Bertemu Reno

"Emm? Emma?"

Emma tersentak kaget saat seseorang menepuk bahu nya pelan.

Emma pun seketika mengangkat wajah nya ke atas. Dan ia beradu pandang dengan seorang lelaki tinggi yang memakai celana jeans, jaket army dan topi bermotif army pula.

Dua mata elang milik lelaki itu kini menatap Emma dengan pandangan tajam.

"Kamu gak apa-apa, Emm?" Tanya lelaki di depan Emma.

Emma berusaha untuk mengenali identitas lelaki itu. Sayang nya hampir keseluruhan wajah lelaki itu ditutupi oleh jambang dan kumis yang cukup lebat. Jadi Emma kesulitan untuk mengenali identitas lelaki di depan nya itu.

"Bangunlah, Emm. Ayo!"

Emma merasa mengenal baik suara lelaki itu. Karena nya tanpa sadar ia menerima uluran tangan lelaki itu, yang kemudian mengajak nya bangkit berdiri.

Selanjutnya Emma dituntun ke salah satu kursi kosong yang ada tepat di belakang sopir.

Emma duduk di kursi persis samping jendela. Sementara lelaki tadi menempati kursi di samping Emma duduk.

Bus terus melaju dan tak lagi berhenti.

Dini hari itu di dalam bus hanya berisi beberapa penumpang saja yang jumlah nya tak lebih dari sepuluh orang. Termasuk dengan Emma dan lelaki yang duduk di samping nya.

Sebelum bus berhenti dan menaikkan Emma, hampir semua penumpang sedang pulas tertidur dalam bus.

Kemudian saat Emma masuk ke dalam bus dan berteriak pada sopir bus untuk segera menjalankan bus nya, beberapa penumpang jadi terbangun dan menatap Emma dengan pandangan aneh.

Tapi tak lama kemudian semua penumpang itu lalu kembali tertidur. Keletihan dan rasa kantuk menjadi penyebab hampir semua penumpang itu untuk mengacuhkan keberadaan Emma.

Terkecuali seorang penumpang lelaki yang langsung bangkit dari tempat duduk nya dan mendekati Emma yang terduduk lemas di dekat pintu masuk bus.

"Kamu habis dari mana, Emm? Penampilan kamu agak..berantakan," lelaki di samping Emma bertanya sambil mengomentari penampilan nya.

Maklum saja. Penampilan Emma memang terlihat berantakan saat itu. Dengan baju piyama berwarna biru sepanjang lutut, serta rambut cokelat nya yang tergerai bebas.

Terlebih lagi ada beberapa potongan ranting dan daun yang menempel acak di rambut Emma.

Semakin pantas lah bila penampilan nya mendapat penilaian berantakan dari mulut pemuda itu.

"Aku.."

Emma berhenti bicara. Tanpa sadar ia memegang leher nya. Ia merasa haus. Benar-benar haus.

Bagaimana tidak haus? Emma telah berlari selama hampir satu jam lama nya. Mulai dari dalam kamar villa tempat nya dikurung, hingga ke tepi jalan tempat nya menaiki bus tadi. Emma benar-benar kehausan saat itu.

Seolah mengerti dengan kondisi Emma, lelaki berjambang lebat itu pun segera mengeluarkan air mineral botol dari dalam ransel nya.

Lelaki itu membuka tutup botol air, baru kemudian menempelkan nya persis ke bibir Emma.

"Minumlah. Kamu sepertinya kehausan.."

Tanpa berkata apa-apa kagi, Emma langsung meminum air mineral itu beberapa kali tegukan.

"Pelan-pelan aja, Emm.. semuanya buat kamu kok.." imbuh lekaki bermata ramah itu.

Emma mengerjapkan kedua mata nya beberapa kali.

Tanpa sadar ingatan nya melayang ke memori lama milik nya. Beberapa kalimat serupa seperti yang diucapkan oleh lelaki di samping nya itu pun terngiang di benak Emma.

'Aku sengaja beli cake buat kamu, Emm. Jadi makan aja sepuas nya. Semuanya buat kamu, kok!' ucap seorang pria yang pernah memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Emma, dulu sekali.

Emma pun tersentak kaget. Tanpa sadar ia mengeratkan pegangan nya pada botol air yang dipegang nya. Lalu menatap lekat lelaki yang beberapa menit terakhir ini telah memberikan perhatian lebih kepada nya.

