"Sepertinya anak ibu ini memiliki gangguan konsentrasi, jadi dia gak bisa fokus saat belajar dan cenderung selalu ingin melakukan sesuatu sesuai keinginannya sendiri, ia terlalu asyik dengan dunianya hingga membuatnya begitu cuek dengan lingkungan sekitarnya, kalau saran dari saya, sebaiknya bawa Zalika ke psikolog agar ibu bisa tahu apa yang menyebabkan Lika seperti ini, kalau saya sih gak masalah dia seperti ini tapi saya tidak tahu dengan wali murid lainnya, karena selama ini Zalika juga sering mengganggu teman-temannya. Jadi mumpung belum terlambat lebih baik mengantisipasi sejak dini daripada Ibu nanti menyesal kedepannya,"
Setelah mendengar penjelasan guru kelasnya, Zahra segera membawa putrinya ke seorang psikolog untuk memeriksa keadaannya.
Ia langsung menangis sedih saat mengetahui kenyataan jika putrinya mengidap ADHD ( Attention Deficit Hyperactivity Disorders) yaitu sebuah gangguan perkembangan anak dimana ia cenderung lebih aktif dari anak-anak seusianya.
"Jangan bersedih bunda, meskipun ADHD gak bisa disembuhkan seratus persen tapi kita bisa di kurangi dengan cara terapi. Jadi saran saya segera lakukan terapi agar putri anda bisa berkembang sesuai anak seusianya,"
"Baik Bu," Zahra berjalan gontai menuju ke rumahnya
Pikirannya benar-benar kacau, selama ini memang ia jarang memperhatikan putrinya karena terlalu sibuk mengejar karier dan kuliah lagi untuk menjadi seorang profesor seperti yang diinginkan oleh mertuanya.
Namun siapa sangka karena kesibukannya justru membuat putrinya kehilangan kasih sayangnya hingga membuatnya mengidap gangguan perkembangan.
Sesal kini tak tiada guna karena nasi sudah menjadi bubur. Ia berjanji kepada dirinya sendiri untuk lebih fokus merawat Zalika mulai saat ini.
Ia bahkan berencana untuk resign dari pekerjaannya sebagai seorang guru, dan mungkin juga ia akan cuti kuliah untuk sementara waktu sampai kondisi Zalika membaik.
Setibanya di rumahnya, Merry sudah menyambutnya di depan pintu dengan wajah bengisnya. Wajahnya terlihat begitu kesal saat melihat Zahra bersama putrinya. Ia tak habis pikir kenapa wanita sempurna seperti Zahra bisa melahirkan anak cacat seperti Zalika.
"Ternyata, bibit, bebet, dan bobot itu begitu penting saat memilih calon menantu. Ini kejadiannya jika aku terlalu menuruti keinginan putraku yang hanya mengandalkan cinta saat mencari calon istri bukan dari bibir, bebet, dan bobotnya!" ucap Merry dengan nada tinggi
"Sekarang aku harus menanggung malu karena memiliki cucu cacat seperti dia!" imbuhnya sambil menunjuk kearah Zalika
Tentu saja hal itu membuat Zahra geram, bagaimana bisa seorang nenek tega mengatakan cucunya cacat.
"Tidak bisakah ibu menjaga perasaan putriku?" ucap Zahra berusaha menahan amarahnya
"Memangnya kenapa, apa kau tidak terima aku mengatakan anakmu cacat!" sahut Merry begitu arogan
"Asal ibu tahu ya, Zalika bukan anak cacat, dia anak normal yang mengalami gangguan perkembangan atau anak berkebutuhan khusus. Jadi tolong jangan samakan dengan anak cacat bu. Karena orang cacat itu adalah orang yang memiliki kekurangan secara fisik, jadi tolong jaga ucapan ibu," jawab Zahra
"Sama saja, meskipun kau menyebutnya apa itu tetap saja semua orang memandang ia sebagai anak gak normal alias cacat!" tegas Merry
Ia kemudian menunjukkan sebuah video yang membuat Zahra begitu terkejut saat melihatnya.
Bagaikan boom waktu ia tidak mengira jika ada oknum yang sengaja mengupload video perilaku putrinya saat di sekolah.
Berbagai komentar miring dan juga hinaan terhadap Zalika memenuhi kolom komentar unggahan tersebut.
Bahkan tak sedikit dari mereka yang menyalahkan dirinya karena telah gagal mendidiknya hingga menjadi anak yang cacat.
Video dengan judul cucu sultan tapi kok gak normal sudah ditonton sebanyak 2O miliar viewers hanya dalam waktu tidak ada dua hari, bahkan karena viralnya video itu membuat perusahaan Bahri group kena imbasnya.
