Chapter 19 - Legenda Sepanjang Masa

"Mungkin ... 'Sesuatu' yang selama ini kau cari adalah Tuhan," kataku.

"Apa kau percaya Tuhan?" tanya Javier.

"Bagaimana denganmu?" Aku balik bertanya.

"Aku percaya, tapi aku cukup skeptis. Aku ini bukan tipe orang yang bisa mempercayai sesuatu hanya berdasarkan kepercayaan semata. Maka dari itu, aku terus mendalami Teori Quantum untuk mencari jawabannya," balas Javier.

"Jadi, apa kau sudah menemukannya?" tanyaku.

"Aku memang telah menyimpulkan bahwa dunia ini dikendalikan oleh 'Sesuatu' yang tidak kita pahami. Aku juga sudah menyimpulkan tentang adanya dunia paralel, di mana itu cukup untuk membuatku percaya akan adanya dunia lain, tapi itu semua tetap tidak mampu menjawab semua pertanyaan dan keraguanku," kata Javier dengan raut yang menyiratkan kesedihan mendalam.

"Kenapa kau sampai sejauh itu?" tanyaku, sementara Drian dan Angel yang berdiri di sampingku hanya terdiam.

Javier tiba-tiba tertunduk dan mulai meneteskan air mata. Raut wajahnya bahkan menggambarkan sebuah kesedihan dan penyesalan mendalam.

Sambil berlinang air mata dan suara yang terdengar menyayat hati, Javier pun mulai menjelaskan.

"Aku ini terlahir dari keluarga miskin yang untuk makan sehari-hari saja, kami kesulitan. Dulu, aku punya seorang sahabat bernama Kirana. Dia sangat baik padaku. Saat masih kecil, kami sering menghabiskan waktu bermain bersama, dan setelah menginjak dewasa, kami memutuskan untuk menikah-"

"Kehidupan pernikahan kami tidaklah mudah. Hanya untuk sekedar makan sehari-hari saja, kami kesulitan, bahkan pernah suatu ketika, kami harus kelaparan selama berhari-hari. Walaupun begitu, Kirana tetap setia menemaniku. Bagiku, dia adalah harta terbesar yang pernah kumiliki. Demi bisa membahagiakannya, aku pun bertekat untuk menggapai kesuksesan. Aku mengawali langkah pertamaku dengan mempelajari banyak buku-"

"Selama dua tahun lamanya, meski hanya bermodalkan pengetahuan yang kudapat dari membaca buku, aku berusaha mencoba menciptakan penemuanku sendiri. Aku terus mencoba dan mencoba, tapi semuanya selalu berakhir dengan kegagalan. Aku ingin menyerah, tapi Kirana terus menyemangatiku dan membuatku terus bertahan-"

"Sampai pada akhirnya, aku berhasil menemukan sebuah penemuan yang membuatku bisa mendapat cukup banyak uang. Dengan begitu, kami akhirnya bisa mulai hidup layak-"

"Dan tidak lama setelah itu, Kirana akhirnya mengandung anak pertama kami. Saat itu kami sangat bahagia karena akhirnya kami akan memiliki buah hati-"

"Saat proses melahirkan, kondisi Kirana mulai menurun drastis. Dokter bahkan mengatakan bahwa mustahil untuk tetap melanjutkan proses melahirkan, tapi Kirana tetap ngotot untuk melanjutkan proses kelahiran anak pertama kami. Sampai pada akhirnya, Kirana dan anak pertama kami ... mereka tidak selamat-"

"Itu benar-benar membuatku terpukul. Duniaku bahkan seolah-olah hancur. Pada saat itu, aku mulai mempertanyakan tentang Tuhan. Kenapa dia mengambil sosok yang paling berharga bagiku di saat aku akhirnya bisa membahagiakannya? Kenapa Tuhan bisa begitu kejam padaku?"

Mendengar apa yang Javier ceritakan, aku, Drian, dan Angel pun tak bisa berkata-kata sama sekali. Angel bahkan sampai tak kuasa membendung air matanya.

