Bab 11

"Kalau anda tidak keberatan, silakan datang ke sanggar seni lukis saya. Kebetulan saya juga mengajar seni lukis dan putri anda boleh bergabung jika mau. Saya melihat bakat menulisnya sangat besar, bahkan karya seni lukis abstrak ekspresionis ini masih jarang, jadi sayang kalau tidak di kembangkan," ucap pria itu kemudian memberikan kartu namanya

"Iya juga sih, tapi...." jawab Zahra terlihat gamang saat hendak menerima tawaran Pria itu

"Jangan khawatir, aku akan memberikan les gratis untuk putri anda."

"Bukan itu masalahnya, aku perlu menanyakan dulu sama Lika, apa dia mau atau tidak?" jawab Zahra

"Ok, Untuk lukisannya boleh saya bawa untuk dipamerkan di galeri seni lukis saya?. Kebetulan nanti malam saya akan mengadakan pameran seni lukis di galeri saya, kalau ibu mau datang silakan," imbuhnya

"Silakan saja kalau anda ingin membawanya, Insya Allah saya datang ke pameran anda, dan terimakasih sudah memberitahuku tentang bakat putriku,"

"Sama-sama Bu," ucap Pria itu kemudian memberikan kartu namanya sebelum meninggalkan mereka.

Selesai melukis Zahra kemudian mengajak putrinya pulang. Setibanya di rumah, ia memikirkan kembali tawaran Lelaki itu. Bagaimanapun juga ucapan Heru, ada benarnya tentang bakat Zalika, tentu saja hal itu membuat Ia memutuskan untuk menerima tawaran dari lelaki itu meskipun ia masih harus menanyakannya kepada Zalika.

"Lika, mau gak kalau belajar melukis?" tanya Zahra

Zalika langsung mengangguk setuju.

"Ok, berarti nanti malam kita datang ke pameran lukisan Om Heru ya sekalian mamah bilang sama dia kalau kamu mau belajar lukis di sanggarnya,"

"Iya,"

Sebelum mendatangi pameran seni lukis, terlebih dahulu Zahra mencari tahu dulu tentang Heru. Ia sedikit berhati-hati karena takut penipuan.

Ia mulai mencari tahu tentang pria bernama Heru Laksono, di google dan hasilnya mencengangkan.

Heru Laksono adalah seorang dosen seni rupa di Universitas ternama di ibukota. Ia juga dikenal sebagai maestro seni lukis abstrak Indonesia.

"Alhamdulillah, Zalika akhirnya menemukan guru yang tepat, terimakasih Ya Robb sudah menunjukkan bakat Lika melalui Pak Heru," ucap Zahra begitu bersyukur

Malam Harinya Ia mendatangi pameran seni lukis Heru Laksono, di kawasan Jakarta Selatan.

Sebagai salah seorang maestro seni lukis di Indonesia, Zahra tahu jika yang datang ke pameran itu pastilah bukan orang-orang sembarangan.

Saat ia kebingungan memilih baju apa yang akan di pakai tiba-tiba Gading datang mengunjunginya.

Lelaki itu begitu terkejut saat melihat tumpukan baju tergeletak di sofa.

"Sepertinya kamu akan pergi kencan, hingga kebingungan memilih outfit yang cocok,"

"Jangan sok tahu, gue lagi nyari baju yang cocok buat ke pameran lukis nanti malam," jawab Zahra sambil mencoba satu persatu bajunya

"Pameran lukisan apa sih, sampai membuat kamu mempersiapkan semuanya dengan perfect," jawab Gading

Zahra kemudian menceritakan tentang pertemuannya dengan Heru Laksono kepada Gading. Pemuda itu benar-benar tak menduga kalau mereka akan diundang oleh seorang maestro seni lukis.

