Kedatangan Susi

Pada hari minggu, Emma kedatangan Susi ke rumah nya.

"Emma Chiseladeon! Ke mana aja sih? Dihubungin susah banget!" Omel Susi begitu ia menjumpai Emma sedang rebahan di kamar nya.

"Susi!!"

Emma langsung bangun dan memberikan pelukan erat kawan karib nya itu.

"Hey! Kenapa sih nih?" Tanya Susi yang kebingungan menghadapi sikap Emma.

"Aku habis ngalamin kejadian nyeremin tahu gak, sih, Sus!" Seru Emma berapi-api.

"Kejadian apa memang nya? Terus, kamu kok udah pulang sih? Bukan nya kata mu di tempat kerja baru kamu itu cuma bisa pulang beberapa bulan sekali ya?" Tanya Susi lagi.

"Iya.. tadi nya sih memang gitu rencana nya, Sus. Tapi amit-amit deh! Dua hari di sana aja aku udah gak kuat, Sus!" Tutur Emma dengan yakin.

"Kenapa memang nya? Gaji nya fak sesuai kesepakatan?"

Diingatkan tentang gaji, Emma langsung teringat dan buru-buru melihat isi saldo di rekening bank melalui aplikasi mobile. Semalam ia baru saja mengatur ulang pengaturan nya di ponsel yang baru ia beli.

"Wiihh.. hp baru nih! Boleh deh, yang udah dapat gajian di awal muka!" Susi menggoda.

Emma mengabaikan godaan susi. Ia tersentak kaget saat melihat bukti kebenaran ucapan Susi barusan.

"Beneran udah dibayar di awal!" Gumam Emma bermonolog.

"Ya bagus dong. Itu nama nya bos baru kamu tepat janji sama omongan nya kan! Eh, terus kenapa hari ini kamu malah di rumah, Emm? Kamu nyempetin pulang gitu ya?" Tanya Susi lagi.

Setelah tercenung beberapa saat, Emma bicara kepada Susi. Namun ia tak membalas pertanyaan Susi tadi. Ia malah kembali bertanya kebingungan.

"Menurut mu uang nya ku balikin gak ya, Sus?" Tanya Emma.

"Ishh! Tauk ah! Dari tadi aku nanya gak dijawab melulu. Eh, sekarang kamu malah balik nanya. Jawab sendiri aja deh!" Tukas Susi yang sedikit kesal.

"Iya. Iya. Aku minta maaf!" Sahut Emma terburu-buru.

"Coba deh, jelasin dari awal. Jangan ada yang kelewat! Kenapa kamu hari ini udah pulang kerja? Dan kenapa juga kamu mikir untuk balikin DP gaji kamu?" Susi mengulang tanya.

"Jadi gini cerita nya, Sus. Aku tuh.."

Dan Emma pun menceritakan pengalaman horor nya selama dua hari berada di villa Grand hill itu.

Hingga ia akhirnya bisa terbebas dan bertemu Reno. Juga pengalaman horor terbaru nya di toilet mall dan perjalanan pulang selepas maghrib kemarin.

Tak ada yang Emma lewatkan untuk diceritakan kepada Susi. Sehingga Susi pun terlihat bergidik berkali-kali.

"Ya ampun, Emm! Itu beneran kejadian? Soal boneka setan itu beneran?" Tanya Susi memastikan.

"Iya! Beneran, Sus! Ngapain juga aku bohong? Ini bukti nya aku sengaja pilih beli ponsel baru, dibanding harus balik lagi ke villa horor itu! Dihh.. amit-amit deh ketemu boneka itu lagi!" Seloroh Emma sambil memeluk guling.

"Ya ampun.. dan, soal belatung itu juga beneran gitu kejadian nya?" Tanya Susi kembali.

"Iya! Beneran! Sampai-sampai Mama aja ngira aku kesambet, coba! Aku tuh yakin banget ngerasain dan lihat dengan mata kepala ku sendiri, Sus. Itu belatung ada banyak banget yang nemplok di rambut, baju dan celana ku. Tapi Mama bilang dia gak lihat belatung satu pun juga. Aneh banget kan?"

Susi mengangguk segera.

"Menurut kamu, aku beneran kesambet atau gimana, Sus?" Tanya Emma dengan raut cemas.

Mula nya Susi terlihat ragu untuk menjawab pertanyaan Emma itu. Namun setelah beberapa detik pertimbangan, Susi pun akhirnya berkata.

"Aku takut kamu gak bakalan suka sama jawaban ku ini, Emm," susi mengawali jawaban nya.

"Kenapa gitu? Memang nya menurut kamu aku kenapa coba?" Tanya Emma memburu.

