MCIDZ. 16 # Taaruf

"Sebenarnya, Abi menyuruhmu pulang karena ada seorang pemuda yang ingin mengajakmu taaruf," ujar Abi Hasan dan Zahra pun terdiam setelah mendengarkan itu.

"Siapa dia, Bi? tanya Zahra sembari tertunduk.

"Yafiq, dia pemuda yang ingin mengajakmu taaruf," jawab Abi Hasan.

Zahra, terdiam. Memang, dia belum mengetahui laki-laki itu, tapi ia sudah sangat yakin bahwa pilihan abinya itu sangat tepat. Namun, ia tidak tahu harus menjawab apa karena ia sudah sangat bingung dengan masalah percintaan.

"Bagaimana, Zahra? Yafiq akan ke sini siang nanti, karena sekarang kamu sudah ada di sini, maka dia akan langsung bertemu denganmu," ucap Abi Hasan sembari tersenyum.

"Baiklah, Bi. Zahra akan mencoba mengenalnya dulu," ucap Zahra dengan yakin.

"Abi tidak akan memasakannya, tapi jika Zahra tidak menyukainya. Jangan diteruskan," kata Abi Hasan tanpa penuh penekanan.

Lantas, Zahra pun mengangguk dan kembali berbincang dengan kedua orangtuanya. Meskipun begitu, ia tidak pernah mau memikirkan hal ini.

***

Tidak terasa, siang pun sudah tiba. Di mana, Yafiq dan kedua orangtuanya akan datang mengunjungi rumah Ustaz Hasan. Oleh karena itu, Zahra sudah mempersiapkan dirinya lebih dulu.

"Assalamualaikum," ucap seseorang dari luar rumah.

"Mi, pasti itu Yafiq. Coba buka pintunya," pinta Abi Hasan dan Ummi Hanum hanya mengangguk saja, lalu menghampiri pintu rumahnya.

"Wa'alaikumsalam," ucap Ummi Hanum di saat membuka pintunya. Dan benar saja apa kata Abi Hasan, Yafiq yang datang ke rumahnya bersama dengan kedua orangtuanya.

"Silakan masuk, Nak Yafiq." Ummi Hanum menyambutnya dengan sangat baik.

"Terima kasih, Mi." Yafiq pun masuk ke dalam rumah Ustaz Hasan.

Sesampainya, ia di ruang tengah. Yafiq pun langsung mencium punggung tangan Abi Hasan, sedangkan Zahra masih berada di dalam kamarnya.

"Nak Yafiq, bagaimana? Apa kamu sudah siap bertemu dengan putri Abi?" tanya Abi Hasan dan Yafiq pun mengangguk.

"Insya Allah, Abi."Yafiq sudah yakin dengan wanita pilihannya, maka ia tidak memikirkan hal yang lainya lagi.

Dari arah depan, terlihat seorang wanita cantik yang berjalan bersama dengan Ummi Hanum, dan akan menghampirinya. Untuk itu, Yafiq hanya tertunduk dan tidak melihat Zahra, sampai ia duduk di kursi bersama dengan Abi Hasan.

"Yafiq, inilah putri Abi yang bernama Zahra itu." Abi Hasan memperkenalkan putrinya kepada Yafiq.

Mendengar itu, barulah Yafiq mengangkat kepalanya dan melihat kepada Zahra. Pertama yang ia lihat darinya adalah, penampilannya yang anggun dan tertutup. Telebih lagi wajahnya yang cantik, sangat membuatnya terpesona untuk pertama kalinya.

"Masya Allah, cantiknya wanita ini," ucap Yafiq di dalam hatinya, karena ia tidak mungkin mengatakannya langsung.

Tanpa disadari olehnya, Zahra tengah memerhatikannya. Namun, tidak lama dari itu, ia kembali menundukkan kepalanya.

"Zahra, apa kamu sudah mengambil keputusan, Nak?" tanya Abi Hasan kepada putrinya.

Zahra nampak terdiam dan sesekali melihat kepada Yafiq yang sering kali menatapnya, dengan diam-diam.

"Iya, Abi. Zahra menerimanya, tapi dengan satu syarat," ucap Zahra dan kini semua orang yang ada di sana, menatapnya dengan tajam.