"Reno?! Kamu Reno?!" Tanya Emma, saat mengenali identitas lelaki itu.

...

Reno terlihat sedikit tak nyaman saat menangkap tudingan di wajah Emma. Entah kenapa ia jadi teringat dengan pertemuan terakhir mereka berdua.

Itu adalah saat Emma menangkap kejadian sial nya bersama Mei Chan.

Karena cumbuan Mei Chan itu lah Emma marah besar kepada Reno, dan langsung meminta putus dari nya saat itu juga.

Emma juga langsung pergi begitu saja tanpa mau mendengarkan penjelasan Reno.

Berkali-kali Reno mencoba menghubungi atau menemui Emma, gadis itu tetap mengabaikan keberadaan nya.

Alhasil Reno pun menyerah. Bersama lelah yang dirasa nya, Reno membawa pergi hati nya yang juga ikutan patah.

"Iya, Emm. Ini aku. Reno," Reno membenarkan sapaan Emma kepada nya.

"Kamu ngapain malam-malam sendirian di jalan tadi? Tangan kamu juga, kenapa ini? Kamu terluka, Emm?!"

Reno menyadari lengan kanan Emma yang dibalut perban. Perban itu kini berwarna merah karena darah yang merembes keluar.

Dengan kalut Reno bergegas mengambil kaos nya yang masih bersih dari dalam tas. Ia kemudian menyobek panjang kaos nya dan mengikat lengan Emma yang terluka dengan sobekan kaos itu.

Selama Reno membalut lengan nya, Emma tetap diam memperhatikan setiap gerakan dan perhatian Reno kepada nya.

Gadis itu langsung teringat dengan semua perhatian Reno kepadanya dulu saat mereka masih berpacaran.

Tadi nya Emma berpikir kalau Reno adalah the only one untuk nya. Satu-satu nya untuk Emma.

Namun anggapan nya itu harus ambyar seketika kala ia mendapati Reno sedang bercumbu mesra dengan Mei Chan, kawan kelas mereka sendiri.

Kejadian nya memang sudah lama. Sekitar akhir tahun ke tiga mereka di bangku SMA. Meski begitu Emma masih mengingat jelas, bagaimana ia merasa hancur saat itu.

Hati nya terasa remuk redam kala mendapati belahan jiwa nya, Reno, telah mengkhianati kepercayaan nya.

Sejak saat itulah Emma mengabaikan keberadaan Reno. Ia menegaskan diri nya kalau ia tak pernah mengenal seseorang yang bernama Reno dalam hidup nya.

"Kamu harus pergi ke dokter secepat nya, Emm. Khawatir luka nya infeksi. Sebenar nya kamu habis dari mana sih, Emm?" Reno kembali bertanya.

"Aku.." Emma kesulitan untuk mengurai kata.

Ia bingung untuk menjelaskan kepada Reno yang rasional tentang kejadian mistis yamg ia alami selama seharian kemarin.

'Bagaimana bisa Reno percaya kepada ku bila ku ceritakan tentang dua boneka arwah itu?!' batin Emma berkecamuk kusut.

Melihat Emma yang tampak bingung, akhirnya Reno tak memaksakan rasa penasaran nya lagi kepada Emma.

Dengan sabar lelaki itu menyodorkan kembali botol mineral yang masih dipegang erat oleh Emma.

"Minum lah lagi. Lalu tidur lah. Aku akan mengantarkan mu pulang. Kita mungkin akan sampai sekitar satu jam lagi. Kamu bisa tidur dulu untuk sementara waktu," tutur Reno dengan suara pelan.

Bagai terhipnotis, Emma mengikuti semua arahan Reno kepada nya. Ia langsung memejamkan kedua mata nya begitu kepala nya rebah di sandaran kursi yang ia duduki.

Saat itu, waktu menunjukkan pukul 03.40 dini hari.

***

Terpopuler

Comments

Rini Antika

Rini Antika

jd Reno mantannya Emma?

