Galaknya Mama

"Ya ampun, Emm! Barusan itu horor banget, iya gak sih?" Tutur Susi mengawali.

Emma dan Susi saat ini melanjutkan perbincangan mereka di teras rumah. Kejadian figura yang terjatuh dan terlempar dengan sendiri nya dalam kamar Emma tadi sungguh telah menakuti kedua nya.

"Iya kan? Tapi masih lebih ngeri pas kejadian dimain-mainin sama boneka se--"

"Syuuutt..! Jangan disebut-sebut lagi deh, Emm.. khawatir ngerasa terpanggil nanti..!" Susi terburu-buru menegur.

Emma pun segera mengatupkan rahang nya rapat-rapat.

"Benar. Jangan disebut-sebut lagi deh!" Balas Emma setuju.

Kedua nya terdiam selama beberapa saat. Sampai Emma lah yang kemudian melanjutkan obrolan lagi.

"Jadi, kapan kamu bisa anterin aku ke ustadz yang kamu kenal itu, Sus?" Tanya Emma tiba-tiba.

"Huh? Paling minggu depan bisa nya. Pas aku libur. Lagi.." jawab Susi.

"Yah.. jangan minggu depan dong, Sus. Kelamaan. Keburu aku gila beneran nih gara-gara diteror terus-terusan!" Rajuk Emma.

"Ya terus kapan? Sekarang? Udah sore banget ini.. udah jam lima.." jawab Susi.

"Lagian kamu main nya sore banget. Coba datang nya dari pagi!" Dumel Emma.

"Yee! Mana kutahu kalau kamu ngalamin kejadian horor? Lagian tempat nya lumayan jauh, Emm dari sini. Hampir satu jam an lah.." jawab Susi.

"Hh.. lumayan jauh juga ya berarti?" Emma mendadak lesu.

"Iya. Kalaupun kita maksa berangkat sekarang, nanti sampai sana tuh pas maghrib banget. Gak enak lah.. orang mau shalat apa.." jawab Susi lagi.

"..."

"..."

"Oh! Yaudah! Habis maghrib aja yuk?!" Ajak Emma kemudian.

"Habis maghrib?? Serius kamu, Emm?" Tanya Susi terkejut.

"Iya. Kita shalat maghrib dulu di sini, baru kita pergi ke rumah ustadz itu. Kira-kira perlu bawa apa ya, Sus?" Tanya Emma kebingungan.

"Bawa duit aja udah diamplopin," Susi memberi saran.

"Diisiin berapa kira-kira?" Tanya Emma lagi.

"Seikhlas nya deh. Dua ratus juga gak apa-spa.." balas Susi kembali.

"Buset.. itu sih bukan seikhlas nya. Itu mah masang tarif nama nya! Memang biasanya segitu ya?" Tanya Emma penasaran.

Susi menyengir.

"Gak tahu juga sih. Seingat ku dulu sepupu ku ngasih nya segitu. Soalnya waktu itu dia minjem duit ke aku. Walaupun sampai sekarang dia belum balikin duit ku juga sih.." dumek Susi.

"Yeyy malah curhat! Jadi dua ratus nih ya?" Tanya Emma memastikan.

"Iya. Eh, tapi dilebihin juga gak apa-apa, Emm!" Ucap Susi tiba-tiba.

"Dilebihin berapa?" Tanya Emma lagi.

"Gocap atau cepe lah.." jawab Susi.

"Tapi jangan dimasukin ke dalam amplop, Emm, uang lebihan nya.." tukas Susi kembali.

"Lha terus dimasukin ke mana dong?" Tanya Emma dengan wajah serius.

"Masukin ke kantong ku aja.. anggap aja uang ongkos gitu! Hehehe.." jawab Susi sambil terkekeh pelan.

Emma pun seketika meradang dan melempar Susi dengan kulit kacang yang ada di piring.

"Dasar sontoloyo! Sama teman sendiri kok pake nodong ongkos sih?!" Dumel Emma gantian.

"Ya kan teman mu juga perlu ngasih minum motor nya, Emm.. bisa juga kan lapar dan haus di jalanan gimana coba?" Seloroh Susi sambil menyengir kuda.

"Kalau laper, makan tuh kulit kacang! Mau minum tuh banyak air cokelat di kali (sungai). Tambah topping nangka kuning (pup) juga lagi! Sedap kan tuh!" Jawab Emma asal.

