Pagi itu Zahra bersiap untuk mengantar Zalika ke sekolahnya. Namun saat tiba di pintu gerbang, ia melihat beberapa orang wali murid sudah berdiri di pintu gerbang sekolah.
Mereka langsung membuat barikade saat melihat Zahra dan putrinya hendak memasuki halaman sekolah.
Zahra berusaha menerobosnya barikade tersebut, tanpa memperdulikan cibiran mereka. Meskipun ia tahu sebenarnya mereka hendak melarangnya masuk namun zahra pura-pura tidak tahu. Ia sengaja mengacuhkan mereka dan terus melangkah memasuki ruangan kelas.
Hari itu ia memang akan menjadi Shadow Teacher (Guru pendamping ) untuk Zalika, yang membuat para wali murid begitu marah.
Karena sebenarnya mereka ingin Zalika di keluarkan dari sekolah karena perangainya yang dianggap tidak normal.
"Harusnya dia tuh masuk sekolah luar biasa, bukan sekolah umum seperti ini. Gimana sih ibunya, dia sebenarnya tahu pendidikan apa tidak sih. Sudah jelas anaknya gak normal kok masih nekat dipaksain sekolah di sekolah umum. Yang ada dia malah akan menggangu teman-temannya, dan merepotkan gurunya!" cibir salah seorang wali murid dengan suara lantang
Zahra kemudian keluar dari kelas dan menghampiri wanita itu.
"Memangnya kau tahu apa soal pendidikan?" tantangnya menatap tajam kearah wanita itu
"Tahulah, kalau anak-anak gak normal kaya si Zalika itu tempatnya bukan di sini, tapi di sekolah luar biasa atau sekolah inklusi," jawab wanita itu
Zahra kemudian segera membuka ponselnya dan menunjukkan sebuah artikel kepada wanita itu.
"Sudah baca artikelnya?" tanya Zahra dengan santainya
"Kalau kamu tahu tentang pendidikan harusnya tahu dong kalau kurikulum pendidikan terbaru yaitu kurikulum merdeka sudah mengizinkan anak-anak berkebutuhan khusus seperti putriku untuk bersekolah di sekolah umum, apa kalian paham sekarang kenapa ibu kepala sekolah mengizinkan Zalika tetap bersekolah di sini?" jawab Zahra membuat semua orang langsung bungkam
"Tapi Ibu tahu sendiri kan kalau guru di sini tidak dibekali keahlian khusus untuk menangani anak-anak seperti Zalika. Lagipula karena murid di kelas ini lumayan banyak maka saya tak bisa memperhatikan dia dengan penuh. Jadi jangan salahkan saya jika saya tidak bisa memberikan perhatian lebih padanya, karena saya harus memperhatikan siswa lain juga," ucap Dina guru kelas Zalika
"Itulah sebabnya aku akan menjadi guru pendampingnya mulai saat ini. Jadi ibu tidak perlu mengkhawatirkan Lika lagi, dan ibu bisa lebih fokus mengajar siswa lain. Biar Lika aku yang handle," jawab Zahra
"Apa Ibu sudah memberitahu hal ini kepada kepala sekolah?" tanya Dinna
"Sudah," jawab Zahra
"Tapi menjadi Shadow Teacher itu kan gak bisa sembarangan, dia harus memiliki pendidikan khusus dan bisa menangani Zalika saat sedang tantrum,"
"Saya ibunya, dan saya adalah orang yang paling paham dengan anak saya. Jadi ibu tidak usah mengkhawatirkan semua itu, Insya Allah saya bisa mengatasi semuanya," jawab Zahra
Karena Dina tak percaya dengan ucapan Zahra, ia kemudian mendatangi ruangan kepala sekolah untuk menanyakan apa benar kepala sekolah sudah memberinya izin menjadi guru pendamping Zalika.
Meskipun meragukan Zahra, namun Dina berusaha menerima wanita itu saat kepala sekolah membenarkan ucapan Zahra.
Zahra selalu ada di dalam kelas untuk mengawasi putrinya. Selama pelajaran berlangsung Zahra baru sadar jika menjadi guru taman kanak-kanak jauh lebih sulit daripada menjadi guru SMP atau SMA.
Bukan hanya menjaga Zalika, ia bahkan sering membantu Bu Dina untuk menangani anak-anak lain yang kesulitan belajar.
Dengan pengalamannya sebagai seorang guru ia bahkan mampu mengendalikan semua siswa yang tak bisa diam menjadi lebih tenang saat belajar.
Namun bukannya berterima kasih Bu Dina justru merasa kesal kepada Zahra karena wanita itu dianggap sudah merebut hati anak didiknya dan mengambil alih posisinya sebagai seorang guru.
Sepulang sekolah Bu Dina memanggil dan mengajak wanita itu ke ruangannya.
