Makasih Langit

Kenapa menangis? Ini bukan malam?"sakras Alterio.

"A-aku... ngak t-tau Lang,"

"Kamu masih ingin bunuh diri?"

"Gak t-t-tau,"

Alterio berdecak. Kenapa bisa gadis ini mempunyai akal yang pendek, seharusnya dia bisa lebih paham bahwa bukan hanya dia saja yang menderita. Ia sengaja mengajak Diana kesini untuk menunjukan dan membuat dia mengerti bahwa dia tidak sendirian. Ia mengeluarkan sebuah cutter didalam kantong jeans-nya, menyodorkannya ke Diana.

Diana menatap Alterio bingung. "Bu-bu-buat ap-apa?"tanya Diana.

"Kamu mau bunuh diri kan? Sekarang kamu bisa lakuin itu sekarang,"

Diana diam, kembali menundukan kepalanya. Entah kenapa dirinya merasa lebih kuat semenjak Alterio datang ke kehidupannya, ia juga merasa kalau bunuh diri adalah hal yang terbodoh yang hampir saja dilakukannya. Alterio membuang pisau Cutter itu kedalam tempat sampah, tangannya terulur menghapus air mata Diana.

"Jangan pernah lakuin itu lagi Star. Karena di dunia ini, bukan hanya kamu yang memikul kesedihan dan penderitaan tapi masih banyak orang yang jauh lebih menderita dari pada kamu, ingat itu Star,"ujar Alterio.

"Ma-makasih,"

                           OoO

Hari mulai semakin sore, Alterio dan Diana pun memutuskan untuk pulang kerumah mereka masing-masing. Hari yang penuh dengan kebahagian, menghabiskan waktu dengan anak-anak disini ternyata menyenangkan, buktinya saja, Diana tidak bisa menghentikan tawanya karena lelucon yang di berikan oleh Vio-seorang anak yang hari-harinya bergantung pada kursi roda. Alterio pun sama, dia tidak bisa berhenti tersenyum, melihat Diana tertawa. Pertama kali, dia melihat Diana tertawa. Aura kecantikan Diana bertambah menjadi dua kali lipat ketika Diana sedang tertawa.

Mereka berdua berjalan santai sambil mendorong sepeda. Bukan karena apa-apa mereka tidak menunggangi sepedanya, Alterio sengaja ingin menghabiskan waktu lebih lama lagi bersama Diana dengan berjalan kaki.

Angin sore berhembusan membuat daun kering dipohon berjatuhan kearah mereka. Diana tersenyum, sedikit mendongkak melihat daun-daun berjatuhan.

"Kamu suka senja?"

Diana menggeleng. "Sen-senja indah t-tapi indahnya ha-hanya sem-sementara"

Alterio berhenti, kemudian menatap Diana. "Bagaimana dengan bintang dan bulan? Bukannya mereka hanya ada di malam hari?"

"Me-me-mereka se-selalu ada di siang dan ma-ma-malam t-t-tapi me-mereka tidak ter-terlihat saat siang ha-hari,"ucap Diana sambil menarik ujung bajunya, berusaha untuk bisa berbicara di depan Alterio.

Alterio menggenggam tangan Diana secara tiba-tiba, membuat Diana kaget. "Kamu ngak usah nyubit atau narik-narik baju kamu sendiri untuk bisa bicara, disini ada aku, kamu bisa genggam tangan aku atau kamu bisa cubit tangan aku, biar aku rasain bagaimana susahnya kamu berbicara,"

Diana menatap wajah Alterio. Ucapan Alterio benar-benar membuat hatinya berbunga-bunga sekaligus menghangatkannya. Ia tersenyum tipis, kalau saja ia bisa terbang, ia akan terbang saat ini juga.

"Gagap itu adalah kutukan, yang tidak akan selamanya ada pada diri seseorang tersebut. Kamu mau tahu, bagaimana cara menghilangkan kutukan itu?"

Diana refleks mengangguk.

"Tapi kamu harus janji, lakuin semua yang aku omongin, oke?"

Diana mengangguk lagi.

"Caranya gampang gampang susah, kalau kamu benar-benar niat ngejalaninnya, ini bakalan mudah. Yang pertama, kamu harus biasakan bicara, seperti saat ini aku selalu mengajakmu untuk berbicara,"

"Yang kedua, kamu harus tenang dan juga berani saat kamu berbicara. Aku lihat, kamu itu bisa berbicara lancar kalau kamu itu bahagia, maka yang kamu harus lakukan adalah memikirkan momen-momen bahagia ketika kamu sedang berbicara,"

"Dan yang terakhir, kamu tetap bersamaku. Biar nanti aku selalu bisa mendukungmu dan menyemangatimu,"

Diana mengangguk paham, ia akan berusaha mengikuti kata-kata Alterio tadi. Alterio baik, dia sangat baik, entah kenapa disaat orang-orang menjauhinya, dia malah mendekatinya dan memberikannya dukungan. Memang benar, tuhan telah menggariskan takdir kepada semua orang. Roda dunia akan berputar, tidak selamanya ia merasakan pahitnya penderitaan, suatu saat nanti ia akan bisa merasakan manisnya sebuah kebahagian.

