Terbebas

Malam dingin nan kelam.

Seorang wanita muda tergesa-gesa berlari menerabas barisan rumput yang tinggi di tepian hutan. Ia tak mempedulikan rasa peras akibat libasan rumput dan ilalang yang menampar wajah nya.

Ia pun tak mempedulikan rasa pusing yang masih menyiksa kepala nya.

Satu-satu nya hal yang bisa dipikirkan oleh wanita itu adalah kebebasan yang akan segera dimiliki nya sebentar lagi.

Wanita itu tak lain dan tak bukan adalah Emma. Emma Chisela.

Flashback satu jam yang lalu..

Emma tiba-tiba terbangun saat ia mendengar suara 'klik. Klak. Klik. Klak.' yang terdengar begitu dekat.

Ia mengenal betul sumber penyebab muncul nya suara itu. Itu adalah suara langkah dua boneka arwah yang telah meneror nya kemarin malam.

Seketika itu pula jantung Emma berdegup lebih cepat. Dengan terburu-buru ia memejamkan kedua mata nya lagi.

Emma berharap suara langkah 'klik. Klak.' itu akan segera berlalu melewati kamar nya. Ia tak berharap suara mengerikan itu akan terdengar semakin kencang dan mendekati dirinya yang tertahan di atas kasur.

Ba dump. Ba dump.

Jantung Emma berdentum-dentum.

Berbagai doa pun Emma rapalkan dalam hati. Berharap Tuhan masih berbaik hati kepada nya untuk bisa melewati malam ini dengan tenang. Jikalau pun ia belum bisa terbebas dari villa Grandhill yang mengerikan ini segera.

Beberapa lama kemudian, Emma tak lagi mendengar suara 'klik. Klak.' di depan kamar nya. Akan tetapi ia masih cukup jelas mendengar percakapan di antara dua boneka arwah yang seperti nya sedang berada tepat di depan pintu kamar nya.

"Yahh.. kamar nya dikunci lagi, Kak. Kenapa sih kamarnya dikunci terus. Kita kan jadi kesusahan ajak main Kakak Cantik nya!" Keluh boneka Sella dengan nada manja.

Emma bergidik ngeri. Dalam hati nya ia merespon ucapan boneka perempuan itu.

'Siapa juga yang mau main sama kalian, dasar Setan!' umpat Emma dalam hati.

"Mau coba panjat pohon lagi?" Kali ini boneka Cello mengusulkan sebuah saran.

Seketika itu juga kedua mata Emma langsung terbuka dan melirik ke arah jendela.

Jantung Emma seperti hendak copot rasanya saat ia melihat kalau jendela kamar nya berada kini ternyata terbuka lebar. Terlebih lagi Emma melihat dahan pohon entah apa yang berada dekat dengan daun jendela.

'Ya Tuhan! Jangan biarkan mereka masuk lewat jendela!' Emma kembali merapalkan doa.

"Gak mau ah! Nanti gaun ku berantakan lagi. Yang kemarin juga berantakan banget sama darah si Kakak Cantik. Padahal itu gaun yang paling Sella suka..!" Boneka Sella menolak usulan sang kakak.

Mendengar itu, benak Emma pun seketika menjadi lega.

"Bukan nya gaun mu itu jadi lebih terlihat indah ya, Sell? Ada merah-merah nya gitu.. seperti bunga mawar. Mawar merah. Kakak suka..qiqiqiiqiqi.." tukas Cello merayu.

Emma bergidik ngeri.

'si setan Cello beneran psiko nih kayak nya! Gaun berdarah sih dibilang bagus?! Ya ampun!! Susii.. tolongin aku dong..' Emma kembali meracaukan harapan.

"Gitu kah? Hmm.. tapi aku udah minta gaun yang baru ke Mama. Dan Mama janji untuk beliin gaun yang baru lagi nanti.." seru Sella dengan nada riang.

Perbincangan kedua nya sempat terjeda.

Tadinya Emma mengira kalau kedua boneka itu telah pergi. Namun karena ia tak mendengar langkah 'klik. Klak.' keduanya, jadi Emma pun memutuskan untuk tetap diam.

Dan benar saja. Perbincangan kedua boneka itu lalu kembali berlanjut.

"Kita main sama Xavier aja dulu deh, Kak. Kasihan kakak cantik nya. Kata Mama kan kita jangan ajak main Kakak Cantik nya dulu malam ini. Besok baru boleh.." ucap boneka Sella kemudian.

'setan baik! Iya. Sana! Pergi main aja sama si Xavier itu!' usir Emma dalam hati. Ia benar-benar berharap boneka Cello akan mengikuti keinginan adik setan nya.