Zahra terdiam dan kembali melanjutkan ucapannya. "Selama menjalani taaruf ini, aku ingin mengenal dulu laki-lakinya. Dan Zahra juga tidak mau cepat-cepat menikah, sekarang fokus dulu sama pengenalan. Namun, jika di antara kami terjadi ketidak kecocokan, maka hubungannya tidak perlu dilanjutkan lagi," ucapnya dengan penuh keyakinan.

"Baiklah, Zahra. Aku sanggup menerima syarat darimu, sedangkan untuk akhirnya, aku sudah menyerahkannya kepada Allah." Yafiq tidak merasa keberatan sama sekali, dengan syarat dari Zahra.

Abi Hasan mulai menjelaskan tentang taaruf kepada Zahra dan Yafiq yang akan menjalaninya.

"Secara sederhana, taaruf merupakan proses perkenalan yang dilakukan oleh seorang laki-laki dengan perempuan Islam dengan didampingi pihak ketiga. Proses tersebut dilakukan untuk menemukan kecocokan antar kedua individu, sebelum menuju kepada tahapan selanjutnya, yaitu khitbah (lamaran)."

Abi Hasan terdiam sejenak dan kembali berkata, "Apa yang diminta oleh Zahra tidak apa-apa, karena taaruf ini belum dinyatakan terikat dan dari keduanya bisa tidak melanjutkannya karena sebab. Maka dari itu, dalam proses perkenalan ini, harus ada pihak ketiga jika saling bertemu."

Zahra dan Yafiq mendengarkan perkataan Ustaz Hasan dengan baik. Walaupun demikian, Zahra sudah mengetahui batasannya, tapi ia tidak mengatakannya dan hanya diam saja.

"Sebelum beranjak ke tahapan selanjutnya, yaitu khitbah, maka kedua belah pihak harus yakin dengan pilihannya. Itu dilakukan untuk menghindari ketidak cocokan supaya tidak terjadi pertentangan di antara keduanya," jelas Ustaz Hasan.

"Zahra, sekarang kamu bisa mengenal dulu laki-laki yang akan menjadi calonmu. Abi tidak akan memaksanya, tapi jika Zahra merasa nyaman dengan Yafiq. Jangan terlalu lama untuk menundanya, terus lanjutkan ke tahap selanjutnya," ucap Ustaz Hasan kepada putrinya.

"Baik, Abi." Zahra pun tersenyum indah dan itu terlihat begitu mempesona sehingga Yafiq terdiam melihatnya.

Jangan dihiraukan lagi, kecantikan Zahra alami di tambah dengan senyumannya yang manis, sehingga sudah banyak menghipnotis banyak kaum adam. Namun, baru kali ini Zahra mau menerima laki-laki yang dengan berani mengajaknya taaruf.

"Alhamdulillah, terima kasih Ustaz Hasan. Aku dan kedua orangtuaku sangat bahagia dengan keputusan yang diambil oleh Zahra," ucap Yafiq sembari melihat kepada Zahra yang terlihat diam saja.

Tidak bisa dipungkiri lagi, Yafiq sudah sangat menyukai Zahra walaupun baru pertama kali bertemu, sedangkan Zahra hanya diam saja. Dan jika dilihat dari penampilannya, Yafiq bukanlah seorang ustaz, tapi dari cara bicaranya sangat sopan.

Maka dari itu, Zahra menyukainya, tetapi belum mencintainya. Wajahnya juga tampan, dan kelihatannya Yafiq berasal dari keluarga berada. Namun, ia sangat menyukai kesederhanaan dan tidak melihat seseorang dari jabatan, atau pangkat yang didapatkannya.

"Zahra, bolehkah aku meminta nomor teleponmu?" tanya Yafiq dan Zahra terdiam sejenak.

Setelah memikirkannya, Zahra pun memberikan nomor ponselnya kepada Yafiq. Dan dia pun sangat bahagia karena bisa mengenal calon istrinya lebih jauh, walaupun belum tentu bisa bertahan.