"Jadi, alasan kenapa selama ini kau mendalami Teori Quantum untuk mencari keberadaan Tuhan?" tanya Drian.

"Aku hanya ingin membuktikan keberadaan-Nya ... kalau Dia memang ada, di mana Dia saat itu? Kenapa Dia malah mengambil Kirana-ku di saat aku akhirnya bisa mencapai keberhasilan? Kalau Dia tau pada akhirnya manusia akan mengalami hidup menderita, kenapa Dia tetap menciptakan kita? Apa Dia tidak kasihan pada kita? Bukankah Dia menyayangi kita? Aku mencoba dan mencoba untuk menemukan jawabannya, tapi pada akhirnya ... aku bahkan tidak menemukannya sama sekali!" kata Javier dengan suara sendu disertai linangan air mata.

Dengan wajah tertunduk, aku mulai angkat bicara.

"Javier, aku akan menceritakan sebuah kisah. Pada suatu ketika, ada seorang anak bernama Gu yang memiliki sahabat bernama Gi. Mereka berdua adalah sahabat sejati yang saling menyayangi satu sama lain. Apa pun bahkan rela mereka lakukan demi satu sama lain, tapi suatu ketika, si Gu tiba-tiba membunuh si Gi. Menurutmu, kenapa si Gu bisa sampai membunuh si Gi?"

"Mana mungkin aku bisa menjawabnya. Kau menceritakannya terlalu pendek," balas Javier.

"Itu sama seperti pertanyaan yang selama ini kau tanyakan. Kita semua tidak tau bagaimana cara mendeskripsikan Tuhan. Kata 'Tuhan' yang kita ketahui selama ini hanyalah sebuah istilah yang kita ciptakan untuk menyebut 'Sesuatu' yang memiliki kuasa di atas segalanya. Kita tidak benar-benar tau apa itu Tuhan. Kita tidak benar-benar tau bagaimana wujud Tuhan. Kita juga tidak benar-benar tau bagaimana pola pikir Tuhan. Kita mungkin bisa menggunakan akal dan pikiran kita untuk menebak-nebak alasan di balik semua tindakan-Nya, tapi pada akhirnya ... kita tidak akan benar-benar tau alasan yang sebenarnya."

Javier terdiam beberapa saat, lalu bertanya, "Lalu, apa kau sudah menemukan jawaban yang bisa memuaskanmu?"

"Dulu, saat aku berusia lima tahun, ayahku meninggal karena kecelakaan dan ibuku menyusul setahun kemudian karena sakit. Itu benar-benar membuatku terpuruk. Pada saat itu, aku juga mempertanyakan hal yang sama seperti yang kau pertanyakan. Aku memprotes-Nya. Aku membenci-Nya. Aku bertanya-tanya ... kenapa dia tega merenggut kedua orang tuaku? Tapi pada akhirnya ... aku sadar bahwa itu adalah bagian dari kehidupan. Aku memang kehilangan orang tuaku, tapi aku juga mendapat gantinya, yakni warga desa yang senantiasa merawatku dengan penuh kasih sayang."

Mendengar ucapanku, Drian dan Angel hanya menundukkan kepala mereka. Mereka seperti turut sedih akan apa yang sudah kualami.

Aku kemudian menambahkan, "Aku tidak tau apakah jawaban yang kutemukan cukup untuk memuaskanmu atau tidak, tapi aku akan mencoba menjelaskannya-"

"Kau tadi bertanya kenapa Dia menciptakan kita, bukan? Tapi bagaimana jika seandainya kitalah yang memilih untuk itu?"

"Apa maksudmu?" tanya Javier.

Aku pun mulai menjelaskan.

"Coba pikirkan, dari mana kita berasal? Kita bisa hidup di dunia ini karena peran orang tua yang melahirkan kita ke dunia, begitu pula dengan orang tua kita. Mereka bisa ada dan hidup di dunia ini berkat peran orang tua mereka yang melahirkan mereka ke dunia. Bisa dibilang, orang tua kitalah yang membuat kita hidup di dunia ini-"

"Ini hanya pemikiranku, terlepas dari peran Tuhan, bagaimana jika seandainya, secara langsung maupun tidak langsung, kitalah yang memilih untuk itu? Kitalah, manusia, yang telah memutuskan kehidupan untuk ada. Jika saja dulu nenek moyang kita, manusia pertama, tidak memilih untuk melestarikan kehidupan, maka kita dan seluruh manusia tidak akan pernah ada."

