Reuni SMA

Esok Lusa nya, Emma sudah bersiap-siap dengan setelan dress sepanjang betis berwarna ungu lilac.

Tadi nya ia ingin memakai seragam kebangsaan nya, yakni celana jeans dan kaos lengan pendek warna hitam. Akan tetapi Inge mengabari nya kalau acara reuni nanti memiliki tema dress code kerajaan.

Jadilah akhirnya Emma mau taj mau mengenakan satu-satunya gaun yang menurutnya cocok untuk tema reuni malam ini.

Sekitar jam 7 malam, Emma mendengar suara motor berhenti di depan rumah nya.

"Itu pasti Susi! Huuh.. jam segini baru datang jemput!" Dumel Emma sambil meraih tas bahu yang ia gantung di belakang pintu.

"Ma, Emma berangkat dulu ya!" Pamit Emma pada Retno.

"Iya. Memang nya Susi udah datang? Mama gak dengar suara motor nya.." ujar Retno.

"Udah tuh, Ma di depan," jawab Emma.

"Yaudah. Hati-hati ya. Jangan pulang kemalaman!" Retno mengingatkan Emma.

"Iya, Ma.."

"Kamu pakai baju begitu aja? Gak pake jaket, Emm?" Tanya Retno.

"Iya, Ma. Dekat ini acaranya cuma di sekolah. Gak sampai sepuluh menit juga sampai," sahut Emma sambil memakai sepatu heel 10 senti milik nya.

"Tapi tetap aja, Emm. Angin malam itu gak baik. Pakailah jaket. Biar gak masuk angin!" Retno kembali menasihati.

"Gak perlu, Ma.. malam ini udaranya gak dingin kok. Udah ya. Emma berangkat dulu. Keburu kemalaman nanti. Assalamu'alaikum!" Pamit Emma terburu-buru.

"Emma, pakai jaket!" Tegur Retno lagi. Kali ini dengan nada suara yang lebih tinggi dari sebelum nya.

"Gak usah, Ma! Ribet!" Emma balas berteriak.

Sampai di teras, Emma melihat Susi masih duduk di atas jok motor nya dengan mesin yang masih hidup.

Tanpa panjang kata, Emma langsung saja membonceng di belakang Susi.

"Buruan, Sus! Cabut sekarang! Sebelum Mama bawain jaket!" Ujar Emma mendesak.

Tanpa banyak tanya, Susi mengikuti permintaan Emma. Kedua nya pun langsung pergi meninggalkan kediaman Emma dan meluncur menuju lokasi reuni.

Di perjalanan menuju sekolah..

"Kamu datang nya malam banget sih, Sus? Aku sampe hampir ketiduran tadi. Dikira gak jadi reunian. Habisnya kamu dibel gak diangkat," dumel Emma ceplas ceplos.

"Sorry.." jawab Susi dari jok depan.

Hening beberapa lama.. hingga Emma kembali memulai percakapan di antara keduanya.

"Tumben malam ini kamu agak lebih diam. Ada apa, Sus? Kamu oke kan?" Tanya Emma khawatir.

"...gak apa-apa, Emm. Cuma masih lemas aja," sahut Susi dengan suara pelan.

"Kamu habis sakit? Kenapa baru bilang? Tahu gitu kan kita gak usah datang ke acara reunian!" Tegur Emma menyesal.

"Gak apa-apa," sahut Susi singkat.

"Atau kita pulang lagi aja deh, Sus! Kamu pulang aja ya langsung ke rumah!" Ajak Emma.

"..." Susi tak menyahut dan tetap melajukan motor nya dalam diam.

"Ehh? Kok kita lewat jalan sini sih, Sus?" Tanya Emma keheranan.

Ia baru sadar saat melihat hamparan pemakaman di sisi kanan jalan.

"Kenapa, Emm?" Tanya Susi.

"Kenapa lewat pemakaman sini? Kan bisa lewat jalan raya yang lebih ramai. Serem banget dah kalau lewat sini," tutur Emma sambil mengeratkan pegangan nya di pinggang Susi.

Entah kenapa Emma merasakan hawa dingin menerjang tengkuk nya.

'Duh. Please deh jangan ada makhluk gaib yang nguntit lagi. Susi lagi, kenapa coba lewat jalan sini!' keluh Emma dalam hati.

"Terlalu ramai, Emm. Khawatir macet," jawab Susi beralasan.

