Zalika tersenyum saat melihat sosok ayahnya di mall.
"Ayah??" ucapnya dengan mata berbinar-binar
Rasa rindu membuat gadis kecil itu kemudian mengikuti Dirga yang hendak meninggalkan mall. Gadis itu sengaja bersembunyi saat melihat Dirga memasukkan belanjanya ke dalam bagasi, saat Dirga menerima telpon ia segera masuk kedalam bagasi yang masih terbuka dan bersembunyi di belakang belanjaan Dirga sehingga lelaki itu tak melihatnya saat menutup bagasinya.
Ia kemudian melesatkan mobilnya meninggalkan mall.
Setibanya di rumah, ponselnya tiba-tiba berdering. Dirga terkejut saat mendapat telepon dari mantan istrinya Zahra. Wanita yang sudah menghilang dari hidupnya tanpa kabar tiba-tiba menghubunginya tentu saja membuatnya bertanya-tanya, ada apa dengannya.
"Halo," Baru saja ia menyapanya, namun Zahra langsung menjawabnya dengan ucapan penuh kekhawatiran.
"Apa kau bersama Lika sekarang, dia menghilang, aku rasa dia mencari mu. Dia begitu merindukanmu hingga berusaha keras untuk menemui mu?"
"Zalika??, aku tidak bersamanya?" jawab Dirga
"Aku lihat di cctv mall dia mengikuti mu, coba periksa mobilmu, barangkali dia bersembunyi di dalam mobilmu,"
Dirga segera turun dan memeriksa mobilnya, namun ia tak menemukan putrinya.
"Aku sudah memeriksa mobilku dan tidak menemukan Lika, mungkin saja dia masih ada di mall," ucap Dirga kemudian mengakhiri obrolannya
Ia kemudian membuka bagasi mobilnya untuk menurunkan barang-barang belanjaannya.
Pria itu begitu terkejut saat melihat Zalika tergeletak di dalam bagasi mobilnya.
"Lika, lika," ucapnya mencoba membangunkannya, namun Zalika tak kunjung membuka matanya
Karena Takut terjadi sesuatu dengan putrinya Dirga kemudian membawa Zalika ke rumah sakit.
Setibanya di rumah sakit Dirga langsung menggendong putrinya menuju ruang UGD.
Ia tampak cemas saat menunggunya di depan ruang UGD.
"Mas Dirga,"
Dirga segera bangkit dari duduknya dan menghampiri seorang dokter yang memanggilnya.
"Bagaimana keadaan putriku dok?" tanyanya dengan nada khawatir
"Putri anda baik-baik saja, dia mungkin hanya lemas karena belum makan," jawab sang dokter
"Syukurlah, aku kira dia kehabisan nafas karena terkurung dalam bagasi mobil,"
"Terima kasih banyak dok," ucap Dirga kemudian menemui Zalika
Zalika begitu senang saat melihat Dirga menghampirinya.
"Ayah," ucap gadis kecil itu langsung memeluknya erat
"Aku kangen sama ayah,"
"Ayah juga kangen sama Lika," jawab Dirga sambil menciumi putrinya
Tiba-tiba ia mendengar suara perut putrinya yang kelaparan.
"Ups maaf ayah, sepertinya cacing di perutku mulai kelaparan," ucap Lika segera memegangi perutnya
"Kasian banget anak ayah sampai kelaparan, kamu mau makan apa sayang?"
"Ayam goreng!" seru Zalika
"Ok, kalau begitu ayo kita makan!"
"Let's go!" seru Zalika segera turun dari brankarnya dan mengikuti Dirga menuju ke sebuah restoran cepat saji
Melihat Zalika makan dengan lahapnya membuat Dirga merasa bersalah karena sudah menyia-nyiakan putrinya selama ini.
Ia mengusap lembut rambutnya, "Pasti kamu hidup menderita selama ini, maafkan ayah nak,"
"Ayah gak makan?" tanya Lika
"Ayah sudah makan sayang, jadi Lika makan saja semuanya,"
"Terimakasih ayah," ucap Lika kembali' memasukan makanan kedalam mulutnya
Dirga kemudian menghubungi Zahra untuk memberitahu tentang Zalika. Namun gadis kecil itu langsung melarangnya.
"Jangan telpon mamah dulu, hari ini aku ingin bersama ayah. Jadi tolong jangan beritahu mamah dulu, karena ia pasti tidak akan mengizinkan aku bersamamu jika tahu aku sedang bersama ayah," ucapnya gusar
Melihat kesedihan Zalika membuat Dirga mengurungkan niatnya menghubungi Zahra.
