Nasihat Mama

"Emma? Kamu sudah pulang?" Sapaan dari Retno (ibu Emma) seketika mencairkan kristal bening yang sudah Emma tahan sejak beberapa jam terakhir.

Gadis itu pun seketika menghamburkan diri nya ke tubuh renta sang Mama.

"Mama!" Emma pun menangis tersedu-sedu.

Retno terkejut bukan main saat putri satu-satu nya itu pulang pagi dan bersikap tak wajar.

Dengan sabar, Retno pun menuntun bahu Emma hingga mereka berdua duduk di atas sofa ruang tamu.

"Kamu kenapa, Emm? Cerita ke Mama, Sayang?" Tanya Retno membujuk.

"Emma.."

Tanpa babibu lagi, Emma pun menceritakan semua pengalaman nya selama dua hari terakhir. Selesai bercerita, Retno pun memberikan komentar nya.

"Kamu.. yakin soal dua boneka setan itu, Emm? Atau jangan-jangan itu cuma halusinasi kamu aja? Soalnya kamu kan suka nonton yang seram-seram. Mama tahu loh kegemaran mu itu. Mama sering kedengaran suara hp kamu pas lihat film seram," komentar Retno.

"Enggak, Ma! Emma serius banget! Itu boneka memang ada setan nya jadi bisa gerak sendiri. Bawa pisau sendiri. Nih bukti nya, tangan Emma berdarah kan?" Ujar Emma dengan air mata yang masih berlinang.

Retno menatap Emma selama beberapa saat lagi. Dan Emma menyadari arti tatapan Mama nya itu.

Jelas sekali kalau sang Mama tak mempercayai cerita nya tentang boneka arwah.

"Ya sudah. Sekarang kamu istirahat dulu aja. Oh ya, terus hp sama barang-barang kamu ditinggalin di sana gitu?" Tanya Retno lagi.

Dan Emma pun tersentak kaget. Ia baru teringat dengan semua barang pribadi nya itu.

"Duh! Iya, Ma! Gimana ini?" Emma terlihat bingung sekaligus panik.

"Ya diambil lah, Emm!" Seru Retno.

Emma mendadak melebarkan kedua mata nya. Pertanda ia masih terlalu ngeri untuk melakukan usulan dari sang Mama.

"Ya sudah. Jangan dulu deh. Kamu istirahat aja dulu. Nanti kalau kamu sudah merasa baikan, kamu bisa ke sana lagi untuk ambil barang-barang kamu," tutur Retno dengan usulan yang lain.

Emma masih melotot ngeri. Sama sekali tak terpikir di benak nya untuk pergi kembali ke villa Grand hill itu.

'Dih! Amit-amit deh ke sana lagi! Gak bakal aku mau pergi ke rumah setan itu lagi! Ini aja bisa bebas gini udah alhamdulillah banget!' seru Emma dalam hati.

"Sudah sana, kamu ganti baju dan istirahat. Kamu udah shalat subuh. Belum?" Tanya Retno mengingatkan.

"Belum, Ma.. tapi Emma masih M kok.." sahut Emma terburu-buru.

"Oh.. ya sudah. Sebentar ibu buatkan nasi goreng ya buat kamu. Kamu pasti lapar kan?"

Retno pun berlalu ke dapur. Meninggalkan Emma yang duduk meringkuk di atas sofa.

Sekembalinya Retno dari dapur, ia dibuat heran karena melihat Emma yang masih sama seperti penampilan nya ketika awal datang tadi.

"Kamu belum ganti baju, Emm? Bukan nya bersih-bersih dulu. Anak gadis itu harus bisa jaga kebersihan diri, M. Apalagi kamu sekarang lagi haid kan?" Retno mengingatkan Emma.

"Nanti aja lah, Ma. Emma mau makan aja dulu," tutur Emma yang langsung meraih piring berisi nasi goreng dari tangan sang Mama.

Sayang nya Retno bergegas menjauhkan piring tersebut dari jangkauan tangan Emma.

"Minimal cuci tangan sama kaki kamu dulu, Emm.. cuci muka juga sekalian. Gimana gak diikutin sama hantu coba, kalau kamu nya jorok begitu!" Tegur Retno terlihat mulai kesal.

"Ihh.. Mama kok ngomong nya gitu sih? Jangan ngomong gitu dong, Ma. Gimana kalau setan nya beneran ngikutin Emma ke sini?! Kan ngeri..!" Emma mengajukan protes. Mata nya mulai dilirikkan ke sana kemari dengan gelisah.