Setelah beberapa jam berada di rumah Zahra, Yafiq dan kedua orang pun pergi dari rumahnya. Sepulangnya Yafiq, Zahra hanya termenung memikirkan hubungannya nanti.

Namun, di dalam hatinya, Zahra sudah bertekad untuk bisa memberikan peluang bagi Yafiq. Dia ingin tahu seberapa jauh Yafiq bisa mengenalnya dan mengambil hatinya.

Yafiq juga hanya mengetahui namanya, sehingga baru kali ini ia memelihat wajah wanita yang akan dijadikannya sebagai pendamping hidup. Keberaniannya itu mendorongnya untuk bisa mendapatkan Zahra, bukan hanya karena cantiknya, tapi ia sangat menyukai sikapnya sehingga besar kemungkinan baginya untuk bisa menyanggupi persyaratan apa pun yang Zahra minta.

"Zahra Nur Azizah, tunggulah aku sampai kita dipersatuan oleh ikatan pernikahan," ucap Yafiq di dalam hatinya sembari tersenyum.

"Yafiq, wanita yang kamu pilihkan itu sangatlah cantik, Ibu menyukainya," ucap Ibu Tiara—ibunya Yafiq.

Yafiq hanya tersenyum menanggapinya. "Ibu juga menyukainya, apalagi aku, Bu," ucap Yafiq sembari mengemudikan mobilnya dengan perasaan yang sangat bahagia.

.

.

.

Assalamualaikum.

Terpopuler

Comments

Rӊᷩуͦηᷠιͤєᷜ Kαⷼzⷻυⷿмꚟι

Rӊᷩуͦηᷠιͤєᷜ Kαⷼzⷻυⷿмꚟι

setuju gak Yaa Zahra sama yaqif..?? tapi yaqif baik kayaknya orangnya... emmh... selamat berjuang untuk yaqif,,semoga segera meluluhkan hati Zahra... Zahra buka hati Yaa.... trus Ilham bagaimana Yaa..?? apa masih bisa bersatu Zahra sama Ilham..??