"Haishh.. aku bosan main dengan Xavier. Setiap kali kita ajak main, dia cuma bisa 'ngaing.. ngaing..' gak seru!" Protes boneka Cello tak suka dengan usulan Sella.

'Dasar setan kampret! Udah sana ajak si Xavier main aja! Jauh-jauh dari sini!' rutuk Emma lagi di dalam hati.

"Ayo lah, Kak.. kita main sama Xavier aja yuk. Gini aja deh. Kita main kejar-kejaran sama Xavier. Siapa yang lebih cepat nangkap Xavier, boleh minum jatah darah ayam hitam punya yang kalah! Gimana?" Sella kembali mengusulkan ide.

Sayang nya ide Sella itu sontak membuat perut Emma terasa mual seketika.

'minum da..darah ayam hitam?! Ya ampun Sus.. aku bisa jadi ayam tiren nih kalau lama-lama tinggal di sini!' keluh Emma menahan tangis.

"Wah! Tawaran yang bagus, itu! Setuju lah! Ayo, kita cari Xavier!" Ajak Cello kemudian.

Selanjutnya, Emma mendengar suara 'klik. Klak.' yang terdengar menjauhi kamar tempat nya berada.

Saat itulah Emma bisa menghela napas lagi.

"Syukur deh.. ya ampun.. kasihan banget yang nama nya Xavier. Maaf ya Xav, udah nasib kamu jadi mainan dua setan itu.." bisik Emma yang kini sudah dalam posisi duduk.

Emma lalu merasa haus. Jadi ia pun meraih teko dan gelas di atas nakas. Setelah menenggak air separo gelas, Emma lalu melihat secarik kertas yang ada di tempat teko tadi berada.

Karena penasaran, Emma pun mengambil kertas itu dan membaca nya. Di sana tertera tulisan berikut.

'kunci borgol kaki ada dekat kaki mu. beserta juga dengan kunci kamar ini. Pergi diam-diam melalui pintu belakang. Terus berlari ke arah utara. Ada bus yang biasa lewat sekitar jam 3 pagi. Bergegaslah pergi dari villa ini. Dan jangan kembali lagi.

Catatan: ada sejumlah uang juga untuk ongkos pulang mu. Semoga cukup dan sampai tujuan. Buang kertas ini jauh di pertengahan jalan!'

Membaca tulisan di kertas itu pun harapan Emma untuk terbebas seketika melambung tinggi. Dengan sigap ia berhasil menemukan kunci-kunci untuk membebaskan diri nya. Dan ia juga benar menemukan sejumlah uang untuk ongkos pulang nya.

Maka tanpa membuang waktu lagi, Emma pun segera hengkang dari villa Grandhill itu. Mengikuti saran dari entah siapapun yang telah menuliskan pesan pada kertas tadi.

Flashback selesai.

Kembali ke saat ini. Saat Emma akhirnya bisa melihat jalan raya di depan mata nya.

Dengan bersemangat, ia pun mempercepat laju lari nya menuju jalan itu. Akan tetapi, kemunculan sebuah suara di belakang nya membuat rasa horor itu kembali mendera benak Emma.

'klik. Klak. Klik. Klak.'

Suara langkah itu terdengar berderap cepat di belakang Emma. Membuat jantung wanita muda itu berpacu semakin cepat akibat rasa ngeri yang menjeratnya.

Emma pun mempercepat laju.

Hingga ketika ia sudah sampai di tepi jalan besar, ia pun menoleh ke kanan. Berharap ia bisa segera melihat kedatangan bus yang akan membawanya pergi dari tempat itu.

Sayang nya harapan Emma harus pupus. Karena yang bisa ia lihat saat itu hanyalah jalan lengang di pertengahan malam.

Dengan putus asa, Emma akhirnya memutuskan untuk melanjutkan lari nya ke arah kanan. Menjauhi suara 'klik. Klak.' yang terdengar masih cukup dekat di belakang nya.

Sampai setelah beberapa lama Emma berlari, akhirnya ia bisa melihat dua sumber cahaya spion depan mobil di kejauhan yang menuju ke arah nya.

Dengan harapan yang melambung naik, Emma pun mempercepat lagi laju lari nya. Tak lupa pula ia melambaikan kedua tangan ke arah bus yang kian mendekati.

Berharap sopir bus itu akan segera melihat nya dan berhenti.

Suara 'klik. Klak.' masih terdengar di belakang Emma. Tanpa henti ia terus berlari demi bisa memperpendek jarak nya dengan bus itu.

Syukurlah, harapan Emma terkabul. Bus pun berhenti.

Tanpa menunda waktu, Emma langsung masuk ke dalam bus. Lalu meminta sopir nya untuk segera berangkat lagi.

