Gading memberitahu Zahra jika rektor di kampus tempat ia mengajar memintanya untuk menjadi pembicara dalam acara perayaan hari ulang tahun kampus.
Tentu saja Zahra langsung menyetujuinya, baginya adalah suatu kehormatan bisa menjadi pembicara di kampus ternama itu.
Malam itu Zahra datang ke acara kampus bersama Gading. Keduanya terlihat begitu serasi dengan menggunakan pakaian couple.
"Beneran kita gak salah kostum ni Za?" tanya Gading
"Gaklah, kan kita sekarang couple?" jawab Zahra
"Semoga saja kita couple selamanya, bukan karena untuk menghindari gosip kamu sama Dirga," bisik Gading
Zahra hanya tersenyum menanggapi ucapan Gading. Wanita itu memang sudah tak tertarik lagi untuk menjalin hubungan dengan lelaki lain. Ia sudah trauma sejak Dirga mencampakkannya.
Melihat reaksi acuh Zahra membuat Gading langsung mencabut lagi kata-katanya.
"Sans aja Za, canda doang," ucap Gading
"Iya," jawab Zahra singkat
Malam itu Delia yang juga datang ke acara ulang tahun kampus sengaja mengajak Merry untuk melabrak Zahra. Ia mengajak Merry karena tahu Zahra akan menjadi pembicara dalam acara tersebut.
Ia berharap jika Merry akan mengacaukan pidato zahra dan mempermalukan wanita itu.
Aku yakin kali ini nama baikmu akan segera hancur, jadi bersiaplah menyandang predikat pelakor, dan kehilangan apa yang sudah kamu perjuangkan selama ini,
Delia segera memanggil Merry saat melihat Zahra hendak naik keatas podium.
Wanita itu tersenyum sinis menatap Zahra yang begitu bersemangat memberikan pidato pertamanya.
"Tersenyumlah, karena mungkin ini akan menjadi senyum terakhir mu di kampus ini .
Merry segera bergegas mendekati Zahra. Gading yang melihat kedatangan Merry di acara tersebut segera meminta ibunya untuk mendampingi Zahra naik keatas podium. Ia sengaja meminta bantuan ibunya untuk melindungi Zahra dari amukan Merry.
Tiba-tiba Merry menghentikan langkahnya saat melihat seorang wanita mendampingi Zahra naik ke atas podium.
"Kenapa Ibu berhenti?" tanya Delia
Merry kemudian menunjuk kearah wanita yang bersama dengan Zahra.
"Kau tahu siapa dia?" tanya Merry membuat Delia langsung menggelengkan kepalanya
"Dia adalah istri pengusaha terkaya di Indonesia, mana mungkin aku berani menganggu Zahra saat bersamanya," jawab Merry
Delia yang terkejut mendengar pengakuan Merry segera mencari tahu siapa wanita yang selalu bersama Zahra tersebut.
"Thanks mah, udah bantu jagain Zahra," ucap Gading
Delia terkejut saat mendengar ucapan pria itu, Bagaimana mungkin wanita kaya itu adalah ibu Gading yang dikenal sebagai mahasiswa miskin.
Delia benar-benar tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Karena semua orang tahu jika selama ini Gading masuk ke Universitas ternama itu karena ia mendapatkan beasiswa. Pria itu bahkan membuka usaha bimbel untuk membiayai biaya hidupnya selama kuliah.
Karena penasaran Delia pun menghampiri Gading dan Ibunya.
"Selamat malam Ibu, perkenalkan saya Delia dosen Desain interior," ucap Delia memperkenalkan diri
"Malam, senang bisa ketemu dosen cantik seperti anda," jawab Diana
"Mah, Gading nganterin Zahra pulang dulu ya," ucap Gading berpamitan
"Emang beneran dia ibu kamu Ding?" tanya Delia penasaran
"Kalau gak percaya lihat aja tuh Kartu keluarga gue, tar aku kirim ke wa," jawab Gading kemudian berlalu pergi meninggalkan Delian
Sial, beneran gue gak nyangka kalau dia anak konglomerat. Andai saja aku tahu dari awal mungkin aku tidak akan mengejar Dirga yang nyebelin,
Mengetahui kedekatan Gading dan Zahra membuat Delia merasa kalah telak dengan Zahra.
