Ditinggal Susi

"Emm, kamu datang juga?" Suara seorang lelaki menyapa Emma dari arah belakang nya.

Seketika Emma pun menoleh.

"Reno.. " sapa balik Emma dengan perasaan yang sulit untuk dijelaskan.

Emma masih mengingat jelas pertemuan terakhir nya dengan Reno. Saat itu ia baru berhasil kabur dari villa Grandhill, tempat dua boneka setan itu tinggal.

Saat itu Emma menyadari kalau kondisi nya sedang kacau. Ia bahkan sampai meminjam jaket army milik Reno untuk menutupi bagian belakang gaun nya yang terembes oleh darah haid.

Mengingat kejadian itu, seketika wajah Emma pun memerah karena rasa jengah. Jika bisa, gadis itu ingin sekali menghapus memori memalukan nya bersama Reno saat itu.

Sayang nya Emma jelas tak bisa melakukan nya. Alhasil kini ia harus bertahan untuk tetap bersikap cool, meski sebenar nya hati nya sungguh masih merasa malu.

"Baru datang, Emm?" Tanya Reno basa-basi.

"Yah.. lumayan lah," jawab singkat Emma.

"Kamu sendirian datang ke sini? Naik angkot?" Tanya Reno kembali.

"Sama Susi kok. Naik motor," jawab Emma lagi.

"Ooh.. tunggu sebentar. Aku ambilin minum ya buat kamu! Orange juice kan?" Tawar Reno seraya bangkit berdiri.

"Gak usah, Ren! Aku nanti aja nunggu..Susi.."

Kata terakhir Emma tak sempat didengar oleh Reno karena pemuda itu sudah menjauhi Emma menuju stand minuman.

Tanpa bisa dicegah, kedua netra Emma mengikuti pergerakan Reno.

Pemuda itu kini sudah mencukur habis jambang dan juga kumis nya yang lebat. Emma seperti melihat Reno yang sangat dikenal nya semasa SMA dulu kini hadir kembali di depan mata nya.

Emma mendesah tanpa ia sadari. Sedikit penyesalan mengendap di benak Emma. Berharap kejadian selingkuh antara Reno dan Mei Chan tak pernah terjadi.

'Jika saja itu tak pernah terjadi, mungkin saja aku dan Reno masih..' Emma bergumam seorang diri.

"Emm.." Susi tiba-tiba muncul dan mengagetkan Emma.

"Susi! Kamu ke mana aja? Lama banget sih parkir motor doang! Kamu pucat banget.. kita pulang aja yuk sekarang?" Ajak Emma seketika saat melihat wajah Susi uang terlihat sangat pucat.

"Maaf ya.. karena aku kamu jadi gak bisa have fun.." sesal Susi.

"Gak apa-apa, Sus.. kamu tuh jauh lebih penting daripada acara ini. Yuk, kita pulang sekarang!" Ajak Emma sambil mengambil tas bahu nya yang tadi ia letakkan di atas meja.

"Emma? Kamu mau ke mana? Ini aku udah bawain jus jeruk nya. Aku ambilin kamu cake juga," panggilan Reno menahan langkah Emma.

"Reno, ini.. aku mau pulang aja ya sekarang. Soal nya Susi lagi kurang sehat. Jadi.."

Belum selesai Emma bicara, kembali muncul Inge dengan semangkok kecil bakso kuah.

"Emm.. ini ku bawain bakso buat kamu. Eh, ada Reno! Wah.. aku ngegangguin kalian ngobrol ya? Apa aku pergi aja dulu ya?" Tutur Inge panjang lebar.

"Apaan sih, Nge. Udah di sini aja. Temenin Reno ngobrol. Soal nya aku mau pulang duluan ya," ujar Emma.

"Lho kok pulang sekarang sih? Acara inti nya belum mulai, Emm.. nanti aja lah pulang nya!" Bujuk Inge memaksa.

"Kasihan Susi nih, Nge. Dia beneran kurang sehat. Lihat aja sen.. eh? Susi mana?" Emma celingukan mencari Susi.

Ia edarkan pandangan nya ke sana kemari. Namun ia tak kunjung menemukan keberadaan sosok Susi.

"Susi nya mana, Emm? Jangan-jangan dia udah pulang duluan lagi," Inge menebak.

"Masa sih? Tapi dia gak bilang apa-apa ke aku.." gumam Emma terlihat bingung.

