Pemuda itu terlihat murung memasuki area ballroom hotel. Bagaikan bingung bagaimana dirinya harus berucap. Hingga pada akhirnya menemui salah satu rival bisnis dari Murren Group.
"Andrew, kamu tahu siapa tamu yang ada di ruang ganti?" tanyanya ragu.
Andrew, rival bisnis Shui Murren mengenyitkan keningnya wajahnya tersenyum. Berpura-pura tidak tahu."Aku tidak tahu, memang ada apa?" tanyanya.
"Ada yang sedang berhubungan di ruang ganti. Aku mendengarnya sendiri. Suaranya Benar-benar nyaring. Bagaimana ya? Aku benar-benar risih," jawab Defan diam-diam tersenyum. Jika dapat menggunakan tangan orang lain, untuk apa menggunakan tangannya sendiri?
Andrew tersenyum, menahan tawanya. Mengetahui satu-satunya tamu yang terlihat pergi ke ruang ganti adalah Kara. Mempermalukan Shui Murren lebih dalam, adalah tujuannya.
"Aku pergi sebentar," ucapnya meninggalkan Defan guna menghubungi wartawan. Defan sendiri hanya tersenyum, menunggu pertunjukan yang akan terjadi.
*
Hingga lima menit berlalu Andrew tiba-tiba menaiki podium, meraih microphone."Aku melakukan ini karena iba pada mempelai wanita. Ini murni dari dasar hati nuraniku," ucapnya bersamaan dengan para wartawan yang masuk.
Shui menoleh menatap tidak mengerti pada pria yang kini ada di atas panggung.
"Kara berselingkuh, tepat di malam resepsi pernikahannya. Aku akan membongkarnya hari ini." Ucap Andrew, membuat semua perhatian beralih padanya.
"Apa buktinya kalau suamiku berselingkuh? Aku dapat menuntutmu, jika menyebarkan rumor tidak benar." Ancaman dari Shui.
"Bagaimana jika kita bertaruh, salah satu harus mundur dari perebutan tender proyek, pengadaan produk elektronik dan furniture. Tower apartemen QT yang baru selesai dibangun." Ucap Andrew.
Shui mengepalkan tangannya, kali ini demi harga diri, dirinya bertaruh untuk makhluk tengil pembuat masalah."Deal."
Wanita yang berdoa dalam hati, semoga suaminya yang menyebalkan, makhluk tengil itu, tidak membuat masalah lagi.
Pada akhirnya semua orang mengikuti Andrew menuju ruang ganti. Ingin mengetahui hal yang terjadi.
"Agh...iya disana! Agh...terus! Terus!" suara seorang wanita terdengar nyaring dari dalam ruangan.
Benar-benar suara seseorang yang sedang berhubungan. Diikuti dengan suara seorang pria."Kamu luar biasa...agh!"
Suara yang benar-benar jelas. Andrew tersenyum, tentunya dirinya sudah sempat kemari, tapi hingga pintu depan kamar ganti sebelumnya, membuktikan kata-kata Defan.
Shui Murren menghela napas kasar, mengepalkan tangannya. Kenapa suaminya bisa sebodoh ini? Matanya menelisik menyadari ketidak beradaan Sonya. Bagikan sudah menebak apa yang ada di dalamnya. Kamera wartawan bersiap membidik mengambil gambar.
Bersamaan dengan tangan Andrew memutar kenop pintu.
Bug!
Suara pintu terbuka terdengar. Pakaian wanita berceceran dengan suara penyatuan tubuh yang semakin jelas, di balik tirai 2. Maaf salah dibalik tirai ruang ganti.
Farhan menghela napas kasar, seharusnya dirinya tidak mempercayai kata-kata Kara yang menerima pernikahannya. Kini Shui Murren akan dipermalukan dan dirinya akan dihukum penggal oleh Atmaja Murren. Tepatnya bukan penggal tapi kediamannya akan diratakan dengan tanah. Dijadikan tempat untuk bermain golf.
Tangan Andrew terangkat, wajahnya tersenyum hendak menyingkap isi tirai. Apakah zonk? Atau berisi mobil seharga ratusan juta.
Namun yang pasti isinya adegan dewasa yang tidak boleh dilihat anak kecil.
Srak!
Tirai dibuka, jantung semua orang berdegup cepat. Tapi bukan karena jatuh cinta.
