Hari ini hampir semua media online menjadikan Merry sebagai headline news. Kabar tentang perilaku kasar wanita itu terhadap Zalika tampak menghiasi semua kanal berita online dan juga infotainment. Tentu saja hal ini membuat wanita itu semakin geram dan langsung memboikot media online yang menjadikan dirinya sebagai headline news.
Geram dengan perlakuan Merry yang selalu mengintimidasi putrinya membuat Zahra semakin membenci wanita itu.
"Sudahlah jangan terlalu diambil hati, sabar. Jangan pernah mencoba untuk membalas perilaku kasarnya, cukup tunjukan prestasi mu kepadanya, agar ia tahu bahwa kalian adalah sebuah berlian yang akan tetap bersinar meskipun dalam lumpur sekalipun," ucap Gading mencoba menenangkan Zahra yang begitu emosi
"Kau benar, semoga saja aku bisa membungkam mulutnya yang pedas itu,"
"Oh iya, ada satu temanku yang menitipkan surat untukmu," Gading memberikan sebuah amplop coklat kepada Zahra
Zahra segera membuka amplop itu dan membacanya didepan Gading.
"Tawaran mengajar, terima gak ya?" tanya Zahra
"Terserah kamu Za,"
"Sepertinya aku tidak bisa Ding, kau tahu kan aku belum bisa meninggalkan Zalika,"
"Yaudah gak papa, nanti biar aku sampaikan,"
"Tapi kalau tawaran yang kedua aku mau,"
"Tawaran apa?" tanya Gading penasaran
"Menjadi sukarelawan untuk mengajar anak berkebutuhan khusus?"
"Yakin lo bisa?" tanya Gading
"Tentu saja, jika aku bisa mengubah Lika kenapa aku tidak bisa merubah anak lainnya. Anggap saja kali ini aku ingin mendedikasikan ilmu yang aku miliki untuk beramal," jawab Zahra
"Terus Zalika gimana?"
"Aku akan mengajaknya saat mengajar di sana, lagipula tidak ada larangan membawa anak bukan?"
"Ok kalau gitu aku langsung kasih tahu temen aku," Gading kemudian menghubungi temannya untuk memberitahukan tentang keputusan Zahra
Pagi harinya Zahra mendatangi sebuah yayasan yang memang menangani anak-anak berkebutuhan khusus.
Kedatangan Zahra di sambut baik oleh pemilik Yayasan.
Setelah menjelaskan tugas-tugasnya selama mengajar di sana, Zahra kemudian diajak masuk ke kelas yang memang siswanya adalah anak-anak dengan diagnosa ADHD.
Bertemu dengan anak-anak pengidap ADHD, membuat Zahra mengingat Zalika putrinya.
Semoga aku bisa membantu kalian belajar dengan baik, agar kalian bisa hidup normal seperti anak-anak lainnya.
Keseriusan Zahra dalam mengajari anak-anak berkebutuhan khusus itu akhirnya membuahkan hasil. Satu bulan setelah ia mengajar kini mereka sudah bisa belajar tenang di kelas. Bukan hanya itu Mereka juga mulai bisa memahami perintah dan mengerjakan tugas dari guru mereka.
Kemajuan ini membuat pemilik yayasan begitu senang sekaligus bangga kepada Zahra yang pantang menyerah dalam mengajari anak-anak berkebutuhan khusus tersebut. Meskipun kadang ia mendapatkan tindakan kekerasan dari murid-muridnya saat sedang tantrum tapi tak menyurutkan semangatnya untuk membantu mereka dalam belajar.
Semangat dan kerja keras Zahra mendapatkan respon positif dari seorang pengamat pendidikan.
Ia bahkan mengundang Zahra dalam sebuah acara yang dihadiri oleh para pejabat pemerintahan.
Zahra diberikan penghargaan sebagai guru multitalenta yang mampu mengajar anak berkebutuhan khusus meskipun ia tak pernah mendapatkan pendidikan sebagai guru untuk anak-anak berkebutuhan khusus.
Karena prestasinya tersebut membuat namanya semakin dikenal banyak orang sehingga banyak sekali sekolah-sekolah elite yang memintanya untuk menjadi guru tetap di sekolah mereka. Namun Zahra menolaknya karena ia ingin fokus merawat putrinya.
Ia juga akan tetap mendedikasikan dirinya untuk membantu anak-anak berkebutuhan khusus yang kesulitan dalam belajar dengan membuka sebuah yayasan khusus untuk anak-anak berkebutuhan khusus.