"Ya kali dia malu jadi nyamuk di antara kamu dan Reno yang asik ngobrol?" Sahut Inge lagi sambil melirik ke arah Reno.

Yang dilirik tak merubah ekspresi nya. Ia tetap fokus memperhatikan Emma.

"Kalau gitu, aku cari Susi dulu deh ya. Tadi dia kelihatan pucat banget. Aku khawatir sama dia.." pamit Emma kembali.

"Aku ikut kamu, Emm!" Ujar Reno mengikuti langkah Emma.

Emma membiarkan Reno mengikut di belakang nya. Lebih tepat nya sih, ia mengabaikan Reno sepenuh nya.

Dengan raut cemas, Emma meraih ponsel dari dalam tas. Kemudian mendial nomor Susi. Sayang nya nomor Susi saat itu sedang tidak aktif.

"Gak diangkat?" Tebak Reno saat melihat ekspresi kecewa di wajah Emma.

"Iya. Ke mana sih Susi? Coba ke parkiran deh. Mungkin dia sekarang masih di sana," gumam Emma bermonolog.

Reno terus mengikuti Emma hingga ke parkiran. Sesampai nya di sana, Emma lagi-lagi mengedarkan pandangan nya ke segala arah.

Saat ia tak menemukan sosok Susi, Emma berlanjut mencari keberadaan motor kawan karib nya itu. Namun ternyata ia tak jua menemukan nya.

"Motor nya juga gak ada?! Dih.. kebangetan bener sih Susi! Seenak nya ninggalin aku sendirian! Gimana nanti aku pulang coba?!" Emma mendumel kesal sendirian.

"Nanti biar aku yang anterin kamu, Emm.." Reno menawarkan tumpangan.

Emma pun langsung tersadar kalau Reno maish berada di dekat nya. Ia jadi malu sendiri karena tadi asik bergumam tanpa mengingat keberadaan lelaki itu.

"Emm.. gak usah, Ren.. naik angkot juga bisa kok," Emma menolak tawaran Rwno.

Sayang nya bukan Reno namanya bila ia langsung menyerah saat ditolak Emma. Ia pun kembali menawarkan tumpangan. Kali ini dengan alasan lain yang tak bisa ditolak oleh Emma.

"Gak apa-apa, Emm. Sekalian mau ngambil jaket ku kan masih ada di kamu..?" Reno beralasan.

"Oh iya ya! Maaf ya belum sempat aku balikin. Soalnya aku lupa jalan ke rumah kamu.." tutur Emma beralasan.

Gadis itu jelas berbohong dan Reno mengetahui hal itu.

Dulu Emma cukup sering main ke rumah Reno. Hampir setiap hari Minggu malah.

Jadi tak mungkin juga bila Emma lupa jalan ke rumah pemuda itu.

Meski begitu, Reno tak menyanggah pernyataan Emma lagi.

"Iya gak apa-apa. Jadi, kita mau pulang sekarang?" Tsnya Reno kembali.

"Kamu bukan nya baru datang ya, Ren? Enggak sayang kalau langsung pulang. Siapa tahu kamu mau ketemu sama Erik..dan juga yang lain nya?" Tutur Emma terburu-buru.

Tiba-tiba saja ia merasa canggung usai kelepasan menyebut nama Erik di depan Reno.

Jelas-jelas hubungan antara dua mantan sahabat itu tak baik-baik saja, usai Erik menyatakan cinta nya kepada Emma, dulu.

"Mm.." Emma terlihat menggaruk kepala nya yang tak gatal.

Baru juga dia hendak mengatakan sesuatu lagi, saat tiba-tiba saja sebuah mobil civic metalik masuk ke area parkiran. Seketiis Emma dan Reno pun minggir ke tepi parkiran.

"Kita masuk lagi aja deh, Ren ke dalam. Satu jam an lagi aja di dalam. Baru nanti kita pulang. Gimana?" Emma mengusulkan.

"Oke. Aku ikut kamu aja lah, Emm.." jawab Reno asal.

Tak lama kemudian sosok lelaki pengendara mobil civic metalik tadi keluar dari dalam mobil nya. Ia ternyata adalah peserta reuni seperti Emma dan juga Reno.

Pandangan Emma dan Reno seketika terkejut kala menyadari identitas lelaki yang baru datang itu.

"Hai, Emm! Lama gak ketemu. Gak nyangka, kamu masih awet ya sama Reno!" Sapa lelaki pengendara civic itu cukup akrab.