"Idih! Jorok banget dah bahasan nya! Yaudah. Kalau gak mau nambahin ya gak usah nawarin si kuning mengambang di kali juga kan, Emm!" Ganti dumel Susi.

"Lagian.. udah. Tentang ongkos mah tenang aja. Nanti aku isiin full deh bensin nya! Mau makan pizza juga nanti aku traktir deh!" Seloroh Emma akhir nya.

"Yeay! Serius loh ya, Emm! Janji adalah hutang lho ya! Jadi, barusan kamu hutang pizza ke aku oke?!" Todong Susi bersemangat.

Emma melirik sebal ke arah kawan nya itu.

"Dasar! Kalau udah soal pizza aja. Mata nya kuning bener deh!" Umpat Emma tiba-tiba.

"Kok kuning sih? Mana ada mata ku jadi kuning, Emm. Mata ku tuh selalu cokelat tahu!" Sahut Emma membantah perkataan Emma.

"Ya kuning lah! Kayak bendera kuning. Tanda kematian. Itu artinya pizza itu udah jadi harga mati buat kamu!" Tutur Emma menjelaskan.

"Iishkk.. bahasan nya seram banget! Jadi, uang yang lima juta itu gak bakal kamu balikin ke boss kamu yang di villa itu tuh?" Tanya Susi tiba-tiba.

"Enggak usah lah. Anggap aja itu uang kompensasi. Pikir aja deh, Sus. Siapa juga yang mau ngelayanin anak setan? Yah, walaupun gaji nya selangit juga. Kalau aku tahu lebih dulu, aku sih jelas gak bakal mau!" Ujar Emma berapi-api.

BRAK!

Tiba-tiba pintu rumah Emma yang terbuka, terbanting menutup dengan sendiri nya.

Emma dan Susi pun seketika terlonjak kaget dan menjerit.

"Arrgh!" Jerit kedua nya bersamaan.

Keduanya pun saling berpandangan. Kengerian itu kembali tercermin di wajah masing-masing. Agak nya mereka memiliki pendapat yang sama tentang penyebab pintu itu tertutup sendiri.

'Mestilah si setan mendengar ucapan ku. Dan ia mungkin kesal..?' gumam batin Emma.

Sementara itu dalam hati nya, Susi pun menggumamkan kalimat serupa.

'Mestilah setan nya gak suka sama omongan Emma. Duh. Ampun dah. Ni setan sensi banget!' gumam batin Susi.

Tak lama kemudian setelah pintu terbanting menutup, terdengar teriakan Retno dari dalam rumah.

"Emma Chisela! Berapa kali Mama bilang, jangan suka banting-banting pintu! Itu bisa bikin cepat rusak, tahu!" Teriak Retno yang terdengar dari dalam kamar.

Emma tak segera menyahut ucapan Retno. Setelah melempar pandang sekilas ke arah Susi, barulah Emma menyahuti ucapan sang Mama.

"Iya, Ma!! Maaf. Gak sengaja!" Emma balas berteriak.

Setelah itu, Susi pun berkata kepada Emma.

"Mama kamu beneran gak nyadar sama kejadian ganjil yang sering kamu alamin, Emm?" Tanya Susi tiba-tiba.

Emma menggeleng pelan.

"Enggak sama sekali.." jawab Emma dengan yakin.

"..."

"..."

"Jangan-jangan karena Mama kamu rajin shalat kali, Emm? Coba kamu ikutan rajin shalat kayak Mama kamu!" Ujar Susi menasihati.

"Dih.. kalau menurut ku sih bukan cuma karena itu aja, Sus!" Elak Emma dengan nada tak kalah yakin.

"Terus karena apa lagi dong?" Tanya Susi penasaran.

Emma terlihat melirik sebentar ke dalam rumah.

Usai memastikan kalau Retno tak ada di dekat mereka, barulah Emma menjawab pertanyaan Susi itu dengan suara berbisik. Persis seperti sedang menyampaikan sebuah rahasia besar kepada Susi.

"Mungkin karena setan nya takut juga sama Mama, Sus. Soal nya Mama kan lumayan galak!" Bisik Emma sambil terkikik geli.

Susi pun seketika ikut terkikik bersama Emma.

"Ihihi.. benar itu, Emm.. ucapan mu itu ada benar nya juga ya!" Sahut Susi membenarkan ucapan Emma.