"Sekarang kamu mau apa?" tanya Dirga
"Aku mau main sama ayah?"
"Baiklah kalau begitu kamu makan dulu, setelah itu kita main ke taman,"
"Asyik!" seru Zalika begitu bahagia
Selesai makan Dirga kemudian mengajak Lika ke sebuah taman bermain. Zalika terlihat begitu bahagia hari itu. Meskipun hanya bermain ayunan namun ia begitu bahagia karena bisa bermain bersama ayahnya.
Saat keduanya sedang asyik bermain, ponsel Dirga terus berdering.
Delia begitu kesal saat Dirga mulai mengabaikan panggilan darinya. Meskipun Dirga tak mengangkat panggilannya ia terus saja menghubunginya.
"Aku yakin dia sedang menemui pelakor itu, awas saja kalau dia berani menggoda suamiku!" karena kesal Delia kemudian menghubungi Merry dan memberitahu tentang Dirga yang tak mau mengangkat telpon darinya karena ia sedang bersama Zahra.
Merry langsung murka mendapatkan mendengar ucapan Delia. Ia segara memerintahkan beberapa orang karyawannya untuk mencari keberadaan Dirga.
Melihat ada panggilan masuk dari ibunya, membuat Dirga langsung mengajak Zalika pulang.
Anak itu tak mau pulang meskipun Dirga sudah menyampaikan beberapa alasan kepadanya.
Ia terus memeluknya dan tak mau berpisah dengannya.
"Sayang, sekarang udah sore jadi kita harus pulang. Lagipula besok kita kan bisa main lagi. Kasian juga kan mamah kamu pasti nyariin karena kamu pergi tanpa Izin,"
"Aku gak mau pulang, Lika mau sama ayah," ucap gadis itu terus memeluknya
"Iya sayang, tapi sekarang ayah harus kembali kerja dan kamu harus pulang. Ayah janji besok akan mengajak kamu Main lagi sepulang sekolah,"
"Enggak mau, ayah pasti bohong!" sahut Lika menangis tersedu-sedu
Dirga begitu sedih melihat putrinya yang tak mau berpisah dengannya. Meskipun ia juga tak mau berpisah dengannya, tetap saja ia harus mengantarnya pulang karena tak mau putrinya bertemu dengan ibunya.
Ia bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika Zalika bertemu dengan Merry. Wanita itu pasti akan menyakiti hatinya dengan memaki atau menghinanya.
"Ayah janji besok ayah akan datang menjemput kamu ke sekolah. Biar Lika percaya ayah akan memberikan ponsel ayah sama kamu, di sini hanya ada nomor ayah jadi kamu bisa menelpon ayah kapan saja jika kamu kangen ayah," ucapnya mencoba merayunya
Lika akhirnya setuju untuk pulang meskipun dengan berat hati. Dirga segera melesatkan mobilnya mengantar Zalika ke rumahnya.
Setibanya di rumah Zahra, mantan istrinya sudah menunggunya di depan pintu.
Melihat Zahra menatap Dirga dengan wajah kesal membuat Lika langsung turun dari gendongan Dirga dan menghampirinya.
"Mamah jangan marah sama ayah, sebenarnya Lika yang menyuruhnya untuk tidak mengabari mamah karena aku masih kangen sama ayah, jadi jangan marahin ayah ya mah," ucap Lika lirih
"Maafkan aku Za, lain kali aku pasti akan memberitahu mu jika Lika bersamaku," ucap Dirga
Zahra masih diam tanpa menjawab ucapannya.
Dirga kemudian berpamitan kepada putrinya saat akan pergi, namun Zalika yang masih merindukannya berusaha menahannya.
Ia terus memeluknya dan tak membiarkan pria itu pergi. Melihat pemandangan itu membuat Zahra segera mendekati Zalika dan melepaskannya dari pelukan Dirga.
"Sayang, ayah kamu harus pulang, kalau tidak nanti kamu tidak bisa ketemu lagi sama ayah," ucap Zahra membuat Lika perlahan melepaskan pelukannya
Gadis itu terlihat begitu sedih melihat kepergian Dirga, tentu saja hal itu membuat Dirga juga ikut merasa sedih melihatnya.
Bukan hanya Dirga yang berat meninggalkan putrinya namun juga Zahra ikut bersedih melihat kesedihan di wajah putrinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments
Ani Ani
APA Akan Jadi Nasib nya
2024-06-30
1
Samsia Chia Bahir
Khan khannnnn, penyesalan diblakang, rasain kmu dirga 😝😝😝😝😝
2024-05-13
1
Shinta Dewiana
kenapa lika seperti itu hedeehhh...enak x si dirga..
2024-05-04
0