Lowongan Pekerjaan

Setelah beberapa hari berpikir, akhirnya Emma memutuskan untuk mencoba peruntungan nya di lowongan kerja yang didapatnya dari Mei Chan.

Selesai menelpon nomor yang tertera di kartu bergaris emas tersebut, Emma pun diminta untuk langsung datang interview ke rumah ibu Sofia, single parent yang sedang mencari nanny untuk kedua anak nya.

Akhirnya Emma pun langsung pergi ke villa Grandhill keesokan hari nya.

...

"Saya akan menggaji kamu sepuluh juta per bulan nya. Itu belum termasuk uang makan bulanan dan juga bonus-bonus lain yang bisa kamu dapat kalau kamu bersikap baik sama anak-anak saya. Gimana? ready?" tanya ibu Sofia dengan wajah ramah.

Emma tampak berpikir sebentar.

Ia teringat kembali dengan perjalanan nya menuju rumah Ibu Sofia ini.

Ketika menuju alamat rumah ini, Emma tadi nya merasa telah dikerjai oleh Mei Chan. Karena untuk menuju rumah ini, ia harus melewati jalan perbukitan yang dipenuhi oleh rerimbunan pohon. Mirip seperti kawasan hutan.

Namun saat Emma menemukan sebuah rumah putih yang berdiri megah nan mewah di pertengahan hutan, tahu lah ia kalau Mei Chan memang tak mengerjai nya.

Proses interview yang terjadi pun berlangsung sangat mudah. Emma merasa sangat beruntung sekali bisa mendengar tentang lowongan pekerjaan ini. Dengan gaji yang lumayan besar, dan juga job desk yang tak terbilang berat.

Menurut Ibu Sofia, tugas Emma hanyalah memberi makan kedua anak nya tepat waktu dan mengajak mereka bermain saat mereka sedang terbangun. Bukankah itu memang pekerjaan yang biasa dilakukan oleh para nanny?

"Baik lah, Bu. Saya siap untuk bekerja di sini," jawab Emma akhir nya.

Emma lalu menanyakan perihal kedua anak yang akan diasuh nya. Ibu Sofia langsung berkata kalau keduanya sedang tertidur saat ini.

'Pantas saja rumah ini terasa begitu sepi,' pikir Emma dalam hati.

ibu Sofia lalu meminta Emma untuk bekerja pada hari ini juga. Sehingga ia pun harus kembali pulang untuk membawa beberapa baju ganti yang akan di kenakan selama satu bulan ke depan nya.

Setelah perjalanan bolak-balik yang melelahkan, Emma pun kembali ke villa putih itu dengan sebush koper ukuran sedang. Isinya hanya beberapa setel baju ganti dan juga keperluan Emma yang lainnya. Seperti skincare, ponsel, dan obat pribadi.

Setelah bolak/balik yang lumayan memakan waktu, akhirnya sekitar jam lima sore nya Emma selesai merapihkan kamar baru nya di villa itu.

Selepas maghrib, Ibu Sofia mengajak Emma makan bersama di ruang makan. Beliau adalah bos yang sungguh humble. Karena membiarkan pegawai nya makan di meja yang sama dengan nya.

Saat itu, selain Emma, di meja makan juga ada seorang ibu paruh baya pendiam bernama Ibu Hara. Pekerjaannya adalah sebagai asisten yang membersihkan rumah megah ini setiap harinya.

Selain ibu Hara, juga ada Pak Kiman (koki yang berwajah jutek dan sedikit mengerikan dengan luka sayatan panjang di pipi kanan nya), dan Pak Adda (pekerja kebersihan halaman di sekitar rumah putih ini).

Bersama semuanya, Emma menikmati makan malam nya dalam keheningan yang menenangkan.

Selesai makan, Emma kembali menanyakan kedua putra dan putri Ibu Sofia yang belum dilihat nya sedari siang. Namun Ibu Sofia lagi-lagi memberikan jawaban yang sama. Bahwa kedua nya masih tertidur.

Emma sebenarnya hendak mengomentari kalau Sang Nyonya mungkin telah membiarkan anak-anak nya tidur terlalu lama. Namun ia urungkan niat nya itu. Mengingat Emma baru saja memulai bekerja hari itu.