***

Terpopuler

Comments

Astuty Nuraeni

Astuty Nuraeni

wkwkw kurang ajar kamu Emm

2022-12-18

1

Lee

Lee

wah..emma ni lg dteror sma setan mlah gibahin mamak.

2022-12-12

1

Lee

Lee

wkwk ..benr bngt emm itu nmanya bkn seiklasnya tpi pmkasaan..

2022-12-12

1

lihat semua
Episodes
1 Awal Mula
2 Lowongan Pekerjaan
3 Bermain
4 Menjadi Tahanan
5 Terbebas
6 Bertemu Reno
7 Diantar Pulang
8 Nasihat Mama
9 Ke Mall
10 Kejadian Ganjil
11 Kesambet
12 Kedatangan Susi
13 Galaknya Mama
14 Eyang Untung
15 Obrolan Soal Menikah
16 Bermain ke Rumah Inge
17 Reuni SMA
18 Ditinggal Susi
19 Mama Kecelakaan
20 Diagnosa Dokter
21 Ancaman ibu Sofia
22 Surat Perjanjian Baru
23 Harapan Mama
24 Kata Hati Emma
25 Membuat Kenangan
26 Kembali Lagi
27 Ucapan Selamat Datang
28 Bekerja pada Orang Gila
29 Tanda Terima Kasih
30 Siapa itu Celia?
31 Diam nya Sella dan Cello
32 Harapan Retno
33 Harapan di Penghujung Subuh
34 Terang Hari
35 Perselisihan di Dapur
36 Persiapan Makan Malam
37 Kekenyangan
38 Terjebak di Taman Labirin
39 Dunia Mimpi
40 Tinggal Sendiri
41 Rudolf
42 Buah Pengingat
43 Air Terjun Pelupa
44 Terbangun
45 Chat dengan Reno
46 Cello Marah
47 Pagi Merona
48 Sarapan Duluan
49 Terhipnotis
50 Hampir tenggelam
51 Perbincangan Monolog dengan Cello
52 Cerita Bi Hara
53 Rahasia
54 Kebenaran
55 Wanita Gila Yang Sebenarnya
56 Satu Kamar
57 Sein
58 Kemunculan Susi
59 Hal Ganjil
60 Susi Koma?
61 Kebenaran tentang Susi
62 Confession
63 Kenangan Saat Putus
64 Janji Reno
65 Siluet
66 Kisah Hidup Pak Kiman
67 Masuk Perangkap
68 Candaan Reno
69 Mengunjungi Susi
70 Kesimpulan Emma
71 Menjenguk Mama
72 Prakata Retno
73 Bertemu Mei
74 Ditodong Menikah
75 Ke KUA Yuk!
76 Ketidaksabaran Celia
77 Pulang
78 Canda dan Tawa
79 Spirit Susi
80 Susi Bercerita
81 Minta Tolong Mbak Kunti
82 Boneka Emma
83 Bertemu Sella dan cello lagi
84 Pasar Ghaib
85 Godaan Berat
86 Nasihat Perawat Asing
87 Psikolog atau Ustadz?
88 Penjelasan Ustadz Adam
89 Diganggu Celia
90 Kembali Bangun
91 Main Petak Umpet
92 Lorong Rahasia
93 Pak Kiman?!!
94 Permainan Seru
95 Ancaman pak Adda
96 Bermain di Luar
97 Berhasil Kabur
98 Bantuan dari Sein
99 Bertemu Sella
100 Foto Kimanto
101 Persiapan Menjemput Emma
102 Dimarahi Hantu
103 Curhat Kuyang dan Kunti
104 Arahan dari Kakek Asing
105 Misi yang Tuntas
106 Reno Datang
107 Pelet Bi Hara
108 Rencana Reno
109 Sella Marah
110 Tertangkap Lagi
111 Kedstangan Reno
112 Mengalahkan Pak Adda
113 Pertolongan yang Lain
114 Keluar dari Ruang Rahasia
115 Sofia Mati
116 Meninggalkan Reno
117 Malam Berkabut
118 Kiman Tersadar
119 Pemuda Aneh
120 Bertemu Rudolf di Pasar Ghaib
121 Terbangun di Rumah Sakit
122 Kebenaran tentang Pak Kiman
123 Berkunjung ke Rumah Megah
124 Sella dalam Wujud Manusia
125 Wali Pengganti
126 Mengunjungi Susi
127 Bertemu dalam Mimpi
128 Permintaan Terakhir
129 Akhir yang Bahagia
130 Promosi Genre TEEN
131 Promosi Genre Rumah Tangga
Episodes