"Apa itu artinya semua ini salah nenek moyang kita?" tanya Javier.

"Itu adalah lingkaran setan. Nenek moyang kita bisa memilih pilihan tersebut karena mereka memiliki dorongan yang biasa kita sebut sebagai nafsu. Maka dari itu, kita tidak bisa menyalahkan nenek moyang kita," jawabku.

"Jadi ini salah Tuhan?" tanya Javier.

"Kita juga tidak bisa menyalahkan Tuhan karena Dia sudah membebaskan kita untuk memilih, antara ingin melestarikan kehidupan atau tidak. Seperti yang kukatakan sebelumnya, itu adalah lingkaran setan," jawabku.

"Tapi tuhan memberi kita nafsu yang menjadi dorongan besar untuk tetap melestarikan kehidupan. Bukankah itu sama saja seperti Tuhan telah merancang kita untuk mengambil pilihan tersebut?" tanya Javier.

"Kita memang diberi dorongan untuk mengambil pilihan tersebut, tapi kita juga diberi akal yang berguna untuk mengendalikan dorongan tersebut," jawabku.

"Bagaimana bisa akal membuat kita mengendalikan dorongan tersebut?" tanya Javier.

"Semisal begini, kau memiliki sebuah kekhawatiran tentang apa jadinya jika kau menikah. Kau akan punya anak. Anakmu akan punya anak, dan anak dari anakmu akan punya anak. Dua kehidupan yang bermula dari kau dan istrimu, bisa menimbulkan puluhan, ratusan, atau bahkan ribuan kehidupan di masa mendatang. Atas dasar itu, kau pun mulai mengkhawatirkan apakah nantinya anak cucumu akan hidup bahagia atau tidak? Apa nantinya anak cucumu akan menderita atau tidak?"

"Karena kekhawatiran dan ketakutan tersebut, kau akhirnya memutuskan untuk tidak menikah dan tidak memiliki anak. Itulah peran akal yang kumaksudkan. Jika kau mau, kau bisa menahan dorongan itu dengan akalmu. Itu adalah salah satu hal yang membuat kita, manusia, jauh lebih istimewa daripada mahluk lain yang ada di muka bumi. Bahkan sebenarnya, jika semua pria sepakat tidak menyentuh wanita, begitu pula sebaliknya, kita bisa saja menutup tirai sejarah kehidupan manusia, tapi sayangnya itu tidak mungkin. Walaupun begitu, bukankah itu sudah cukup untuk membuktikan bahwa semua pilihan ada di tangan kita?"

"Jadi, kau ingin mengatakan bahwa Tuhan menciptakan kita lengkap dengan pilihan yang bisa kita ambil?" tanya Javier.

"Ya ... pada dasarnya, semua pilihan yang kita ambil akan membawa dampak pada diri kita dan bahkan dunia," jawabku.

"Tapi bukankah Dia sudah tau semuanya dan menggariskan takdir kita sejak awal?" tanya Javier.

"Dia memang tau semuanya dan menggariskan takdir kita sejak awal, tapi Dia tidak mengatur ataupun menetapkan takdir kita. Kita tetap bebas memilih," jawabku.

"Bagaimana itu bisa terjadi?" tanya Javier.

"Bayangkan jika seorang manusia langsung ditempatkan di Surga, tentu manusia tersebut akan senang, bukan? Tapi bagaimana jika seorang manusia langsung ditempatkan di Neraka? Bukankah manusia itu akan protes? Kenapa manusia itu langsung ditempatkan di Neraka? Padahal manusia tersebut bahkan tidak tau apa yang sudah dia perbuat. Maka dari itu, Tuhan menempatkan kita ke dunia agar kita tau pilihan yang sudah kita ambil. Itulah yang kusebut dengan Tuhan tau, tapi Dia tidak menetapkan takdir kita. Tuhan menggariskan takdir kita karena Dia ingin membuktikan pada kita bahwa Dia sudah tau semuanya sejak awal," balasku.

