"Aku tahu kau menikahi putraku karena menginginkan harta kami bukan?. Jadi aku rasa uang itu cukup untuk biaya hidup mu dan anakmu hingga ia kuliah nanti. Ingat, jangan pernah datang lagi ke rumah kami dan jangan pernah memakai nama keluarga kami pada nama belakang putrimu, karena mulai saat ini hubungan kita sudah berakhir, tidak terkecuali dengan putrimu. Meskipun ia adalah darah daging putraku tetap saja kami tidak bisa mengakuinya sebagai keluarga bahri karena ia anak yang cacat!" hardik Merry kemudian melemparkan koper itu ke depan Zahra
*Brakkk!!
"Aku harap kau tidak kalap saat melihat uang sebanyak itu!" imbuh Merry menatapnya sinis
Zahra mengepalkan tangannya saat menerima penghinaan dari keluarga suaminya.
Ia tak mengira jika mereka akan tega menendangnya dari keluarga Bahri hanya karena anaknya yang mengidap ADHD.
Sampai kapanpun akan ku ingat perlakuan kalian padaku hari ini, suatu hari nanti aku pastikan kalian akan menyesali perbuatan kalian hari ini dan mengemis meminta aku dan putriku kembali ke rumah kalian,
Ia berjanji suatu saat nanti akan membuat mereka bertekuk lutut dan meminta maaf kepadanya karena telah menghina putrinya.
Jika aku bisa merubah anak bengal menjadi anak Genius, kenapa aku tidak bisa melakukan itu pada putriku. Aku bersumpah akan menjadikan putriku anak yang bertalenta, dan suatu saat kalian akan mengemis untuk memintanya kembali
Dibawah guyuran hujan, Zahra meninggalkan kediamannya tanpa membawa satupun barang-barangnya.
Ia hanya membawa koper berisikan uang pemberian Merry.
Wanita itu kemudian menghentikan sebuah taksi dan pergi menuju ke rumah sahabatnya.
Kali ini yang ia tuju adalah rumah Delia, dia adalah satu-satunya sahabat terdekat Zahra. Selama ini ia sudah menganggapnya seperti saudara dan melakukan apapun bersama-sama.
Namun siapa sangka sahabatnya menolak kedatangannya saat Zahra menyampaikan maksudnya untuk menginap di rumahnya. Padahal selama ini ia kerap membantunya, dan selalu ada saat Delia membutuhkannya.
Alih-alih mengusirnya Delia mencoba memberi uang padanya untuk menginap di hotel.
"Sorry ya Ra, bukannya gak boleh nginep di rumah gue, tapi karena keluarga besar gue lagi ngumpul jadi gak ada kamar kosong, sekali lagi maaf ya," tandas gadis itu
"Iya gak papa kok, pasti kamu lagi sibuk ya sekarang, kalau gitu gue pamit ya," jawab Zahra kemudian membawa kopernya
"Tunggu, aku tahu kamu lagi butuh tempat menginap, memang ini tidak banyak tapi mudah-mudahan cukup untuk biaya menginap di hotel," ujar Delia memberikan beberapa lembar uang ratusan ribu padanya
"Terimakasih Del, kamu gak perlu repot-repot karena kalau cuma buat nginep di hotel aku masih ada uang," ucap Zahra menolak uang pemberian Delia sahabatnya.
"Beneran kamu ada uang?" tanya Delia lagi
Zahra mengangguk dan kemudian berpamitan pergi. Delia tersenyum simpul menatap kepergian sahabatnya itu.
Malam harinya, Zahra sengaja menginap disebuah hotel bintang tiga di kawasan Depok sambil mencari apartemen murah untuk tempat tinggalnya.
Tidak butuh waktu lama ia langsung mendapatkan sebuah rumah minimalis dengan harga terjangkau
Ia sengaja memilih tinggal di luar Jakarta karena menginginkan kehidupan yang jauh dari gaya hedonisme seperti tempat tinggalnya dulu. Selain biaya hidup yang relatif lebih murah, ia berharap jika warga pinggiran kota akan lebih ramah dan menerima keadaan putrinya.
Pagi harinya ia mendatangi sebuah kompleks perumahan untuk melakukan akad jual beli.
Selesai Akad ia segera mengajak Zalika pindah ke rumah barunya.
Zahra begitu bersyukur saat bisa mendapatkan rumah yang lumayan bagus dengan fasilitas lengkap dari sekolah, tempat belanja, kolam renang dan fasilitas lainnya dengan harga terjangkau.
Bahkan ia melihat lingkungan sekitarnya begitu ramah anak .