"Benar kan dugaan gue, kalau Lika itu memiliki bakat melukis. Sebaiknya kamu terima saja tawaran Pak Heru. Aku yakin Lika akan menjadi pelukis terkenal di bawah bimbingannya,"

"Iya Ding, makanya tujuan aku datang ke pameran itu ya untuk menjawab tawaran Pak Heru,"

"Menurut kamu aku lebih cocok pakai baju yang mana?" tanya Zahra

"Apapun yang kamu pakai selalu cantik,"

"Ish kebiasaan deh kalau dimintai masukan selalu kaya gitu," ucap Zahra mendengus kesal

"Kamu tahu kan kalau di acara seperti itu pasti yang datang itu orang-orang penting. Dan pasti outfit mereka juga bukan kaleng-kaleng, aku gak mau dikucilkan hanya karena salah kostum," imbuh Zahra

"Sejak kapan sih seorang Zahra jadi minder gini. Kamu pasti trauma berat dengan perlakuan keluarga Bahri hingga menganggap semua orang kaya seperti mereka?"

"Bukan gitu, aku cuma jaga-jaga saja," jawab Zahra

"Kalau begitu pakai saja baju yang aku bawa," ucap Gading memberikan sebuah paper bag kepadanya

"Meskipun bukan karya desainer terkenal namun aku yakin baju itu akan terlihat mahal jika kamu yang memakainya," ucap Gading

"Thanks a lot Gading,"

"Sama-sama, yaudah kalau gitu gue balik ya,"

"Kamu gak mau nemenin aku di pameran itu?" tanya Zahra

"Sebenarnya gue mau banget datang, tapi gue ada jadwal kuliah malam jadi aku gak bisa Za. Sorry banget ya Za," jawab Gading

"Iya gak papa, aku tahu kok. Btw terimakasih atas semuanya, "

"Kembali kasih," jawab Gading kemudian segera pergi meninggalkan kediaman Zahra

Setibanya di lokasi pameran, Heru langsung menyambut kedatangannya dengan ramah. Ia bahkan memperkenalkan Zalika kepada para pelukis terkenal, hingga memperlihatkan hasil karyanya kepada mereka.

Tiba-tiba seorang Pria begitu tertarik dengan lukisan Zalika bahkan mengatakan akan membelinya berapapun harganya.

Zahra tak mampu menyembunyikan rasa bangga sekaligus terharu saat Heru memberitahukan kepadanya jika lukisan Zalika di sukai oleh seorang kolektor lukisan dan bersedia membayar berapapun untuk lukisan tersebut.

"Bagaimana apa kau akan menjualnya atau tidak?" tanya Heru

Zahra mengangguk setuju.

Acara lelang di mulai, lukisan Zalika berhasil terjual dengan harga dua ratus juta.

Karena lukisan Zalika yang viral dan dihargai begitu mahal membuat nama gadis itu mulai muncul dalam pemberitaan dan berbagai media online.

Dirga yang mengetahui putrinya memiliki prestasi diam-diam menemuinya tanpa sepengetahuan Zahra.

Siang itu ia sengaja mendatangi Zalika di sekolahnya.

Ia segera menghampiri gadis kecil itu saat ia sedang olahraga.

"Sayang, apa kamu gak kangen sama papah?" ucapnya berkaca-kaca

Ia kemudian memeluknya erat, " Maafkan Papah kalau aku tidak pernah mengunjungimu selama ini. Tapi mulai sekarang ayah akan sering menemui mu, asal kamu tidak memberitahuku mamah kalau papah menemui kamu, ok?" ucap Dirga

Pria itu segera pergi meninggalkan Zalika saat melihat Zahra berjalan kearahnya.

Seorang wartawan berhasil mengabadikan momen pertemuan mereka dan mengupload foto mereka ke media sosial dan viral.

Keluarga Bahri begitu geram saat melihat pemberitaan media.

Sore itu Merry mendatangi kediaman Zahra dan meluapkan kemarahannya.

Ia menuduhnya berusaha mendekati Dirga untuk mengambil semua harta anak bungsunya itu.

Ia sengaja mempermalukannya di depan orang-orang yang berkerumun menontonnya.