"Jalan sekarang, Pak! Cepetan!" Titah Emma terdengar begitu genting.

Dengan wajah bingung, sopir bus pun kembali menjalankan bus yang dikemudikan nya. Baru ketika bus itu melaju kembali dengan kecepatan cepat nya sajalah Emma kemudian terjatuh duduk di depan pintu bus.

Hati Emma merasa lega. Karena ia akhirnya bisa terbebas juga dari dua boneka setan yang berhasil ditinggalkan nya.

***

Terpopuler

Comments

Rini Antika

Rini Antika

Bonset nya suka sama km Emma..🤭

2022-12-18

1

Astuty Nuraeni

Astuty Nuraeni

kenapa aku gak yakin kalau emma bakal bebas

2022-12-12

1

🔵◡̈⃝︎☀MENTARY⃟🌻

🔵◡̈⃝︎☀MENTARY⃟🌻

Hwaiting Kk
Perjuangan Ucup Mampir

2022-12-11

1

lihat semua
Episodes
1 Awal Mula
2 Lowongan Pekerjaan
3 Bermain
4 Menjadi Tahanan
5 Terbebas
6 Bertemu Reno
7 Diantar Pulang
8 Nasihat Mama
9 Ke Mall
10 Kejadian Ganjil
11 Kesambet
12 Kedatangan Susi
13 Galaknya Mama
14 Eyang Untung
15 Obrolan Soal Menikah
16 Bermain ke Rumah Inge
17 Reuni SMA
18 Ditinggal Susi
19 Mama Kecelakaan
20 Diagnosa Dokter
21 Ancaman ibu Sofia
22 Surat Perjanjian Baru
23 Harapan Mama
24 Kata Hati Emma
25 Membuat Kenangan
26 Kembali Lagi
27 Ucapan Selamat Datang
28 Bekerja pada Orang Gila
29 Tanda Terima Kasih
30 Siapa itu Celia?
31 Diam nya Sella dan Cello
32 Harapan Retno
33 Harapan di Penghujung Subuh
34 Terang Hari
35 Perselisihan di Dapur
36 Persiapan Makan Malam
37 Kekenyangan
38 Terjebak di Taman Labirin
39 Dunia Mimpi
40 Tinggal Sendiri
41 Rudolf
42 Buah Pengingat
43 Air Terjun Pelupa
44 Terbangun
45 Chat dengan Reno
46 Cello Marah
47 Pagi Merona
48 Sarapan Duluan
49 Terhipnotis
50 Hampir tenggelam
51 Perbincangan Monolog dengan Cello
52 Cerita Bi Hara
53 Rahasia
54 Kebenaran
55 Wanita Gila Yang Sebenarnya
56 Satu Kamar
57 Sein
58 Kemunculan Susi
59 Hal Ganjil
60 Susi Koma?
61 Kebenaran tentang Susi
62 Confession
63 Kenangan Saat Putus
64 Janji Reno
65 Siluet
66 Kisah Hidup Pak Kiman
67 Masuk Perangkap
68 Candaan Reno
69 Mengunjungi Susi
70 Kesimpulan Emma
71 Menjenguk Mama
72 Prakata Retno
73 Bertemu Mei
74 Ditodong Menikah
75 Ke KUA Yuk!
76 Ketidaksabaran Celia
77 Pulang
78 Canda dan Tawa
79 Spirit Susi
80 Susi Bercerita
81 Minta Tolong Mbak Kunti
82 Boneka Emma
83 Bertemu Sella dan cello lagi
84 Pasar Ghaib
85 Godaan Berat
86 Nasihat Perawat Asing
87 Psikolog atau Ustadz?
88 Penjelasan Ustadz Adam
89 Diganggu Celia
90 Kembali Bangun
91 Main Petak Umpet
92 Lorong Rahasia
93 Pak Kiman?!!
94 Permainan Seru
95 Ancaman pak Adda
96 Bermain di Luar
97 Berhasil Kabur
98 Bantuan dari Sein
99 Bertemu Sella
100 Foto Kimanto
101 Persiapan Menjemput Emma
102 Dimarahi Hantu
103 Curhat Kuyang dan Kunti
104 Arahan dari Kakek Asing
105 Misi yang Tuntas
106 Reno Datang
107 Pelet Bi Hara
108 Rencana Reno
109 Sella Marah
110 Tertangkap Lagi
111 Kedstangan Reno
112 Mengalahkan Pak Adda
113 Pertolongan yang Lain
114 Keluar dari Ruang Rahasia
115 Sofia Mati
116 Meninggalkan Reno
117 Malam Berkabut
118 Kiman Tersadar
119 Pemuda Aneh
120 Bertemu Rudolf di Pasar Ghaib
121 Terbangun di Rumah Sakit
122 Kebenaran tentang Pak Kiman
123 Berkunjung ke Rumah Megah
124 Sella dalam Wujud Manusia
125 Wali Pengganti
126 Mengunjungi Susi
127 Bertemu dalam Mimpi
128 Permintaan Terakhir
129 Akhir yang Bahagia
130 Promosi Genre TEEN
131 Promosi Genre Rumah Tangga
Episodes