Semoga aku bisa mengubah takdir kami di tempat ini,
Karena tidak memiliki perabotan rumah, Zahra menyempatkan diri berbelanja perabotan rumah dan kebutuhan lainnya di pasar.
Sepulang dari pasar ia melihat pemberitaan di media online yang mengabarkan jika Dirga akan segera menikah lagi.
Lelaki itu bahkan memperkenalkan calon istrinya di depan media, meskipun statusnya masih belum bercerai dengan Zahra.
Zahra semakin kesal saat melihat calon istri suaminya. Dia benar-benar tak menyangka jika Delia adalah calon istri Dirga.
"Bagaimana mungkin dia mau menikah dengan suami sahabatnya sendiri yang belum berstatus duda, dia bahkan tahu semuanya karena aku sudah menceritakan semuanya kepadanya. Kau benar-benar tak punya hati Del, apa kalian sengaja merencanakan ini??" Zahra terlihat mengeratkan giginya
Jelas terlihat kekecewaan yang mendalam di wajah wanita itu. Bukan hanya dikhianati oleh suaminya sendiri tapi yang lebih menyakitkan adalah dikhianati sahabatnya sendiri yang sudah ia anggap sebagai adiknya sendiri.
Meskipun ia begitu sedih, namun ia berusaha tidak menangis do depan putrinya. Ia hanya memendam semuanya dalam dada.
Di hari kedua, ia sengaja mendaftarkan Zalika di sebuah sekolah Taman Kanak-kanak yang ada di komplek tersebut.
Ia sengaja menceritakan kondisi Zalika kepada pihak kepala sekolah agar mereka tahu keadaan Zalika, dan tidak kaget.
Awalnya Zalika diterima dengan baik oleh guru dan teman-temannya, namun siapa sangka semuanya berubah saat mereka tahu perangai Zalika yang semakin tak terkendali saat melihat banyak orang.
Perlakuan diskriminatif mulai di terima oleh Zalika. Bukan hanya dari teman-temannya, bahkan dari guru dan juga wali murid yang mulai mengucilkannya.
Para wali murid bahkan sengaja menyuruh, anak-anaknya untuk tidak bergaul dengan Zalika yang dianggap tidak normal.
Perilaku diskriminatif terhadap putrinya membuat Zahra meradang dan langsung melakukan protes kepada pihak kepala sekolah saat sang guru kelas memperlakukan putrinya tidak adil.
Ia kerap tak dianggap dan dibiarkan melakukan apapun sesuka hatinya, tanpa ada teguran.
Sebagai seorang guru ia tahu betul jika tindakan diskriminasi yang diterima dari putrinya bisa dilaporkan kepada pihak Komnas perlindungan anak, dan tentu saja bisa membuat ijin operasional sekolah itu bisa di tutup.
Mendengar ancaman dari Zahra membuat pihak sekolah akhirnya meminta guru kelas Zalika untuk merubah sikapnya kepadanya.
Zahra yang tak mau melihat putrinya di abaikan di kelasnya, ia kemudian menawarkan diri untuk menjadi Shadow Teacher ( Guru pendamping) untuk putrinya.
Ia berjanji kepada kepala sekolah, jika ia bisa merubah perangai Zalika yang tak bisa diam bisa lebih tenang dan fokus di kelas.
Ia juga memberikan bimbingan belajar yang tidak ia dapatkan dari guru inti saat ia mendapatkan kesusahan dalam mengerjakan tugas-tugas dari gurunya.
Ternyata hal ini justru semakin menumbuhkan konflik baru antara Zahra, guru kelas dan juga para wali murid yang tak terima dengan keputusan kepala sekolah yang tetap mengijinkan Zalika tetap bersekolah di sana.
Padahal mereka menginginkan anak itu di keluarkan dari sekolah itu karena dianggap tidak normal.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments
Eli Elieboy Eboy
𝚜𝚊𝚑𝚊𝚋𝚊𝚝 𝚋𝚎𝚛𝚔𝚎𝚍𝚘𝚔 𝚞𝚕𝚊𝚛 𝚋𝚎𝚝𝚒𝚗𝚊...
𝚜𝚒𝚊𝚙𝟸 𝚔𝚊𝚛𝚗𝚊 𝙼𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗𝚝𝚒 𝚔𝚊𝚕𝚒𝚊𝚗
2024-11-01
0
英
sumpah SMG keturunan mereka pun gitu
2024-09-24
0
Ani Ani
setiap orang aja his Kita Jika melihat Kita sudah jangan kan nak tolong jangan garab
2024-06-30
1