***

Terpopuler

Comments

Astuty Nuraeni

Astuty Nuraeni

eh bukan haha

2022-12-28

1

mom mimu

mom mimu

pasti Erik ini mah, bener kan kak Mell 😅😅✌🏻✌🏻

2022-12-14

1

mom mimu

mom mimu

beneran Reno ya, Yeay... tebakan aku bener nih 😁😁✌🏻✌🏻

2022-12-14

1

lihat semua
Episodes
1 Awal Mula
2 Lowongan Pekerjaan
3 Bermain
4 Menjadi Tahanan
5 Terbebas
6 Bertemu Reno
7 Diantar Pulang
8 Nasihat Mama
9 Ke Mall
10 Kejadian Ganjil
11 Kesambet
12 Kedatangan Susi
13 Galaknya Mama
14 Eyang Untung
15 Obrolan Soal Menikah
16 Bermain ke Rumah Inge
17 Reuni SMA
18 Ditinggal Susi
19 Mama Kecelakaan
20 Diagnosa Dokter
21 Ancaman ibu Sofia
22 Surat Perjanjian Baru
23 Harapan Mama
24 Kata Hati Emma
25 Membuat Kenangan
26 Kembali Lagi
27 Ucapan Selamat Datang
28 Bekerja pada Orang Gila
29 Tanda Terima Kasih
30 Siapa itu Celia?
31 Diam nya Sella dan Cello
32 Harapan Retno
33 Harapan di Penghujung Subuh
34 Terang Hari
35 Perselisihan di Dapur
36 Persiapan Makan Malam
37 Kekenyangan
38 Terjebak di Taman Labirin
39 Dunia Mimpi
40 Tinggal Sendiri
41 Rudolf
42 Buah Pengingat
43 Air Terjun Pelupa
44 Terbangun
45 Chat dengan Reno
46 Cello Marah
47 Pagi Merona
48 Sarapan Duluan
49 Terhipnotis
50 Hampir tenggelam
51 Perbincangan Monolog dengan Cello
52 Cerita Bi Hara
53 Rahasia
54 Kebenaran
55 Wanita Gila Yang Sebenarnya
56 Satu Kamar
57 Sein
58 Kemunculan Susi
59 Hal Ganjil
60 Susi Koma?
61 Kebenaran tentang Susi
62 Confession
63 Kenangan Saat Putus
64 Janji Reno
65 Siluet
66 Kisah Hidup Pak Kiman
67 Masuk Perangkap
68 Candaan Reno
69 Mengunjungi Susi
70 Kesimpulan Emma
71 Menjenguk Mama
72 Prakata Retno
73 Bertemu Mei
74 Ditodong Menikah
75 Ke KUA Yuk!
76 Ketidaksabaran Celia
77 Pulang
78 Canda dan Tawa
79 Spirit Susi
80 Susi Bercerita
81 Minta Tolong Mbak Kunti
82 Boneka Emma
83 Bertemu Sella dan cello lagi
84 Pasar Ghaib
85 Godaan Berat
86 Nasihat Perawat Asing
87 Psikolog atau Ustadz?
88 Penjelasan Ustadz Adam
89 Diganggu Celia
90 Kembali Bangun
91 Main Petak Umpet
92 Lorong Rahasia
93 Pak Kiman?!!
94 Permainan Seru
95 Ancaman pak Adda
96 Bermain di Luar
97 Berhasil Kabur
98 Bantuan dari Sein
99 Bertemu Sella
100 Foto Kimanto
101 Persiapan Menjemput Emma
102 Dimarahi Hantu
103 Curhat Kuyang dan Kunti
104 Arahan dari Kakek Asing
105 Misi yang Tuntas
106 Reno Datang
107 Pelet Bi Hara
108 Rencana Reno
109 Sella Marah
110 Tertangkap Lagi
111 Kedstangan Reno
112 Mengalahkan Pak Adda
113 Pertolongan yang Lain
114 Keluar dari Ruang Rahasia
115 Sofia Mati
116 Meninggalkan Reno
117 Malam Berkabut
118 Kiman Tersadar
119 Pemuda Aneh
120 Bertemu Rudolf di Pasar Ghaib
121 Terbangun di Rumah Sakit
122 Kebenaran tentang Pak Kiman
123 Berkunjung ke Rumah Megah
124 Sella dalam Wujud Manusia
125 Wali Pengganti
126 Mengunjungi Susi
127 Bertemu dalam Mimpi
128 Permintaan Terakhir
129 Akhir yang Bahagia
130 Promosi Genre TEEN
131 Promosi Genre Rumah Tangga
Episodes

