Bab 8

Bu Dina tersenyum melihat Zalika yang masih sibuk menggambar saat teman-temannya mulai mengerjakan tugas darinya.

Ia kemudian berjalan menghampirinya dan menyuruhnya mengerjakan tugas. Namun seperti biasa Zalika tak merespon saat seseorang hanya memberikan perintah sekali saja.

Bu Dina kemudian terlihat panik dan sangat kesal saat ia sama sekali tidak di respon oleh gadis kecil itu.

Ia kemudian keluar memanggil Zahra dan mengajaknya masuk kedalam kelas.

"Sekarang ibu lihat sendiri kan kalau Zalika itu gak bisa mendengarkan saya, buktinya sudah saya sudah menjelaskan tugasnya ia masih tak mau mengerjakan tugasnya," ucap Dina

"Tidak bisa begitu dong ibu, Zalika tidak mengerjakan tugas karena tidak mengerti apa yang harus dilakukan, harusnya ibu memberitahunya lebih dahulu," jawab Zahra

"Sudah, aku sudah memberitahukan di depan kelas juga memberitahunya secara pribadi," jawab Dina dengan bangganya

"Benar, tapi dia tidak bisa langsung paham hanya dengan sekali mendengar. Ibu harus mengulang perintah itu sebanyak tiga kali atau lebih, baru dia bisa merespon ibu. Mungkin ibu sering melihat saya berkali-kali menjelaskan kepada Dina saat ia ada tugas dari Anda bukan, nah dengan begitu baru dia akan mengerjakan tugasnya,"

"Cape dong kalau gitu, kan murid saya banyak bukan hanya dia saja. Kalau Ibu maunya kaya gitu ya Lika harus sekolah di sekolah khusus yang muridnya hanya 5 sampai 6 siswa saja," jawab Dina

"Kenapa harus sekolah di SLB kalau putri saya bisa belajar di sekolah umum," jawab Zahra

Ia kemudian segera menyuruh putrinya untuk mengerjakan tugas.

Ia bahkan berhasil membuat Zalika mampu mendapatkan nilai seratus setelah menyelesaikan tugas tersebut.

"Tapi tetap saja Zalika mendapatkan nilai bagus karena anda yang mengajarinya, coba anda tidak mengajarinya pasti dia tidak akan mendapatkan nilai karena mengacuhkannya," seru Dina mencibirnya

"Ok, kalau begitu aku akan menantang ibu untuk bertaruh. Jika Zalika bisa mendapatkan nilai seratus setelah saya tinggal maka aku ingin ibu mulai merubah sikap ibu terhadap putri saya, kedua ibu harus minta maaf kepada Zalika karena selama ini sudah mendiskriminasi kan dirinya. Dan sebaliknya jika Zalika tidak bisa mendapatkan nilai bagus setelah ini, maka saya akan memindahkan Zalika ke sekolah luar biasa jika memang setelah ini tidak ada perubahan dalam diri Zalika!" seru Zahra membuat semua orang langsung terkejut mendengarnya.

Bu dina langsung mengangguk setuju. setelah mendengar tantangan Zahra.

Semoga saja Zalika Keluar dari sini!

Dina terus mendoakan agar Zalika mendapatkan nilai jelek di setiap pelajaran, agar gadis itu segera pindah dari sekolah tersebut.

Sore itu, Zahra sengaja mengajak putrinya berolahraga. Selain ia mengajarkan putrinya bersosialisasi ia berharap dengan melakukan workout di luar akan menguras energi putrinya agar bisa lebih fokus saat ia belajar dengannya.

Benar saja, Zalika terlihat fokus dan tenang saat Zahra mulai memberikan pelajaran tambahan untuknya.

Ia sengaja menggunakan metode pengajaran yang menyenangkan dengan menggunakan alat peraga yang disukai oleh putrinya.

Zalika bahkan mau menyimak video yang ia tayangkan sampai selesai. Hasilnya begitu mencengangkan, Zalika akhirnya mampu menjawab semua pertanyaan yang sudah dipersiapkan Zahra untuk mengukur kemampuan kognitifnya.

