Bab 13

"Kenapa Lika tidak lanjut ke sekolah SD disini saja?" tanya Bu Dina

"Saya ingin Lika mengenal lingkungan baru Bu, lagipula sekarang lika sudah banyak perkembangan dan bisa mandiri jadi aku memutuskan untuk mencari sekolah yang bagus untuk mengembangkan potensinya," jawab Zahra

"Iya juga sih, semoga Lika sukses ya di sekolah barunya,"

"Aamiin, makasih Bu," jawab Zahra

Hari pertama masuk sekolah, Zalika terlihat begitu bersemangat. Zahra mulai melepas Zalika karena ia sudah bisa mandiri sekarang. Tapi meskipun demikian ia tetap memantau putrinya dengan tetap berada di lingkungan kelasnya.

Zahra mengira jika masuk sekolah elit, akan merubah paradigma masyarakat terhadap putrinya. Namun semua itu salah, Zalika tetap mendapatkan perlakuan yang berbeda sama seperti saat ia di TK.

"Itu kan Zalika, anak hiperaktif dari TK Tunas Harapan, kok bisa sih dia masuk sekolah sini?"

"Kayaknya dia masuk sekolah ini karena lukisannya yang viral deh!"

"Iya juga sih, kan ada jalur masuk prestasi. Kalau bukan dari lukisan itu mana mungkin dia bisa masuk sini. Anak gak normal kaya dia mana bisa sih pinter secara akademik,"

Zahra hanya diam mendengarkan cibiran para wali murid yang kebetulan juga masih menunggu putra-putri mereka di kantin.

"Denger-denger sih ibunya itu guru, tapi kok anaknya gitu ya, harusnya kan anak guru itu pintar eh dia malah anaknya gak normal,"

*Brakkkk!!!

Karena sudah tak tahan mendengar hinaan dari para wali murid membuat Zahra menghampiri mereka dan menggebrak mejanya.

"Anak siapa yang gak normal??" tanyanya menatap satu persatu wajah wali murid di hadapannya

"Zalikalah siapa lagi?"

"Ok, kita lihat saja ya, anak siapa yang gak normal setelah kegiatan belajar mengajar di mulai. Karena gak etis dong menilai seseorang sebelum pertandingan, jangan pernah melihat seseorang dari covernya, karena makanan basi saja jika dibungkus dengan wadah yang menarik akan terlihat bagus dan banyak yang beli, tapi apa akibatnya bagi yang makan sakit perut bukan?. Singkong memang bukan terigu yang bisa langsung diolah menjadi aneka jenis makanan. Tapi jangan salah singkong akan bernilai tinggi jika kita bisa mengolahnya. Sebut saja brownies singkong yang harganya tak kalah mahal dari brownies coklat, mari kita lihat saja nanti apa terigu akan bisa mengalahkan singkong?" ucap Zahra menantang para orang tua murid di depannya

Mereka sejenak terdiam mendengar ucapan Zahra, namun siapa sangka mereka kembali bergosip saat Zahra pergi.

"Sombong banget dia, padahal cuma mantan guru swasta aja sok, gimana kalau dia seorang guru sekolah terkenal!"

"Benar, sekarang juga kita tunjukkan sama tuh wanita sombong kalau anak singkong gak bakal bisa berkembang di sini,"

"Yes, setuju,"

Merasa sekolah barunya bukan tempat yang ramah untuk putrinya, membuat Zahra bertekad untuk tetap mengawasinya.

Hari pertama semua siswa belum belajar maksimal, mereka hanya melakukan observasi lingkungan sekolah mereka.

Para wali murid langsung mendekati ruang kelas saat jam istirahat. Mereka sengaja mengantar makanan untuk putra-putrinya karena pihak sekolah meminta mereka untuk membawa bekal dari rumah.

Aksi saling pamer makanan sudah di mulai. Beruntungnya Zalika tidak terpengaruh dengan mereka yang membawa banyak makanan dan memamerkannya kepada teman-temannya.

"Wah kasian sekali kamu cuma makan snack, memangnya ibu kamu gak masak ya!"

Zalika hanya diam saat wali kelasnya menegurnya karena ia hanya membawa makanan ringan, berbeda dengan teman-teman lainnya yang membawa aneka macam makanan.