Sebagai cucu dari konglomerat tentu saja Zalika memang menjadi sorotan, tak jarang banyak oknum yang menggunakan video tersebut untuk menjatuhkan saham Bahri Group.
Merry yang begitu murka langsung menyuruh Dirga menceraikan Zahra dan mengusir keduanya dari rumahnya.
Wanita itu tak mau mendengar alasan apapun dari Zahra yang berusaha memberikan penjelasan tentang kondisi yang dialami putrinya Zalika.
Dirga hanya diam mematung, pria itu bahkan tak berani membela istri dan anaknya di depan ibunya
Wanita itu bahkan mendoktrin putranya untuk memilih istrinya atau keluarganya.
"Sekarang kau tinggal pilih Dia atau keluarga mu. Jika kau memilih wanita itu maka aku akan mengeluarkan namamu dari kartu keluarga Bahri, yang berarti kamu dikeluarkan dari ahli waris keluarga Bahri," ancam Merry
Dirga yang kebingungan terpaksa menyetujui permintaan ibunya. Meskipun ia mencintai Zahra istrinya, tetap saja ia tidak bisa hidup menderita bersamanya hingga ia memilih keluarganya. Tentu saja itu berarti Dirga memilih menceraikan Zahra.
Zahra tak habis pikir kenapa suaminya bisa tega menceraikannya, disaat situasi anak mereka yang membutuhkan kasih sayang kedua orangtuanya. Ia bahkan memohon kepadanya untuk tidak menceraikannya, namun Dirga tetap saja tak bergeming dengan keputusannya.
"Bagaimana kamu bisa setega itu sama aku dan anakmu, meskipun Lika mengidap ADHD namun dia anak yang normal, ia hanya perlu melakukan terapi dan kasih sayang dari kita bersua agar bisa berkembang seperti anak seusianya,!" seru Zahra mencoba menjelaskan keadaan putrinya
Ia bahkan menunjukkan hasil TES IQ putrinya, agar suaminya percaya. Namun lagi-lagi Dirga tak berkutik saat ibunya meminta ia memilih antara Zahra atau keluarganya.
Malam itu Dirga memilih meninggalkan rumahnya dan menginap di rumah kedua orang tuanya.
Pagi harinya Zahra begitu sedih saat menerima surat gugatan cerai dari pengacara Dirga. Namun bukan Zahra namanya jika ia menyerah begitu saja.
Wanita itu berusaha menemui Dirga untuk membicarakan lagi masalah rumah tangga mereka. Namun Dirga tetap mengacuhkannya.
Melihat Zahra yang bersikeras tak mau bercerai membuat wanita itu langsung mendatangi kediaman putranya dan memberikan sebuah koper berisikan uang kepadanya.
"Aku tahu kau menikahi putraku karena menginginkan harta kami bukan?. Jadi aku rasa uang itu cukup untuk biaya hidup mu dan anakmu hingga ia kuliah nanti. Ingat, jangan pernah datang lagi ke rumah kami dan jangan pernah memakai nama keluarga kami pada nama belakang putrimu, karena mulai saat ini hubungan kita sudah berakhir, tidak terkecuali dengan putrimu. Meskipun ia adalah darah daging putraku tetap saja kami tidak bisa mengakuinya sebagai keluarga bahri karena ia anak yang cacat!" hardik Merry kemudian melemparkan koper itu ke depan Zahra
Wanita itu mengepalkan tangannya saat menerima penghinaan dari keluarga suaminya.
Ia berjanji suatu saat nanti akan membuat mereka bertekuk lutut dan meminta maaf kepadanya karena telah menghina putrinya.
Jika aku bisa merubah anak bengal menjadi anak Genius, kenapa aku tidak bisa melakukan itu pada putriku. Aku bersumpah akan menjadikan putriku anak yang bertalenta, dan suatu saat kalian akan mengemis untuk memintanya kembali menjadi bagian dari keluarga Bahri
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments
Fatimah Bajari
ih mertua 👿👿👎👎😾
2025-03-10
0
Apis
waah anaku jg adhd tp tetep besyukur emang cape g bisa lengah dikit ada aja pola tingkahnya mengatur emosi dan tentunya berlipat" lebih bnyk ngucap istighfar 😂😂😂 dan ya pastinya aku nyampe nangis sendiri kalo lg ngrasa cape dan berasa nyerah pengin libur ngurus bocil 🤣🤣🤣
2024-09-24
0
Uthie
Bagussss... suka 💪💪💪😡
2024-09-21
0