Bab 6

Siang itu Zahra mendatangi kantor polisi bersama seorang wali murid yang menuduh Putrinya mencelakai temannya.

Tak lupa ia mengajak si korban, dua orang anak sebagai saksi serta perwakilan guru.

Sang Wali murid langsung berkata panjang lebar setelah sesi laporan. Zahra terlihat diam dan mendengarkan wanita itu berbicara tanpa menyelanya. Ia sengaja memberikan kesempatan kepadanya untuk menyampaikan semua unek-uneknya.

Selesai menyampaikan semua laporannya, selanjutnya polisi memberikan kesempatan kepada Zahra untuk berbicara.

"Silakan sebutkan identitas anda sebelum menjawab pertanyaan dari kami," ucap sang polisi

Zahra kemudian menyebutkan identitasnya dengan lengkap.

Setelah itu polisi memberikan beberapa pertanyaan dan wanita itu langsung menjawabnya dengan santai.

Ia juga menunjukkan beberapa bukti yang membuktikan jika putrinya selalu bersamanya saat jam istirahat. Ia memperlihatkan foto-foto kebersamaan mereka saat bermain ayunan.

"Silakan bapak lihat baik-baik foto-foto tersebut, pada saat korban terjatuh dari ayunan, kebetulan saya dan Zalika sedang berswafoto, jadi tidak mungkin kan dia mendorong si korban," ucap Zahra

Ia bahkan meminta polisi untuk menginterogasi tiga orang anak-anak yang bermain bersama Korban.

Setelah polisi selesai menginterogasi ketiga anak tersebut, ia langsung memberitahu tersangka yang sudah menjatuhkan korban.

Si pelapor begitu terkejut saat mengetahui pelakunya adalah putranya sendiri. Ia kemudian segera meminta maaf kepada Zahra, dan memintanya untuk mencabut laporannya.

"Kalau ibu mau minta maaf bukan ke saya, tapi ke si korban. Untuk urusan damai juga ibu bisa mendiskusikannya dengan keluarga korban bukan dengan saya," ucap Zahra

"Tapi kan mama Lika yang melaporkan kasus ini ke polisi, jadi ya mamah yang harus mencabut laporan tersebut,"

"Benar, tapi aku akan mencabut laporannya jika keluarga korban menginginkan hal itu. Ingat bunda saya melaporkan kejadian ini ke polisi karena permintaan anda sendiri bukan, anda yang bersikeras menjatuhkan putri saya tapi anda sendiri yang justru masuk perangkap," jawab Zahra

"Terus nasib anak saya bagaimana mama Lika, aku gak mau anak saya di penjara, tolong bantu saya," ucap wanita itu menarik lengan Zahra

"Aku akan mencabut laporannya jika orang tua si korban sudah memaafkan anda," jawab Zahra kemudian meninggalkan ruangan itu.

Belum jauh ia meninggalkan kantor polisi, ia mendapatkan notifikasi pesan masuk di ponselnya.

Ia tersenyum kecut saat membaca pesan singkat yang diterima dari pengacaranya.

"Sidang perceraian anda sudah selesai, dan saya sudah mengirimkan keputusan hakim ke surel Anda,"

Secepat itukan jika yang mengurus perceraian seorang sultan??

Ia bahkan lebih terkejut lagi saat menerima sebuah undangan pernikahan dari sahabatnya Delia.

"Apa kau sengaja mengirimkan undangan kepada ku untuk memamerkan jika kamu berhasil merebut suamiku??" ucap Zahra kemudian segera menghentikan sebuah angkutan umum.

Seperti sebuah takdir, Zahra bertemu dengan mantan asisten rumah tangganya yang dulu mengurus Zalika.

Juminten berusaha untuk kabur saat melihat Zahra. Melihat gelagat mencurigakan mantan asisten rumah tangganya, yang berusaha menghindarinya. Zahra pun mengikuti wanita itu saat ia turun.

Aku yakin dia pasti ada hubungannya dengan video Zalika yang beredar di sosial media.

Karena ia penasaran dengan video Zalika yang beredar di sosial media, iapun menanyakan kepada Juminten tentang video Zalika yang beredar luas di sosial media.

Juminten yang ketakutan terus meminta maaf kepadanya hingga membuat Zahra semakin penasaran.