"Ya aku khawatir, kamu lagi dibuntuti sama setan. Gak tahu itu setan dari villa itu atau darimana. Tapi yang jelas, menurut ku, mending kamu coba ke ustadz aja deh, Emm. Minta air atau apa gitu biar hidup kamu jadi balik tenang.." papar Susi menasihati Emma.

"Aku? Dibuntuti setan?" Emma mengulang pernyataan Susi sambil bergidik ngeri.

Setelah beberapa lama, Emma lalu menampakkan wajah meringis.

"Jangan ngomong gitu dong, Sus.. kamu mapah bikin aku tambah takut nih.." mohon Emma mengiba-iba.

"Aku serius, Emm. Kalau bukan itu alasan nya, terus apa coba yang bisa jelasin kejadian ganjil yang kamu alami beberapa waktu ini?" Tanya Susi sambil mengajak Emma berpikir.

Emma mengeratkan pelukan nya pada guling yang ada di pangkuan nya. Benak nya semakin kalut usai perbincangan nya dengan Susi.

"Jadi, aku harus ke ustadz gitu?" Tanya Emma membeo saran nya Susi tadi.

"Iya. Kalau kamu mau, aku tahu tempat ustadz yang bisa bantu kamu, Emm. Mau kuantar?" Susi menawarkan.

Prang!

Tiba-tiba saja keduanya dikejutkan oleh jatuh nya figura foto Emma yang ada di atas nakas.

Keduanya sempat terlonjak kaget saat mendengar suara figura yang terjatuh itu.

"Kok bisa jatuh ya?" Gumam Emma bermonolog.

Emma pun perlahan bangkit dari posisi duduk nya. Kemudian beranjak mendekati figura yang kini tergeletak di atas lantai dengan kaca yang telah pecah berantakan.

Akan tetapi, kejadian berikut nya sungguh mengejutkan kedua gadis di dalam kamar tersebut.

Karena tiba-tiba saja figura foto yang hendak Emma raih itu seperti terlempar jauh dengan sendiri nya.

Figura itu terlempar hingga menabrak salah satu sisi dinding di depan Emma.

Tanpa ba bi bu lagi, kedua gadis itu pun menjerit ketakutan. Kedua nya kemudian langsung berlomba lari keluar dari kamar Emma dan langsung menuju pintu keluar rumah. Namun...

GABRUK!!

"Aduh!"

"Aduh!"

Dua suara berbaur di waktu yang bersamaan.

Suara Emma dan suara Retno. Keduanya ternyata bertabrakan tepat di depan kamar Emma. Sementara itu Susi selamat dari tabrakan karena ia berlari di belakang Emma.

"Ya ampun, Emma! Kenapa lari-lari segala sih di dalam rumah! Kayak anak kecil aja!" Omel Retno sambil mengusap kepala nya yang sempat beradu dengan kepala Emma.

Emma yang sudah bangun terlebih dulu, lalu buru-buru menolong sang ibu bangkit berdiri. Susi pun ikut membantu kawan nya itu.

"Maaf, Ma. Maaf! Tadi itu.."

Ucapan Emma dipotong oleh suara Retno yang baru menyadari keberadaan Susi.

"Oh ada Susi toh. Main, Sus?" Sapa Retno dengan senyuman ramah.

"Iya, Tante. Lagi libur jadi main ke sini deh," sahut Susi dengan sopan.

"Udah lama?" Sapa Retno lagi.

"Baru kok, Tante," jawab Susi lagi dengan ekspresi sopan yang sama.

"Udah makan belum? Kamu tadi habis lari-larian juga sama Emma?" Tanya Retno beruntun.

Retno menyadari jejak keringat yang ada di dahi dan bagian hidung Susi.

"Udah, Tante tadi di rumah. Mm..iya. tadi habis lari sama Emma," Susi mengaku jujur.

"Ma! Tahu gak? Tadi tuh ada kejadian aneh lagi coba di kamar!" Ujar Emma tiba-tiba.

"Apa lagi sih ini, Emm? Jangan bilang soal cerita ada hantu lagi deh! Kamu beneran parnoan ya sekarang? Maka nya udah Mama bilang berapa kali, jangan suka lihat film seram lagi. Kan sekarang kamu jadi nya ketakutan sendiri tuh!" Retno kembali menasihati Emma.

"Tapi, Ma! Tadi itu beneran kejadian nya! Susi juga jadi saksi nya, kok. Iya kan, Sus?!" Emma memohon pertolongan kawan karib nya itu.

"Mm.. yah.." susi menggaruk kepala nya yang tak gatal.

Gadis itu tak bergegas mengiyakan pernyataan Emma.

"Udah ah! Mama mau mandi dulu nih. Belum shalat ashar soal nya! Kamu udah shalat ashar belum?" Tanya Retno pada sang putri.