Pikirnya, 'biarlah nanti aku akan mengatur sendiri jadwal sehari-hari nya anak-anak. Demi kesehatan mereka dan juga kesehatan ku sendiri sebagai pengasuh nya'.

"Beristirahatlah dulu, Emm. Nanti kalau anak-anak sudah bangun, kamu akan saya bangunkan," ucap ibu Sofia kemudian.

Dengan kedua mata yang memang mulai terasa berat, Emma pun mengiyakan saran majikan baru nya itu.

Emma langsung saja melangkah ke dalam kamar tidur nya dan seketika terlelap begitu ia rebahkan badan nya di atas kasur yang cukup empuk.

***

Emma terbangun tiba-tiba saat ia merasakan posisi tidur nya yang tak nyaman.

Begitu kesadaran nya berangsur pulih, Emma dibuat kaget saat ia menyadari kalau tubuh nya telah terikat dengan seutas tali. Mulai dari badan hingga ke mata kaki.

Tak lupa pula mulut nya yang telah direkatkan dengan selapis lakban. Sehingga ia tak bisa berteriak meminta tolong.

'Apa yang terjadi padaku?! Kenapa aku bisa dalam posisi ini? bukankah aku tadi sedang tidur di dalam kamar ku?! apakah aku lupa mengunci nya ya, sehingga ada orang yang sengaja menculik ku dan menyekap ku?! Dan, bagaimana bisa aku tak menyadari saat aku diculik?!' benak Emma menjeritkan tanya dalam kondisi panik.

"Oh.. dia sudah terbangun!"

Suara seorang anak perempuan terdengar berada di sebelah kanan Emma.

Emma langsung menolehkan wajah nya ke kanan. Namun tak mendapati siapa pun di sana.

Ia hanya melihat sebuah boneka perempuan barat seukuran 50 cm yang tampak duduk di depan netra nya saat itu.

'Mana pemilik suara tadi?!'

"Qiqiqii.. Ku rasa dia pasti lah masih terkejut saat ini!" Suara lain muncul di sebelah kiri Emma. Dari suaranya, itu adalah suara anak lelaki.

Emma langsung menolehkan wajah nya ke kiri. Namun lagi-lagi tak mendapati siapa pun di sana.

Ia malah mendapati adanya boneka ke dua. Kali ini adalah boneka anak lelaki yang memakai jas.

Emma melihat boneka anak lelaki tersebut sedang menggenggam sebuah pisau dan garpu pada masing-masing tangan mungil nya.

Kemudian, Emma diterjang oleh rasa horor begitu ia mendapati boneka lelaki di depan nya itu tampak bergerak sendiri.

Sang boneka mengadu-adukan garpu dengan pisau di tangan nya itu selama beberapa kali.

'Ba.. bagaimana bisa bone ka nya bergerak sendiri?!!' jerit Emma dalam hati.

Emma mencoba beringsut menjauhi boneka lelaki itu, dengan susah payah dalam kondisi tubuh yang terikat erat. Namun ia kembali diterjang horor begitu didengarnya kembali suara anak perempuan di belakang nya.

Dan ternyata, suara nya berasal dari sosok boneka perempuan yang tadi ia lihat pertama kali.

'?!!'

"Kakak.. dia sepertinya ketakutan melihat ku. Memang nya aku se menyeramkan itu ya?" tanya sang boneka perempuan.

"Kau itu tak menyeramkan, Sell. Hanya sedikit berantakan saja. qiqiqi.." sahut boneka lelaki.

"Kalau begitu ini semua salah mu, Kak! Gara-gara kau menyuruh ku naik melewati jendela, jadi nya gaun ku berantakan begini kan!" boneka perempuan pun menggerutu.

Sementara itu, Emma menyaksikan percakapan kedua boneka itu dengan benak yang diliputi kengerian.

'Apa yang sebenarnya terjadi?! apa aku sedang bermimpi?! tapi tidak! ini rasanya seperti nyata sekali!!'

"Jadi, kita akan mengajak nya bermain apa, Kak?" tanya sang boneka perempuan yang kini sungguh terlihat mengerikan di mata Emma.

Kedua mata boneka itu melirik ke arah Emma selama beberapa kali. Meninggalkan kehororan yang kian menjadi-jadi di benak dan pikiran nya saat ini.

"Bagaimana kalau kita bermain kuda-kuda an saja?" ucap boneka lelaki.