Updated 131 Episodes

1
Awal Mula
2
Lowongan Pekerjaan
3
Bermain
4
Menjadi Tahanan
5
Terbebas
6
Bertemu Reno
7
Diantar Pulang
8
Nasihat Mama
9
Ke Mall
10
Kejadian Ganjil
11
Kesambet
12
Kedatangan Susi
13
Galaknya Mama
14
Eyang Untung
15
Obrolan Soal Menikah
16
Bermain ke Rumah Inge
17
Reuni SMA
18
Ditinggal Susi
19
Mama Kecelakaan
20
Diagnosa Dokter
21
Ancaman ibu Sofia
22
Surat Perjanjian Baru
23
Harapan Mama
24
Kata Hati Emma
25
Membuat Kenangan
26
Kembali Lagi
27
Ucapan Selamat Datang
28
Bekerja pada Orang Gila
29
Tanda Terima Kasih
30
Siapa itu Celia?
31
Diam nya Sella dan Cello
32
Harapan Retno
33
Harapan di Penghujung Subuh
34
Terang Hari
35
Perselisihan di Dapur
36
Persiapan Makan Malam
37
Kekenyangan
38
Terjebak di Taman Labirin
39
Dunia Mimpi
40
Tinggal Sendiri
41
Rudolf
42
Buah Pengingat
43
Air Terjun Pelupa
44
Terbangun
45
Chat dengan Reno
46
Cello Marah
47
Pagi Merona
48
Sarapan Duluan
49
Terhipnotis
50
Hampir tenggelam
51
Perbincangan Monolog dengan Cello
52
Cerita Bi Hara
53
Rahasia
54
Kebenaran
55
Wanita Gila Yang Sebenarnya
56
Satu Kamar
57
Sein
58
Kemunculan Susi
59
Hal Ganjil
60
Susi Koma?
61
Kebenaran tentang Susi
62
Confession
63
Kenangan Saat Putus
64
Janji Reno
65
Siluet
66
Kisah Hidup Pak Kiman
67
Masuk Perangkap
68
Candaan Reno
69
Mengunjungi Susi
70
Kesimpulan Emma
71
Menjenguk Mama
72
Prakata Retno
73
Bertemu Mei
74
Ditodong Menikah
75
Ke KUA Yuk!
76
Ketidaksabaran Celia
77
Pulang
78
Canda dan Tawa
79
Spirit Susi
80
Susi Bercerita
81
Minta Tolong Mbak Kunti
82
Boneka Emma
83
Bertemu Sella dan cello lagi
84
Pasar Ghaib
85
Godaan Berat
86
Nasihat Perawat Asing
87
Psikolog atau Ustadz?
88
Penjelasan Ustadz Adam
89
Diganggu Celia
90
Kembali Bangun
91
Main Petak Umpet
92
Lorong Rahasia
93
Pak Kiman?!!
94
Permainan Seru
95
Ancaman pak Adda
96
Bermain di Luar
97
Berhasil Kabur
98
Bantuan dari Sein
99
Bertemu Sella
100
Foto Kimanto
101
Persiapan Menjemput Emma
102
Dimarahi Hantu
103
Curhat Kuyang dan Kunti
104
Arahan dari Kakek Asing
105
Misi yang Tuntas
106
Reno Datang
107
Pelet Bi Hara
108
Rencana Reno
109
Sella Marah
110
Tertangkap Lagi
111
Kedstangan Reno
112
Mengalahkan Pak Adda
113
Pertolongan yang Lain
114
Keluar dari Ruang Rahasia
115
Sofia Mati
116
Meninggalkan Reno
117
Malam Berkabut
118
Kiman Tersadar
119
Pemuda Aneh
120
Bertemu Rudolf di Pasar Ghaib
121
Terbangun di Rumah Sakit
122
Kebenaran tentang Pak Kiman
123
Berkunjung ke Rumah Megah
124
Sella dalam Wujud Manusia
125
Wali Pengganti
126
Mengunjungi Susi
127
Bertemu dalam Mimpi
128
Permintaan Terakhir
129
Akhir yang Bahagia
130
Promosi Genre TEEN
131
Promosi Genre Rumah Tangga

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!