Part 20

Bagio yang selesai dirias lebih dulu kemudian disuruh untuk berganti pakaian, dengan sepasang pakaian yang disodorkan kepadanya.

Bagio melihat ke sana kemari, namun kelihatannya tidak ada kamar ganti, dan sepertinya dia memang harus berganti pakaian di situ-situ saja.

Walaupun Bagio sudah terbiasa untuk bertelanjang di kamar mandi, tapi saat harus bertelanjang di antara campuran jenis kelamin, tetap saja Bagio menjadi merasa sangat malu.

Apa boleh buat?

Kalau memang sudah begitu cara kerjanya, tidak mungkin Bagio menolak pekerjaan, hanya karena merasa malu saat harus berganti pakaian di depan umum.

Yang jadi masalahnya, Bagio belum sempat membeli pagar segitiga yang baru untuk melindungi peternakan pribadinya.

Bayangkan saja, kalau segitiga usangnya yang sudah tipis, lalu tersorot lampu yang terangnya seperti cahaya matahari.

Bukan hanya bentuk dan ukuran belalainya saja yang bisa terlihat, dua telur puyuh yang sedang dierami, juga bisa tampak dengan jelas.

Bahkan rerumputan jerami kering di sekitarnya pun, walaupun cukup tebal hingga sebagian dari ujung-ujungnya keluar dari batas pagar, kemungkinan tidak akan mampu menghalangi penglihatan orang-orang yang sekarang sedang memandanginya.

Catat! Mungkin orang-orang itu tidak sedang berniat mencari tahu bagaimana Bagio merawat peternakannya, melainkan hendak melihat bagaimana penampilan Bagio saat memakai pakaian yang akan dia promosikan.

Hanya saja, kalau secara sengaja tidak sengaja, isi dari pagar segitiga Bagio sampai terlihat, mana tahu kalau ada dari mereka, yang ... Entahlah!

Diisi sendiri saja jawaban dari titik-titik di kelanjutannya di atas. Okay?!

Tapi Bagio tentu tidak kehabisan akal.

Dengan memiringkan sedikit posisi badannya, dan memajukan sebelah kakinya yang bertugas menjadi penghalang, Bagio buru-buru membuka celananya, dan menggantinya dengan celana panjang jeans yang disodorkan kepadanya barusan.

Setelah celana panjang jeansnya sudah terpakai, barulah Bagio kembali percaya diri, dan tanpa malu-malu lagi untuk berdiri lurus, di depan orang-orang yang masih tetap memandanginya.

Hmm ... Bagio bukan berniat memamerkan otot perut dan dadanya yang kencang, tapi kalau ada yang berpikir demikian, juga tidak apa-apa.

Kaus oblong polos berwarna putih, yang menjadi pasangan dari celana panjang jeansnya, juga dipakai Bagio di situ.

Eh! Kelihatannya model wanitanya juga sudah selesai dirias, dan sedang bersiap-siap untuk mengganti pakaiannya.

Apakah model wanita itu akan berganti pakaian di situ?

Hmm ... Ternyata benar saja, dan tanpa terlihat malu-malu, wanita itu tampak menanggalkan habis pakaiannya.

Sekarang hanya tertinggal segitiga pengaman berukuran pas-pasan, dengan tali pengikat yang dibentuk seperti pita di sisi pinggulnya.

Begitu juga kacamata kecilnya, yang hanya mampu menutupi sedikit dari bagian tunas, di dua buah kelapa gading miliknya.

Dengan gagangnya yang juga berukuran lebih kecil dari kelingking, dan bergantung di kedua sisi pundaknya, menahan beban yang menjadi pikiran Bagio yang melihatnya.

Apa semua itu asli?

Bukan main-main, beban yang harus dibawa model wanita itu ke mana-mana.

Seketika itu juga, Bagio merasa kalau dirinya masih kalah kuat.

Ckckck ...! Kalau lebih lama lagi Bagio memandanginya, mungkin Bagio akan mimisan, jadi sebaiknya Bagio segera mengalihkan perhatiannya.

Tapi, rasanya sayang kalau dibiarkan mubazir. Ya sudah, Bagio hanya akan melihatnya sebentar lagi, sebelum semua bagian indah itu tertutup dengan helaian kain.

"Ke sebelah sini, mas! Kamu yang diambil gambarnya duluan!" Seseorang tiba-tiba menepuk pundak Bagio.

Orang itu kemudian mengajak Bagio pergi dan berdiri di atas alas berwarna putih, dan dinding belakangnya yang juga berwarna putih, tanpa perlu memakai alas kakinya.

"Okay! Kita mulai sekarang!" kata si fotografer yang sudah siap berdiri di belakang kamera, dan mulai mengambil gambar Bagio yang berpose di situ.

