan serius.
"Itu juga sudah biasa. Bahkan aku sudah kenal siapa saja yang terbiasa minum saat minggu malam," ucap Ratria bertegas.
Syahdan percaya ucapan Ratria. Peminum yang dimaksud hanyalah para peronda saat malam. Mereka sedikit minum untuk mengusir kedinginan dan menghangatkan badan saja. Lelaki itu menghembuskan kuat nafas panjangnya.
"Ganti saja bajumu. Kemudian tidurlah. Jalan sendiri malam-malam dengan penampilanmu begitu. Mereka akan melihatmu seperti hantu pabrik," ucap Syahdan dengan mata menelusur tubuh Ratria sekilas.
Kemudian berbalik meninggalkan Ratria yang sedang tertegun sendiri di kamarnya. Pintu kamar terbuka sedikit tanpa ditutup kembali. Pemilik kamar yang masih dengan kebaya melekat di badan, memburu pintu dan kemudian menguncinya.
Meski kesal, Ratria tersenyum. Mbak Lusi dan ibu sempat tidak henti-henti memuji keelokan penampilan Ratria dengan baju pengantin. Tapi lelaki itu menyebut dirinya seperti hantu saat malam...
Ratria akur dengan saran Syahdan. Menginap di vila malam ini. Mbak Lusi tidak juga masuk ke dalam kamar menemani. Gadis berstatus pengantin baru itu akhirnya tertidur setelah melepasi baju pengantin dan menghapus bersih seluruh riasan make up di wajahnya.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Pengantin baru lelaki belum juga memejam mata hingga malam dini hari. Merasa kesal dan marah dengan kabar terbaru yang disampaikan pengacara Haris beberapa jam yang lalu.
Mengabarkan tentang perubahan aturan dari PPAT dan BPN pusat, jika pemindahan nama kepemilikan tanah dan bangunan, haruslah sistematis dan berurut. Maknanya harus ada juga tanda tangan pelimpahan dari orang tua Syahdan dan juga dari para saudaranya.
Boss baru itu merasa amat rumit. Sedang pernikahannya dengan Ratria pun juga sangat rahasia. Syahdan terlanjur diam dan tidak mengabari orang tuanya sepatah pun. Merasa risau jika orang tua begitu kecewa dan marah sebab merasa dilompati dan tidak dihargai.
Pria yang lahir di kota Malang, berdomisili di kota Surabaya dan kemudian memiliki aset melimpah di kota Blitar, berusaha abai tentang hal itu. Yang terpenting baginya saat ini adalah pabrik dan kebun berjalan kondusif tanpa dirinya harus standby di Sirah Kencong !
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 90 Episodes
Comments
M akhwan Firjatullah
padahal bohong itu... syahdan syahdan untung g ma Syahrini...
2023-01-10
2
Siti Aisah
Syahdan yg bikin rumit pernikahannya...dan semakin rumit semakin seru
2022-12-14
0
Ayu Fatimah
rumit sekali hidup ku syahdan...
semangat ratria
2022-12-14
0