Chapter 18 - Legenda Sepanjang Masa

Setelah pertemuan dengan sang Master Guild Fairy, kami langsung berangkat menuju Desa Grasia yang berjarak sekitar kurang lebih lima jam perjalanan dari Kota Borneo.

Rute yang kami ambil sama dengan rute yang biasa kami gunakan untuk pulang pergi, mengingat arah dan letak desa tujuan kami, Desa Grasia, tidak terlalu berbeda dari desa kami. Jadi, kami juga bisa sekalian pulang.

Saat dalam perjalanan, kami menyempatkan berbincang.

"Hoi, apa si Javier itu beneran tinggal di Grasia?" tanyaku.

"Aku pernah denger, katanya ada orang gila yang tinggal di sana. Mungkin aja bener," balas Angel.

"Aku juga pernah denger soal itu," imbuh Drian.

"Ngomong-ngomong, tadi si Master Guild bilang kalau Javier lagi mendalami pengetahuan batas ambang dunia metafisik. Apa mungkin dia sedang mencari sesuatu?" tanyaku.

"Entahlah ... kita akan tau saat bertemu langsung dengannya," balas Drian.

Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih lima jam dari Kota Borneo, kami akhirnya sampai di desa tujuan, Desa Grasia.

Desa Grasia ini terbilang cukup kecil jika dibandingkan dengan desa-desa pada umumnya, tapi jika dibandingkan dengan desa kami, desa ini masih jauh lebih besar.

Orang yang tinggal di sini juga cukup banyak, terlihat dari puluhan rumah yang saling berjejer berdekatan.

Karena belum tau di mana rumah Javier, kami bertanya pada salah seorang warga yang kami temui.

"Maaf, apa orang yang bernama Javier tinggal di sini?" tanya Drian pada salah seorang warga desa yang kami temui.

"Javier ...? Maksudmu si Ilmuan Gila?"

"Ya, kalau boleh tau, dia tinggal di mana?" tanya Drian.

"Itu ... dia tinggal di sana!" Sambil menunjuk rumah kayu bobrok yang terletak di pinggiran hutan dan terpisah jauh dari rumah-rumah warga.

"Terima kasih."

Kami pun pergi menuju rumah yang dimaksud.

Sesampainya di depan pintu rumah tersebut ...

Tok, tok, tok.

"Permisi! Yuuuhuuuu! Permisi!"

Aku langsung mengetuk pintu, tapi tidak ada siapa pun yang menyahuti.

Tidak lama berselang, tiba-tiba pintu rumah tersebut sedikit terbuka dan ada seorang pria yang menjulurkan kepalanya keluar pintu.

"Siapa kalian?" tanya seorang pria yang posisi tubuhnya tersembunyi di balik pintu, sedangkan kepalanya agak menjulur keluar.

Kami cukup terkejut saat pertama kali melihat tampang pria itu.

Kesan pertama melihat pria itu, dia seperti om-om berusia tiga puluhan tahun. Penampilannya cukup berantakan seperti tak terurus. Rambut, janggut, dan kumisnya berantakan. Baunya juga cukup menyengat.

"Apa kau yang bernama Javier?" tanyaku.

"Ya, ada perlu apa?"

"Kami ke sini karena ingin meminta bantuanmu," balasku.

"Bantuan apa?" tanyanya.

"Kami ingin kau membuatkan pembangkit listrik untuk desa ka ..."

Brak!

"Pergilah! Kalian salah orang!"

Belum selesai aku berbicara, Javier tiba-tiba memotong sambil menutup pintu rumahnya.

"Kami tau kau itu ilmuan jenius!" teriakku geram karena diperlakukan seperti itu.

"Kau melupakan satu kata di akhir!"

Kata yang dimaksud Javier adalah kata 'gila', Ilmuan Jenius Gila.

"Oh, ayolah! Hanya karena kau memiliki pemikiran berbeda, bukan berarti kau itu gila!" teriakku.

Tidak lama setelah aku meneriakkan kalimat tersebut, Javier tiba-tiba membuka pintu rumahnya lebar-lebar dan berdiri di ambang pintu.

Pada saat itu, kami akhirnya bisa melihat seluruh penampilannya.

Si Javier ini tampak seperti pria berusia tiga puluhan tahun dengan janggut, jambang, dan kumis panjang tak beraturan. Dia menggunakan baju putih kusam acak-acakan, dan juga, penampilannya jelas menggambarkan kalau dia sepertinya belum mandi selama berbulan bulan. Dia benar-benar tidak berbeda dari gelandangan di pinggir jalan.