Bu Jessi segera menghampiri Zahra dan menegurnya, "Mama Zalika, besok-besok Lika jangan di bawain snack ya, soalnya kan gak bagus buat kesehatan. Lagipula kami sudah memberitahu untuk membawa makanan sehat bukan snack,"

"Iya Bu, tapi makanan yang Lika bawa itu sehat kok, bisa dilihat dari kandungan gizinya. Sebelumnya saya juga sudah memberitahu ibu kan kalau Lika itu mengidap ADHD Jadi ada beberapa makanan yang harus di hindari atau istilahnya diet. Nah hanya Snack itu yang memenuhi diet Lika, dan saya bisa jamin kalau Snack yang ia makan itu sehat, kalau tidak mana mungkin ada izin BPOM nya," jawab Zahra

"Iya sih bu, tapi jangan keseringan karena makanan itu kan mengandung banyak micin dan micin kan gak bagus buat kesehatan. Bikin anak bodoh,"

"Ibu jangan percaya hoax dong, masa sebagai pendidik ibu bisa memilah informasi yang benar atau hoax, kalau soal micin itu gak bakal bikin anak bodoh bu, selama takarannya sesuai. Yang bikin bodoh itu kalau takarannya berlebihan, karena sesuatu yang berlebihan itu emang gak baik. Jadi santai saja Ibu, insya Allah Zalika gak berlebihan micin,"

Bu Jessi yang sedikit kesal karena Zahra selalu berhasil mematahkan argumennya langsung meninggalkannya.

Sementara itu, Zalika tiba-tiba merebut makanan temannya saat snack miliknya habis.

Bu Jessi langsung berteriak saat melihat Zalika yang menggigit sang pemilik snack. Bukannya memisahkan Zalika dan temannya Bu Jessi malah keluar memanggil Zahra.

"Mama Lika, itu anaknya gigit orang!" seru Jessi

Zahra segera berlari menuju ruang kelas dan memisahkan Zalika. Ia kemudian menasihati putrinya jika perbuatannya itu salah, dan menyuruhnya untuk meminta maaf kepada temannya tersebut. Tidak lupa Zalika juga mengembalikan snack yang diambilnya.

"Sayang, kalau kamu masih mau jajan lagi gak boleh ngambil punya teman ya kamu minta saja sama mamah, pasti mamah akan belikan lagi, ok?"

Lika mengangguk paham dan kembali duduk.

Meskipun masalah sudah selesai namun, dengan kejadian itu membuat para wali murid memerintahkan anak-anaknya menjauhi Zalika.

Di hari berikutnya para siswa sudah mulai belajar seperti biasa. Meskipun Zalika sudah semakin tenang di dalam kelas namun tidak di pungkiri ia masih tidak fokus saat melihat gurunya mengajar dengan metode ceramah.

Karena melihat Zalika tak memperhatikannya dan selalu sibuk menggambar saat Bu Jessi sedang menjelaskan, membuat wanita itu kesal.

Ia terang-terangan menyebutnya anak tidak normal dan tidak layak masuk sekolah itu, karena Zalika selama belajar tidak pernah mau mendengarkannya saat ia menjelaskan materi di depan kelas.

"Sepertinya Zalika gak cocok deh sekolah di sini mamah. Sebagai orang tuanya pasti mamah lebih mengerti kondisinya, dan saya sebagai pengajar menyarankan kepada mamah untuk memindahkan Zalika ke sekolah inklusi atau sekolah Luar biasa yang memang bisa menerimanya," ucap Bu Jessi

"Maaf sebelumnya jika saya lancang ibu, tapi selama ini Zalika selalu fokus jika belajar dengan saya di rumah. Setelah saya amati selama dua hari ini, ternyata bukan hanya Zalika yang tidak fokus saat ibu sedang menjelaskan materi, tapi siswa lain juga sama. Beberapa anak terlihat jalan - jalan saat ibu mengajar, hanya saja ibu tidak tahu karena fokus melihat buku modul. Ibu juga gak tahu kan kalau anak-anak di belakang pada ngobrol karena ibu hanya duduk sambil menjelaskan, jadi gimana Lika dan anak-anak yang lainnya akan fokus mengikuti pelajaran Ibuz sementara ibu tidak menarik di mata mereka," jawab Zahra membuat Jessi semakin marah

"Memangnya guru yang menarik itu gimana?" tanya Jessi dengan ketus

"Guru yang menarik adalah guru yang bisa memberikan pelajaran yang menyenangkan kepada siswanya sehingga mereka tertarik untuk memperhatikannya. Untuk menjadi guru yang menarik tentu harus memiliki media pembelajaran yang menarik agar para siswa tertarik dengan apa yang kita sampaikan,"