Saat semua lampu sorot menyala dan mengarah ke tempat Bagio berdiri, rasa panasnya hampir tidak mampu diatasi oleh angin kencang, yang berhembus dari dua kipas berukuran besar yang diarahkan langsung kepada Bagio.

Butiran keringat masih saja membasahi keningnya, setelah beberapa waktu Bagio bergaya di bawah penerangan itu.

Sesekali, orang yang merias wajah Bagio tadi, menghampiri Bagio di sela-sela pemotretan, lalu mengelap keringat di keningnya, dan seolah-olah memperbaiki riasan wajah Bagio lagi.

"Okay! Switch now!" kata fotografer itu, menghentikan sesi pemotretan tunggal Bagio.

Bagio di suruh keluar dari titik pengambilan gambar, dan bergantian posisi dengan model wanita yang tadi.

Sambil menunggu sesi selanjutnya, Bagio belum berganti pakaian, karena masih akan diambil gambarnya lagi dengan pakaian itu, namun akan dilakukan secara berpasangan dengan si model wanita.

Setelah beberapa waktu menunggu, Bagio kembali disuruh ke titik pengambilan gambar, dan segera berpose dengan model wanita.

Panas karena lampu sorot, ditambah dengan bayangan kelapa genjah dan segitiga pengaman, membuat Bagio semakin merasa gerah.

Apalagi, pose yang dilakukan oleh Bagio dan model wanita itu, ada yang seolah-olah mereka adalah pasangan kekasih.

Bagio memeluk wanita itu dari belakang, atau wanita itu berhadap-hadapan dengannya, sambil tangan model wanita merangkul leher Bagio, atau model wanita berdiri berhadapan dengannya, lalu bersandar di dada Bagio.

Dengan begitu keadaannya, penata rias jadi semakin sering menghampiri Bagio dan mengelap keringat di keningnya.

Tapi lama kelamaan, Bagio akhirnya terbiasa, dan tidak lagi merasa gugup, dan bisa bertingkah sebagaimana seharusnya menjadi seorang model yang profesional.

Setiap sesi pemotretan memakan waktu cukup lama, namun karena pergantian yang dilakukan yang berirama cepat, membuat setiap sesi itu terasa singkat saja.

Sehingga sepanjang sesi pemotretan, Bagio masih sempat berganti baju, hingga lebih dari lima pasang pakaian.

Kalau dibanding-bandingkan dengan pemotretan bersama Karenina waktu itu, sesi pemotretan sekarang ini, terasa jauh lebih melelahkan, meskipun pemotretan itu tidak menghabiskan waktunya sampai sepanjang hari.

Pemotretan dengan Karenina yang dilakukan di lokasi air terjun yang terbuka, juga terasa lebih nyaman, dibandingkan dengan studio foto tertutup yang panas dan pengap itu.

Ketika jam istirahat makan siang, waktunya sangat singkat, karena semua orang yang hanya makan di lokasi itu juga, dan rata-rata makanan yang tersedia, adalah makanan cepat saji.

Makanan yang dianggap sampah oleh Dirga, namun Bagio tetap memakannya karena perutnya yang lapar.

Akan tetapi, di saat istirahat makan siang itu juga, Bagio dan si model wanita, diizinkan oleh fotografer untuk melihat hasil foto-foto mereka yang terlihat bagus.

Melihat hasil foto-fotonya, bisa memuaskan perasaan Bagio, hingga rasa lelahnya seketika itu juga menghilang, dan jadi semakin bersemangat saat melanjutkan sesi pemotretannya.

Setelah selesai sesi pemotretan di tempat itu, Bagio sudah ditunggu Hana, untuk pergi melakukan pemotretan di tempat lain.

"Tidak perlu repot-repot membersihkan wajahmu! Kamu bisa melakukannya di mobil. Waktunya sudah mepet. Kita sudah ditunggu di tempat lain," kata Hana.

Bagio masih menyempatkan diri untuk mengambil beberapa lembar kapas, yang dibasahkan dengan cairan pembersih wajah, sebelum dia pergi menyusul Hana.

Tidak jauh berbeda dengan tempat pengambilan gambar yang pertama.

Lokasi pemotretan yang kedua, juga dilakukan di studio foto dengan ruang tertutup, yang tidak kalah panas dan pengap.

Yang berbeda, hanyalah Bagio yang menjadi model satu-satunya di situ.

Bagio menyelesaikan pekerjaannya hari itu, sampai sekitar pukul 8 malam, baru dia bisa kembali ke Dorm, dengan diantarkan oleh Hana.

"Besok nanti, sama seperti tadi. Kita pergi sejak pagi. Jadi jangan sampai kesiangan." Hana berpesan kepada Bagio, sebelum mobil yang membawanya berlalu pergi dari Dorm.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!