Karena usahanya gagal mempermalukan Zahra di tempat umum, ia sengaja menggunakan momen Gading mengantar pulang Zahra untuk menjatuhkan nama baiknya. Ia sengaja menceritakan tentang hubungan Zahra dan Gading kepada ibu mertuanya, ia juga memberitahukan jika selama ini Zahra tinggal di apartemen milik Gading.
Mendengar cerita Delia membuat Merry semakin benci dengan Zahra. Ia kemudian menyusul Zahra ke apartemennya untuk melabraknya.
Setibanya di apartemen ia langsung mengendor-gedor pintu apartemen Zahra.
Ia sengaja mengajak seorang pengurus Rukun tetangga saat mendatangi kediaman Zahra
Zahra segera keluar dan membukakan pintu untuknya.
"Lihat Pak RT, mereka bukan muhrim tapi sudah tinggal serumah!" seru Merry dengan nada tinggi
"Kalau Ibu datang untuk mempermalukan saya, itu salah besar. Pak RT sudah tahu kalau saya tinggal di apartemen ini hanya berdua dengan Lika, dan kalau masalah Gading dia tidak tinggal disini lagi setelah saya menepati apartemennya," jawab Zahra
"Tapi sama saja, kalian sering menghabiskan waktu berduaan di dalam apartemen, gak mungkin dong laki-laki dan perempuan hanya ngobrol saja saat berduaan, pasti kalian sudah melakukan hal-hal tertentu bukan?" sahut Merry
"Tentu saja, banyak yang sudah kami lakukan bersama. Mulai dari belajar promo bimbel, sharing menjadi pengusaha bimbel yang baik, gimana caranya menyelesaikan masalah dengan wanita seperti anda, semuanya sudah kami bahas berdua di sini, apa anda puas?" jawab Zahra balik bertanya
"Gak mungkin?"
"Memangnya anda pikir, saya serendah itu hingga akan melakukan hal-hal asusila didepan Anakku. Sebenci itukah anda padaku. Jika anda begitu benci karena takut aku menggoda putramu maka saya pastikan itu tak akan pernah terjadi, karena pantang bagiku menjilat ludah yang sudah ku buang!" seru Zahra
Melihat kedatangan Merry Bahri di kediaman Zahra membuat para tentangnya langsung mengabadikan momen adu mulut keduanya kedalam ponselnya.
Melihat banyak orang yang memvideokan aksinya membuat Merry berusaha merampas ponsel orang-orang yang merekamnya, sehingga terjadi aksi tarik menarik antara Merry dan seorang tetangga Zahra.
Zahra berusaha menengahi mereka dengan meminta para tetangganya untuk tidak mengambil gambar atau video apapun tanpa ijin darinya karena itu bisa dipidanakan.
"Jadi tolong, semuanya silakan hapus video tersebut, karena saya tidak suka jika ada seseorang yang memanfaatkan hal ini untuk menjatuhkan seseorang. Meskipun aku tidak suka dengan Ibu Merry tapi saya juga tidak suka jika ada seseorang yang mencoba menjatuhkan harga dirinya dengan video kejadian barusan. Cukup Ibu Merry saja yang memiliki perangai jahat dan saya harap kalian tidak ikut menjadi orang jahat dengan mengupload video tersebut,"
Mendengar ucapan Zahra membuat semua orang langsung pergi meninggalkan tempat itu dan menghapus semua yang mereka rekam.
Bukannya berterima kasih Merry justru semakin membenci sikap Zahra yang dinilainya sok suci.
"Jangan sok suci deh kamu, kau pikir aku akan senang dengan tindakan mu hari ini, jangan mimpi!" seru Merry kemudian berusaha mendorong tubuh Zahra beruntung gadis itu menghindar hingga membuat Merry semakin geram.
Zahra tidak tinggal diam saat wanita itu mencoba menyerangnya.
Melihat ibunya mencoba menyakiti Zahra membuat Dirga membelanya, ia mendorong tubuh Merry hingga wanita itu tersungkur ke lantai.
Dirga dan Zahra merasa panik saat melihat wanita itu bersimbah darah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments
Eka Novariani
duh udah bau tanah masih begitu kelakuan
2024-11-17
0
Ani Ani
orang Tua tak ingat diri
2024-06-30
1
Samsia Chia Bahir
Hadeeehhhhh, nenek sihir 😄😄😄😄
2024-05-13
1