Siang itu Zahra mendatangi kantor polisi bersama seorang wali murid yang menuduh Putrinya mencelakai temannya.
Tak lupa ia mengajak si korban, dua orang anak sebagai saksi serta perwakilan guru.
Sang Wali murid langsung berkata panjang lebar setelah sesi laporan. Zahra terlihat diam dan mendengarkan wanita itu berbicara tanpa menyelanya. Ia sengaja memberikan kesempatan kepadanya untuk menyampaikan semua unek-uneknya.
Selesai menyampaikan semua laporannya, selanjutnya polisi memberikan kesempatan kepada Zahra untuk berbicara.
"Silakan sebutkan identitas anda sebelum menjawab pertanyaan dari kami," ucap sang polisi
Zahra kemudian menyebutkan identitasnya dengan lengkap.
Setelah itu polisi memberikan beberapa pertanyaan dan wanita itu langsung menjawabnya dengan santai.
Ia juga menunjukkan beberapa bukti yang membuktikan jika putrinya selalu bersamanya saat jam istirahat. Ia memperlihatkan foto-foto kebersamaan mereka saat bermain ayunan.
"Silakan bapak lihat baik-baik foto-foto tersebut, pada saat korban terjatuh dari ayunan, kebetulan saya dan Zalika sedang berswafoto, jadi tidak mungkin kan dia mendorong si korban," ucap Zahra
Ia bahkan meminta polisi untuk menginterogasi tiga orang anak-anak yang bermain bersama Korban.
Setelah polisi selesai menginterogasi ketiga anak tersebut, ia langsung memberitahu tersangka yang sudah menjatuhkan korban.
Si pelapor begitu terkejut saat mengetahui pelakunya adalah putranya sendiri. Ia kemudian segera meminta maaf kepada Zahra, dan memintanya untuk mencabut laporannya.
"Kalau ibu mau minta maaf bukan ke saya, tapi ke si korban. Untuk urusan damai juga ibu bisa mendiskusikannya dengan keluarga korban bukan dengan saya," ucap Zahra
"Tapi kan mama Lika yang melaporkan kasus ini ke polisi, jadi ya mamah yang harus mencabut laporan tersebut,"
"Benar, tapi aku akan mencabut laporannya jika keluarga korban menginginkan hal itu. Ingat bunda saya melaporkan kejadian ini ke polisi karena permintaan anda sendiri bukan, anda yang bersikeras menjatuhkan putri saya tapi anda sendiri yang justru masuk perangkap," jawab Zahra
"Terus nasib anak saya bagaimana mama Lika, aku gak mau anak saya di penjara, tolong bantu saya," ucap wanita itu menarik lengan Zahra
"Aku akan mencabut laporannya jika orang tua si korban sudah memaafkan anda," jawab Zahra kemudian meninggalkan ruangan itu.
Belum jauh ia meninggalkan kantor polisi, ia mendapatkan notifikasi pesan masuk di ponselnya.
Ia tersenyum kecut saat membaca pesan singkat yang diterima dari pengacaranya.
"Sidang perceraian anda sudah selesai, dan saya sudah mengirimkan keputusan hakim ke surel Anda,"
Secepat itukan jika yang mengurus perceraian seorang sultan??
Ia bahkan lebih terkejut lagi saat menerima sebuah undangan pernikahan dari sahabatnya Delia.
"Apa kau sengaja mengirimkan undangan kepada ku untuk memamerkan jika kamu berhasil merebut suamiku??" ucap Zahra kemudian segera menghentikan sebuah angkutan umum.
Seperti sebuah takdir, Zahra bertemu dengan mantan asisten rumah tangganya yang dulu mengurus Zalika.
Juminten berusaha untuk kabur saat melihat Zahra. Melihat gelagat mencurigakan mantan asisten rumah tangganya, yang berusaha menghindarinya. Zahra pun mengikuti wanita itu saat ia turun.
Aku yakin dia pasti ada hubungannya dengan video Zalika yang beredar di sosial media.
Karena ia penasaran dengan video Zalika yang beredar di sosial media, iapun menanyakan kepada Juminten tentang video Zalika yang beredar luas di sosial media.
Juminten yang ketakutan terus meminta maaf kepadanya hingga membuat Zahra semakin penasaran.
"Maafkan saya Bu, sumpah bukan saya yang mengupload video itu!" ucapnya dengan wajah ketakutan
Melihat semua orang memperhatikan mereka berdua, Zahra kemudian mengajak Juminten ke sebuah restoran.
"Bagaimana kabar kamu sekarang?" tanya Zahra berusaha mengalihkan topik pembicaraan agar Juminten tidak takut lagi padanya.
"Alhamdulillah saya baik bu,"
"Syukurlah kalau begitu, apa sekarang kamu masih kerja di keluarga Dirga Bahri?" tanya Zahra lagi
"Tidak lagi Bu, setelah ibu diusir, tidak lama saya juga di pecat oleh Pak Dirga," jawab Jum
"Kenapa Dirga memecat mu?"