"Biarin aja! lagian kamu nya juga sih gak bisa jaga kebersihan sendiri. setan kan senang sama yang kotor-kotor, Emm!" tegur Retno kembali.

"Mama! Emma beneran takut ini.. jangan ngomong soal setan lagi dong, Ma!" Emma mengajukan pinta..

"Atuh maka nya, dengerin kata Mama, dong! Lagian ini bukan cuma kata Mama lho, Emm! Ini kata Bu ustadzah Harisah! Katanya kalau habis ke mana-mana tuh harus langsung cuci kaki, cuci tangan, cuci muka. Jadi makhluk halus yang ketemu di jalan langsung pada pergi," Retno menasihati.

"Udah gitu ingat juga untuk baca bismillah atau ucap salam pas masuk rumah. Atau baca bismillah setiap buka dan tutup pintu. Jadi kita selalu dalam perlindungan Allah. Ikutin dong nasihat nya, Emm! Udah dibilangin berkali-kali juga!" Lanjut Retno menasihati.

"Iya, Ma.. jadi nasi goreng nya, Ma? Emma laper.." ucap Emma mengiba.

"Cuci tangan dulu sana!" Titah Retno mendesak.

"Hhh.. iya. Iya. Emma cuci tangan.."

Sayang nya, ketika Emma berdiri, Retno melihat sesuatu yang mencengangkan di belakang Emma.

"Ya ampun, Emm! Itu darah kami sampai tembus gitu. Bersih-bersih dulu deh sana! Sekalian ganti baju! Anak cewek kok gak bisa jaga kebersihan diri sendiri!" Retno kembali mengomel panjang lebar.

Emma tersadar kalau ia tadi sudah melepas jaket Reno. Jadi Mama nya tentu lah bisa melihat selai merah nya yang merembes di bagian belakang piyama nya.

Dengan hati disabar-sabarkan, Emma pun bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri.

'Kalau Mama udah ngomel begini, mending diturutin aja deh kemauan nya!'Kalau enggak, nanti urusan nya bisa panjang!' pikir Emma dalam hati.

....

Selesai mandi dan berganti baju, Emma pun akhirnya bisa mengisi perut nya yang sudah sangat keroncongan.

"Emma, Mama berangkat dagang dulu ya? Kamu gak apa-apa kan Mama tinggal?" Tanya Retno dengan dua tentengan di masing-masing tangan nya.

"Iya, Ma. Gak apa-apa. Retno mau tiduran aja dulu deh. Retno ngantuk.." sahut Emma kemudian.

"Jam segini mau tidur? Ini masih kepagian, Emm.. mending shalat dhuha atau bersih-bersih rumah. Jangan dibiasain tidur pagi, Emm. Gak baik buat kesehatan!" Tegur Retno kembali menasihati Emma.

Emma menghela napas letih baru kemudian menyahuti nasihat sang Mama.

"Iya, Ma. Emma gak akan langsung tidur deh," jawab Emma.

"Terus jangan nonton film seram lagi deh, Emm. Biar kamu pikiran nya enggak parno terus. Mending lihat kajian atau ceramah. Lebih bermanfaat dan berilmu itu!" Lanjut Retno menasihati.

"Iya, Ma.. Udah sana Mama dagang aja. Nanti keburu siang lagi!" Emma mengingatkan Retno pada waktu.

"Aduh! Iya nih. Udah jam 7. Mama keburu telat ngelapak nih. Kamu sih ngajakin Mama ngobrol terus! Udah ya! Jaga rumah baik-baik! Assalamu'alaikum!" Pamit Retno sebelum akhir nya menghilang keluar rumah.

"Wa'alaikum salam.." sahut Emma.

Segera setelah sosok Retno pergi, Emma langsung merebahkan tubuh nya ke atas sofa.

Ia lupa dengan semua nasihat sang ibu. Karena saat ini ia hanya ingin mengistirahatkan tubuh dan pikiran nya dari memori tentang boneka arwah itu.

Tanpa sadar, dua jam pun berlalu sudah.

Dalam tidurnya, Emma terus bergerak gelisah. Ia bermimpi buruk tentang boneka arwah Sella dan Cello.

Mimpi yang benar-benar sangat buruk!

