*Brakkk!!
Merry sengaja melempar pintu rumah Zahra dengan sebuah batu, agar wanita itu segera keluar.
Beberapa orang tetangga Zahra segera keluar dari dalam rumah dan melihat apa yang terjadi saat mendengar suara pintu rumah Zahra di lempar batu.
Merry sengaja ingin mempermalukannya di depan orang-orang yang berkerumun menontonnya. Ia segera memarahinya saat melihat Zahra keluar dari rumahnya.
"Kalau kamu kekurangan uang kenapa kamu harus gengsi saat aku menawarkan uang kepadamu. Apa kamu sengaja melakukan itu agar bisa merayu putraku lagi, kau pikir aku akan membiarkan mu menggoda putraku untuk kedua kalinya jangan mimpi!" maki Merry
"Maaf ya Ibu Merry Bahri yang terhormat, saya tidak pernah mendekati putra anda. Lagipula aku juga tidak tertarik dengan putra anda, dan asal anda tahu aku tidak butuh uang dari kalian. Kau tahu kan hanya dengan satu lukisan saja Zalika bisa menghasilkan dua ratus juta, bagaimana kalau aku menjual semua lukisan Lika?" ucap Zahra kemudian membuka garasi rumahnya yang dipenuhi oleh Lukisan Zalika.
Merry begitu tercengang melihat banyaknya lukisan di garasi itu.
Jika satu lukisan saja harganya dua ratus juta, dia pasti akan mendapatkan banyak uang dengan puluhan lukisan itu??
"Bahkan aku bisa saja membeli sebagian saham Bahri Group suatu saat nanti, tunggu saja tanggal mainnya!" imbuhnya membuat Merry seketika terdiam mendengarnya
Melihat ibunya mengamuk di kediaman mantan istrinya membuat Dirga segera menyusul Merry dan mengajaknya pulang.
"Mommy ngapain sih di sini, malu-maluin gue aja," ucap Dirga langsung menarik ibunya
"Apaan sih, lepasin gak!" seru Merry
"Mommy ingat banyak wartawan dimana-mana, jangan sampai mereka memberitakan sesuatu yang negatif dari kejadian hari ini," jawab Dirga
Merry kemudian memperhatikan satu persatu semua orang yang berkerumun mempertahankannya. Ia melihat beberapa orang memegang ponselnya merekam semua kejadian di tempat itu.
Benar juga, bagaimana kalau mereka merekam saat aku sedang marah-marah dan memelintir kata-katanya kemudian meng-uploadnya ke sosial media. Bisa makin hancur saham Bahri Group.
Ia kemudian menuruti permintaan Dirga untuk pergi meninggalkan tempat itu.
Sementara itu semua orang mulai mengetahui kalau Zahra adalah mantan menantu keluarga Bahri. Seperti pepatah ada pepatah ada gula ada semut, mereka yang dulu membenci Zahra dan memusuhinya kini mulai mendekatinya.
Mereka mengira jika dia adalah mantan menantu keluarga Bahri, maka Zahra adalah orang kaya yang memiliki banyak uang.
Kabar tentang Lukisan Zalika membuat gempar sekolah Zalika. Sama seperti tetangganya yang tiba-tiba menjadi baik padanya. Hal serupa juga terjadi di sekolah, hampir semua wali murid kini menjadi baik dan mendekati Zahra.
Bukan hanya wali murid, bahkan Bu Dina juga menjadi baik kepada Zalika.
Zahra merasa senang dengan perubahan tersebut namun ia berharap semoga kebaikan mereka akan selamanya bukan hanya karena mereka memiliki uang saja.
Selain bahagia karena semua orang kini mulai menerimanya walaupun dalam tanda kutip. Namun yang membuat Zahra begitu bahagia adalah saat tesisnya di acc.
"Selamat ya Za, akhirnya kamu akan sidang sebentar lagi," ucap Gading
"Iya Alhamdulillah, semoga setelah aku menjadi Professor aku bisa merubah nasib keluarga kecilku," jawab Zahra
"Aamiin, kalau kamu ada kesulitan keuangan kamu bisa beritahu aku. Meskipun aku tidak sekaya Dirga aku akan berusaha membantu mu semampuku," ucap Gading
"Iya Ding, terimakasih atas perhatian kamu, btw untuk saat ini belum, tapi nanti jangan kaget kalau aku sering ngerepotin kamu,"
"Iya, sans aja, aku suka kok di repotin kamu," jawab Dirga
**********
Karena memiliki uang lebih Zahra sengaja membayar biaya terapi Zalika hingga akhir tahun.