2023-01-12

1

Maulana ya_Rohman

Maulana ya_Rohman

soga jodohnya Zahra🤲🤲🤲🤲🤲🤲

2022-12-29

1

lihat semua
Episodes
1 Prolog. MC Ilham & Zahra # Suaranya indah
2 MCIDZ. 1# Rasa Yang Terpendam
3 MCIDZ. 2 # Perjodohan Dan Keterpaksaan
4 MCIDZ. 3 # Pernikahan Tanpa Landasan Cinta
5 MCIDZ. 4 # Kenyataan Yang Mengejutkan
6 MCIDZ. 5 # Ketika Cinta Harus Mengikhlaskan
7 MCIDZ. 6 # Terikat Dengan Kewajiban
8 MCIDZ. 7 # Sepenggal Kertas Dari Ayah
9 MCIDZ. 8 # Terjebak Dalam Sekejap
10 MCIDZ. 9 # Menghadapinya Secara Perlahan
11 MCIDZ. 10 # Mencoba Menerima Kenyataan
12 MCIDZ. 11 # Wanita Yang Mandiri
13 MCIDZ. 12 # Ustazah Cantik
14 MCIDZ. 13 # Sebuah Kenyataan
15 MCIDZ. 14 # Bukan Jalan Terbaik
16 MCIDZ. 15 # Ada Yang Ingin Dikatakan
17 MCIDZ. 16 # Taaruf
18 MCIDZ. 17 # Proses Pendekatan
19 MCIDZ. 18 # Cemburunya Alisha
20 MCIDZ. 19 # Hati Yang Rapuh
21 MCIDZ. 20 # Jawaban
22 MCIDZ. 21 # Kembali Menata Hati
23 MCIDZ. 22 # Sakit Sedalam-dalamnya
24 MCIDZ. 23 # Jangan Salahkan Takdir
25 MCIDZ. 24 # Kenangan Yang Sangat Indah
26 MCIDZ. 25 # Kabar Bahagia
27 MCIDZ. 26 # Wajah Yang Mirip
28 MCIDZ. 27 # Menjelang Bulan Ramadhan
29 MCIDZ. 28 # Kesal
30 MCIDZ. 29 # Kejahilan Berujung Petaka
31 MCIDZ. 30 # Senjata Makan Tuan
32 MCIDZ. 31 # Salah Mengira Berujung Malu
33 MCIDZ. 32 # Selalu Bertengkar
34 MCIDZ. 33 # Kepergok Menatap Seseorang
35 MCIDZ. 34 # Mulai Belajar Ngaji
36 MCIDZ. 35 # Ditertawakan Bocil
37 MCIDZ. 36 # Bagai Bukan Pertama Kali
38 MCIDZ. 37 # Sungguh Tidak Bisa Dipercaya
39 MCIDZ. 38 # Kepikiran Terus Menerus
40 MCIDZ. 39 # Luka Yang Hampir Redup
41 MCIDZ. 40 # Meluruskan Kesalah Pahaman
42 MCIDZ. 41 # Puasa Pertama
43 MCIDZ. 42 # Penolakan Yang Sia-sia
44 MCIDZ. 43 # Terserang Virus Tiga L
45 MCIDZ. 44 # Kita Bukan Mahram
46 MCIDZ. 45 # Mulai Curiga Dengan Muhtaz
47 MCIDZ. 46 # Gombalan Receh
48 MCIDZ. 47 # Rayuan Yang Membuat Jengah
49 MCIDZ. 48 # Laki-laki Pemilik Suara Merdu
50 MCIDZ. 49 # Keterkejutan Dan Keheranan
51 MCIDZ. 50 # Dihujam Banyak Pertanyaan
52 MCIDZ. 51 # Digerebek Warga
53 MCIDZ. 52 # Tidak Sengajaan Menjadi Fitnah
54 MCIDZ. 53 # Satu Permintaan
55 MCIDZ. 54 # Mengejutkan Dan Penentangan