"Andai saja Bu Dina menggunakan metode pembelajaran yang menyenangkan, mungkin Zalika dan siswa lainnya akan lebih fokus belajar dan tidak akan jenuh selama pelajaran.

Untuk sementara waktu Zahra menyingkirkan rasa khawatirnya kepada teman-teman Zalika yang mengalami kesulitan belajar. Karena ia ingin fokus mengurus putrinya dulu agar bisa mendapatkan nilai sempurna di semua mata pelajaran.

Pagi Harinya Bu Dina mulai memperhatikan Zalika, ia selalu memberikan pengarahan kepada anak itu saat ia memberikan tugas kepadanya.

Kini Zalika tak lagi bolak-balik memanggil Zahra saat harus mengerjakan tugas darinya.

Bukan tanpa alasan ia tiba-tiba begitu baik dan perhatian dengan Zalika. Ia hanya tidak mau Zahra masuk ke dalam kelas untuk membantunya mengerjakan tugas-tugasnya.

Coba kita lihat kemampuan Lika tanpa ibunya. Aku yakin dia pasti akan mendapatkan nilai jelek jika tidak ada ibunya.

Zahra begitu terharu melihat perhatian Bu Dina hingga menitikkan air mata.

"Alhamdulillah Ya Allah akhirnya Bu Dina mau mengerti keadaan Zalika juga,"

Kini ia bisa lebih tenang dalam mengerjakan tesisnya meskipun sesekali ia tetap melihat keadaan putrinya di dalam kelas. Zahra memang tak lepas tanggung jawab meskipun Bu Dina sudah memintanya untuk tidak menunggunya di sekolah, ia tetap memilih stand by di depan kelas untuk mengawasi putrinya.

Ia takut terjadi sesuatu dengannya, atau ia mendapatkan kesulitan saat belajar.

Bu Dina tidak menyangka jika Zalika benar-benar mendapatkan nilai sempurna meskipun ibunya sudah tak menunggunya di dalam kelas.

Wanita itu kemudian memutar otaknya untuk mengetahui kemampuan sebenarnya Zalika.

"Aku yakin dia hanya kebetulan saja mendapatkan nilai seratus karena siswa lain juga banyak yang mendapatkan nilai seratus,"

Ia kemudian memberikan sebuah tugas lain yang lebih sulit.

Dan kali ini ia sengaja tidak menjelaskan lagi tugasnya kepada Lika. Ia hanya menjelaskan di depan kelas lalu pergi.

Bukan hanya Zalika yang kesulitan mengerjakan tugas darinya, namu. juga siswa lain begitu kesulitan hingga mereka harus bolak-balik keluar kelas hanya untuk bertanya kepadanya.

Tidak lama Bu Dina kembali ke kelas dan menjawab satu persatu pertanyaan siswanya.

Melihat Zalika yang terabaikan saat ia berusaha bertanya membuat Zahra berusaha masuk kelas untuk membantu menjelaskan kepadanya, namun Bu Dina langsung melarangnya.

"Biarkan Zalika belajar mandiri Bu, insya Allah saya akan menjelaskan sama dia, hanya gantian," jawab wanita itu

Ia kemudian menyuruh Zalika untuk duduk dan mengerjakan tugasnya.

Tidak lama ibu kepala sekolah masuk untuk melakukan penilaian mengajar kepada Bu Dina.

Zahra mulai paham kenapa Bu Dina melarangnya masuk, sebagai sesama guru ia tahu jika saat melakukan assessment (penilaian) seorang guru harus fokus mengajar jadi ia tak mau mengganggunya dengan berada di dalam kelas.

Ia terus mengamati gerak-gerik Zalika di dalam kelas selama proses assessment. Ia takut putrinya akan berulah saat Bu Dina melarangnya menggambar dan menyuruhnya memperhatikan ia saat sedang berceramah.

Di luar ekspektasi hari itu Zalika terlihat tenang bahkan mau bertanya saat ada sesi tanya jawab. Tentu saja hal itu membuat kepala sekolah tercengang dengan perkembangan Zalika.

Meskipun sedikit kecewa, tetap saja Bu Dina masih memiliki kartu as untuk menjatuhkan Zalika agar pindah ke SLB, tentu saja dengan nilai tugas hari ini.