Emma terlihat bersalah. Dengan wajah malu, ia pun menggelengkan kepala nya.

"Tuh kan! Kalau enggak diingetin, mestilah kamu shalat nya dingaret-ngaretin lagi. Udah sana shalat dulu! Mama aja pingin nya bisa shalat di awal waktu. Eh, kamu yang punya waktu luang di rumah malah sering akhirin waktu!"

Retno mendumel sepanjang jalan menuju kamar mandi. Meninggalkan Emma dan Susi yang kini saling bertatapan dengan pandangan tak enak hati.

***

Terpopuler

Comments

🔵◡̈⃝︎☀MENTARY⃟🌻

🔵◡̈⃝︎☀MENTARY⃟🌻

Hwaiting Kk
Perjuangan Ucup Mampir

2022-12-21

1

Astuty Nuraeni

Astuty Nuraeni

iya tu em, rukiah sekalian

2022-12-18

1

Lee

Lee

Pasti kalo dri tempat angker itu bdan harus dibersihin tkut ktempelan..apalgi klo jurignya suka..

2022-12-12

1

lihat semua
Episodes
1 Awal Mula
2 Lowongan Pekerjaan
3 Bermain
4 Menjadi Tahanan
5 Terbebas
6 Bertemu Reno
7 Diantar Pulang
8 Nasihat Mama
9 Ke Mall
10 Kejadian Ganjil
11 Kesambet
12 Kedatangan Susi
13 Galaknya Mama
14 Eyang Untung
15 Obrolan Soal Menikah
16 Bermain ke Rumah Inge
17 Reuni SMA
18 Ditinggal Susi
19 Mama Kecelakaan
20 Diagnosa Dokter
21 Ancaman ibu Sofia
22 Surat Perjanjian Baru
23 Harapan Mama
24 Kata Hati Emma
25 Membuat Kenangan
26 Kembali Lagi
27 Ucapan Selamat Datang
28 Bekerja pada Orang Gila
29 Tanda Terima Kasih
30 Siapa itu Celia?
31 Diam nya Sella dan Cello
32 Harapan Retno
33 Harapan di Penghujung Subuh
34 Terang Hari
35 Perselisihan di Dapur
36 Persiapan Makan Malam
37 Kekenyangan
38 Terjebak di Taman Labirin
39 Dunia Mimpi
40 Tinggal Sendiri
41 Rudolf
42 Buah Pengingat
43 Air Terjun Pelupa
44 Terbangun
45 Chat dengan Reno
46 Cello Marah
47 Pagi Merona
48 Sarapan Duluan
49 Terhipnotis
50 Hampir tenggelam
51 Perbincangan Monolog dengan Cello
52 Cerita Bi Hara
53 Rahasia
54 Kebenaran
55 Wanita Gila Yang Sebenarnya
56 Satu Kamar
57 Sein
58 Kemunculan Susi
59 Hal Ganjil
60 Susi Koma?
61 Kebenaran tentang Susi
62 Confession
63 Kenangan Saat Putus
64 Janji Reno
65 Siluet
66 Kisah Hidup Pak Kiman
67 Masuk Perangkap
68 Candaan Reno
69 Mengunjungi Susi
70 Kesimpulan Emma
71 Menjenguk Mama
72 Prakata Retno
73 Bertemu Mei
74 Ditodong Menikah
75 Ke KUA Yuk!
76 Ketidaksabaran Celia
77 Pulang
78 Canda dan Tawa
79 Spirit Susi
80 Susi Bercerita
81 Minta Tolong Mbak Kunti
82 Boneka Emma
83 Bertemu Sella dan cello lagi
84 Pasar Ghaib
85 Godaan Berat
86 Nasihat Perawat Asing
87 Psikolog atau Ustadz?
88 Penjelasan Ustadz Adam
89 Diganggu Celia
90 Kembali Bangun
91 Main Petak Umpet
92 Lorong Rahasia
93 Pak Kiman?!!
94 Permainan Seru
95 Ancaman pak Adda
96 Bermain di Luar
97 Berhasil Kabur
98 Bantuan dari Sein
99 Bertemu Sella
100 Foto Kimanto
101 Persiapan Menjemput Emma
102 Dimarahi Hantu
103 Curhat Kuyang dan Kunti
104 Arahan dari Kakek Asing
105 Misi yang Tuntas
106 Reno Datang
107 Pelet Bi Hara
108 Rencana Reno
109 Sella Marah
110 Tertangkap Lagi
111 Kedstangan Reno
112 Mengalahkan Pak Adda
113 Pertolongan yang Lain
114 Keluar dari Ruang Rahasia
115 Sofia Mati
116 Meninggalkan Reno
117 Malam Berkabut
118 Kiman Tersadar
119 Pemuda Aneh
120 Bertemu Rudolf di Pasar Ghaib
121 Terbangun di Rumah Sakit
122 Kebenaran tentang Pak Kiman
123 Berkunjung ke Rumah Megah
124 Sella dalam Wujud Manusia
125 Wali Pengganti
126 Mengunjungi Susi
127 Bertemu dalam Mimpi
128 Permintaan Terakhir
129 Akhir yang Bahagia
130 Promosi Genre TEEN
131 Promosi Genre Rumah Tangga
Episodes