56 MCIDZ. 55 # Menolak Untuk Sementara
57 MCIDZ. 56 # Meminta Petunjuk Lewat Doa
58 MCIDZ. 57 # Mungkin Itu Pertanda
59 MCIDZ. 58 # Usaha Meluluhkan Hatinya
60 MCIDZ. 59 # Berjalan Bersamaan
61 MCIDZ. 60 # Wanita Yang Sederhana
62 MCIDZ. 61 # Masih Meragukannya
63 MCIDZ. 62 # Kecelakaan Membuat Khawatir
64 MCIDZ. 63 # Momen Yang Ditunggu
65 MCIDZ. 64 # Mungkin Ini Yang Terbaik
66 MCIDZ. 65 # Menentukan Tanggal
67 MCIDZ. 66 # Dibalik Senyuman Manisnya
68 MCIDZ. 67 : Menemui Sang Putra
69 MCIDZ. 68 : Permasalahan Nama Panggilan
70 MCIDZ. 69 # Keterkejutan Dadakan
71 MCIDZ. 70 # Ingin Membawanya Pulang
72 MCIDZ. 71 # Ikutlah Dengan Orang Tuamu
73 MCIDZ. 72 # Harus Bisa Ikhlas
74 MCIDZ. 73 # Cinta Terhalang Restu
75 MCIDZ. 74 # Menolak Keputusan Mommy
76 MCIDZ. 75 # Tidak Mendapatkan Kabar
77 MCIDZ. 76 # Terpaksa Berbohong
78 MCIDZ. 77 # Fasilitas Yang Dibatasi
79 MCIDZ. 78 # Berusaha Hidup Seadanya
80 MCIDZ. 79 # Masih Tetap Teguh Pendirian
81 MCIDZ. 80 # Tamu Yang Sangat Ditunggu
82 MCIDZ. 81 # Bertemu Kembali
83 MCIDZ. 82 : Kabar Yang Mengejutkan
84 MCIDZ. 83 # Entah Harus Bahagia Atau Sedih
85 MCIDZ. 84 # Tenanglah, Jangan Khawatir!
86 MCIDZ. 85 # Hari Yang Bahagia
87 MCIDZ. 86 # Terungkapnya Masa Lalu
88 MCIDZ. 87 # Pernikahan Yang Tertunda
89 MCIDZ 88 # Permintaan Mengejutkan
90 MCIDZ. 89 # Pilihan Yang Rumit
91 MCIDZ. 90 # Amarah Ilham
92 MCIDZ. 91 # Bersyukur Bisa Selamat
93 MCIDZ. 92 # Menolak Permintaan
94 MCIDZ. 93 # Keputusan Yang Tepat
95 MCIDZ. 94 # Kembali Melanjutkan Pernikahan
96 MCIDZ. 95 # Pernikahan Yang Dinantikan
97 MCIDZ. 96 # Akhirnya Bersatu Juga
98 MCIDZ 97 # Malam Panuh Kebahagiaan
99 MCIDZ. 98 # Orang Baru Seakan Orang Lama
100 MCIDZ. 99 # Bidadari Tak Bersayap
101 MCDZ. 100 # Aku Telah Kembali, Zahra!
102 MCIDZ. 101 # Hilang Ingatan
103 MCIDZ. 102 # Kecurigaan Semua Orang
104 MCIDZ. 103 # Tiba-tiba Merindukannya
105 MCIDZ. 104 # Bertemu Kembali Sang Putra
106 MCIDZ. 105 # Tanda Lahir Yang Sama
107 MCIDZ. 106 # Kembali Mengingatnya
108 MCIDZ. 107 # Perlahan Terungkap
109 MCIDZ. 108 # Perdebatan Orang Tua
110 MCIDZ. 109 # Keterkejutan Mommy Dina
111 MCIDZ. 110 # Menimbulkan Kecurigaan