Emma tak berkata-kata lagi. Ia memutuskan untuk membaca wiridan yang ia ketahui berulang-ulang.

Sekitar sepuluh menit kemudian, kedua nya berhenti di depan gerbang sekolah.

"Aku parkirin motor dulu ya, Emm? Kamu duluan masuk aja," Susi memberikan usulan.

Area parkir sekolah kebetulan terletak di belakang gedung. Sementara acara pesta berlangsung di halaman depan sekolah.

Aku temani kamu aja deh Sus. Kamu kan lagi kurang sehat. Atau oita balik aja yuk sekarang? Gak tahu kenapa aku ngerasa hawa nya dingin gitu.." tutur Emma seraya mengusap lengan nya yang terbuka.

"Gak apa-apa, Emm. Tuh, Inge bukan yang ngelambain tangan?" Tunjuk Susi ke arah depan.

Emma melihat ke arah yang ditunjuk oleh Susi. Dan benar saja. Dari jarak lima belas meter di depan nya, Inge memang sedang melambaikan tangan ke arah mereka.

"Iya itu Inge. Mm.. kamu beneran gak apa-apa kalau aku duluan masuk, Sus?" Tanya Emma memastikan.

"Iya gak apa-apa Emm.. udah sana. Masuk duluan. Sisain tempat duduk aja ya buat aku," Susi meninggalkan pesan.

"Siipp lah.."

Akhirnya, Emma dan Susi pun berpisah. Sementara Susi melajukan motor bebek nya ke area belakang sekolah, Emma langsung masuk ke tempat acara dilangsungkan.

"Emm! Kamu sendirian ke sini? Susi nya mana?" Tanya Inge setelah Emma tiba di depan nya.

"Sama Susi lah ke sini nya. Dia lagi parkir motor di belakang," jawab Emma.

"Ooh.. eh, mau minum apa nih? Acara inti nya belum mulai. Erik nya soal nya belum datang. Katanya sih dia sama grup band nya bakalan perform," ujar Inge bersemangat.

"Gitu ya? Kirain aku datang terlambat. Tadi tuh nungguin Susi lama banget datang nya. Dia lagi kurang sehat sih. Kayak nya kita bakal pulang cepat deh. Kasihan juga kan Susi nya kalau kemalaman pulang," tutur Emma beralasan.

"Yahh.. sayang banget. Tapi tunggu Erik perform lah, Emm! Sayang banget kalau kamu gak lihat penampilan nya malam ini. Dilihat dari tivi aja Erik tuh kayak nya makin keren banget loh, Emm!" Bujuk Inge.

"Yah.. gimana nanti aja deh!" Jawab Emma asal.

"Eh, mau minum apa, Emm? Yang lain juga banyak sih yang belum datang.. " ucap Inge sambil mengedarkan pandangan ke sekitar.

Emma ikut mengedarkan pandangan nya. Dan ia mendapati banyak wajah yang ia kenal namun tak terlalu ia kenal dekat.

Saat di SMA Emma memang tak terlalu akrab dengan banyak teman wanita nya. Ia lebih sering berinteraksi dengan Reno saja. Karena status Emma terbilang yang paling sederhana dibanding teman-teman nya yang lain.

"Gak usah dulu deh, Nge. Aku nungguin Susi aja nanti," jawab Emma.

"Oh.. oke. Kalau gitu aku ke sana dulu ya. Aku mau ambil somay. Kamu mau gak, Emm?" Tawar Inge.

"Mm.. gak deh. Nanti aja aku mah. Udah sana kenyangin perut kamu, Nge. Mumpung ada yang gratis! Hihihi!" Goda Emma.

"Syuut.. jangan berisik-berisik dong Emm, ngomong nya. Kan bisa ketahuan modus utama ku datang ke sini!" Balas Inge bercanda.

Emma terkekeh pelan sambil menatap punggung Inge yang bergerak menjauhi nya.

Emma berkali-kali melihat jarum jam di tangan nya. Ia mulai tak sabar menunggu Susi. Ia khawatir terjadi sesuatu dengan kawan nya itu. Karena sudah sepuluh menit berlalu sejak ia berpisah dengan kawan karib nya itu.

"Apa ku susul aja ya Susi?" Gumam Emma bermonolog.

Akan tetapi, belum sempat Emma berdiri mencari Susi, saat sebuah suara menyapa Emma dari belakang nya.