"Dari mana kau dapat kalimat itu?" tanya Javier.

"Maksudmu soal tidak masalah menjadi berbeda?" Aku balik bertanya.

Javier pun terus menatapku. Dia sepertinya kesal karena aku malah membalikkan pertanyaannya.

"Ya, aku hanya berpikir kalau menjadi berbeda itu adalah keunikan masing-masing orang," kataku.

"Masuklah," kata Javier.

Aku, Drian, dan Angel cukup keheranan, namun juga senang karena Javier yang sebelumnya menolak kedatangan kami tiba-tiba berubah pikiran hanya karena mendengar kalimat yang kuucapkan.

Saat pertama kali memasuki rumahnya, kami langsung menutup hidung.

Rumahnya sangat berantakan, sampah berserakan di mana-mana hingga membuat bau tidak sedap memenuhi seluruh ruangan.

"Apa kau tidak pernah membersihkan rumahmu?" tanyaku sambil menutup hidung.

"Aku tidak punya waktu untuk itu," balas Javier sambil menuangkan air ke dalam gelas.

"Mau minum?" Javier menawari kami.

"Tidak, terima kasih." Tapi kami menolaknya.

"Duduk saja di mana pun kalian suka," kata Javier sambil bersiap meminum air minumnya.

Karena lantainya sangat kotor, ditambah di sana juga tidak ada kursi, kami pun memilih tetap berdiri.

"Kami dengar kau adalah jenius yang sudah diakui dunia. Kami datang ke sini untuk meminta batuanmu. Kami ingin kau membuatkan pembangkit listrik untuk desa kami," kataku yang tidak ingin banyak basa basi.

Sambil meminum minumannya, Javier berkata, "Baiklah, tapi kalian harus membayarku satu milyar."

"Satu milyar ...? Apa kau bercanda?" seruku.

"Kalau tidak mau, silakan pergi. Pintunya masih terbuka!"

Orang ini benar-benar menyebalkan. Itu yang kupikirkan.

Aku pun mulai berunding dengan Drian dan Angel.

"Gimana nih?" bisikku.

"Kayaknya mending kita cari orang lain aja deh. Ni orang agak nggak beres," bisik Drian.

"Aku setuju. Dia mungkin jenius, tapi penampilannya agak meragukan," bisik Angel.

"Kalian berbisik terlalu keras," sela Javier.

"Jadi kau mendengarnya, ya?" tanyaku.

Javier pun hanya menatap kami dengan tampang datar.

Kami sebenarnya memang sengaja berbisik dengan suara keras. Bukan maksud menyinggung, tapi lebih kepada mengutarakan pendapat kami.

"Gini ... kami nggak tau siapa lagi yang bisa ngebuatin kami pembangkit listrik selain kau. Jadi, tolonglah ...." Aku berusaha memohon agar Javier melunak.

"Satu milyar atau silakan pergi dari sini." Tapi hasilnya tak berubah.

"Ok, gini aja. Kami siap membayarmu satu milyar, tapi dicicil. Gimana?" tanyaku.

"Vin, lu yakin?" tanya Drian, meragukan keputusanku.

"Iya, Vin? Satu milyar itu banyak lo ... banyak banget malah," imbuh Angel.

"Shttttt ... tenang aja udah." Aku pun mencoba meyakinkan mereka.

Sambil menatapku dengan tampang datar, Javier bertanya, "Berapa lama?"

"Seumur hidup ... kalau masih belum nutup juga, ntar gua warisin ke anak cucu gua dah," jawabku.

Jawabanku pun seketika membuat Javier melongo, begitu pula dengan Angel dan Drian.

"Jangan main-main!" seru Javier yang terlihat cukup geram.

"Nggak kok ... beneran. Pasti gua lunasin. Cuma sampai kapannya itu ... gua nggak tau," kataku.

"Keluar, keluar, keluar! Kalian cuma membuang buang waktuku." Javier tiba-tiba mengusir dan mendorong kami keluar dari rumahnya.

Kami mencoba melawan, tapi dia malah semakin kuat mendorong kami.

"Oh, ayolah ... tolong kami ...." Aku belum menyerah dan berusaha terus merayunya, tapi dia sepertinya tidak perduli sama sekali.

Sebelum kami benar-benar terdorong keluar melewati pintu, aku tidak sengaja melihat sebuah tulisan dan gambar gambar aneh yang ada di dinding rumah Javier.

"Itu apaan?" tanyaku sambil menujuk gambar dan tulisan aneh di dinding.

Setelah aku menanyakan itu, Javier tiba-tiba berhenti mendorong kami.