Updated 131 Episodes

1
Awal Mula
2
Lowongan Pekerjaan
3
Bermain
4
Menjadi Tahanan
5
Terbebas
6
Bertemu Reno
7
Diantar Pulang
8
Nasihat Mama
9
Ke Mall
10
Kejadian Ganjil
11
Kesambet
12
Kedatangan Susi
13
Galaknya Mama
14
Eyang Untung
15
Obrolan Soal Menikah
16
Bermain ke Rumah Inge
17
Reuni SMA
18
Ditinggal Susi
19
Mama Kecelakaan
20
Diagnosa Dokter
21
Ancaman ibu Sofia
22
Surat Perjanjian Baru
23
Harapan Mama
24
Kata Hati Emma
25
Membuat Kenangan
26
Kembali Lagi
27
Ucapan Selamat Datang
28
Bekerja pada Orang Gila
29
Tanda Terima Kasih
30
Siapa itu Celia?
31
Diam nya Sella dan Cello
32
Harapan Retno
33
Harapan di Penghujung Subuh
34
Terang Hari
35
Perselisihan di Dapur
36
Persiapan Makan Malam
37
Kekenyangan
38
Terjebak di Taman Labirin
39
Dunia Mimpi
40
Tinggal Sendiri
41
Rudolf
42
Buah Pengingat
43
Air Terjun Pelupa
44
Terbangun
45
Chat dengan Reno
46
Cello Marah
47
Pagi Merona
48
Sarapan Duluan
49
Terhipnotis
50
Hampir tenggelam
51
Perbincangan Monolog dengan Cello
52
Cerita Bi Hara
53
Rahasia
54
Kebenaran
55
Wanita Gila Yang Sebenarnya
56
Satu Kamar
57
Sein
58
Kemunculan Susi
59
Hal Ganjil
60
Susi Koma?
61
Kebenaran tentang Susi
62
Confession
63
Kenangan Saat Putus
64
Janji Reno
65
Siluet
66
Kisah Hidup Pak Kiman
67
Masuk Perangkap
68
Candaan Reno
69
Mengunjungi Susi
70
Kesimpulan Emma
71
Menjenguk Mama
72
Prakata Retno
73
Bertemu Mei
74
Ditodong Menikah
75
Ke KUA Yuk!
76
Ketidaksabaran Celia
77
Pulang
78
Canda dan Tawa
79
Spirit Susi
80
Susi Bercerita
81
Minta Tolong Mbak Kunti
82
Boneka Emma
83
Bertemu Sella dan cello lagi
84
Pasar Ghaib
85
Godaan Berat
86
Nasihat Perawat Asing
87
Psikolog atau Ustadz?
88
Penjelasan Ustadz Adam
89
Diganggu Celia
90
Kembali Bangun
91
Main Petak Umpet
92
Lorong Rahasia
93
Pak Kiman?!!
94
Permainan Seru
95
Ancaman pak Adda
96
Bermain di Luar
97
Berhasil Kabur
98
Bantuan dari Sein
99
Bertemu Sella
100
Foto Kimanto
101
Persiapan Menjemput Emma
102
Dimarahi Hantu
103
Curhat Kuyang dan Kunti
104
Arahan dari Kakek Asing
105
Misi yang Tuntas
106
Reno Datang
107
Pelet Bi Hara
108
Rencana Reno
109
Sella Marah
110
Tertangkap Lagi
111
Kedstangan Reno
112
Mengalahkan Pak Adda
113
Pertolongan yang Lain
114
Keluar dari Ruang Rahasia
115
Sofia Mati
116
Meninggalkan Reno
117
Malam Berkabut
118
Kiman Tersadar
119
Pemuda Aneh
120
Bertemu Rudolf di Pasar Ghaib
121
Terbangun di Rumah Sakit
122
Kebenaran tentang Pak Kiman
123
Berkunjung ke Rumah Megah
124
Sella dalam Wujud Manusia
125
Wali Pengganti
126
Mengunjungi Susi
127
Bertemu dalam Mimpi
128
Permintaan Terakhir
129
Akhir yang Bahagia
130
Promosi Genre TEEN
131
Promosi Genre Rumah Tangga

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!