"Kalau kamu kekurangan uang kenapa kamu harus gengsi saat aku menawarkan uang kepadamu. Apa kamu sengaja melakukan itu agar bisa merayu putraku lagi, kau pikir aku akan membiarkan mu menggoda putraku untuk kedua kalinya jangan mimpi!" maki Merry

"Lagipula aku juga tidak tertarik dengan putra anda, dan asal anda tahu aku tidak butuh uang dari kalian. Kau tahu kan hanya dengan satu lukisan saja Zalika bisa menghasilkan dua ratus juta, bagaimana kalau aku menjual semua lukisan Lika?" ucap Zahra kemudian membuka garasi rumahnya yang dipenuhi oleh Lukisan Zalika.

"Bahkan aku bisa membeli sebagian saham Bahri Group suatu saat nanti, tunggu saja tanggal mainnya!" imbuhnya membuat Merry seketika terdiam mendengarnya

Terpopuler

Comments

Rafinsa

Rafinsa

cerita antara bab sebelumnya dan bab selanjutnya agak gak sikron.. jadi bingung sama alurnya

2024-09-27

0

Uthie

Uthie

sukurin 😡

2024-09-21

0

Ani Ani

Ani Ani

terkejut kau

2024-06-30

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26 Revisi
27 Bab 27
28 Ban 28 Revisi
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32 Revisi
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab. 41
42 Bab. 42
43 Bab 43
44 ZAHRA BERLIAN YANG TERBUANG SEASON 2
45 Bab 2 Kejutan
46 Bab 3. Projek Pertama
47 Bab 4 Melawan seorang Penipu
48 Bab 3. Karena Ayam (Revisi, silakan baca)
49 Bab 4. Insiden di Kereta
50 Bab 4. Juno Dalam Masalah ( Revisi)
51 Bab 5. Izin (Revisi)
52 Bab 6. Membantu Wibi
53 Bab 7. Terpukau
54 Bab 8. Cantik
55 Bab 9. Bertemu dengan Ayah
56 Bab 1O. Aku Rindu Ayah
57 Bab 11. Ke gap
58 Bab 11. Kejutan
59 ISTRIKU SEORANG WANITA BERKEBUTUHAN KHUSUS
60 2. Aku mencintaimu Za
61 2. Undangan
62 Terimakasih sudah mau menerima ku apa adanya
63 Pernikahan
64 Baper
65 PENGUMUMAN
66 Cemburu lagi
67 Penyesalan
68 Persaingan dimulai
69 Obat penggugur kandungan
70 Pertemuan dengan Ayla
71 Andai saja aku bisa
72 Bayangan
73 Penegasan Wibi
74 Menahan marah
75 Ujian kehamilan
76 Melawan
77 Akhir cerita
Episodes

Updated 77 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26 Revisi
27
Bab 27
28
Ban 28 Revisi
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32 Revisi
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab. 41
42
Bab. 42
43
Bab 43
44
ZAHRA BERLIAN YANG TERBUANG SEASON 2
45
Bab 2 Kejutan
46
Bab 3. Projek Pertama
47
Bab 4 Melawan seorang Penipu
48
Bab 3. Karena Ayam (Revisi, silakan baca)
49
Bab 4. Insiden di Kereta
50
Bab 4. Juno Dalam Masalah ( Revisi)
51
Bab 5. Izin (Revisi)
52
Bab 6. Membantu Wibi
53
Bab 7. Terpukau
54
Bab 8. Cantik
55
Bab 9. Bertemu dengan Ayah
56
Bab 1O. Aku Rindu Ayah
57
Bab 11. Ke gap
58
Bab 11. Kejutan
59
ISTRIKU SEORANG WANITA BERKEBUTUHAN KHUSUS
60
2. Aku mencintaimu Za
61
2. Undangan
62
Terimakasih sudah mau menerima ku apa adanya
63
Pernikahan
64
Baper
65
PENGUMUMAN
66
Cemburu lagi
67
Penyesalan
68
Persaingan dimulai
69
Obat penggugur kandungan
70
Pertemuan dengan Ayla
71
Andai saja aku bisa
72
Bayangan
73
Penegasan Wibi
74
Menahan marah
75
Ujian kehamilan
76
Melawan
77
Akhir cerita

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!