"Tertangkap kamu Kara---" Kata-kata Andrew terhenti. Menatap wajah Sonya yang memerah, dengan seorang pria yang mungkin adalah pegawai hotel tengah memuaskannya.
Sang pegawai segera memakai kembali boxer dan celana panjangnya. Pegawai hotel yang saat tertangkap hanya mengenakan kemeja, tanpa bawahan sama sekali.
"Ma... maaf! Di...dia yang menggoda saya!" ucap sang pegawai gelagapan.
Dan benar saja. Sonya yang masih belum berpakaian, merayap mendekati pegawai hotel."Aku sudah memberikan kalungku. Puaskan aku, kenapa berhenti?" tanyanya, memeluk erat tubuh pegawai hotel dari belakang.
Atmaja, melepaskan jas yang dikenakannya, menutupi tubuh putri bungsunya. Meraih satu pot kaca air putih, menyiram wajah Sonya.
Plak!
Satu tamparan dilayangkan pada putrinya."Sudah sadar kamu?! Tingkahmu mirip wanita penghibur. Tidak! Wanita penghibur mendapatkan uang, tapi kamu?! Kamu malah membayar untuk pria itu."
Kesadaran Sonya yang terkena pengaruh obat mulai kembali."Ayah, aku dijebak oleh Kara," gumamnya tidak mengerti, matanya menelisik menyadari ketidak beradaan Kara disana.
"Wartawan yang berani menyebarkan hal yang terjadi hari ini akan berhadapan denganku. Dan kamu? Ayah tidak tahu bagaimana lagi harus menghukum putri tidak berguna sepertimu." Ucap Atmaja dengan tatapan tajam menghunus. Sedangkan Sonya hanya menitikkan air matanya. Mengeratkan tangannya pada jas yang dipakainya.
"Kakak! Suamimu yang menjeratku, dia memberikanku minuman! Kemudian kepalaku sakit dan---" Kata-kata Sonya terhenti.
"Minggir! Minggir! Minggir!" ucap seorang pria memasuki kerumunan.
Mata semua orang menatap aneh ke arah Kara yang baru tiba, membawa sebuah map biru.
"Dia yang menjebakku!" teriak Sonya, menunjuk pada Kara.
"Aku? Menjebak? Tidak mungkin, tadi ada orang yang kesusahan sebelum aku berangkat kemari, jadi aku membantunya. Kemudian ada orang-orang berpakaian abu-abu yang aneh (polisi) tiba-tiba mencariku. Memberikanku kertas ini dan amplop berisikan kertas. Lalu menunjukkan benda yang mengeluarkan cahaya (kamera) tiba-tiba menjadi lukisan kecil (foto)," ucapnya komat-kamit, seekor gagak yang benar-benar cerewet.
Shui meraih map dan foto. Berisikan sertifikat penghargaan sebagai warga teladan. Wajah suaminya yang tersenyum tengil sambil memegang sertifikat ada di foto didamping polisi yang memberikan penghargaan padanya. Pemuda ini harus diawasi 24 jam, benar-benar membuat seorang Shui Murren khawatir.
"Kamu dapat uang berapa?" tanya Shui meraih amplop.
"Kertas kecil itu uang?" Kara balik bertanya.
"Lumayan! Aku istrimu, jadi ini juga uangku." Ucap Shui menggerakkan kursi rodanya.
"Shui! Wanita kurang ajar! Itu uangku!" teriak Kara, berjalan dengan cepat menyusul istrinya.
Sedangkan mata semua orang kini memandang rendah pada Sonya. Menganggap wanita itu benar-benar tega, sudah salah, malah ingin menuduh suami kakaknya.
Apa yang sebenarnya terjadi?
*
Beberapa puluh menit yang lalu.
"Kamu lebih kaya dari Shui Murren? Apa lebih berkuasa darinya? Jika tidak, kamu fikir kamu pantas menyentuhku?" gumam Kara, dengan mata sekelebat memerah.
Ada makanan didekatnya menghampirinya sendiri. Tubuh Sonya diliputi hawa hitam, ada rasa iri dengki, terutama napsu disana.
Seekor iblis berbentuk wanita penggoda muncul di belakang sang wanita.
"Aku membenci Shui, ayolah kita lakukan. Aku mencintaimu," pinta Sonya, sedangkan iblis di belakangnya, menjulurkan lidah panjang, mencoba menjilat wajah Kara.
Kara meraih lidah tersebut sebelum menggapai wajahnya, kemudian mendekati Sonya."Kamu fikir dapat menggodaku. Boleh aku memakan jantungku?"