"Itu adalah teori yang kurumuskan," jawabnya.

Aku pun langsung full senyum karena Javier mau menanggapi pertanyaanku.

Setahuku, orang-orang jenius biasanya selalu menyukai obrolan mendalam. Kalau aku bisa membuatnya nyaman, dia pasti akan mau membantu kami. Itulah yang kupikirkan.

Tidak mau kehilangan kesempatan tersebut begitu saja, aku pun mencoba bertanya lagi, "Apa kau bisa sedikit menjelaskan soal teori yang kau rumuskan?"

"Apa kalian yakin?"

Aku dengan sigap mengangguk, namun tidak dengan Drian dan Angel, sehingga membuatku terpaksa memaksa mereka untuk ikut mengangguk.

Dengan penuh semangat, Javier mulai menjelaskan berbagai macam teori yang sudah dia rumuskan.

Pertama, Javier menjelaskan tentang atom dan subatom.

Dia mengatakan bahwa alam semesta ini disusun oleh atom, di mana 99,999% inti atom itu kosong. Dengan kata lain, dunia yang selama ini kami tinggali tidak lebih dari kehampaan. Itu juga berarti bahwa manusia tidak lebih dari hantu, mengingat tubuh manusia juga tersusun dari atom.

Kedua, Javier menjelaskan tentang fenomena interaksi antarpartikel.

Dia mengatakan kalau sebuah proton yang berjarak sangat amat jauh bisa tetap saling berinteraksi dan berbagi informasi satu dengan yang lainnya tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. Dengan kata lain, proton yang ada di satu ujung alam semesta bisa mengetahui informasi di ujung alam semesta lain dari proton lain di waktu yang bersamaan.

Dia menyebut itu sebagai sebuah fenomena 'aksi menyeramkan jarak jauh'.

Ketiga, Javier menjelaskan tentang kemungkinan adanya dunia paralel yang memungkinkan adanya kehidupan di dunia lain.

Dia mengatakan bahwa realita bisa saja terbagi menjadi banyak bagian. Dengan kata lain, satu orang yang sama bisa saja berada di banyak tempat, di waktu yang bersamaan, dan juga dengan situasi dan kondisi yang berbeda.

Keempat, Javier menjelaskan dan menunjukkan kami sebuah eksperimen yang dia lakukan.

Dia menunjukkan pada kami sebuah eksperimen pengukuran materi dan gelombang dengan menggunakan proton, partikel penyusun atom, di mana atom sendiri adalah sebuah materi yang menyusun alam semesta, dan hasilnya benar-benar mencengangkan.

Saat sebuah partikel proton yang merupakan partikel penyusun atom diamati, proton tersebut akan menjadi materi, tapi saat tidak diamati, proton tersebut akan berubah menjadi gelombang.

Dia menyimpulkan bahwa proton-proton itu seolah-olah memiliki kesadarannya sendiri. Mereka seperti sadar sedang diamati atau tidak.

Karena keanehan tersebut, Javier bahkan sampai mengatakan, "Apakah bulan tetap ada di sana saat kita tidak melihatnya?"

Javier pun terus dan terus menjelaskan sampai membuat otakku nyaris meledak karena terlalu banyak menerima informasi pada satu waktu.

Walaupun aku bahkan tidak mengerti satu pun yang dia jelaskan, tapi aku tetap berusaha untuk mendengarkan dan menanggapi dengan sebaik mungkin.

Setelah menjelaskan panjang lebar, dia akhirnya menyimpulkan ...

"Walaupun hampir mustahil ditebak, tapi alam semesta ini memiliki sebuah struktur yang sangat rapi. Hal semacam itu pastilah bukan sebuah kebetulan semata. Pasti ada 'Sesuatu' ... 'Sesuatu' yang tidak kita ketahui ... 'Sesuatu' itulah yang pasti telah merancang dan mengatur dunia ini."

"Mungkin ... 'Sesuatu' yang selama ini kau cari adalah Tuhan," balasku.