"Jadi kau ingin mengatakan bahwa kita hidup di dunia ini hanya untuk pembuktian pada diri kita sendiri tentang pilihan yang sudah kita ambil?" tanya Javier.

"Kurang lebih seperti itu yang kupikirkan," balasku.

"Lalu bagaimana dengan Surga dan Neraka? Kenapa tempat seperti itu harus ada?" tanya Javier.

"Surga dan Neraka ada untuk menegakkan keadilan," jawabku.

"Keadilan? Bahkan kesalahan kecil saja bisa diganjar siksaan yang sangat pedih. Bagaimana itu bisa disebut keadilan?" tanya Javier.

Aku pun mulai menjelaskan.

"Javier, apa kau tau? Kehidupan di dunia ini layaknya sebuah rantai, di mana satu sentuhan kecil bisa menggerakkan seluruh rangkaian-"

"Semisal begini, pada suatu pagi, ada seorang pemuda yang mencuri uang seorang nenek nenek. Itu mungkin tindakan kecil, tapi apa kau pernah memikirkan apa imbas dari tindakan pemuda yang mencuri uang nenek tersebut?"

"Bisa saja, nenek tersebut ternyata berniat menggunakan uangnya untuk membayar biaya sekolah cucunya. Karena kini uangnya telah hilang, sang nenek jadi tidak bisa membayar uang sekolah cucunya dan membuat cucunya terpaksa putus sekolah-"

"Padahal, jika saja pria tersebut tidak mencuri uang sang nenek, cucu nenek tersebut akan tetap bersekolah, dan mungkin saja ... jauh di masa depan, cucu nenek tersebut ternyata tumbuh dan berkembang menjadi orang yang sangat berpengaruh di dunia, orang yang membawa dunia pada sebuah era yang dipenuhi kebahagiaan dan tawa. Kita tidak pernah tau, mungkin saja, tindakan kecil yang dilakukan seseorang ternyata memiliki dampak yang sangat besar-"

"Untuk menegakkan sebuah keadilan yang bahkan tidak akan pernah manusia ketahui, untuk itulah Surga dan Neraka ada."

Setelah mendengar jawabanku, Javier yang sebelumnya nampak sedih, kini jadi lebih tenang.

"Sangat mengesankan berbicara denganmu. Kau adalah orang pertama yang bisa membuatku terkesan dengan penjelasanmu," kata Javier.

"Jadi ... apa kau akan membantu kami?" tanyaku.

"Baiklah, aku akan membantu kalian, tapi ...."

"Oh, ayolah, kenapa harus ada tapinya!" gerutuku.

