"Hai, Emm! Lama gak ketemu. Gak nyangka, kamu masih awet ya sama Reno!" Sapa lelaki pengendara civic itu cukup akrab.
"...Erik."
Emma merasa bingung harus bersikap bagaimana. Ia melirik Reno yang langsung memasang ekspresi keras di wajah tampan nya. Reno bahkan sengaja mendekatkan diri nya ke sisi Emma.
"Kalian ngapain dua-duaan di sini? Lagi mojok ya?" Tuding Erik dengan asal.
"Ngaco kamu! Aku sama Reno itu udah..mm..!!"
Emma terkejut saat mulutnya ditutup tiba-tiba oleh tangan Reno. Reno bahkan dengan berani nya setengah memeluk tubuh Emma.
Tanpa mempertimbangkan keberadaan Erik, Emma memelototi Reno saat itu juga.
"Lo duluan aja deh ke dalam. Kita masih mau ngadem di sini," tutur Reno tiba-tiba.
Erik menatap curiga ke arah Emma dan Reno.
Sebenar nya pemuda itu masih memiliki perasaan tersisa kepada Emma. Bagaimana pun juga Emma adalah cinta pertama nya.
"Enggak deh. Gue ikut nemenin kalian aja di sini. Gak apa-apa kalau gue jadi kambing congek juga. Udah sana silahkan kalian asik-asikan berduaan deh!" Erik mempersilahkan.
Pemuda yang memiliki tubuh tinggi atletis itu lalu menyandarkan tubuh nya ke tepian mobil milik nya. Pandangan nya lalu difokuskan untuk melihat Emma dan Reno.
"Reno! Apaan sih?!" Emma berhasil melepaskan dirinya dari bekapan tangan Reno. Emma bahkan berhasil melayangkan kepalan tinju nya di perut pemuda itu.
"Aduh, Emm! Kamu kok beneran sih mukul nya? Perut ku sakit banget lho ini," seloroh Reno sambil memegangi perut nya.
"Biarin lah, syukurin! Lagian ngapain coba kamu mepet-mepet gini. Sana jaga jarak! Kamu lupa ya kalau kita.."
Lagi-lagi ucapan Emma dipotong oleh Reno segers.
"ERIK!" Panggil Reno tiba-tiba.
Erik langsung terlonjak kaget saat Reno meneriaki nama nya sesaat tadi.
"Ngapain teriak sih?! Ngomong biasa aja juga bisa kan? Ngagetin aja!" Protes Erik yang merasa kesal.
"Waktu di jalan kemari, Lo ketemu sama anak alumni juga gak? Tapi dia arah pulang. Perempuan, tinggi sama postur nya mirip kayak Emma. Dia pakai baju warna merah hati," ujar Reno tiba-tiba.
Mendengar ucapan Reno, Emma pun langsung terdiam. Ia sangat tertarik dengan jawaban yang akan diberikan oleh Erik atas pertanyaan Reno barusan.
"Arah pulang? Hmm.. kayak nya sih tadi memang ada cewek yang baru keluar dari gerbang sekolah sih. Memang nya dia siapa?" Tanya Erik yang kepo.
Naas, Reno malah sengaja mengabaikan Erik dan pertanyaan nya itu.
"Nah, Emm. Berarti Susi memang duluan pulang. Apa gak sebaiknya kita pulang juga aja?" Tanya Reno terdengar mendesak.
Pemuda itu ingin segera membawa Emma pergi dari tempat ini. Terutama dari satu sosok yang kini sedang bersandar ke mobil metalik milik nya.
"Mm.. apa gak apa-apa ya, Ren kalau kita pulang duluan sekarang?" Tanya Emma terdengar bingung.
"Gak apa-apa lah.." jawab Reno.
Di saat yang bersamaan Erik juga menjawab pertanyaan Emma.
"Ya jelas apa-apa lah! Kalian pulang sebelum ngelihat performa gue? Yakin gak bakalan nyesal?" Tanya Erik percaya diri.
"Jangan kepedean deh, Rik. Kayak penampilan Lo paling bagus sedunia aja!" Ledek Reno.
"Jelas pede dong. Penampilan gue memang yang paling dinantiin sama anak-anak kan?" Sahut Reno percaya diri.
"Iya. Anak-anak TK!" Komentar Reno dengan senyuman sinis.
"Sialan lo, Ren! Dari dulu, sikap lo gak pernah berubah ya! Asli nyebelin banget sih, Lo!" Umpat Erik yang kini berjalan mendekati Reno.
Emma langsung merasa cemas bila kedua lelaki di dekat nya itu memutuskan untuk adu jontos di area parkir ini. Itu tentu akan sangat merepotkan nya nanti.
Akhirnya dengan terburu-buru Emma pun jadi penengah di antara dua lelaki yang menebarkan hormon testosteron nan menggoda mata para wanita itu.
"Udah ah! Jangan berantem terus. Mending kita ke dalam aja yuk sekarang! Ren! Ayo.!" Emma menarik lengan kekar Reno dengan susah payah.
Reno akhirnya mau mengikuti langkah Emma masuk kembali ke ruangan pesta berlangsung. Dan Erik mengekori keduanya dari belakang.
Di langkah pertama Erik memasuki ruang pesta, ia langsung menjadi pusat perhatian para alumni wanita yang hadir.
Emma dan Reno bahkan langsung tersisih ke pinggir saat Erik tiba-tiba dikerubungi oleh para kupu-kupu cantik di acara malam ini.