"Mau es krim?"tanya Alterio.

Diana tersenyum kemudian mengangguk. "I-i-iya"

"Bisa tolong pegangin?"tanya Alterio melirik sepeda.

"Bi-sa,"jawab Diana sambil mengambil alih sepedanya.

"Tunggu disini,"ucap Alterio kemudian pergi dari hadapan Diana.

Tidak lama menunggu, Alterio sudah kembali dengan dua buah cone es krim bervarian vanila dan coklat ditangan kanan dan kirinya. Diana menggeleng pelan, Alterio menggunakan cara apa hingga dia bisa membawa es krim begitu cepat, padahal antriannya lumayan panjang.

"Nih,"Alterio memberikan es krim Vanila pada Diana.

"A-ku gak su-suka makan es krim va-vanila,"ucap Diana.

Alterio menaikan sebelah alisnya. "Why?"

"Va-va-vanila terlalu ma-manis. A-aku gak suka mem-membohongi di-diri aku s-s-sendiri ka-karena hidup ak-aku g-gak ada ma-manis-man--"

Ucapan Diana terpotong karena Alterio langsung menempelkan es krim vanilanya ke bibir Diana. Seketika kedua tatapan beradu, seketika pula terjadi keheningan di sekitar.

"Semua orang pasti pernah merasakan pahitnya kehidupan tapi, bukan berarti kamu menolak semua hal-hal manis yang akan masuk ke dalam kehidupan kamu. Itu sama aja, kamu ingin terus menerus berada dalam lingkaran hitam."

Diana terdiam, terhenyak mendengar penututuan Alterio yang langsung masuk ke dalam hatinya. Alterio menghapus jejak es krim di bibir Diana mengunakan tisu, ia tersenyum tipis.

"Star kamu berhak untuk bahagia, lihat saja nanti, kamu pasti akan bahagia,"bisik Alterio di dekat telinga Diana.

                          OoO

Diana tersenyum menatap pantulan dirinya sendiri di depan cermin kamarnya. Memikirkan kejadian tadi sore membuat hatinya sangat senang. Ia kembali teringat dengan syarat-syarat yang diberikan oleh Alterio untuk melepas kutukan di dalam dirinya.

Rambutnya dikuncir mengunakan ikat rambut berwarna biru muda dengan piyama polos berwarna navy melekat ditubuhnya. Ketika dirinya tersenyum, lesung pipi nya terlihat sangat jelas, membuatnya terlihat manis dan juga cantik.

"Yang pertama, kamu harus biasakan bicara, seperti saat ini aku selalu mengajakmu untuk berbicara,"

Diana menghembuskan nafas kasarnya. Sepertinya ia harus memulai cara Alterio sekarang, ia harus belajar berbicara di hadapan dirinya sendiri.

"S-s-sasa sa-sayang bun-bun-bun... Arghhh!"

Sangat susah sekali mengucapkan kata bunda. Ia tidak boleh menyerah, ia harus bisa dan membuktikan pada orang-orang kalau dirinya bisa.

"Yang kedua, kamu harus tenang dan juga berani saat kamu berbicara. Aku lihat, kamu itu bisa berbicara lancar kalau kamu itu bahagia, maka yang kamu harus lakukan adalah memikirkan momen-momen bahagia ketika kamu sedang berbicara,"

Diana mengangguk percaya diri. Tenang dan berani, ia harus melakukan itu. Diana menatap dalam-dalam pantulan dirinya di cermin. Ia menegakan badannya seolah-olah sekarang ia sudah berani melawan apapun yang akan terjadi. Hembusan nafas lagi-lagi keluar dari mulut Diana.

Pikirkan momen-momen bahagia

Pikirannya kembali pada saat Alterio mengusap air matanya, mengucapkan kata-kata yang menyentuh hatinya. Hanya tentang Alterio yang ada dipikirannya dan itu termasuk kedalam List bahagia Diana.

"Bun-"

"Yah-"

"Sa--"Diana menutup matanya. Kembali menenangkan pikirannya. "Sasa. Sayang. Ka-kalian!"

Bisa, sekali lagi, ia harus bisa!

"Sasa. Sayang. Bunda Ayah"

Diana menatap dirinya sendiri tak percaya, apakah tadi itu suaranya? Ia sama sekali tidak yakin, ia menggeleng, tadi itu memang benar suaranya.

Diana tersenyum, kakinya meloncat loncat bahagia. Dari lantai, kemudian Diana meloncat ke atas kasur.

"Aaaaaaaaaaaa"

Diana berteriak sangat kencang, tak peduli walau banyak orang yang sudah tertidur, biarkan mereka tahu kalau dirinya sedang bahagia.

Makasih Langit-batinnya

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!