112 MCIDZ. 111 # Keterkejutan Yang Tak Terduga
113 MCIDZ. 112 # Terungkap Sudah
114 MCIDZ. 113 # Meminta Penjelasan
115 MCIDZ. 114 # Kilas Balik Masa Lalu
116 MCIDZ. 115 # Berniat Untuk Membantunya
117 MCIDZ. 116 # Terlanjur Menyukainya
118 MCIDZ. 117 # Semenjak Itu Berubah
119 MCIDZ. 118 # Menutupi Kenyataan
120 MCIDZ. 119 # Bukan Salah Didikan
121 MCIDZ. 120 # Permintaan Maaf Mommy Dina
122 MCIDZ. 121 # Kemurahan Hati Abi Ridwan
123 MCIDZ. 122 # Menembus Kesalahan
124 MCIDZ. 123 # Semua Berakhir Damai
125 MCIDZ. 124 # Giliran Kita Yang Bahagia
126 MCIDZ. 125 # Tidak Bisa Jauh-jauh
127 MCIDZ. 126 # Rencana Tuhan Lebih Indah
128 MCIDZ. 127 # Perdebatan Nama Panggilan
129 MCIDZ. 128 # Jodoh Memang Gak Ke Mana
130 MCIDZ. 129 # Memulai Hal Baru
131 MCIDZ. 130 # Fokus Dengan Keluarga Kita
132 MCIDZ. 131 # Tersipu Di Pagi Hari
133 MCIDZ. 132 # Telepon Dari Alisha
134 MCIDZ. 133 # Permintaan Maaf Ilham
135 MCIDZ. 134 # Zahra Yang Sederhana
136 MCIDZ. 135 # Kamu Sangat Beruntung
137 MCIDZ. 136 # Rasa Bersalah Ilham
138 MCIDZ. 137 # Diamnya Muhtaz
139 MCIDZ. 138 # Sikap Aneh Muhtaz
140 MCIDZ. 139 # Cemburunya Muhtaz
141 MCIDZ. 140 # Sikap Dingin Muhtaz
142 MCIDZ. 141 # Tidak Perlu Menjelaskannya
143 MCIDZ. 142 : Kamu Hanya Milikku!
144 MCIDZ. 143 # Merasakan Hal Yang Aneh
145 MCIDZ. 144 # Kabar Bahagia
146 MCIDZ. 145 # Positif Hamil
147 MCIDZ. 146 # Kebahagiaan Yang Bertambah
148 MCIDZ. 147 # Sangat Menjaga Bumil
149 MCIDZ. 148 # Terpeleset Karena Kulit Pisang
150 MClDZ. 149 # Ketakutan Gadis Kecil
151 MCIDZ. 150 # Perasan Tidak Enak
152 MCIDZ. 151 # Permintaan Maaf Alya
153 MCIDZ. 152 # Pengakuan Kesalahan
154 MCIDZ. 153 # Kekaguman Zahra
155 MCIDZ. 154 # Cerita Sebelum Makan Malam
156 MCIDZ. 155 # Kecemasan Muhtaz
157 MCIDZ. 156 # Menanti Hari Itu Tiba
158 MCIDZ. 157 # Di Ujung Penantian
159 MCIDZ. 158 # Lahirnya Baby Kembar
160 MCIDZ. 159 # Nama Indah Untuk Bayi Kembar
161 MCIDZ. 160 # Perjalanan Hidup Yang Indah End
162 Bonus Bab MCIDZ. 1 # Rencana Perjodohan
163 Bonus Bab MCIDZ. 2 # Perjodohan Sejak Dini
164 Bonus Bab MCIDZ. 3 # Wajah Murung Rayan
165 Bonus Bab MCIDZ. 4 # Cinta Dalam Diam
Episodes

