"Baiklah, aku akan membantu kalian, tapi ...."
"Oh, ayolah, kenapa harus ada tapinya?" gerutuku.
"Aku tidak berencana membangunkan kalian pembangkit listrik biasa, melainkan pembangkit listrik dari reaktor fusi. Bisa dibilang, itu adalah teknologi yang puluhan atau bahkan ratusan tahun lebih maju melampaui zaman ini-"
"Jika dunia sampai tau, mereka pasti akan memburuku dan berusaha mencuri semua hasil penelitianku. Maka dari itu, aku hanya akan membuatkan kalian pembangkit listrik asal kalian bisa menjamin keselamatanku berserta seluruh penelitianku, apa pun yang terjadi." Javier memberikan sedikit penekanan pada kalimat terakhirnya.
Kami cukup syok mendengar apa yang Javier katakan. Kami benar-benar tidak pernah menduga kalau Javier akan membangunkan kami sebuah teknologi yang bahkan melampaui zaman ini.
"Apa itu artinya ... kita akan menjadi buruan seluruh dunia?" tanya Angel.
"Ya, tentu saja. Jika kalian menyanggupi, aku berjanji tidak hanya akan membangunkan kalian pembangkit listrik paling canggih dan paling maju di zaman ini, melainkan semua hal yang kalian butuhkan, tapi jika tidak, kalian bisa pergi," kata Javier.
"Semua yang kami butuhkan ...? Kenapa kau sampai sejauh itu? Padahal kami hanya memintamu membuatkan kami pembangkit listrik biasa," tanyaku.
"Aku melakukannya bukan demi kalian, tapi demi diriku sendiri. Sebagai seorang ilmuan, bisa menemukan banyak penemuan baru, apalagi yang sanggup melampaui teknologi yang ada adalah impian terbesarku. Aku punya banyak sekali hal yang ingin kucoba, tapi aku tidak punya seseorang yang bisa melindungiku dan membuatku meneliti dengan aman. Maka dari itu, jika kalian bisa menjamin keselamatanku berserta seluruh penelitianku, akan kubuatkan apa pun yang kalian butuhkan," jawab Javier.
"Apa nggak bisa ngebuat pembangkit listrik yang biasa-biasa aja? Yang nggak perlu narik perhatian dunia?" Aku mencoba menawar.
"Aku tidak tertarik membuat teknologi murahan." Tapi Javier tidak mau menurunkan standarnya sama sekali.
Aku, Drian, dan Angel pun terdiam dan saling pandang untuk sesaat. Apa yang Javier tawarkan memang sangat menggoda, tapi itu juga sepadan dengan resikonya.
"Terus gimana soal biayanya?" tanyaku.
"Memangnya kalian punya uang berapa?" Javier balik bertanya.
"Dua belas juta," jawabku.
"Itu sudah cukup," kata Javier.
"Hoi, tunggu sebentar. Bukannya tadi kau bilang butuh setidaknya satu milyar?" tanyaku geram karena merasa sudah dipermainkan.
"Kapan aku bilang gitu? Aku cuma bilang kalian harus membayarku satu milyar," kata Javier.
"Eh? Emang iya?" Aku bertanya pada Drian dan Angel, dan mereka pun mengangguk.
"Aku memang mengatakan kalian harus melindungiku, tapi apa kalian benar-benar mampu melakukannya?" tanya Javier.
Mendengar itu, aku pun langsung tersenyum.
"Itu ... apa aku boleh meminjamnya sebentar?" tanyaku sambil menunjuk sebuah pedang yang tergantung di dinding.
"Untuk apa?" tanya Javier.
"Kau butuh pembuktian, kan? Akan kutunjukkan kekuatanku yang sesungguhnya," balasku.
"Gunakan sesukamu."
Aku pun mengambil pedang yang tergantung di dinding, lalu bersama-sama keluar dari rumah Javier.
Saat sudah di luar, aku mulai mengamati area sekitar.
"Apa ada orang yang tinggal di sana?" tanyaku sambil menunjuk sebuah gunung yang berjarak sekitar dua ratus meter dari tempat kami berada.
"Setahuku tidak ada. Memangnya apa yang mau kau lakukan?" balas Javier.
Namun, aku hanya menanggapi dengan senyum kecil.
"Woi, Vin, jangan bilang lu mau ..."
Belum selesai Drian berbicara, aku langsung memotong.
"Emang lu punya cara lain buat nunjukin kekuatan kita?"