Nama Zahra yang mulai dikenal membuat usaha Bimbelnya semakin maju. Karena usaha bimbelnya yang mulai banyak diminati Zahra kemudian merekrut beberapa orang karyawan untuk membantunya menjalankan usaha bimbelnya tersebut.
Kini ia hanya memantau usaha Bimbelnya karena semua pengajarnya adalah karyawannya. Meskipun demikian Zahra selalu memastikan jika lulusan dari Bimbelnya pasti diterima di perguruan tinggi negeri ataupun swasta terbaik.
Meskipun Zahra sudah memiliki banyak kesibukan namun ia tetap memprioritaskan Zalika sebagai prioritas utama dalam hidupnya.
Sementara itu, saham perusahaan keluarga Bahri mengalami penurunan karena pemberitaan miring tentang Merry yang bersikap kasar kepada Zalika yang merupakan cucunya sendiri.
Para direksi meminta kepada Dirga untuk melakukan rapat darurat untuk membahas tentang strategi penaikan harga saham perusahaan tersebut.
"Kenapa kita tidak meminta Bu Merry untuk meminta maaf kepada Zalika, aku rasa itu bisa memperbaiki citra perusahaan yang akan berimbas pada harga saham kita, atau biasa disebut dengan teknik pencitraan. Meskipun Ibu mungkin tidak suka, tapi hanya itu yang bisa kita lakukan untuk memperbaiki citra buruk masyarakat terhadap Ibu Merry yang merupakan maskot perusahaan kita," ucap salah seorang direksi
Mendengar usulan tersebut langsung di tolak oleh Merry.
"Aku Merry Bahri tidak akan pernah meminta maaf kepada rakyat jelata seperti mereka. Kalaupun harga saham kita sedang turun itu bukan karena masalah aku dengan Zahra tapi karena adanya resesi ekonomi global yang disebabkan karena perang Rusia dan Ukraina, jadi jangan mengada-ada!" seru Merry
Sementara itu, Gading yang sudah lama menyukai Zahra mulai menunjukkan keseriusannya dengan wanita itu.
Pria itu mulai menunjukkan sikap kebapakannya kepada Zalika hingga membuat anak kecil itu mulai menyukainya.
Selain memberikan perhatian lebih kepada Zalika ia juga berusaha meluluhkan hati Zahra dengan selalu memberikan perhatian dan menamainya dalam setiap acara.
Kabar kedekatan Zahra dengan Gading membuat Dirga merasa cemburu. Tak bisa di pungkiri jika ia sebenarnya masih mencintai wanita itu, hanya saja ia tak punya pilihan untuk meninggalkannya karena paksaan ibunya. Melihat Zahra mulai dekat dengan pria lain membuat Dirga merasa kesal dan berusaha mendekati Zahra kembali.
Ia bahkan mengirimkan sebuah bucket mawar merah saat peresmian pembukaan cabang bimbel Zahra di kawasan Jakarta Selatan.
Meskipun Zahra tak pernah merespon ucapan selamat darinya dan selalu membuang semua barang-barang pemberiannya tak membuat Dirga pantang menyerah untuk mendapatkan kembali hati wanita itu.
Delia yang merasa suaminya sudah berubah dan berpaling ke wanita lain langsung mengadu kepada ibu mertuanya Merry.
Ia sengaja menjelek-jelekkan Zahra, dan menuduh wanita itu menggoda suaminya.
Ia bahkan menunjukkan bukti-bukti pengiriman bucket bunga, dan hadiah lain yang dikirimkan Dirga kepada Zahra.
"Dasar j*lang, beraninya kau menggoda putraku, apa kau tidak ingat janjimu padaku!" seru Merry mengepalkan tangannya
Malam itu Delia sengaja mengajak Merry ke acara ulang tahun kampusnya. Ia mengajak Merry karena tahu Zahra akan menjadi pembicara dalam acara tersebut.
Ia berharap jika Merry akan mengacaukan pidato zahra dan mempermalukan wanita itu.
Aku yakin kali ini nama baikmu akan segera hancur, jadi bersiaplah menyandang predikat pelakor, dan kehilangan apa yang sudah kamu perjuangkan selama ini,
Delia segera memanggil Merry saat melihat Zahra hendak naik keatas podium.
Wanita itu tersenyum sinis menatap Zahra yang begitu bersemangat memberikan pidato pertamanya.
"Tersenyumlah, karena mungkin ini akan menjadi senyum terakhir mu di kampus ini,"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments
Uthie
kamulah yg Pelakor Delia 😝😡
2024-09-21
0
Ani Ani
Kau Tahu APA Akan jadi
2024-06-30
1
guntur 1609
pepet terus si zahranya gading
2024-06-02
1