Selesai àcara penilaian, ia kemudian mengambil lembar kerja siswa dan mengoreksinya. Tak lupa ia membagikan hasilnya di depan kepala sekolah.

Aku yakin kali ini Zalika pasti dapat nilai jelek,

Namun lagi-lagi Bu Dina harus merasa kecewa saat melihat Zalika mendapatkan nilai seratus di pelajaran matematika.

Padahal aku tak memberitahukan cara mengerjakannya tapi kenapa dia bisa dapat nilai seratus, padahal teman-temannya tidak satupun yang mendapatkan nilai seratus.

Kini wanita itu harus bersiap meminta maaf kepada Zalika dan Zahra karena sudah memperlakukannya dengan tidak adil selama ini.

Terpopuler

Comments

Uthie

Uthie

Makanya sadar diri anda sbg Guru yg harusnya jadi Teladan yg baik...bukan malah guru Julid dan diskriminatif 😡😡

2024-09-21

0

Sabaku No Gaara

Sabaku No Gaara

kudu wajib harus mesti itu minta maaf

2024-08-11

0

Ani Ani

Ani Ani

Kau mamg patut mintak maaf

2024-06-30

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26 Revisi
27 Bab 27
28 Ban 28 Revisi
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32 Revisi
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab. 41
42 Bab. 42
43 Bab 43
44 ZAHRA BERLIAN YANG TERBUANG SEASON 2
45 Bab 2 Kejutan
46 Bab 3. Projek Pertama
47 Bab 4 Melawan seorang Penipu
48 Bab 3. Karena Ayam (Revisi, silakan baca)
49 Bab 4. Insiden di Kereta
50 Bab 4. Juno Dalam Masalah ( Revisi)
51 Bab 5. Izin (Revisi)
52 Bab 6. Membantu Wibi
53 Bab 7. Terpukau
54 Bab 8. Cantik
55 Bab 9. Bertemu dengan Ayah
56 Bab 1O. Aku Rindu Ayah
57 Bab 11. Ke gap
58 Bab 11. Kejutan
59 ISTRIKU SEORANG WANITA BERKEBUTUHAN KHUSUS
60 2. Aku mencintaimu Za
61 2. Undangan
62 Terimakasih sudah mau menerima ku apa adanya
63 Pernikahan
64 Baper
65 PENGUMUMAN
66 Cemburu lagi
67 Penyesalan
68 Persaingan dimulai
69 Obat penggugur kandungan
70 Pertemuan dengan Ayla
71 Andai saja aku bisa
72 Bayangan
73 Penegasan Wibi
74 Menahan marah
75 Ujian kehamilan
76 Melawan
77 Akhir cerita
Episodes

Updated 77 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26 Revisi
27
Bab 27
28
Ban 28 Revisi
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32 Revisi
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab. 41
42
Bab. 42
43
Bab 43
44
ZAHRA BERLIAN YANG TERBUANG SEASON 2
45
Bab 2 Kejutan
46
Bab 3. Projek Pertama
47
Bab 4 Melawan seorang Penipu
48
Bab 3. Karena Ayam (Revisi, silakan baca)
49
Bab 4. Insiden di Kereta
50
Bab 4. Juno Dalam Masalah ( Revisi)
51
Bab 5. Izin (Revisi)
52
Bab 6. Membantu Wibi
53
Bab 7. Terpukau
54
Bab 8. Cantik
55
Bab 9. Bertemu dengan Ayah
56
Bab 1O. Aku Rindu Ayah
57
Bab 11. Ke gap
58
Bab 11. Kejutan
59
ISTRIKU SEORANG WANITA BERKEBUTUHAN KHUSUS
60
2. Aku mencintaimu Za
61
2. Undangan
62
Terimakasih sudah mau menerima ku apa adanya
63
Pernikahan
64
Baper
65
PENGUMUMAN
66
Cemburu lagi
67
Penyesalan
68
Persaingan dimulai
69
Obat penggugur kandungan
70
Pertemuan dengan Ayla
71
Andai saja aku bisa
72
Bayangan
73
Penegasan Wibi
74
Menahan marah
75
Ujian kehamilan
76
Melawan
77
Akhir cerita

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!