"Kalau cuma teori mah gampang, coba saja anda praktekan, apa anda bisa menjadi guru yang menarik?" tantang Jessi

"Baik jika ibu tak keberatan, beri saya waktu sehari untuk mengajar di kelas Ibu. Insya Allah saya akan mencontohkan gimana caranya menjadi guru yang menarik meskipun tak berwajah cantik," jawab Zahra

"Ok, saya izinkan besok anda mengajar di kelas ini," jawab Jessi

Terpopuler

Comments

Eli Elieboy Eboy

Eli Elieboy Eboy

𝚕𝚊𝚑 𝚍𝚒𝚊 𝚖𝚊𝚕𝚊𝚑 𝚗𝚊𝚗𝚝𝚊𝚗𝚐𝚒𝚗 𝚣𝚊𝚑𝚛𝚊 𝚋𝚞𝚊𝚝 𝚗𝚐𝚊𝚓𝚊𝚛...
𝚜𝚊𝚕𝚊𝚑 𝚕𝚊𝚠𝚊𝚗 𝚜𝚊𝚢

2024-11-01

0

Lilik Rudiati

Lilik Rudiati

Zahra d lawan

2024-11-18

0

Ani Ani

Ani Ani

Kau jangan cabar Kau tengok sendiri nanti

2024-06-30

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26 Revisi
27 Bab 27
28 Ban 28 Revisi
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32 Revisi
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab. 41
42 Bab. 42
43 Bab 43
44 ZAHRA BERLIAN YANG TERBUANG SEASON 2
45 Bab 2 Kejutan
46 Bab 3. Projek Pertama
47 Bab 4 Melawan seorang Penipu
48 Bab 3. Karena Ayam (Revisi, silakan baca)
49 Bab 4. Insiden di Kereta
50 Bab 4. Juno Dalam Masalah ( Revisi)
51 Bab 5. Izin (Revisi)
52 Bab 6. Membantu Wibi
53 Bab 7. Terpukau
54 Bab 8. Cantik
55 Bab 9. Bertemu dengan Ayah
56 Bab 1O. Aku Rindu Ayah
57 Bab 11. Ke gap
58 Bab 11. Kejutan
59 ISTRIKU SEORANG WANITA BERKEBUTUHAN KHUSUS
60 2. Aku mencintaimu Za
61 2. Undangan
62 Terimakasih sudah mau menerima ku apa adanya
63 Pernikahan
64 Baper
65 PENGUMUMAN
66 Cemburu lagi
67 Penyesalan
68 Persaingan dimulai
69 Obat penggugur kandungan
70 Pertemuan dengan Ayla
71 Andai saja aku bisa
72 Bayangan
73 Penegasan Wibi
74 Menahan marah
75 Ujian kehamilan
76 Melawan
77 Akhir cerita
Episodes

Updated 77 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26 Revisi
27
Bab 27
28
Ban 28 Revisi
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32 Revisi
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab. 41
42
Bab. 42
43
Bab 43
44
ZAHRA BERLIAN YANG TERBUANG SEASON 2
45
Bab 2 Kejutan
46
Bab 3. Projek Pertama
47
Bab 4 Melawan seorang Penipu
48
Bab 3. Karena Ayam (Revisi, silakan baca)
49
Bab 4. Insiden di Kereta
50
Bab 4. Juno Dalam Masalah ( Revisi)
51
Bab 5. Izin (Revisi)
52
Bab 6. Membantu Wibi
53
Bab 7. Terpukau
54
Bab 8. Cantik
55
Bab 9. Bertemu dengan Ayah
56
Bab 1O. Aku Rindu Ayah
57
Bab 11. Ke gap
58
Bab 11. Kejutan
59
ISTRIKU SEORANG WANITA BERKEBUTUHAN KHUSUS
60
2. Aku mencintaimu Za
61
2. Undangan
62
Terimakasih sudah mau menerima ku apa adanya
63
Pernikahan
64
Baper
65
PENGUMUMAN
66
Cemburu lagi
67
Penyesalan
68
Persaingan dimulai
69
Obat penggugur kandungan
70
Pertemuan dengan Ayla
71
Andai saja aku bisa
72
Bayangan
73
Penegasan Wibi
74
Menahan marah
75
Ujian kehamilan
76
Melawan
77
Akhir cerita

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!