Terpopuler

Comments

Brandell

Brandell

up lagi

2022-12-09

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Perjalanan Meraih Mimpi, Dimulai
2 Bab 2 - Perbedaan Persepsi
3 Bab 3 - Perkampungan ...
4 Bab 4 - Toilet Tengah Hutan
5 Bab 5 - Terlalu Mudah ...?
6 Bab 6 - Penyelesaian Alternatif
7 Bab 7 - Mari Mulai Perkenalannya Sekali Lagi
8 Chapter 8 - Legenda Sepanjang Masa
9 Chapter 9 - Legenda Sepanjang Masa
10 Chapter 10 - Legenda Sepanjang Masa
11 Chapter 11 - Legenda Sepanjang Masa
12 Chapter 12 - Legenda Sepanjang Masa
13 Chapter 13 - Legenda Sepanjang Masa
14 Chapter 14 - Legenda Sepanjang Masa
15 Chapter 15 - Legenda Sepanjang Masa
16 Chapter 16 - Legenda Sepanjang Masa
17 Chapter 17 - Legenda Sepanjang Masa
18 Chapter 18 - Legenda Sepanjang Masa
19 Chapter 19 - Legenda Sepanjang Masa
20 Chapter 20 - Legenda Sepanjang Masa
21 Chapter 21 - Legenda Sepanjang Masa
22 Chapter 22 - Legenda Sepanjang Masa
23 Chapter 23 - Legenda Sepanjang Masa
24 Chapter 24 - Legenda Sepanjang Masa
25 Chapter 25 - Legenda Sepanjang Masa
26 Chapter 26 - Legenda Sepanjang Masa
27 Chapter 27 - Legenda Sepanjang Masa
28 Chapter 28 - Legenda Sepanjang Masa
29 Chapter 29 - Legenda Sepanjang Masa
30 Chapter 30 - Legenda Sepanjang Masa
31 Chapter 31 - Legenda Sepanjang Masa
32 Chapter 32 - Legenda Sepanjang Masa
33 Chapter 33 - Legenda Sepanjang Masa
34 Chapter 34 - Legenda Sepanjang Masa
35 Chapter 35 - Legenda Sepanjang Masa
36 Chapter 36 - Legenda Sepanjang Masa
37 Chapter 37 - Legenda Sepanjang Masa
38 Chapter 38 - Legenda Sepanjang Masa
39 Chapter 39 - Legenda Sepanjang Masa
40 Chapter 40 - Legenda Sepanjang Masa
41 Chapter 41 - Legenda Sepanjang Masa
42 Chapter 42 - Legenda Sepanjang Masa
Episodes

Updated 42 Episodes

1
Bab 1 - Perjalanan Meraih Mimpi, Dimulai
2
Bab 2 - Perbedaan Persepsi
3
Bab 3 - Perkampungan ...
4
Bab 4 - Toilet Tengah Hutan
5
Bab 5 - Terlalu Mudah ...?
6
Bab 6 - Penyelesaian Alternatif
7
Bab 7 - Mari Mulai Perkenalannya Sekali Lagi
8
Chapter 8 - Legenda Sepanjang Masa
9
Chapter 9 - Legenda Sepanjang Masa
10
Chapter 10 - Legenda Sepanjang Masa
11
Chapter 11 - Legenda Sepanjang Masa
12
Chapter 12 - Legenda Sepanjang Masa
13
Chapter 13 - Legenda Sepanjang Masa
14
Chapter 14 - Legenda Sepanjang Masa
15
Chapter 15 - Legenda Sepanjang Masa
16
Chapter 16 - Legenda Sepanjang Masa
17
Chapter 17 - Legenda Sepanjang Masa
18
Chapter 18 - Legenda Sepanjang Masa
19
Chapter 19 - Legenda Sepanjang Masa
20
Chapter 20 - Legenda Sepanjang Masa
21
Chapter 21 - Legenda Sepanjang Masa
22
Chapter 22 - Legenda Sepanjang Masa
23
Chapter 23 - Legenda Sepanjang Masa
24
Chapter 24 - Legenda Sepanjang Masa
25
Chapter 25 - Legenda Sepanjang Masa
26
Chapter 26 - Legenda Sepanjang Masa
27
Chapter 27 - Legenda Sepanjang Masa
28
Chapter 28 - Legenda Sepanjang Masa
29
Chapter 29 - Legenda Sepanjang Masa
30
Chapter 30 - Legenda Sepanjang Masa
31
Chapter 31 - Legenda Sepanjang Masa
32
Chapter 32 - Legenda Sepanjang Masa
33
Chapter 33 - Legenda Sepanjang Masa
34
Chapter 34 - Legenda Sepanjang Masa
35
Chapter 35 - Legenda Sepanjang Masa
36
Chapter 36 - Legenda Sepanjang Masa
37
Chapter 37 - Legenda Sepanjang Masa
38
Chapter 38 - Legenda Sepanjang Masa
39
Chapter 39 - Legenda Sepanjang Masa
40
Chapter 40 - Legenda Sepanjang Masa
41
Chapter 41 - Legenda Sepanjang Masa
42
Chapter 42 - Legenda Sepanjang Masa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!