Dejavu

Wanita yang tidak menggubris pertanyaan Herlan.

"Apa gaji yang aku berikan padamu tidak cukup?! Membunuhku? Membuat seolah-olah suamiku penyebab kematianku?" tanya Shui pada pria di hadapannya.

Azra tersenyum menghela napas kasar."Memang tidak cukup. Bertahun-tahun menjadi pelayan yang mengikutimu. Hanya bos? Kamu hanya seorang nona muda yang harus dilayani. Yang mengelola bisnis adalah aku, aku bekerja lembur hanya untuk meningkatkan omset. Tapi apa yang aku dapat? Hanya bonus yang tidak seberapa dengan pendapatanmu yang tidak bekerja. Apa hakmu mengatakan seolah-olah aku yang bekerja untukmu? Kamu hanya wanita cacat, tidak akan---" Kata-kata Azra disela.

"Aku memang hanya wanita cacat, tapi aku langka. Sudahlah, jika kamu memang merasa aku yang memeras mengambil keuntungan darimu, aku akan menggantikan posisimu dengan Fahira. Uang pengembangan bisnis beberapa tahun ini, akan aku berikan kepadamu. Tapi ingat satu hal, uang yang aku berikan adalah bayaran penuh atas kerja kerasmu. Jadi jangan coba-coba mendekati atau berbicara denganku lagi. Mulai hari ini, aku Shui Murren akan menganggapmu sebagai musuhku," tegasnya.

Azra tersenyum mengenyitkan keningnya."Kamu tidak memenjarakanku. Tapi malah memberiku uang? Aku dapat saja membangun restauran di dekat restauran mu. Membangun hotel di dekat hotelmu. Bahkan koneksi bisnis sampinganmu hanya aku yang mengenal mereka,"

"Tidak apa-apa lakukan sesukamu," gumam Shui penuh keangkuhan.

"Aku benar-benar akan menghancurkan bisnismu!" bentaknya, tapi Shui hanya mengeluarkan ceknya, menulis angka dengan jumlah yang tidak sedikit disana.

"Sudah aku bilang terserah! Sayang ayo kita pulang. Ingat mulai hari ini dia adalah musuhmu. Kamu boleh melakukan apapun padanya, kecuali membunuhnya." Kata-kata dari Shui pada Kara. Mata pemuda itu sekelebat memerah, hanya sesaat bibirnya terlihat tersenyum.

Mendorong kursi roda milik istrinya untuk meninggalkan kamar Azra.

"Membiarkan pria seperti itu menikah denganmu?! Shui Murren, ayahmu sudah gila! Dia lebih memilihnya yang hanya bermodal wajah. Daripada aku yang mapan dan cerdas! Ayahmu benar-benar sudah gila!" teriak Azra dari dalam ruang rawatnya, masih membenci pernikahan Shui dengan Kara.

Sedangkan Kara yang mendorong kursi roda istrinya. Langkahnya terhenti mengambil uang dari dompetnya.

"Kamu pulang duluan. Sisa uangnya gunakan dengan baik. Aku harus melakukan sesuatu yang penting dengan istriku," ucap Kara pada Herlan.

"Urusan penting?" batin Herlan menatap sepasang suami-istri bergantian. Membayangkan urusan penting yang dimaksud. Mungkin akan ada adegan mobil bergoyang. Atau adegan Direktur Utama dengan suami tengilnya dalam sebuah kamar hotel mewah.

Namun semua itu ditepisnya, mereka berhak berbuat apa saja. Mencetak anak sebanyak-banyaknya, dengan cepat Herlan melangkah pergi, meninggalkan tempat tersebut.

*

"Menangislah..." ucap Kara setelah kepergian Herlan.

Air mata Shui mengalir pada akhirnya. Kara mensejajarkan tingginya dengan istrinya, memeluk tubuhnya erat."Menangislah lebih kencang," pintanya.

"Aku sedih karena memiliki suami tidak berguna sepertimu," dustanya, memeluk Kara dengan erat.

Belasan tahun dirinya mengenal dan berteman dengan Azra. Gaji? Gaji yang dulu diberikannya sudah melebihi gaji dan pembagian untung rata-rata. Tapi kini? Ingin membunuhnya? Ingin menjebak suaminya.

Persahabatan yang perlahan mulai lenyap. Mendekap tubuh Kara lebih erat, menemukan kenyataan tidak semua orang berpihak padanya. Rasa nyaman saat berlindung pada pemuda ini entah kenapa.

"Aku ada disini," hanya itulah yang diucapkannya membuat Shui lebih tenang.

*

Mobil milik sport berwarna putih melaju, menyalip beberapa kendaraan. Wajahnya tersenyum, sedikit melirik ke arah Shui yang tertidur.

Hingga mobilnya terhenti, mengangkat tubuh itu perlahan. Melewati ilalang yang terkena hembusan angin. Kunang-kunang mulai keluar dari sela-sela ilalang.

Sebuah pohon tua yang cukup besar terlihat. Tidak terdapat pohon lain di sekitarnya. Hanya padang ilalang yang dipenuhi kunang-kunang. Wajah Shui ditatapnya dalam setiap langkahnya.