Drian langsung diam, sementara Angel nampak khawatir.
"Apa yang mau kau lakukan?" tanya Javier.
"Aku akan memotong gunung itu," jawabku.
Seketika itu juga, mata Javier langsung melebar. Dia sepertinya cukup terkejut mendengar jawabanku.
Tanpa memperdulikan kebingungan Javier, aku pun mulai mengalirkan dan menanamkan energiku ke dalam pedang yang kupegang, lalu dengan sekuat tenaga, aku mulai mengayunkan pedangku.
Slash!
Hanya dalam satu tebasan jarak jauh, aku mampu memotong gunung yang berjarak ratusan meter jauhnya. Aku memotong dan memisahkan gunung tersebut menjadi dua bagian, atas dan bawah.
Tidak lama setelah itu, puncak gunung yang sudah terpotong dan terpisah pun mulai bergeser dan runtuh hingga menciptakan suara gemuruh disertai guncangan kuat yang membuat burung burung berterbangan.
Melihat apa yang sudah kulakukan, Javier nampak syok, sementara Drian dan Angel hanya menghela nafas.
"Apa pun yang terjadi ... kami pasti akan melindungimu dan seluruh penelitianmu. Jadi, kau bisa mempercayakan semuanya pada kami," kataku sambil berlagak sok keren di hadapan Javier.
"Ah ... ya ... tolong kerja samanya," balas Javier yang sepertinya masih belum bisa mempercayai apa yang baru saja dia saksikan.
Dengan begitu, kami resmi bersepakat untuk saling membantu satu sama lain. Javier akan membuatkan kami pembangkit listrik, lengkap dengan semua yang kami butuhkan di masa depan, sementara kami harus melindunginya, berserta seluruh penelitiannya.
...
Sebelum berangkat menuju desa kami, Javier meminta kami untuk membantunya berkemas.
"Kenapa kau tidak meninggalkannya saja?" tanyaku sambil mengumpulkan tumpukan kertas kusam yang berada di lantai.
"Ini adalah hasil penelitianku selama ini. Mana mungkin aku akan meninggalkannya!" balas Javier dengan nada geram.
Setelah berberes, kami langsung berangkat menuju Desa Florida yang berjarak sekitar tiga puluh menit dari Desa Grasia.
Saat dalam perjalanan, Javier bertanya pada kami.
"Seberapa percaya kalian dengan warga desa kalian?"
"Kenapa kau menanyakan itu?" balas Drian.
"Aku hanya mengkhawatirkan beberapa hal. Teknologi yang nantinya kugunakan untuk membuatkan kalian pembangkit listrik adalah sebuah aset yang tak ternilai-"
"Aku memang mempercayai kalian, tapi bagaimana dengan warga desa kalian? Bagaimana jika salah satu dari mereka membocorkan tentang penelitianku pada dunia? Kau tau kan ...? Bagaimanapun juga, manusia adalah manusia. Kita tidak akan pernah tau apa yang akan mereka lakukan. Bisa saja, mereka mengkhianati kita dan membocorkan rahasia kita pada dunia," jelas Javier.
"Hoi, apa kau meragukan warga desa kami?" Aku cukup kesal dan tidak terima kalau orang-orang yang selama ini sudah sangat baik padaku dipertanyakan seperti itu.
"Javier, kami mengerti tentang kekhawatiranmu, tapi tenang saja. Kami akan menjamin kalau warga desa kami tidak akan melakukan apa yang kau pikirkan," kata Drian.
"Benar, mereka tidak mungkin sampai melakukan yang seperti itu," imbuh Angel.
"Kenapa aku harus percaya?" tanya Javier.
"Kami lahir, tinggal, dan besar di sana. Warga desa kami, mereka adalah orang-orang yang sudah mendidik dan mencetak karakter kami. Kalau kau bahkan bisa mempercayai kami yang baru pertama kali kau kenal, bukankah kau seharusnya tidak meragukan mereka?" kata Drian.
Javier tersenyum setelah mendengar kalimat yang Drian ucapkan.
"Betapa bodohnya aku ini. Kenapa aku bisa sampai meragukan kualitas sebuah pohon, padahal aku sudah tau kualitas buahnya," kata Javier.
Dia lalu meminta maaf pada kami, dan kami pun tidak lagi mempermasalahkan hal itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 42 Episodes
Comments
Brandell
ok lanjut
na gitu dong 2 bab thor
2022-12-09
2