Updated 131 Episodes

1
Awal Mula
2
Lowongan Pekerjaan
3
Bermain
4
Menjadi Tahanan
5
Terbebas
6
Bertemu Reno
7
Diantar Pulang
8
Nasihat Mama
9
Ke Mall
10
Kejadian Ganjil
11
Kesambet
12
Kedatangan Susi
13
Galaknya Mama
14
Eyang Untung
15
Obrolan Soal Menikah
16
Bermain ke Rumah Inge
17
Reuni SMA
18
Ditinggal Susi
19
Mama Kecelakaan
20
Diagnosa Dokter
21
Ancaman ibu Sofia
22
Surat Perjanjian Baru
23
Harapan Mama
24
Kata Hati Emma
25
Membuat Kenangan
26
Kembali Lagi
27
Ucapan Selamat Datang
28
Bekerja pada Orang Gila
29
Tanda Terima Kasih
30
Siapa itu Celia?
31
Diam nya Sella dan Cello
32
Harapan Retno
33
Harapan di Penghujung Subuh
34
Terang Hari
35
Perselisihan di Dapur
36
Persiapan Makan Malam
37
Kekenyangan
38
Terjebak di Taman Labirin
39
Dunia Mimpi
40
Tinggal Sendiri
41
Rudolf
42
Buah Pengingat
43
Air Terjun Pelupa
44
Terbangun
45
Chat dengan Reno
46
Cello Marah
47
Pagi Merona
48
Sarapan Duluan
49
Terhipnotis
50
Hampir tenggelam
51
Perbincangan Monolog dengan Cello
52
Cerita Bi Hara
53
Rahasia
54
Kebenaran
55
Wanita Gila Yang Sebenarnya
56
Satu Kamar
57
Sein
58
Kemunculan Susi
59
Hal Ganjil
60
Susi Koma?
61
Kebenaran tentang Susi
62
Confession
63
Kenangan Saat Putus
64
Janji Reno
65
Siluet
66
Kisah Hidup Pak Kiman
67
Masuk Perangkap
68
Candaan Reno
69
Mengunjungi Susi
70
Kesimpulan Emma
71
Menjenguk Mama
72
Prakata Retno
73
Bertemu Mei
74
Ditodong Menikah
75
Ke KUA Yuk!
76
Ketidaksabaran Celia
77
Pulang
78
Canda dan Tawa
79
Spirit Susi
80
Susi Bercerita
81
Minta Tolong Mbak Kunti
82
Boneka Emma
83
Bertemu Sella dan cello lagi
84
Pasar Ghaib
85
Godaan Berat
86
Nasihat Perawat Asing
87
Psikolog atau Ustadz?
88
Penjelasan Ustadz Adam
89
Diganggu Celia
90
Kembali Bangun
91
Main Petak Umpet
92
Lorong Rahasia
93
Pak Kiman?!!
94
Permainan Seru
95
Ancaman pak Adda
96
Bermain di Luar
97
Berhasil Kabur
98
Bantuan dari Sein
99
Bertemu Sella
100
Foto Kimanto
101
Persiapan Menjemput Emma
102
Dimarahi Hantu
103
Curhat Kuyang dan Kunti
104
Arahan dari Kakek Asing
105
Misi yang Tuntas
106
Reno Datang
107
Pelet Bi Hara
108
Rencana Reno
109
Sella Marah
110
Tertangkap Lagi
111
Kedstangan Reno
112
Mengalahkan Pak Adda
113
Pertolongan yang Lain
114
Keluar dari Ruang Rahasia
115
Sofia Mati
116
Meninggalkan Reno
117
Malam Berkabut
118
Kiman Tersadar
119
Pemuda Aneh
120
Bertemu Rudolf di Pasar Ghaib
121
Terbangun di Rumah Sakit
122
Kebenaran tentang Pak Kiman
123
Berkunjung ke Rumah Megah
124
Sella dalam Wujud Manusia
125
Wali Pengganti
126
Mengunjungi Susi
127
Bertemu dalam Mimpi
128
Permintaan Terakhir
129
Akhir yang Bahagia
130
Promosi Genre TEEN
131
Promosi Genre Rumah Tangga

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!