Hingga pada akhirnya meletakkan tubuh itu diatas rumput, tepatnya di bawah pohon. Shui membuka matanya, bukan kamarnya, tempat yang asing baginya.

Matanya menelisik terdapat Kara disana. Pemuda yang menonggakkan kepalanya menatap ke arah jutaan bintang.

Hanya seekor siluman pemakan b*ngkai? Mungkin hanya itulah statusnya, terlahir sebagai kasta terendah. Mempelajari sihir, segalanya telah dilakukan olehnya. Tapi dirinya tidak berasal dari ras yang memiliki status kuat. Seperti naga, harimau, atau keluarga rubah, bahkan seekor kucing lebih baik darinya.

Terkadang tinggal di hutan berkabut benar-benar dirindukan olehnya. Masa kecil Fu dimana gadis kecil itu tidak begitu cerewet, masa remaja yang benar-benar indah. Seorang gadis remaja yang mengatakan tidak ingin menerima pernikahan dengan pria manapun, kecuali Junichi.

Mencintai makhluk rapuh? Itu adalah kesalahannya.

"Kara? Ini dimana?" Suara Shui menyadarkannya dari lamunan.

"Tempat yang cukup tenang," jawaban darinya.

Shui terdiam ikut menatap ke arah hamparan tanaman ilalang di hadapannya. Tidak berkata apapun, wanita yang tidak memiliki sahabat mungkin hanya Fahira dan Azra yang dapat dikatakan sebagai sahabat olehnya.

"Terimakasih..." ucapnya tiba-tiba.

Kara tersenyum, memetik sebatang ilalang."Banyak orang yang datang dan pergi. Ada yang menyayangimu. Ada juga yang tidak segan-segan mencampakkanmu. Kamu menyukainya?"

Shui menggeleng."Hanya sebagai teman, tidak lebih. Dan sekarang bahkan bukan teman lagi,"

Wanita itu tiba-tiba berbaring tanpa permisi. Meletakkan kepalanya dalam pangkuan Kara.

"Kenapa tidak memenjarakannya? Apa kamu mencintainya?" Lagi-lagi inti dari pertanyaan yang sama dikatakan Kara.

"Karena aku membencinya. Membuatnya mendirikan usaha dengan susah payah, kemudian menghancurkan usahanya. Itu lebih buruk daripada di penjara." Jawaban dari Shui.

"Memberikan harapan, kemudian menghancurkannya? Pintar!" Kara mengacak-acak rambut Shui, sembari tersenyum.

"Kara, apa kamu akan pergi seperti yang lain?" tanya Shui padanya.

Pemuda itu tidak menjawab, hanya terdiam. Gerakan tangannya yang menyapu rambut Shui terhenti. Pemuda itu hanya menatap ke arah bintang, banyak hal yang ada di fikirannya saat ini. Apa yang telah dilakukannya? Mengapa dirinya berada di sini dan menghibur Shui?

Seharusnya Shui hanya batu pijakannya saja, untuk mendapatkan kekuasaan.

"Kara, orang mengatakan pasangan suami-istri adalah teman seumur hidup yang telah digariskan. Jika dalam satu atau dua tahun kita bercerai, temukan wanita yang baik untukmu. Aku---" Kata-kata Shui terhenti, bibirnya dikecup, hanya kecupan singkat.

Shui menatap ke arah atas, wajah Kara yang tengah memangku kepalanya terlihat. Benar-benar rupawan, dengan ribuan bintang bagaikan latarnya.

"Jangan katakan tentang perpisahan. Karena itu menyakitkan." Kali ini kata-kata yang terucap, bukan sekedar rayuan tapi kesungguhan yang diucapkan tanpa ekspresi.

Shui mulai bangkit dari tempatnya berbaring. Duduk di atas rumput yang basah."Tapi itu kenyataannya kan? Kita seperti minyak dan air. Cepat atau lambat kita akan berpisah,"

Kata-kata yang diingatnya, bukan kalimat yang sama dari dua orang yang berbeda, namun membuatnya merasakan rasa sakit yang serupa.

"Shui bodoh..." ucap Kara meraih tengkuknya, menahan dalam sentuhan bibir, seolah takut kehilangannya.

Shui memejamkan matanya, mencengkeram kemeja hitam yang dipakai Kara. Dejavu? Dirinya bagaikan pernah mengalami hal serupa. Sesuatu yang tidak pernah dibayangkan dalam hutan berkabut 500 tahun lalu.

Terpopuler

Comments

Abimanyu Rara Mpuzz

Abimanyu Rara Mpuzz

cie ngarep jadi mantu tapi gak payu🤣

2023-08-07

0

Lovesekebon

Lovesekebon

Pokoknya love love sekebon ♥️♥️♥️🥰🥰🥰

2023-02-22

0

Lovesekebon

Lovesekebon

Mari berdamai dengan perasaan masing-masing hingga menjadi bentuk cinta 🥰🥰

2023-02-22

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!