Updated 131 Episodes

1
Awal Mula
2
Lowongan Pekerjaan
3
Bermain
4
Menjadi Tahanan
5
Terbebas
6
Bertemu Reno
7
Diantar Pulang
8
Nasihat Mama
9
Ke Mall
10
Kejadian Ganjil
11
Kesambet
12
Kedatangan Susi
13
Galaknya Mama
14
Eyang Untung
15
Obrolan Soal Menikah
16
Bermain ke Rumah Inge
17
Reuni SMA
18
Ditinggal Susi
19
Mama Kecelakaan
20
Diagnosa Dokter
21
Ancaman ibu Sofia
22
Surat Perjanjian Baru
23
Harapan Mama
24
Kata Hati Emma
25
Membuat Kenangan
26
Kembali Lagi
27
Ucapan Selamat Datang
28
Bekerja pada Orang Gila
29
Tanda Terima Kasih
30
Siapa itu Celia?
31
Diam nya Sella dan Cello
32
Harapan Retno
33
Harapan di Penghujung Subuh
34
Terang Hari
35
Perselisihan di Dapur
36
Persiapan Makan Malam
37
Kekenyangan
38
Terjebak di Taman Labirin
39
Dunia Mimpi
40
Tinggal Sendiri
41
Rudolf
42
Buah Pengingat
43
Air Terjun Pelupa
44
Terbangun
45
Chat dengan Reno
46
Cello Marah
47
Pagi Merona
48
Sarapan Duluan
49
Terhipnotis
50
Hampir tenggelam
51
Perbincangan Monolog dengan Cello
52
Cerita Bi Hara
53
Rahasia
54
Kebenaran
55
Wanita Gila Yang Sebenarnya
56
Satu Kamar
57
Sein
58
Kemunculan Susi
59
Hal Ganjil
60
Susi Koma?
61
Kebenaran tentang Susi
62
Confession
63
Kenangan Saat Putus
64
Janji Reno
65
Siluet
66
Kisah Hidup Pak Kiman
67
Masuk Perangkap
68
Candaan Reno
69
Mengunjungi Susi
70
Kesimpulan Emma
71
Menjenguk Mama
72
Prakata Retno
73
Bertemu Mei
74
Ditodong Menikah
75
Ke KUA Yuk!
76
Ketidaksabaran Celia
77
Pulang
78
Canda dan Tawa
79
Spirit Susi
80
Susi Bercerita
81
Minta Tolong Mbak Kunti
82
Boneka Emma
83
Bertemu Sella dan cello lagi
84
Pasar Ghaib
85
Godaan Berat
86
Nasihat Perawat Asing
87
Psikolog atau Ustadz?
88
Penjelasan Ustadz Adam
89
Diganggu Celia
90
Kembali Bangun
91
Main Petak Umpet
92
Lorong Rahasia
93
Pak Kiman?!!
94
Permainan Seru
95
Ancaman pak Adda
96
Bermain di Luar
97
Berhasil Kabur
98
Bantuan dari Sein
99
Bertemu Sella
100
Foto Kimanto
101
Persiapan Menjemput Emma
102
Dimarahi Hantu
103
Curhat Kuyang dan Kunti
104
Arahan dari Kakek Asing
105
Misi yang Tuntas
106
Reno Datang
107
Pelet Bi Hara
108
Rencana Reno
109
Sella Marah
110
Tertangkap Lagi
111
Kedstangan Reno
112
Mengalahkan Pak Adda
113
Pertolongan yang Lain
114
Keluar dari Ruang Rahasia
115
Sofia Mati
116
Meninggalkan Reno
117
Malam Berkabut
118
Kiman Tersadar
119
Pemuda Aneh
120
Bertemu Rudolf di Pasar Ghaib
121
Terbangun di Rumah Sakit
122
Kebenaran tentang Pak Kiman
123
Berkunjung ke Rumah Megah
124
Sella dalam Wujud Manusia
125
Wali Pengganti
126
Mengunjungi Susi
127
Bertemu dalam Mimpi
128
Permintaan Terakhir
129
Akhir yang Bahagia
130
Promosi Genre TEEN
131
Promosi Genre Rumah Tangga

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!