2022-12-21

1

mom mimu

mom mimu

kayanya Mei Chan sengaja jebak Emma nih... Reno kayanya gak salah ya Kak Mell, dia d jebak juga nih kayanya sama Mei Chan biar pisah sama Emma, bener gak sih?? 😁😁✌🏻✌🏻

2022-12-08

1

Lee

Lee

Bayangin tahu² di dalam bisa kosong gk ada orang..hiiiii

2022-12-06

1

lihat semua
Episodes
1 Awal Mula
2 Lowongan Pekerjaan
3 Bermain
4 Menjadi Tahanan
5 Terbebas
6 Bertemu Reno
7 Diantar Pulang
8 Nasihat Mama
9 Ke Mall
10 Kejadian Ganjil
11 Kesambet
12 Kedatangan Susi
13 Galaknya Mama
14 Eyang Untung
15 Obrolan Soal Menikah
16 Bermain ke Rumah Inge
17 Reuni SMA
18 Ditinggal Susi
19 Mama Kecelakaan
20 Diagnosa Dokter
21 Ancaman ibu Sofia
22 Surat Perjanjian Baru
23 Harapan Mama
24 Kata Hati Emma
25 Membuat Kenangan
26 Kembali Lagi
27 Ucapan Selamat Datang
28 Bekerja pada Orang Gila
29 Tanda Terima Kasih
30 Siapa itu Celia?
31 Diam nya Sella dan Cello
32 Harapan Retno
33 Harapan di Penghujung Subuh
34 Terang Hari
35 Perselisihan di Dapur
36 Persiapan Makan Malam
37 Kekenyangan
38 Terjebak di Taman Labirin
39 Dunia Mimpi
40 Tinggal Sendiri
41 Rudolf
42 Buah Pengingat
43 Air Terjun Pelupa
44 Terbangun
45 Chat dengan Reno
46 Cello Marah
47 Pagi Merona
48 Sarapan Duluan
49 Terhipnotis
50 Hampir tenggelam
51 Perbincangan Monolog dengan Cello
52 Cerita Bi Hara
53 Rahasia
54 Kebenaran
55 Wanita Gila Yang Sebenarnya
56 Satu Kamar
57 Sein
58 Kemunculan Susi
59 Hal Ganjil
60 Susi Koma?
61 Kebenaran tentang Susi
62 Confession
63 Kenangan Saat Putus
64 Janji Reno
65 Siluet
66 Kisah Hidup Pak Kiman
67 Masuk Perangkap
68 Candaan Reno
69 Mengunjungi Susi
70 Kesimpulan Emma
71 Menjenguk Mama
72 Prakata Retno
73 Bertemu Mei
74 Ditodong Menikah
75 Ke KUA Yuk!
76 Ketidaksabaran Celia
77 Pulang
78 Canda dan Tawa
79 Spirit Susi
80 Susi Bercerita
81 Minta Tolong Mbak Kunti
82 Boneka Emma
83 Bertemu Sella dan cello lagi
84 Pasar Ghaib
85 Godaan Berat
86 Nasihat Perawat Asing
87 Psikolog atau Ustadz?
88 Penjelasan Ustadz Adam
89 Diganggu Celia
90 Kembali Bangun
91 Main Petak Umpet
92 Lorong Rahasia
93 Pak Kiman?!!
94 Permainan Seru
95 Ancaman pak Adda
96 Bermain di Luar
97 Berhasil Kabur
98 Bantuan dari Sein
99 Bertemu Sella
100 Foto Kimanto
101 Persiapan Menjemput Emma
102 Dimarahi Hantu
103 Curhat Kuyang dan Kunti
104 Arahan dari Kakek Asing
105 Misi yang Tuntas
106 Reno Datang
107 Pelet Bi Hara
108 Rencana Reno
109 Sella Marah
110 Tertangkap Lagi
111 Kedstangan Reno
112 Mengalahkan Pak Adda
113 Pertolongan yang Lain
114 Keluar dari Ruang Rahasia
115 Sofia Mati
116 Meninggalkan Reno
117 Malam Berkabut
118 Kiman Tersadar
119 Pemuda Aneh
120 Bertemu Rudolf di Pasar Ghaib
121 Terbangun di Rumah Sakit
122 Kebenaran tentang Pak Kiman
123 Berkunjung ke Rumah Megah
124 Sella dalam Wujud Manusia
125 Wali Pengganti
126 Mengunjungi Susi
127 Bertemu dalam Mimpi
128 Permintaan Terakhir
129 Akhir yang Bahagia
130 Promosi Genre TEEN
131 Promosi Genre Rumah Tangga
Episodes