Emma diterjang oleh rasa takut yang kian menjadi-jadi manakala dengan tiba-tiba boneka lelaki itu berjalan dengan langkah yang kaku dan naik ke atas perut nya.

Meski Emma tak merasakan berat saat boneka lelaki itu naik ke atas perut nya, namun ia tak bisa menjelaskan kengerian yang menyergap nya saat tubuh boneka itu bergerak sendiri di atas nya.

Fokus perhatian Emma adalah pada garpu dan pisau kecil yang sedang dipegang boneka itu saat ini.

"Hallo kakak cantik! nama ku Cello, dan dia adalah kembaran ku.."

"Aku Sella, Kakak!" ucap boneka perempuan dengan begitu tiba-tiba, tepat di depan wajah Emma.

'?!!!'

"Maafkan ketidak sopanan kami karena telah mengikat mu. Tapi jika kami tak mengikat mu, aku takut kau akan langsung lari pergi ketakutan saat mendengar kami bicara seperti ini. Bukan begitu, Kak?" tanya boneka Cello.

Dengan spontan, Emma langsung saja menganggukkan kepala nya.

"Tuh kan? kau ternyata orang yang jujur ya Kak. Aku suka padamu. Jadi, kau adalah nanny kami yang baru, bukan begitu?" tanya boneka Cello kembali.

Dan benak Emma yang masih merasa kalut dan juga takut, tak bisa mencerna pertanyaan boneka Cello itu dengan baik. Emma masih fokus menatap pada pisau dan garpu yang masih terjulur mengancam ke bawah, ke arah perut nya yang ditumpangi oleh boneka Cello.

Belum sempat berpikir lebih lanjut, lagi-lagi Emma dibuat terkejut saat ia merasakan rambut nya ditarik oleh sesuatu.

Ternyata boneka Sella sedang melakukan sesuatu pada rambut nya.

"Kakak ini mempunyai rambut yang indah. Akan ku kepang rambut mu ya, Kak. Dan nanti ku pinta sedikit bagian rambut mu ya untuk koleksi wig ku. Tak banyak.. hanya beberapa helai saja," ucap boneka Sella sambil mengepang sejumput rambut Emma dengan tangan mungil nya.

Kemudian sebuah ketukan di pintu mengejutkan Emma dan dua boneka tersebut.

Tak berapa lama, pintu pun terbuka. Dan Emma langsung merasa lega karena mendapati majikan nya, Ibu Sofia berdiri di depan pintu.

Emma yakin, kalau ia akan diselamatkan oleh majikan nya itu. Namun..

"Oh! kalian di sini ternyata. Lihat apa yang sudah diperbuat oleh dua angels nya Mama ini.." ucap Bu Sofia dengan tidak menatap kepada Emma.

"mmpppphhh?!!" Emma mencoba bersuara untuk mendapatkan perhatian dari bu Sofia.

Emma pikir ibu Sofia mungkin tak melihat jelas tubuh nya yang terikat karena kondisi ruangan yang cukup temaram.

Majikan baru Emma itu lalu masuk ke dalam ruangan. Kemudian meraih kedua boneka yang telah memberi Emma rasa horor sepanjang setengah jam ini.

Dipangkunya masing-masing boneka pada kedua tangan nya. Barulah kemudian Ibu Sofia menatap Emma dari posisi tinggi nya yang masih berdiri.

Sebuah kalimat keluar dari mulut wanita paroh baya itu. Kalimat yang sempurna memupuskan harapan Emma untuk bisa diselamatkan oleh nya.

"Jadi, Nona Emma. Bagaimana menurut mu, kedua anak ku ini? Mereka sungguh sweet bukan?" tanya ibu Sofia dengan senyuman lebar yang bagi Emma terlihat sungguh menyeramkan.

"?!!!"

Kedua boneka berisi arwah itu menatap Emma dengan ekspresi datar nya. Sementara Emma bisa menangkap manik-manik mata mereka yang memandang nya dengan tatapan mengerikan.

'Tuhan! tolong aku!' jerit Emma mengadu tanpa suara.

***

Terpopuler

Comments

mom mimu

mom mimu

aku sampe tahan nafas kak Mell bacanya, aslian ngeri menegangkan, gak kebayang aku klo ada d posisi Emma

2022-12-08

1

mom mimu

mom mimu

ehh ternyata pak kiman beneran muncul lgi di sini ya 😅😁

2022-12-08

1

Rohid Bee

Rohid Bee

Aku jadi inget pengalaman hororku pas PKL dulu.