"Maafkan saya Bu, sumpah bukan saya yang mengupload video itu!" ucapnya dengan wajah ketakutan

Melihat semua orang memperhatikan mereka berdua, Zahra kemudian mengajak Juminten ke sebuah restoran.

"Bagaimana kabar kamu sekarang?" tanya Zahra berusaha mengalihkan topik pembicaraan agar Juminten tidak takut lagi padanya.

"Alhamdulillah saya baik bu,"

"Syukurlah kalau begitu, apa sekarang kamu masih kerja di keluarga Dirga Bahri?" tanya Zahra lagi

"Tidak lagi Bu, setelah ibu diusir, tidak lama saya juga di pecat oleh Pak Dirga," jawab Jum

"Kenapa Dirga memecat mu?"

"Karena Mbak Delia tidak menyukaiku, dia bahkan menuduh aku yang mengupload video nona Zalika," jawab Delia

"Jadi bukan kamu yang mengupload video itu?" tanya Zahra lagi

"Bukan," jawab Juminten sedih

"Setahuku hanya kamu yang selalu bersama Zalika saat dia ke sekolah, jadi memang tidak salah jika Delia menuduh kamu yang mengupload video itu, tidak mungkin kan orang lain yang mengupload video itu?" tanya Zahra berusaha memancing kejujuran Juminten

"Benar jika aku yang merekam video iru itu tapi aku tidak menyangka jika mbak Delia akan menguploadnya ke sosial media Bu, dan saya juga sangat sedih saat tahu dampak video itu membuat Ibu dan nona Lika di usir dari rumah," ucap Juminten

"Maksudnya Delia yang mengupload video itu ke sosial media??"

"Benar bu," jawab Jum mengangguk sedih

"Tunggu, kalau Delia bisa mendapatkan video itu dari kamu berarti dia tahu dong kalau kamu suka merekam Lika saat di sekolah?" ucap Zahra sedikit bingung

Karena melihat Zahra kebingungan Juminten akhirnya menceritakan semuanya kepada wanita itu. Ia memberitahu mantan majikannya itu jika Delia lah yang menyuruhnya untuk memvideokan semua aksi Zalika selama di sekolah dengan imbalan uang yang lumayan banyak.

Juminten bersedia melakukannya bukan hanya karena mendapatkan imbalan dari Delia namun karena Delia mengatakan jika itu perintah dari Zahra yang ingin mengetahui perkembangan anaknya setiap hari.

Mendengar perintah itu dari bosnya tentu saja Juminten tidak bisa menolaknya.

"Jadi begitu ceritanya Bu," terang Juminten

"Jika ia berniat mencari kelemahan ki, berarti dari awal dia sudah tahu jika Zalika adalah anak berkebutuhan khusus??"

"Tentu saja dia tahu Ibu, bahkan dia yang pertama kali memberitakan kepada saya untuk hati-hati menjaga Zalika karena dia anak spesial katanya," jawab Juminten

Oh jadi ia sengaja menggunakan kekurangan Zalika untuk merebut Mas Dirga dariku, dasar licik. Kau pikir karena kamu sudah mendapatkan gelar profesor maka kau bisa mengalahkan aku dan menjadi menantu idaman di keluarga Bahri, kita lihat saja sampai kapan kau akan bertahan di keluarga itu.

Zahra mengepalkan tangannya saat mulai tahu semua tabir kejahatan sahabatnya sendiri.

Setelah selesai makan siang ia mengurungkan niatnya untuk pulang. Wanita itu lebih memilih mendatangi kampusnya. Ia berniat membatalkan rencana cutinya dan melanjutkan untuk mengerjakan tesisnya yang sempat terbengkalai.

"Aku yakin kali ini aku bisa mendapatkan gelar Professor,"

Zahra membulatkan tekadnya untuk menyelesaikan pendidikannya sambil mengurus putrinya.

"Za, tunggu!"

Zahra menghentikan langkahnya saat melihat seorang lelaki berlari menghampirinya.

"Anton??" Dahinya mengernyit saat melihat Anton sahabat sekaligus rekan kerjanya di sekolah dulu.