"Apa Erik memang sepopuler itu ya, Ren?" Tanya Emma sambil melihat Erik dan para dayang nya yang berkerumun.
"Aku gak tahu, Emm. Jarang lihat dia juga sih di televisi," jawab Reno dengan jujur.
"Gak lihat atau gak mau lihat?" Celetuk Emma yang langsung disesali oleh nya segera.
'Ya ampun, Emm! Ngapain juga sih pake kepo segala! Udah mending tutup mulut aja lah kamu! Daripada Reno ngira kamu ngasih harapan lagi ke dia!' Emma menasihati dirinya sendiri.
"Jawaban ku, dua-dua nya. Memang nya kamu penasaran banget ya sama kepopuleran Erik?" Tanya Reno seperti sebuah tudingan.
"Itu.. enggak juga sih!" Emma tergeragap memberikan jawaban.
Pada akhirnya Emma pun memutuskan untuk tak lagi berkata apa-apa di sisa waktu kebersamaan nya dengan Reno malam itu.
Sesuai rencana, keduanya bertahan di acara reuni itu hingga satu jam kemudian. Baru selanjut nya mereka pamit pulang terlebih dulu.
Saat itu, kebetulan Erik sedang melakukan performance di atas panggung. Pemuda itu menyanyi sambil menari seorang diri.
Karena fokus perhatian kebanyakan alumni tertuju kepada Erik, alhasil kepulangan Emma dan Reno pun tak menyita banyak perhatian mata di sana.
Reno pun kemudian mengantarkan Emma pulang hingga ke rumah nya.
Sesampainya di rumah...
Emma terkejut saat ia melihat keberadaan Gofur di kursi teras rumah nya.
Gofur adalah pemuda tanggung yang juga adalah tetangga yang tinggal bersebelahan dengan rumah Emma.
"Gofur? Ngapain di sini? Ibu memang nya gak ada ya di dalam, sampai kamu nungguin di luar?" Tanya Emma menyapa Gofur.
"Kak Emma! Syukurlah Kakak udah datang. Ini lih, Kak. Saya mau ngabarin kalau tadi Buk De kecelakaan di depan warung Teh Cece!" Gofur memberi tahu Emma dengan nada cukup panik.
Buk De yang dimaksud oleh Gofur adalah ibu nya Emma. Yakni Retno.
"Hah?! Ibu kecelakaan, Fur?! Kecelakaan gimana sih maksud nya?!" Tanya Emma tak kalah panik.
"Itu kak. Kayaknya sih Buk De habis dari warung. Eh, tahu-tahu ada mobil lewat kencang banget dan nabrak Buk De. Buk De berdarah banyak banget tadi!" Seru Gofur memberitahu.
"Terus sekarang Mama ada di mana,Fur?!" Tanya Emma yang terlihat benar-benar panik.
"Udah dibawa ke rumah sakit, Kak. Kayak nya sih tadi ada Buk RT juga yang ikut nganterin Buk De," terang Gofur.
"Biar aku antar kamu, ya, Emm? Ayo kita ke rumah sakit sekarang juga!" Tutur Reno kembali menawarkan tumpangan untuk Emma.
Kali ini Emma langsung menerima tawaran Reno.
"i..iya, Ren!" jawab Emma dengan nada kalut.
"Maaf, aku ngerepotin kamu lagi ya, Ren," ujar Emma dengan kepala tertunduk.
"Udah. Jangan sungkan, Emm. Aku tulus khawatir sama kondisi Mama kamu, kok. Ayo cepetan naik. Jangan buang-buang waktu lagi deh, Emm," tutur Reno dari atas jok motor nya.
"Mm.. yaudah. Sebentar, aku mau ambil sesuatu dulu ya ke dalam rumah. Fur, makasih ya udah nungguin Kakak di sini untuk ngabarin kondisi Mama," Emma berterima kasih kepada Gofur.
"Iya. Sama-sama Kak. Kalau gitu, Gofur pulang dulu ya, Kak. Besok mau ada ulangan soalnya," pamit pemuda yang masih duduk di bangku kelas tiga SMA itu.
"Iya. Makasih ya, Fur!" Ucap Emma mengulang.
"Sama-sama Kak! Mari Bang! Saya pamit duluan!" Pamit Gofur kepada Reno.
Emma tak menunggu lebih lama lagi. Ia pun bergegas masuk ke dalam rumah. Ia mengambil dua jaket. Yakni jaket army milik Reno serta sweater cokelat milik nya sendiri.
"Yuk, Ren. Kita berangkat sekarang! Dan ini jaket army punya kamu. Makasih ya udah dipinjemin.." tutur Emma berterima kasih.
Reno menerima jaket yang diulurkan oleh tangan Emma kepadanya.
"Sama-sama, Emm.." sahut Reno dengan senyuman tulus.
Selanjutnya pemuda itu pun memasukkan jaket army milik nya ke dalam jok motor. Karena saat itu ia sudah mengenakan jaket nya yang lain.
Tak lama setelah nya, Emma dan Reno pun meluncur menuju rumah sakit tempat Retno dirawat.
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 131 Episodes
Comments
Astuty Nuraeni
ini jangan2 yang nambrak mama si susi hem hem..
2022-12-28
1
Astuty Nuraeni
civic turbo bukan kak Mel hahha
2022-12-28
1
mom mimu
semangat kakak ku 💪🏻💪🏻💪🏻🤗🤗🤗
2022-12-15
1