2022-12-07

1

lihat semua
Episodes
1 Awal Mula
2 Lowongan Pekerjaan
3 Bermain
4 Menjadi Tahanan
5 Terbebas
6 Bertemu Reno
7 Diantar Pulang
8 Nasihat Mama
9 Ke Mall
10 Kejadian Ganjil
11 Kesambet
12 Kedatangan Susi
13 Galaknya Mama
14 Eyang Untung
15 Obrolan Soal Menikah
16 Bermain ke Rumah Inge
17 Reuni SMA
18 Ditinggal Susi
19 Mama Kecelakaan
20 Diagnosa Dokter
21 Ancaman ibu Sofia
22 Surat Perjanjian Baru
23 Harapan Mama
24 Kata Hati Emma
25 Membuat Kenangan
26 Kembali Lagi
27 Ucapan Selamat Datang
28 Bekerja pada Orang Gila
29 Tanda Terima Kasih
30 Siapa itu Celia?
31 Diam nya Sella dan Cello
32 Harapan Retno
33 Harapan di Penghujung Subuh
34 Terang Hari
35 Perselisihan di Dapur
36 Persiapan Makan Malam
37 Kekenyangan
38 Terjebak di Taman Labirin
39 Dunia Mimpi
40 Tinggal Sendiri
41 Rudolf
42 Buah Pengingat
43 Air Terjun Pelupa
44 Terbangun
45 Chat dengan Reno
46 Cello Marah
47 Pagi Merona
48 Sarapan Duluan
49 Terhipnotis
50 Hampir tenggelam
51 Perbincangan Monolog dengan Cello
52 Cerita Bi Hara
53 Rahasia
54 Kebenaran
55 Wanita Gila Yang Sebenarnya
56 Satu Kamar
57 Sein
58 Kemunculan Susi
59 Hal Ganjil
60 Susi Koma?
61 Kebenaran tentang Susi
62 Confession
63 Kenangan Saat Putus
64 Janji Reno
65 Siluet
66 Kisah Hidup Pak Kiman
67 Masuk Perangkap
68 Candaan Reno
69 Mengunjungi Susi
70 Kesimpulan Emma
71 Menjenguk Mama
72 Prakata Retno
73 Bertemu Mei
74 Ditodong Menikah
75 Ke KUA Yuk!
76 Ketidaksabaran Celia
77 Pulang
78 Canda dan Tawa
79 Spirit Susi
80 Susi Bercerita
81 Minta Tolong Mbak Kunti
82 Boneka Emma
83 Bertemu Sella dan cello lagi
84 Pasar Ghaib
85 Godaan Berat
86 Nasihat Perawat Asing
87 Psikolog atau Ustadz?
88 Penjelasan Ustadz Adam
89 Diganggu Celia
90 Kembali Bangun
91 Main Petak Umpet
92 Lorong Rahasia
93 Pak Kiman?!!
94 Permainan Seru
95 Ancaman pak Adda
96 Bermain di Luar
97 Berhasil Kabur
98 Bantuan dari Sein
99 Bertemu Sella
100 Foto Kimanto
101 Persiapan Menjemput Emma
102 Dimarahi Hantu
103 Curhat Kuyang dan Kunti
104 Arahan dari Kakek Asing
105 Misi yang Tuntas
106 Reno Datang
107 Pelet Bi Hara
108 Rencana Reno
109 Sella Marah
110 Tertangkap Lagi
111 Kedstangan Reno
112 Mengalahkan Pak Adda
113 Pertolongan yang Lain
114 Keluar dari Ruang Rahasia
115 Sofia Mati
116 Meninggalkan Reno
117 Malam Berkabut
118 Kiman Tersadar
119 Pemuda Aneh
120 Bertemu Rudolf di Pasar Ghaib
121 Terbangun di Rumah Sakit
122 Kebenaran tentang Pak Kiman
123 Berkunjung ke Rumah Megah
124 Sella dalam Wujud Manusia
125 Wali Pengganti
126 Mengunjungi Susi
127 Bertemu dalam Mimpi
128 Permintaan Terakhir
129 Akhir yang Bahagia
130 Promosi Genre TEEN
131 Promosi Genre Rumah Tangga
Episodes