"Karena Mbak Delia tidak menyukaiku, dia bahkan menuduh aku yang mengupload video nona Zalika," jawab Delia
"Jadi bukan kamu yang mengupload video itu?" tanya Zahra lagi
"Bukan," jawab Juminten sedih
"Setahuku hanya kamu yang selalu bersama Zalika saat dia ke sekolah, jadi memang tidak salah jika Delia menuduh kamu yang mengupload video itu, tidak mungkin kan orang lain yang mengupload video itu?" tanya Zahra berusaha memancing kejujuran Juminten
"Benar jika aku yang merekam video iru itu tapi aku tidak menyangka jika mbak Delia akan menguploadnya ke sosial media Bu, dan saya juga sangat sedih saat tahu dampak video itu membuat Ibu dan nona Lika di usir dari rumah," ucap Juminten
"Maksudnya Delia yang mengupload video itu ke sosial media??"
"Benar bu," jawab Jum mengangguk sedih
"Tunggu, kalau Delia bisa mendapatkan video itu dari kamu berarti dia tahu dong kalau kamu suka merekam Lika saat di sekolah?" ucap Zahra sedikit bingung
Karena melihat Zahra kebingungan Juminten akhirnya menceritakan semuanya kepada wanita itu. Ia memberitahu mantan majikannya itu jika Delia lah yang menyuruhnya untuk memvideokan semua aksi Zalika selama di sekolah dengan imbalan uang yang lumayan banyak.
Juminten bersedia melakukannya bukan hanya karena mendapatkan imbalan dari Delia namun karena Delia mengatakan jika itu perintah dari Zahra yang ingin mengetahui perkembangan anaknya setiap hari.
Mendengar perintah itu dari bosnya tentu saja Juminten tidak bisa menolaknya.
"Jadi begitu ceritanya Bu," terang Juminten
"Jika ia berniat mencari kelemahan ki, berarti dari awal dia sudah tahu jika Zalika adalah anak berkebutuhan khusus??"
"Tentu saja dia tahu Ibu, bahkan dia yang pertama kali memberitakan kepada saya untuk hati-hati menjaga Zalika karena dia anak spesial katanya," jawab Juminten
Oh jadi ia sengaja menggunakan kekurangan Zalika untuk merebut Mas Dirga dariku, dasar licik. Kau pikir karena kamu sudah mendapatkan gelar profesor maka kau bisa mengalahkan aku dan menjadi menantu idaman di keluarga Bahri, kita lihat saja sampai kapan kau akan bertahan di keluarga itu.
Zahra mengepalkan tangannya saat mulai tahu semua tabir kejahatan sahabatnya sendiri.
Setelah selesai makan siang ia mengurungkan niatnya untuk pulang. Wanita itu lebih memilih mendatangi kampusnya. Ia berniat membatalkan rencana cutinya dan melanjutkan untuk mengerjakan tesisnya yang sempat terbengkalai.
"Aku yakin kali ini aku bisa mendapatkan gelar Professor,"
Zahra membulatkan tekadnya untuk menyelesaikan pendidikannya sambil mengurus putrinya.
"Za, tunggu!"
Zahra menghentikan langkahnya saat melihat seorang lelaki berlari menghampirinya.
"Anton??" Dahinya mengernyit saat melihat Anton sahabat sekaligus rekan kerjanya di sekolah dulu.
"Aku dengar kau akan melanjutkan tesis mu, aku senang sekali mendengarnya. Akhirnya kamu bangkit lagi dan mau melanjutkan penelitian mu yang sudah terbengkalai. Kalau boleh aku sarankan, sebaiknya kau mengganti judul karena judul tesis lamamu sudah di pakai oleh Delia," ucap Anton
"Oh begitu rupanya, bahkan bukan hanya suamiku yang dia rebut, ternyata tesis ku juga di bajak olehnya. Apa dia juga mengambil jabatanku di sekolah?" tanya Zahra
Anton menggelengkan kepalanya, "Tidak ada yang mampu menggantikan guru multi talenta seperti dirimu," jawab Anton
"Syukurlah kalau begitu, setidaknya dia tidak akan mampu menjadi seperti diriku meski ia sudah berhasil mengambil semua milikku yang berharga,"
Mendengar judul tesisnya sudah dipakai oleh Delia, Ia sengaja menjadikan Zalika sebagai objek penelitian dalam tesis terbarunya. Ia mengamati kelebihan yang dimiliki oleh putrinya dan cara menggali potensinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments
Uthie
Bagus... suka sekali semangat Zahra dalam melawan yg mendzalimi nya 💪💪😡
2024-09-21
0
Ani Ani
bankit tunjuk orang orang bodoh tu Kau bolih bangun
2024-06-30
1
martina melati
anak kecil tdk dbenarkan masuk penjara/kurungan. ada hukuman khusus anak dbawah umur. (bukan penjara)
2024-05-26
1