Updated 131 Episodes

1
Awal Mula
2
Lowongan Pekerjaan
3
Bermain
4
Menjadi Tahanan
5
Terbebas
6
Bertemu Reno
7
Diantar Pulang
8
Nasihat Mama
9
Ke Mall
10
Kejadian Ganjil
11
Kesambet
12
Kedatangan Susi
13
Galaknya Mama
14
Eyang Untung
15
Obrolan Soal Menikah
16
Bermain ke Rumah Inge
17
Reuni SMA
18
Ditinggal Susi
19
Mama Kecelakaan
20
Diagnosa Dokter
21
Ancaman ibu Sofia
22
Surat Perjanjian Baru
23
Harapan Mama
24
Kata Hati Emma
25
Membuat Kenangan
26
Kembali Lagi
27
Ucapan Selamat Datang
28
Bekerja pada Orang Gila
29
Tanda Terima Kasih
30
Siapa itu Celia?
31
Diam nya Sella dan Cello
32
Harapan Retno
33
Harapan di Penghujung Subuh
34
Terang Hari
35
Perselisihan di Dapur
36
Persiapan Makan Malam
37
Kekenyangan
38
Terjebak di Taman Labirin
39
Dunia Mimpi
40
Tinggal Sendiri
41
Rudolf
42
Buah Pengingat
43
Air Terjun Pelupa
44
Terbangun
45
Chat dengan Reno
46
Cello Marah
47
Pagi Merona
48
Sarapan Duluan
49
Terhipnotis
50
Hampir tenggelam
51
Perbincangan Monolog dengan Cello
52
Cerita Bi Hara
53
Rahasia
54
Kebenaran
55
Wanita Gila Yang Sebenarnya
56
Satu Kamar
57
Sein
58
Kemunculan Susi
59
Hal Ganjil
60
Susi Koma?
61
Kebenaran tentang Susi
62
Confession
63
Kenangan Saat Putus
64
Janji Reno
65
Siluet
66
Kisah Hidup Pak Kiman
67
Masuk Perangkap
68
Candaan Reno
69
Mengunjungi Susi
70
Kesimpulan Emma
71
Menjenguk Mama
72
Prakata Retno
73
Bertemu Mei
74
Ditodong Menikah
75
Ke KUA Yuk!
76
Ketidaksabaran Celia
77
Pulang
78
Canda dan Tawa
79
Spirit Susi
80
Susi Bercerita
81
Minta Tolong Mbak Kunti
82
Boneka Emma
83
Bertemu Sella dan cello lagi
84
Pasar Ghaib
85
Godaan Berat
86
Nasihat Perawat Asing
87
Psikolog atau Ustadz?
88
Penjelasan Ustadz Adam
89
Diganggu Celia
90
Kembali Bangun
91
Main Petak Umpet
92
Lorong Rahasia
93
Pak Kiman?!!
94
Permainan Seru
95
Ancaman pak Adda
96
Bermain di Luar
97
Berhasil Kabur
98
Bantuan dari Sein
99
Bertemu Sella
100
Foto Kimanto
101
Persiapan Menjemput Emma
102
Dimarahi Hantu
103
Curhat Kuyang dan Kunti
104
Arahan dari Kakek Asing
105
Misi yang Tuntas
106
Reno Datang
107
Pelet Bi Hara
108
Rencana Reno
109
Sella Marah
110
Tertangkap Lagi
111
Kedstangan Reno
112
Mengalahkan Pak Adda
113
Pertolongan yang Lain
114
Keluar dari Ruang Rahasia
115
Sofia Mati
116
Meninggalkan Reno
117
Malam Berkabut
118
Kiman Tersadar
119
Pemuda Aneh
120
Bertemu Rudolf di Pasar Ghaib
121
Terbangun di Rumah Sakit
122
Kebenaran tentang Pak Kiman
123
Berkunjung ke Rumah Megah
124
Sella dalam Wujud Manusia
125
Wali Pengganti
126
Mengunjungi Susi
127
Bertemu dalam Mimpi
128
Permintaan Terakhir
129
Akhir yang Bahagia
130
Promosi Genre TEEN
131
Promosi Genre Rumah Tangga

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!