Updated 165 Episodes

1
Prolog. MC Ilham & Zahra # Suaranya indah
2
MCIDZ. 1# Rasa Yang Terpendam
3
MCIDZ. 2 # Perjodohan Dan Keterpaksaan
4
MCIDZ. 3 # Pernikahan Tanpa Landasan Cinta
5
MCIDZ. 4 # Kenyataan Yang Mengejutkan
6
MCIDZ. 5 # Ketika Cinta Harus Mengikhlaskan
7
MCIDZ. 6 # Terikat Dengan Kewajiban
8
MCIDZ. 7 # Sepenggal Kertas Dari Ayah
9
MCIDZ. 8 # Terjebak Dalam Sekejap
10
MCIDZ. 9 # Menghadapinya Secara Perlahan
11
MCIDZ. 10 # Mencoba Menerima Kenyataan
12
MCIDZ. 11 # Wanita Yang Mandiri
13
MCIDZ. 12 # Ustazah Cantik
14
MCIDZ. 13 # Sebuah Kenyataan
15
MCIDZ. 14 # Bukan Jalan Terbaik
16
MCIDZ. 15 # Ada Yang Ingin Dikatakan
17
MCIDZ. 16 # Taaruf
18
MCIDZ. 17 # Proses Pendekatan
19
MCIDZ. 18 # Cemburunya Alisha
20
MCIDZ. 19 # Hati Yang Rapuh
21
MCIDZ. 20 # Jawaban
22
MCIDZ. 21 # Kembali Menata Hati
23
MCIDZ. 22 # Sakit Sedalam-dalamnya
24
MCIDZ. 23 # Jangan Salahkan Takdir
25
MCIDZ. 24 # Kenangan Yang Sangat Indah
26
MCIDZ. 25 # Kabar Bahagia
27
MCIDZ. 26 # Wajah Yang Mirip
28
MCIDZ. 27 # Menjelang Bulan Ramadhan
29
MCIDZ. 28 # Kesal
30
MCIDZ. 29 # Kejahilan Berujung Petaka
31
MCIDZ. 30 # Senjata Makan Tuan
32
MCIDZ. 31 # Salah Mengira Berujung Malu
33
MCIDZ. 32 # Selalu Bertengkar
34
MCIDZ. 33 # Kepergok Menatap Seseorang
35
MCIDZ. 34 # Mulai Belajar Ngaji
36
MCIDZ. 35 # Ditertawakan Bocil
37
MCIDZ. 36 # Bagai Bukan Pertama Kali
38
MCIDZ. 37 # Sungguh Tidak Bisa Dipercaya
39
MCIDZ. 38 # Kepikiran Terus Menerus
40
MCIDZ. 39 # Luka Yang Hampir Redup
41
MCIDZ. 40 # Meluruskan Kesalah Pahaman
42
MCIDZ. 41 # Puasa Pertama
43
MCIDZ. 42 # Penolakan Yang Sia-sia
44
MCIDZ. 43 # Terserang Virus Tiga L
45
MCIDZ. 44 # Kita Bukan Mahram
46
MCIDZ. 45 # Mulai Curiga Dengan Muhtaz
47
MCIDZ. 46 # Gombalan Receh
48
MCIDZ. 47 # Rayuan Yang Membuat Jengah
49
MCIDZ. 48 # Laki-laki Pemilik Suara Merdu
50
MCIDZ. 49 # Keterkejutan Dan Keheranan
51
MCIDZ. 50 # Dihujam Banyak Pertanyaan
52
MCIDZ. 51 # Digerebek Warga
53
MCIDZ. 52 # Tidak Sengajaan Menjadi Fitnah
54
MCIDZ. 53 # Satu Permintaan
55
MCIDZ. 54 # Mengejutkan Dan Penentangan
56
MCIDZ. 55 # Menolak Untuk Sementara
57
MCIDZ. 56 # Meminta Petunjuk Lewat Doa
58
MCIDZ. 57 # Mungkin Itu Pertanda
59
MCIDZ. 58 # Usaha Meluluhkan Hatinya
60
MCIDZ. 59 # Berjalan Bersamaan
61
MCIDZ. 60 # Wanita Yang Sederhana
62
MCIDZ. 61 # Masih Meragukannya
63
MCIDZ. 62 # Kecelakaan Membuat Khawatir
64
MCIDZ. 63 # Momen Yang Ditunggu
65
MCIDZ. 64 # Mungkin Ini Yang Terbaik
66
MCIDZ. 65 # Menentukan Tanggal
67
MCIDZ. 66 # Dibalik Senyuman Manisnya
68
MCIDZ. 67 : Menemui Sang Putra
69
MCIDZ. 68 : Permasalahan Nama Panggilan
70
MCIDZ. 69 # Keterkejutan Dadakan
71
MCIDZ. 70 # Ingin Membawanya Pulang
72
MCIDZ. 71 # Ikutlah Dengan Orang Tuamu
73
MCIDZ. 72 # Harus Bisa Ikhlas
74
MCIDZ. 73 # Cinta Terhalang Restu
75
MCIDZ. 74 # Menolak Keputusan Mommy
76
MCIDZ. 75 # Tidak Mendapatkan Kabar
77
MCIDZ. 76 # Terpaksa Berbohong
78
MCIDZ. 77 # Fasilitas Yang Dibatasi
79
MCIDZ. 78 # Berusaha Hidup Seadanya
80
MCIDZ. 79 # Masih Tetap Teguh Pendirian
81
MCIDZ. 80 # Tamu Yang Sangat Ditunggu
82
MCIDZ. 81 # Bertemu Kembali
83
MCIDZ. 82 : Kabar Yang Mengejutkan
84
MCIDZ. 83 # Entah Harus Bahagia Atau Sedih
85
MCIDZ. 84 # Tenanglah, Jangan Khawatir!