"Maaf ya Bu zahra, apa anda tidak mau memindahkan Zalika ke sekolah yang muridnya hanya sedikit. Aku rasa Lika bisa lebih berkembang lagi jika dia belajar disana," ucap Dina
"Tentu saja tidak, karena kalau saya memasukkan anak saya ke sekolah luar biasa maka itu akan membuat dia semakin down dan bisa menganggu mentalnya. Saya sudah mendiskusikan hal ini sebelumnya kepada seorang psikolog sebelum masuk sekolah ini. Lagipula pemerintah sekarang juga sudah mulai memahami bagaimana keluhan orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus sehingga mengeluarkan kurikulum terbaru yang memberikan kesempatan kepada mereka untuk bisa masuk sekolah umum sama seperti anak-anak lainnya, jadi gak masalah kan Bu Guru. Toh nanti saya akan tetap memantau putri saya dan mengajarinya. Anda tinggal duduk tenang saja mengajar dan tidak perlu mengurusi Zalika," jawab Zahra
Sebenarnya siapa sih Ibunya Zalika ini, kenapa ia selalu berbicara seolah-olah seorang guru yang mengerti segalanya,
Karena tak bisa menang jika beradu argumen dengan Zahra maka bu Dina mengakhiri obrolannya dengan Zahra.
Hari berganti hari, perkembangan Zalika mulai terlihat saat Zahra mulai menjadi guru pendampingnya.
Anak itu mulai tenang di dalam kelas dan tidak jalan-jalan lagi. Selain itu ia mulai mau mengerjakan setiap tugas yang diberikan oleh gurunya dengan baik dan mendapatkan nilai sempurna untuk semua mata pelajaran.
Tentu saja hal ini lagi-lagi menimbulkan kecemburuan sosial di kalangan wali murid.
Mereka menganggap jika nilai bagus yang selalu di dapat Zalika karena ia selalu dibantu oleh ibunya. Jadi wajar saja jika gadis kecil itu selalu mendapatkan sempurna.
Mereka bahkan mulai menyuruh anak-anak mereka untuk melakukan protes kepada Bu Yuni karena Zalika yang selalu mendapat perhatian khusus.
"Yah, pasti Zalika dapat nilai seratus lagi, kalau gitu aku mau ditungguin mamah juga biar bisa diajari kalau ada tugas kaya Zalika. Jadi aku pasti dapat nilai seratus terus kaya Lika," celetuk salah seorang siswa saat tahu Zalika mendapatkan nilai sempurna
"Iyalah pasti Zalika dapat seratus, orang di kasih tahu jawabannya sama enaknya!" timpal siswa yang lain
Zahra hanya tersenyum mendengar protes teman-teman Zalika.
"Anak-anak meskipun Mama Zalika di dalam kelas tapi mamah gak pernah kasih tahu jawaban sama Lika. Aku hanya memberikan penjelasan bagaimana cara mengerjakan tugas yang diberikan oleh Bu Dina. Kalau kalian kan bisa nanya sama Bu Dina, nah karena Lika belum bisa nanya Makanya mamah Lika yang kasih tahu cara mengerjakannya. Kalau jawabannya Lika cari sendiri, kalau kalian tak percaya silakan tanya Dinda teman sebangku Lika, apa benar aku memberi jawaban kepada Lika??" ucap Zahra memberi pengertian kepada mereka dengan lembut
Wanita itu bahkan meminta bantuan siswa lain yang selalu diajarinya saat kesulitan dalam mengerjakan tugas.
"Benar, mama Lika memang gak pernah memberitahukan jawaban kepada Lika, dia hanya memberikan cara mengerjakannya, aku juga sering diajarin sama mama Lika gimana caranya mengerjakan tugas dari Bu Dina," bela seorang siswa lainnya
Rasa iri para siswa dan juga wali murid karena Lika selalu mendapatkan nilai bagus setelah ibunya mendampinginya membuat Bu Dina melarang Zahra di dalam kelas. Ia mendoktrin Zalika untuk mengikuti aturan sekolah yaitu tidak di tungguin oleh ibunya di dalam kelas.
"Sekarang gini aja ya Bu Zahra, Zalika boleh tetap sekolah di sini dengan syarat dia harus mengikuti semua kegiatan di kelasnya. Dan mulai besok aku gak mau lihat ibu mendampinginya di dalam kelas, ibu cukup mengawasinya dari luar saja agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial,"
Tentu saja Zahra setuju dengan keputusan Bu Dina, bagaimanapun juga ia ingin menunjukkan kepada semua orang kalau Zalika memang bisa, dan dia pasti bisa mendapatkan nilai sempurna meskipun tanpa dia ada di dalam kelas.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments
Uthie
Zalika bisa seperti Thomas Alfa Edison 👍👍👍👍
berawal dr cibiran orang lain. terhadap nya.. dan keyakinan seorang Ibu terhadap kemampuan anaknya, maka lahir lah Penemu Hebat yg namanya selalu disebut dan dikenang akan manfaat nya 👍👍👍🤨
2024-09-21
0
anggy tabitha
gurunya (dina) kudet, ga mau capek. Anak super spt lika perlu perhatian lebih dr pd anak lainnya.
2024-07-18
1
Ani Ani
ada aja yang buat hidup nya susah
2024-06-30
0