"Kenapa duit itu cepat sekali habis ya, padahal baru buat nayar tetapi enam bulan, bayar sidang tesis, bayar wisuda plus kroni-kroninya eh uangku tinggal sedikit. Kira-kira ini bisa gak buat biaya hidup enam bulan ke depan?"
Zahra menatap lekat wajah putrinya yang terlelap di sampingnya.
"Aku tidak menyangka kalau aku akan melahirkan seorang Berlian, sekarang kita tinggal menunjukkan kepada dunia kalau anak berkebutuhan khusus seperti dirimu juga bisa hidup normal seperti yang lainnya bahkan berprestasi mengalahkan mereka yang normal," ucap Zahra kemudian mengecup kening putrinya
Zahra sadar jika ia terus menerus menganggur, maka suatu saat ia akan mengalami kesulitan keuangan. Untuk mengantisipasi hal tersebut ia mulai memutar otak untuk mencari solusinya.
"Kira-kira, kerja apa ya... yang bisa menghasilkan banyak uang tapi aku masih bisa menjaga Lika?"
"Kenapa gak buka bimbel saja?" ucap Gading menghampirinya
"Kenapa sih kamu selalu muncul saat aku lagi buntu, jangan-jangan kamu bukan manusia, tapi jelmaan Goblin yang sengaja di kirim untukku?" tutur Zahra
"Anggap saja begitu,"
"Memangnya kamu gak ngajar?" tanya Zahra
"Lagi kosong Za, makanya aku kemari," jawab Gading kemudian merebahkan tubuhnya di Sofa
"Tapi kalau aku ngajar terus Lika sama siapa?" tanya Zahra
"Kan ada gue, biar aku yang jaga dia saat kamu lagi ngajar,"
"Tapi emang kamu bisa?" jawab Zahra meragukan Gading
"Makanya kamu ngajar bimbel di rumah saja. buka kelas privat saja agar bayaran mahal dan tak perlu banyak siswa. Dengan kemampuan mu beri mereka garansi yang menjanjikan. Misalnya pasti di terima di PTN, aku yakin kamu bisa mewujudkan keinginan mereka yang memang menginginkan masuk kampus negeri. Dengan begitu kamu bisa menentukan harga tinggi, dan jika kamu berhasil maka kamu tidak perlu promosi lagi, karena banyak siswa yang akan mencari m, nah saat itu tiba kamu bisa mulai menyeleksi murid-murid mu agar kamu tidak kecapean saat mengajar mereka," terang Gading
"Sepertinya kamu mahir banget dalam hal marketing, jangan bilang kamu salah jurusan saat memilih jadi dosen?"
"Hmm," jawab Gading kemudian memejamkan matanya
"Tapi untuk seorang pemula kaya gue kan susah untuk mendapatkan siswa, apalagi kalau langsung menerapkan harga tinggi sedangkan mereka gak tahu siapa aku?" Zahra melirik kearah Gading yang tak merespon ucapannya
"Ternyata dia tidur,"
Dengan sisa uang yang dimilikinya ia kemudian menyulap garasi rumahnya untuk tempat bimbel. Dibantu Dirga yang membantu mempromosikan bimbelnya akhirnya Zahra berhasil mendapatkan dua orang siswa yang mulai belajar dengannya.
Seperti janjinya, Gading selalu datang ke rumah Zahra untuk membantu menjaga Zalika saat Zahra sedang mengajar.
Gading terus memberikan dukungan kepada Zahra yang baru memulai merintis usaha bimbelnya. Dengan kesabaran dan kemampuan mengajarnya yang mampu merubah para siswanya masuk perguruan negeri membuat bimbelnya mulai banyak di kenal orang.
Meskipun sudah banyak peminatnya, zahra tetap tidak menerima banyak siswa karena tak mau mengabaikan putrinya. Ia ingin tetap memberikan perhatian lebih kepada Zalika. Apalagi mengingat putrinya sudah semakin berkembang.
Zalika yang sudah akan lulus TK, membuat Zahra juga sibuk mencari sekolah dasar yang terbaik untuknya.
Kali ini Zahra sudah berniat untuk memasukkan putrinya ke sekolah yang bagus, hingga harus mempersiapkan putrinya agar bisa lulus seleksi masuk.
Berkat kemampuan intelegensi Zalika yang luar biasa ia bahkan bisa lulus seleksi masuk sekolah Dasar bilingual.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments
Eka Novariani
salah tulis itu thor seharusnya gading bukan dirga yg bantu
2024-11-17
0
Meyma Chamie
dirga lagi? kasihan Gading
2024-11-06
0
Uthie
Hidup tak selamanya Hujan dan badai..... akan ada pelangi indah yg bersinar 👍👍🤗
2024-09-21
0