Terpopuler

Comments

Brandell

Brandell

lanjut thor

btw up juga yg lain dong thor

2022-12-08

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Perjalanan Meraih Mimpi, Dimulai
2 Bab 2 - Perbedaan Persepsi
3 Bab 3 - Perkampungan ...
4 Bab 4 - Toilet Tengah Hutan
5 Bab 5 - Terlalu Mudah ...?
6 Bab 6 - Penyelesaian Alternatif
7 Bab 7 - Mari Mulai Perkenalannya Sekali Lagi
8 Chapter 8 - Legenda Sepanjang Masa
9 Chapter 9 - Legenda Sepanjang Masa
10 Chapter 10 - Legenda Sepanjang Masa
11 Chapter 11 - Legenda Sepanjang Masa
12 Chapter 12 - Legenda Sepanjang Masa
13 Chapter 13 - Legenda Sepanjang Masa
14 Chapter 14 - Legenda Sepanjang Masa
15 Chapter 15 - Legenda Sepanjang Masa
16 Chapter 16 - Legenda Sepanjang Masa
17 Chapter 17 - Legenda Sepanjang Masa
18 Chapter 18 - Legenda Sepanjang Masa
19 Chapter 19 - Legenda Sepanjang Masa
20 Chapter 20 - Legenda Sepanjang Masa
21 Chapter 21 - Legenda Sepanjang Masa
22 Chapter 22 - Legenda Sepanjang Masa
23 Chapter 23 - Legenda Sepanjang Masa
24 Chapter 24 - Legenda Sepanjang Masa
25 Chapter 25 - Legenda Sepanjang Masa
26 Chapter 26 - Legenda Sepanjang Masa
27 Chapter 27 - Legenda Sepanjang Masa
28 Chapter 28 - Legenda Sepanjang Masa
29 Chapter 29 - Legenda Sepanjang Masa
30 Chapter 30 - Legenda Sepanjang Masa
31 Chapter 31 - Legenda Sepanjang Masa
32 Chapter 32 - Legenda Sepanjang Masa
33 Chapter 33 - Legenda Sepanjang Masa
34 Chapter 34 - Legenda Sepanjang Masa
35 Chapter 35 - Legenda Sepanjang Masa
36 Chapter 36 - Legenda Sepanjang Masa
37 Chapter 37 - Legenda Sepanjang Masa
38 Chapter 38 - Legenda Sepanjang Masa
39 Chapter 39 - Legenda Sepanjang Masa
40 Chapter 40 - Legenda Sepanjang Masa
41 Chapter 41 - Legenda Sepanjang Masa
42 Chapter 42 - Legenda Sepanjang Masa
Episodes

Updated 42 Episodes

1
Bab 1 - Perjalanan Meraih Mimpi, Dimulai
2
Bab 2 - Perbedaan Persepsi
3
Bab 3 - Perkampungan ...
4
Bab 4 - Toilet Tengah Hutan
5
Bab 5 - Terlalu Mudah ...?
6
Bab 6 - Penyelesaian Alternatif
7
Bab 7 - Mari Mulai Perkenalannya Sekali Lagi
8
Chapter 8 - Legenda Sepanjang Masa
9
Chapter 9 - Legenda Sepanjang Masa
10
Chapter 10 - Legenda Sepanjang Masa
11
Chapter 11 - Legenda Sepanjang Masa
12
Chapter 12 - Legenda Sepanjang Masa
13
Chapter 13 - Legenda Sepanjang Masa
14
Chapter 14 - Legenda Sepanjang Masa
15
Chapter 15 - Legenda Sepanjang Masa
16
Chapter 16 - Legenda Sepanjang Masa
17
Chapter 17 - Legenda Sepanjang Masa
18
Chapter 18 - Legenda Sepanjang Masa
19
Chapter 19 - Legenda Sepanjang Masa
20
Chapter 20 - Legenda Sepanjang Masa
21
Chapter 21 - Legenda Sepanjang Masa
22
Chapter 22 - Legenda Sepanjang Masa
23
Chapter 23 - Legenda Sepanjang Masa
24
Chapter 24 - Legenda Sepanjang Masa
25
Chapter 25 - Legenda Sepanjang Masa
26
Chapter 26 - Legenda Sepanjang Masa
27
Chapter 27 - Legenda Sepanjang Masa
28
Chapter 28 - Legenda Sepanjang Masa
29
Chapter 29 - Legenda Sepanjang Masa
30
Chapter 30 - Legenda Sepanjang Masa
31
Chapter 31 - Legenda Sepanjang Masa
32
Chapter 32 - Legenda Sepanjang Masa
33
Chapter 33 - Legenda Sepanjang Masa
34
Chapter 34 - Legenda Sepanjang Masa
35
Chapter 35 - Legenda Sepanjang Masa
36
Chapter 36 - Legenda Sepanjang Masa
37
Chapter 37 - Legenda Sepanjang Masa
38
Chapter 38 - Legenda Sepanjang Masa
39
Chapter 39 - Legenda Sepanjang Masa
40
Chapter 40 - Legenda Sepanjang Masa
41
Chapter 41 - Legenda Sepanjang Masa
42
Chapter 42 - Legenda Sepanjang Masa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!