"Aku dengar kau akan melanjutkan tesis mu, aku senang sekali mendengarnya. Akhirnya kamu bangkit lagi dan mau melanjutkan penelitian mu yang sudah terbengkalai. Kalau boleh aku sarankan, sebaiknya kau mengganti judul karena judul tesis lamamu sudah di pakai oleh Delia," ucap Anton

"Oh begitu rupanya, bahkan bukan hanya suamiku yang dia rebut, ternyata tesis ku juga di bajak olehnya. Apa dia juga mengambil jabatanku di sekolah?" tanya Zahra

Anton menggelengkan kepalanya, "Tidak ada yang mampu menggantikan guru multi talenta seperti dirimu," jawab Anton

"Syukurlah kalau begitu, setidaknya dia tidak akan mampu menjadi seperti diriku meski ia sudah berhasil mengambil semua milikku yang berharga,"

Mendengar judul tesisnya sudah dipakai oleh Delia, Ia sengaja menjadikan Zalika sebagai objek penelitian dalam tesis terbarunya. Ia mengamati kelebihan yang dimiliki oleh putrinya dan cara menggali potensinya.

Terpopuler

Comments

Uthie

Uthie

Bagus... suka sekali semangat Zahra dalam melawan yg mendzalimi nya 💪💪😡

2024-09-21

0

Ani Ani

Ani Ani

bankit tunjuk orang orang bodoh tu Kau bolih bangun

2024-06-30

1

martina melati

martina melati

anak kecil tdk dbenarkan masuk penjara/kurungan. ada hukuman khusus anak dbawah umur. (bukan penjara)

2024-05-26

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26 Revisi
27 Bab 27
28 Ban 28 Revisi
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32 Revisi
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab. 41
42 Bab. 42
43 Bab 43
44 ZAHRA BERLIAN YANG TERBUANG SEASON 2
45 Bab 2 Kejutan
46 Bab 3. Projek Pertama
47 Bab 4 Melawan seorang Penipu
48 Bab 3. Karena Ayam (Revisi, silakan baca)
49 Bab 4. Insiden di Kereta
50 Bab 4. Juno Dalam Masalah ( Revisi)
51 Bab 5. Izin (Revisi)
52 Bab 6. Membantu Wibi
53 Bab 7. Terpukau
54 Bab 8. Cantik
55 Bab 9. Bertemu dengan Ayah
56 Bab 1O. Aku Rindu Ayah
57 Bab 11. Ke gap
58 Bab 11. Kejutan
59 ISTRIKU SEORANG WANITA BERKEBUTUHAN KHUSUS
60 2. Aku mencintaimu Za
61 2. Undangan
62 Terimakasih sudah mau menerima ku apa adanya
63 Pernikahan
64 Baper
65 PENGUMUMAN
66 Cemburu lagi
67 Penyesalan
68 Persaingan dimulai
69 Obat penggugur kandungan
70 Pertemuan dengan Ayla
71 Andai saja aku bisa
72 Bayangan
73 Penegasan Wibi
74 Menahan marah
75 Ujian kehamilan
76 Melawan
77 Akhir cerita
Episodes

Updated 77 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26 Revisi
27
Bab 27
28
Ban 28 Revisi
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32 Revisi
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab. 41
42
Bab. 42
43
Bab 43
44
ZAHRA BERLIAN YANG TERBUANG SEASON 2
45
Bab 2 Kejutan
46
Bab 3. Projek Pertama
47
Bab 4 Melawan seorang Penipu
48
Bab 3. Karena Ayam (Revisi, silakan baca)
49
Bab 4. Insiden di Kereta
50
Bab 4. Juno Dalam Masalah ( Revisi)
51
Bab 5. Izin (Revisi)
52
Bab 6. Membantu Wibi
53
Bab 7. Terpukau
54
Bab 8. Cantik
55
Bab 9. Bertemu dengan Ayah
56
Bab 1O. Aku Rindu Ayah
57
Bab 11. Ke gap
58
Bab 11. Kejutan
59
ISTRIKU SEORANG WANITA BERKEBUTUHAN KHUSUS
60
2. Aku mencintaimu Za
61
2. Undangan
62
Terimakasih sudah mau menerima ku apa adanya
63
Pernikahan
64
Baper
65
PENGUMUMAN
66
Cemburu lagi
67
Penyesalan
68
Persaingan dimulai
69
Obat penggugur kandungan
70
Pertemuan dengan Ayla
71
Andai saja aku bisa
72
Bayangan
73
Penegasan Wibi
74
Menahan marah
75
Ujian kehamilan
76
Melawan
77
Akhir cerita

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!