Iblis yang ada di belakang Sonya melangkah mundur, menyadari pria ini dapat melihatnya."Kamu apa?" tanyanya.
"Siluman," Kara tersenyum menyeringai, meremukkan lidah panjang sang iblis hingga terputus dan menghilang.
Pria yang bergerak cepat, hendak menangkap sang iblis. Namun kali ini beberapa benda melayang, termasuk sebuah garpu kecil, mengarah ke wajahnya. Kara masih setia tersenyum, menghindar dengan cepat.
Tidak memiliki kemampuan apapun, hanya sebagai manusia biasa yang dapat melihat dan menyentuh iblis."Agghh!" suara teriakan yang tidak dapat didengar oleh manusia.
Kira melangkah mendekat, tersenyum."Jika jantungmu sudah aku ambil, kamu hanya akan tinggal di neraka. Tanpa dapat kembali ke dunia lagi."
Iblis itu bergerak cepat, hendak menyerang. Namun Kara kali ini mencengkeram lehernya dengan tangan kiri. Tangan kanannya mencabut jantung sang iblis, menyisakan tubuh yang menghilang bagaikan asap. Perlahan jantung berwarna kebiruan itu diserapnya.
"Hanya menambah sedikit kemampuan fisik," gumam Kara menghela napas kasar, kecewa dengan makanannya malam ini.
Matanya menatap ke arah Sonya Murren yang masih dalam pengaruh obat."Kara, ayo kita lakukan. Kamu mencintaiku kan?" ucapnya, menanggalkan pakaian.
"Jika kamu lebih kaya dan berkuasa dari istriku. Akan aku pertimbangkan. Tapi sepertinya kamu hanya rakyat miskin," ucapnya mulai berjalan menuju balkon. Melompat dari lantai 10 ruang ganti.
Rambut pendek berwarna putih yang memang diwarnai Kara yang asli dahulu. Terbang terkikis angin, pemuda yang mendarat dengan selamat. Setidaknya energi tubuhnya sedikit bertambah.
Pemuda rupawan itu, berjalan beberapa langkah hingga sebuah tandu baja dengan lampu diatasnya (mobil polisi) berhenti di dekatnya."Tuan? Kamu yang ada di rekaman CCTV ini?" tanya seorang polisi, menunjukkan tabnya. Dimana Kara berhasil melumpuhkan pencopet seorang diri.
Kara mengangguk, pada akhirnya hanya menuruti kata-kata petugas kepolisian untuk berfoto. Dan memberikannya tanda penghargaan, sebagai warga teladan.
Apa yang terjadi pada Sonya? Sejatinya, seorang pegawai hotel memasuki ruangan setelah mengetuk pintu beberapa kali. Namun Sonya segera menyergapnya, membuka celana panjang yang dikenakan sang pegawai hotel. Gelagapan memberikan imbalan kalung jika dapat memuaskannya. Wanita yang masih ada dalam kendali obat.
*
Saat ini Kara masih mengikuti langkah istrinya.
"Sayang, bisa kamu percaya aku hanya mencintaimu. Gunung tinggi akan ku daki, lautan akan aku seberangi. Bahkan aku akan memberikan seluruh hidupku padamu. Aku hanya---" Kata-kata rayuan dan godaan Kata disela.
"Terimakasih, hari ini sudah tidak mempermalukanku. Tapi jangan berpura-pura menyukaiku. Katakan dengan benar seperti saat kita pertama kali bertemu. Orang yang kamu cintai adalah Sonya adikku," ucapnya menggerakkan kursi rodanya. Melempar amplop uang hadiah dari petugas kepolisian pada suaminya.
Kara bergerak dengan cepat, berdiri tepat di hadapan Shui. Memegang kursi roda istrinya, jarak wajah yang hanya beberapa sentimeter. Mungkin dapat dikatakan hampir berciuman. "Ingin aku melayanimu di tempat tidur? Walaupun pertama kali mencoba, aku mungkin lebih hebat dari kejadian yang baru saja kamu lihat. Bertahan dalam waktu yang lebih lama..."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments
Lovesekebon
Hmm ☺️
2023-02-21
2
YuWie
fu itu...kekasihmu di masamu. perlakukan dia dengan baik santan kara
2022-12-20
5
༄༅⃟𝐐Dena🌹
Gombalanmu bang, meleleh hati adek😍😍
2022-12-07
3