Updated 131 Episodes

1
Awal Mula
2
Lowongan Pekerjaan
3
Bermain
4
Menjadi Tahanan
5
Terbebas
6
Bertemu Reno
7
Diantar Pulang
8
Nasihat Mama
9
Ke Mall
10
Kejadian Ganjil
11
Kesambet
12
Kedatangan Susi
13
Galaknya Mama
14
Eyang Untung
15
Obrolan Soal Menikah
16
Bermain ke Rumah Inge
17
Reuni SMA
18
Ditinggal Susi
19
Mama Kecelakaan
20
Diagnosa Dokter
21
Ancaman ibu Sofia
22
Surat Perjanjian Baru
23
Harapan Mama
24
Kata Hati Emma
25
Membuat Kenangan
26
Kembali Lagi
27
Ucapan Selamat Datang
28
Bekerja pada Orang Gila
29
Tanda Terima Kasih
30
Siapa itu Celia?
31
Diam nya Sella dan Cello
32
Harapan Retno
33
Harapan di Penghujung Subuh
34
Terang Hari
35
Perselisihan di Dapur
36
Persiapan Makan Malam
37
Kekenyangan
38
Terjebak di Taman Labirin
39
Dunia Mimpi
40
Tinggal Sendiri
41
Rudolf
42
Buah Pengingat
43
Air Terjun Pelupa
44
Terbangun
45
Chat dengan Reno
46
Cello Marah
47
Pagi Merona
48
Sarapan Duluan
49
Terhipnotis
50
Hampir tenggelam
51
Perbincangan Monolog dengan Cello
52
Cerita Bi Hara
53
Rahasia
54
Kebenaran
55
Wanita Gila Yang Sebenarnya
56
Satu Kamar
57
Sein
58
Kemunculan Susi
59
Hal Ganjil
60
Susi Koma?
61
Kebenaran tentang Susi
62
Confession
63
Kenangan Saat Putus
64
Janji Reno
65
Siluet
66
Kisah Hidup Pak Kiman
67
Masuk Perangkap
68
Candaan Reno
69
Mengunjungi Susi
70
Kesimpulan Emma
71
Menjenguk Mama
72
Prakata Retno
73
Bertemu Mei
74
Ditodong Menikah
75
Ke KUA Yuk!
76
Ketidaksabaran Celia
77
Pulang
78
Canda dan Tawa
79
Spirit Susi
80
Susi Bercerita
81
Minta Tolong Mbak Kunti
82
Boneka Emma
83
Bertemu Sella dan cello lagi
84
Pasar Ghaib
85
Godaan Berat
86
Nasihat Perawat Asing
87
Psikolog atau Ustadz?
88
Penjelasan Ustadz Adam
89
Diganggu Celia
90
Kembali Bangun
91
Main Petak Umpet
92
Lorong Rahasia
93
Pak Kiman?!!
94
Permainan Seru
95
Ancaman pak Adda
96
Bermain di Luar
97
Berhasil Kabur
98
Bantuan dari Sein
99
Bertemu Sella
100
Foto Kimanto
101
Persiapan Menjemput Emma
102
Dimarahi Hantu
103
Curhat Kuyang dan Kunti
104
Arahan dari Kakek Asing
105
Misi yang Tuntas
106
Reno Datang
107
Pelet Bi Hara
108
Rencana Reno
109
Sella Marah
110
Tertangkap Lagi
111
Kedstangan Reno
112
Mengalahkan Pak Adda
113
Pertolongan yang Lain
114
Keluar dari Ruang Rahasia
115
Sofia Mati
116
Meninggalkan Reno
117
Malam Berkabut
118
Kiman Tersadar
119
Pemuda Aneh
120
Bertemu Rudolf di Pasar Ghaib
121
Terbangun di Rumah Sakit
122
Kebenaran tentang Pak Kiman
123
Berkunjung ke Rumah Megah
124
Sella dalam Wujud Manusia
125
Wali Pengganti
126
Mengunjungi Susi
127
Bertemu dalam Mimpi
128
Permintaan Terakhir
129
Akhir yang Bahagia
130
Promosi Genre TEEN
131
Promosi Genre Rumah Tangga

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!