"Emm? Kamu datang juga?" Sapa suara nge bas di belakang Emma.

***

Terpopuler

Comments

Astuty Nuraeni

Astuty Nuraeni

susi asli nih

2022-12-28

1

Astuty Nuraeni

Astuty Nuraeni

bukan susi yaa hihihihihi

2022-12-28

1

Astuty Nuraeni

Astuty Nuraeni

awas kesleo em haha

2022-12-28

1

lihat semua
Episodes
1 Awal Mula
2 Lowongan Pekerjaan
3 Bermain
4 Menjadi Tahanan
5 Terbebas
6 Bertemu Reno
7 Diantar Pulang
8 Nasihat Mama
9 Ke Mall
10 Kejadian Ganjil
11 Kesambet
12 Kedatangan Susi
13 Galaknya Mama
14 Eyang Untung
15 Obrolan Soal Menikah
16 Bermain ke Rumah Inge
17 Reuni SMA
18 Ditinggal Susi
19 Mama Kecelakaan
20 Diagnosa Dokter
21 Ancaman ibu Sofia
22 Surat Perjanjian Baru
23 Harapan Mama
24 Kata Hati Emma
25 Membuat Kenangan
26 Kembali Lagi
27 Ucapan Selamat Datang
28 Bekerja pada Orang Gila
29 Tanda Terima Kasih
30 Siapa itu Celia?
31 Diam nya Sella dan Cello
32 Harapan Retno
33 Harapan di Penghujung Subuh
34 Terang Hari
35 Perselisihan di Dapur
36 Persiapan Makan Malam
37 Kekenyangan
38 Terjebak di Taman Labirin
39 Dunia Mimpi
40 Tinggal Sendiri
41 Rudolf
42 Buah Pengingat
43 Air Terjun Pelupa
44 Terbangun
45 Chat dengan Reno
46 Cello Marah
47 Pagi Merona
48 Sarapan Duluan
49 Terhipnotis
50 Hampir tenggelam
51 Perbincangan Monolog dengan Cello
52 Cerita Bi Hara
53 Rahasia
54 Kebenaran
55 Wanita Gila Yang Sebenarnya
56 Satu Kamar
57 Sein
58 Kemunculan Susi
59 Hal Ganjil
60 Susi Koma?
61 Kebenaran tentang Susi
62 Confession
63 Kenangan Saat Putus
64 Janji Reno
65 Siluet
66 Kisah Hidup Pak Kiman
67 Masuk Perangkap
68 Candaan Reno
69 Mengunjungi Susi
70 Kesimpulan Emma
71 Menjenguk Mama
72 Prakata Retno
73 Bertemu Mei
74 Ditodong Menikah
75 Ke KUA Yuk!
76 Ketidaksabaran Celia
77 Pulang
78 Canda dan Tawa
79 Spirit Susi
80 Susi Bercerita
81 Minta Tolong Mbak Kunti
82 Boneka Emma
83 Bertemu Sella dan cello lagi
84 Pasar Ghaib
85 Godaan Berat
86 Nasihat Perawat Asing
87 Psikolog atau Ustadz?
88 Penjelasan Ustadz Adam
89 Diganggu Celia
90 Kembali Bangun
91 Main Petak Umpet
92 Lorong Rahasia
93 Pak Kiman?!!
94 Permainan Seru
95 Ancaman pak Adda
96 Bermain di Luar
97 Berhasil Kabur
98 Bantuan dari Sein
99 Bertemu Sella
100 Foto Kimanto
101 Persiapan Menjemput Emma
102 Dimarahi Hantu
103 Curhat Kuyang dan Kunti
104 Arahan dari Kakek Asing
105 Misi yang Tuntas
106 Reno Datang
107 Pelet Bi Hara
108 Rencana Reno
109 Sella Marah
110 Tertangkap Lagi
111 Kedstangan Reno
112 Mengalahkan Pak Adda
113 Pertolongan yang Lain
114 Keluar dari Ruang Rahasia
115 Sofia Mati
116 Meninggalkan Reno
117 Malam Berkabut
118 Kiman Tersadar
119 Pemuda Aneh
120 Bertemu Rudolf di Pasar Ghaib
121 Terbangun di Rumah Sakit
122 Kebenaran tentang Pak Kiman
123 Berkunjung ke Rumah Megah
124 Sella dalam Wujud Manusia
125 Wali Pengganti
126 Mengunjungi Susi
127 Bertemu dalam Mimpi
128 Permintaan Terakhir
129 Akhir yang Bahagia
130 Promosi Genre TEEN
131 Promosi Genre Rumah Tangga
Episodes