86
MCIDZ. 85 # Hari Yang Bahagia
87
MCIDZ. 86 # Terungkapnya Masa Lalu
88
MCIDZ. 87 # Pernikahan Yang Tertunda
89
MCIDZ 88 # Permintaan Mengejutkan
90
MCIDZ. 89 # Pilihan Yang Rumit
91
MCIDZ. 90 # Amarah Ilham
92
MCIDZ. 91 # Bersyukur Bisa Selamat
93
MCIDZ. 92 # Menolak Permintaan
94
MCIDZ. 93 # Keputusan Yang Tepat
95
MCIDZ. 94 # Kembali Melanjutkan Pernikahan
96
MCIDZ. 95 # Pernikahan Yang Dinantikan
97
MCIDZ. 96 # Akhirnya Bersatu Juga
98
MCIDZ 97 # Malam Panuh Kebahagiaan
99
MCIDZ. 98 # Orang Baru Seakan Orang Lama
100
MCIDZ. 99 # Bidadari Tak Bersayap
101
MCDZ. 100 # Aku Telah Kembali, Zahra!
102
MCIDZ. 101 # Hilang Ingatan
103
MCIDZ. 102 # Kecurigaan Semua Orang
104
MCIDZ. 103 # Tiba-tiba Merindukannya
105
MCIDZ. 104 # Bertemu Kembali Sang Putra
106
MCIDZ. 105 # Tanda Lahir Yang Sama
107
MCIDZ. 106 # Kembali Mengingatnya
108
MCIDZ. 107 # Perlahan Terungkap
109
MCIDZ. 108 # Perdebatan Orang Tua
110
MCIDZ. 109 # Keterkejutan Mommy Dina
111
MCIDZ. 110 # Menimbulkan Kecurigaan
112
MCIDZ. 111 # Keterkejutan Yang Tak Terduga
113
MCIDZ. 112 # Terungkap Sudah
114
MCIDZ. 113 # Meminta Penjelasan
115
MCIDZ. 114 # Kilas Balik Masa Lalu
116
MCIDZ. 115 # Berniat Untuk Membantunya
117
MCIDZ. 116 # Terlanjur Menyukainya
118
MCIDZ. 117 # Semenjak Itu Berubah
119
MCIDZ. 118 # Menutupi Kenyataan
120
MCIDZ. 119 # Bukan Salah Didikan
121
MCIDZ. 120 # Permintaan Maaf Mommy Dina
122
MCIDZ. 121 # Kemurahan Hati Abi Ridwan
123
MCIDZ. 122 # Menembus Kesalahan
124
MCIDZ. 123 # Semua Berakhir Damai
125
MCIDZ. 124 # Giliran Kita Yang Bahagia
126
MCIDZ. 125 # Tidak Bisa Jauh-jauh
127
MCIDZ. 126 # Rencana Tuhan Lebih Indah
128
MCIDZ. 127 # Perdebatan Nama Panggilan
129
MCIDZ. 128 # Jodoh Memang Gak Ke Mana
130
MCIDZ. 129 # Memulai Hal Baru
131
MCIDZ. 130 # Fokus Dengan Keluarga Kita
132
MCIDZ. 131 # Tersipu Di Pagi Hari
133
MCIDZ. 132 # Telepon Dari Alisha
134
MCIDZ. 133 # Permintaan Maaf Ilham
135
MCIDZ. 134 # Zahra Yang Sederhana
136
MCIDZ. 135 # Kamu Sangat Beruntung
137
MCIDZ. 136 # Rasa Bersalah Ilham
138
MCIDZ. 137 # Diamnya Muhtaz
139
MCIDZ. 138 # Sikap Aneh Muhtaz
140
MCIDZ. 139 # Cemburunya Muhtaz
141
MCIDZ. 140 # Sikap Dingin Muhtaz
142
MCIDZ. 141 # Tidak Perlu Menjelaskannya
143
MCIDZ. 142 : Kamu Hanya Milikku!
144
MCIDZ. 143 # Merasakan Hal Yang Aneh
145
MCIDZ. 144 # Kabar Bahagia
146
MCIDZ. 145 # Positif Hamil
147
MCIDZ. 146 # Kebahagiaan Yang Bertambah
148
MCIDZ. 147 # Sangat Menjaga Bumil
149
MCIDZ. 148 # Terpeleset Karena Kulit Pisang
150
MClDZ. 149 # Ketakutan Gadis Kecil
151
MCIDZ. 150 # Perasan Tidak Enak
152
MCIDZ. 151 # Permintaan Maaf Alya
153
MCIDZ. 152 # Pengakuan Kesalahan
154
MCIDZ. 153 # Kekaguman Zahra
155
MCIDZ. 154 # Cerita Sebelum Makan Malam
156
MCIDZ. 155 # Kecemasan Muhtaz
157
MCIDZ. 156 # Menanti Hari Itu Tiba
158
MCIDZ. 157 # Di Ujung Penantian
159
MCIDZ. 158 # Lahirnya Baby Kembar
160
MCIDZ. 159 # Nama Indah Untuk Bayi Kembar
161
MCIDZ. 160 # Perjalanan Hidup Yang Indah End
162
Bonus Bab MCIDZ. 1 # Rencana Perjodohan
163
Bonus Bab MCIDZ. 2 # Perjodohan Sejak Dini
164
Bonus Bab MCIDZ. 3 # Wajah Murung Rayan
165
Bonus Bab MCIDZ. 4 # Cinta Dalam Diam

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!