***

Terpopuler

Comments

🔵◡̈⃝︎☀MENTARY⃟🌻

🔵◡̈⃝︎☀MENTARY⃟🌻

Makin Seru Kk
Perjuangan Ucup Mampir

2022-12-18

1

Astuty Nuraeni

Astuty Nuraeni

kenapa emaknya nggak percaya sih

2022-12-12

1

mom mimu

mom mimu

jangan2 boneka sella dan cello masuk ke spiritnya Emma lagi, hihihi... masih kebawa suasana di Nevarest nih Kak Mell 😁😁😅😅

2022-12-10

1

lihat semua
Episodes
1 Awal Mula
2 Lowongan Pekerjaan
3 Bermain
4 Menjadi Tahanan
5 Terbebas
6 Bertemu Reno
7 Diantar Pulang
8 Nasihat Mama
9 Ke Mall
10 Kejadian Ganjil
11 Kesambet
12 Kedatangan Susi
13 Galaknya Mama
14 Eyang Untung
15 Obrolan Soal Menikah
16 Bermain ke Rumah Inge
17 Reuni SMA
18 Ditinggal Susi
19 Mama Kecelakaan
20 Diagnosa Dokter
21 Ancaman ibu Sofia
22 Surat Perjanjian Baru
23 Harapan Mama
24 Kata Hati Emma
25 Membuat Kenangan
26 Kembali Lagi
27 Ucapan Selamat Datang
28 Bekerja pada Orang Gila
29 Tanda Terima Kasih
30 Siapa itu Celia?
31 Diam nya Sella dan Cello
32 Harapan Retno
33 Harapan di Penghujung Subuh
34 Terang Hari
35 Perselisihan di Dapur
36 Persiapan Makan Malam
37 Kekenyangan
38 Terjebak di Taman Labirin
39 Dunia Mimpi
40 Tinggal Sendiri
41 Rudolf
42 Buah Pengingat
43 Air Terjun Pelupa
44 Terbangun
45 Chat dengan Reno
46 Cello Marah
47 Pagi Merona
48 Sarapan Duluan
49 Terhipnotis
50 Hampir tenggelam
51 Perbincangan Monolog dengan Cello
52 Cerita Bi Hara
53 Rahasia
54 Kebenaran
55 Wanita Gila Yang Sebenarnya
56 Satu Kamar
57 Sein
58 Kemunculan Susi
59 Hal Ganjil
60 Susi Koma?
61 Kebenaran tentang Susi
62 Confession
63 Kenangan Saat Putus
64 Janji Reno
65 Siluet
66 Kisah Hidup Pak Kiman
67 Masuk Perangkap
68 Candaan Reno
69 Mengunjungi Susi
70 Kesimpulan Emma
71 Menjenguk Mama
72 Prakata Retno
73 Bertemu Mei
74 Ditodong Menikah
75 Ke KUA Yuk!
76 Ketidaksabaran Celia
77 Pulang
78 Canda dan Tawa
79 Spirit Susi
80 Susi Bercerita
81 Minta Tolong Mbak Kunti
82 Boneka Emma
83 Bertemu Sella dan cello lagi
84 Pasar Ghaib
85 Godaan Berat
86 Nasihat Perawat Asing
87 Psikolog atau Ustadz?
88 Penjelasan Ustadz Adam
89 Diganggu Celia
90 Kembali Bangun
91 Main Petak Umpet
92 Lorong Rahasia
93 Pak Kiman?!!
94 Permainan Seru
95 Ancaman pak Adda
96 Bermain di Luar
97 Berhasil Kabur
98 Bantuan dari Sein
99 Bertemu Sella
100 Foto Kimanto
101 Persiapan Menjemput Emma
102 Dimarahi Hantu
103 Curhat Kuyang dan Kunti
104 Arahan dari Kakek Asing
105 Misi yang Tuntas
106 Reno Datang
107 Pelet Bi Hara
108 Rencana Reno
109 Sella Marah
110 Tertangkap Lagi
111 Kedstangan Reno
112 Mengalahkan Pak Adda
113 Pertolongan yang Lain
114 Keluar dari Ruang Rahasia
115 Sofia Mati
116 Meninggalkan Reno
117 Malam Berkabut
118 Kiman Tersadar
119 Pemuda Aneh
120 Bertemu Rudolf di Pasar Ghaib
121 Terbangun di Rumah Sakit
122 Kebenaran tentang Pak Kiman
123 Berkunjung ke Rumah Megah
124 Sella dalam Wujud Manusia
125 Wali Pengganti
126 Mengunjungi Susi
127 Bertemu dalam Mimpi
128 Permintaan Terakhir
129 Akhir yang Bahagia
130 Promosi Genre TEEN
131 Promosi Genre Rumah Tangga
Episodes