Updated 131 Episodes

1
Awal Mula
2
Lowongan Pekerjaan
3
Bermain
4
Menjadi Tahanan
5
Terbebas
6
Bertemu Reno
7
Diantar Pulang
8
Nasihat Mama
9
Ke Mall
10
Kejadian Ganjil
11
Kesambet
12
Kedatangan Susi
13
Galaknya Mama
14
Eyang Untung
15
Obrolan Soal Menikah
16
Bermain ke Rumah Inge
17
Reuni SMA
18
Ditinggal Susi
19
Mama Kecelakaan
20
Diagnosa Dokter
21
Ancaman ibu Sofia
22
Surat Perjanjian Baru
23
Harapan Mama
24
Kata Hati Emma
25
Membuat Kenangan
26
Kembali Lagi
27
Ucapan Selamat Datang
28
Bekerja pada Orang Gila
29
Tanda Terima Kasih
30
Siapa itu Celia?
31
Diam nya Sella dan Cello
32
Harapan Retno
33
Harapan di Penghujung Subuh
34
Terang Hari
35
Perselisihan di Dapur
36
Persiapan Makan Malam
37
Kekenyangan
38
Terjebak di Taman Labirin
39
Dunia Mimpi
40
Tinggal Sendiri
41
Rudolf
42
Buah Pengingat
43
Air Terjun Pelupa
44
Terbangun
45
Chat dengan Reno
46
Cello Marah
47
Pagi Merona
48
Sarapan Duluan
49
Terhipnotis
50
Hampir tenggelam
51
Perbincangan Monolog dengan Cello
52
Cerita Bi Hara
53
Rahasia
54
Kebenaran
55
Wanita Gila Yang Sebenarnya
56
Satu Kamar
57
Sein
58
Kemunculan Susi
59
Hal Ganjil
60
Susi Koma?
61
Kebenaran tentang Susi
62
Confession
63
Kenangan Saat Putus
64
Janji Reno
65
Siluet
66
Kisah Hidup Pak Kiman
67
Masuk Perangkap
68
Candaan Reno
69
Mengunjungi Susi
70
Kesimpulan Emma
71
Menjenguk Mama
72
Prakata Retno
73
Bertemu Mei
74
Ditodong Menikah
75
Ke KUA Yuk!
76
Ketidaksabaran Celia
77
Pulang
78
Canda dan Tawa
79
Spirit Susi
80
Susi Bercerita
81
Minta Tolong Mbak Kunti
82
Boneka Emma
83
Bertemu Sella dan cello lagi
84
Pasar Ghaib
85
Godaan Berat
86
Nasihat Perawat Asing
87
Psikolog atau Ustadz?
88
Penjelasan Ustadz Adam
89
Diganggu Celia
90
Kembali Bangun
91
Main Petak Umpet
92
Lorong Rahasia
93
Pak Kiman?!!
94
Permainan Seru
95
Ancaman pak Adda
96
Bermain di Luar
97
Berhasil Kabur
98
Bantuan dari Sein
99
Bertemu Sella
100
Foto Kimanto
101
Persiapan Menjemput Emma
102
Dimarahi Hantu
103
Curhat Kuyang dan Kunti
104
Arahan dari Kakek Asing
105
Misi yang Tuntas
106
Reno Datang
107
Pelet Bi Hara
108
Rencana Reno
109
Sella Marah
110
Tertangkap Lagi
111
Kedstangan Reno
112
Mengalahkan Pak Adda
113
Pertolongan yang Lain
114
Keluar dari Ruang Rahasia
115
Sofia Mati
116
Meninggalkan Reno
117
Malam Berkabut
118
Kiman Tersadar
119
Pemuda Aneh
120
Bertemu Rudolf di Pasar Ghaib
121
Terbangun di Rumah Sakit
122
Kebenaran tentang Pak Kiman
123
Berkunjung ke Rumah Megah
124
Sella dalam Wujud Manusia
125
Wali Pengganti
126
Mengunjungi Susi
127
Bertemu dalam Mimpi
128
Permintaan Terakhir
129
Akhir yang Bahagia
130
Promosi Genre TEEN
131
Promosi Genre Rumah Tangga

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!