Updated 131 Episodes

1
Awal Mula
2
Lowongan Pekerjaan
3
Bermain
4
Menjadi Tahanan
5
Terbebas
6
Bertemu Reno
7
Diantar Pulang
8
Nasihat Mama
9
Ke Mall
10
Kejadian Ganjil
11
Kesambet
12
Kedatangan Susi
13
Galaknya Mama
14
Eyang Untung
15
Obrolan Soal Menikah
16
Bermain ke Rumah Inge
17
Reuni SMA
18
Ditinggal Susi
19
Mama Kecelakaan
20
Diagnosa Dokter
21
Ancaman ibu Sofia
22
Surat Perjanjian Baru
23
Harapan Mama
24
Kata Hati Emma
25
Membuat Kenangan
26
Kembali Lagi
27
Ucapan Selamat Datang
28
Bekerja pada Orang Gila
29
Tanda Terima Kasih
30
Siapa itu Celia?
31
Diam nya Sella dan Cello
32
Harapan Retno
33
Harapan di Penghujung Subuh
34
Terang Hari
35
Perselisihan di Dapur
36
Persiapan Makan Malam
37
Kekenyangan
38
Terjebak di Taman Labirin
39
Dunia Mimpi
40
Tinggal Sendiri
41
Rudolf
42
Buah Pengingat
43
Air Terjun Pelupa
44
Terbangun
45
Chat dengan Reno
46
Cello Marah
47
Pagi Merona
48
Sarapan Duluan
49
Terhipnotis
50
Hampir tenggelam
51
Perbincangan Monolog dengan Cello
52
Cerita Bi Hara
53
Rahasia
54
Kebenaran
55
Wanita Gila Yang Sebenarnya
56
Satu Kamar
57
Sein
58
Kemunculan Susi
59
Hal Ganjil
60
Susi Koma?
61
Kebenaran tentang Susi
62
Confession
63
Kenangan Saat Putus
64
Janji Reno
65
Siluet
66
Kisah Hidup Pak Kiman
67
Masuk Perangkap
68
Candaan Reno
69
Mengunjungi Susi
70
Kesimpulan Emma
71
Menjenguk Mama
72
Prakata Retno
73
Bertemu Mei
74
Ditodong Menikah
75
Ke KUA Yuk!
76
Ketidaksabaran Celia
77
Pulang
78
Canda dan Tawa
79
Spirit Susi
80
Susi Bercerita
81
Minta Tolong Mbak Kunti
82
Boneka Emma
83
Bertemu Sella dan cello lagi
84
Pasar Ghaib
85
Godaan Berat
86
Nasihat Perawat Asing
87
Psikolog atau Ustadz?
88
Penjelasan Ustadz Adam
89
Diganggu Celia
90
Kembali Bangun
91
Main Petak Umpet
92
Lorong Rahasia
93
Pak Kiman?!!
94
Permainan Seru
95
Ancaman pak Adda
96
Bermain di Luar
97
Berhasil Kabur
98
Bantuan dari Sein
99
Bertemu Sella
100
Foto Kimanto
101
Persiapan Menjemput Emma
102
Dimarahi Hantu
103
Curhat Kuyang dan Kunti
104
Arahan dari Kakek Asing
105
Misi yang Tuntas
106
Reno Datang
107
Pelet Bi Hara
108
Rencana Reno
109
Sella Marah
110
Tertangkap Lagi
111
Kedstangan Reno
112
Mengalahkan Pak Adda
113
Pertolongan yang Lain
114
Keluar dari Ruang Rahasia
115
Sofia Mati
116
Meninggalkan Reno
117
Malam Berkabut
118
Kiman Tersadar
119
Pemuda Aneh
120
Bertemu Rudolf di Pasar Ghaib
121
Terbangun di Rumah Sakit
122
Kebenaran tentang Pak Kiman
123
Berkunjung ke Rumah Megah
124
Sella dalam Wujud Manusia
125
Wali Pengganti
126
Mengunjungi Susi
127
Bertemu dalam Mimpi
128
Permintaan Terakhir
129
Akhir yang Bahagia
130
Promosi Genre TEEN
131
Promosi Genre Rumah Tangga

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!