Tandu Baja

Shui mengenyitkan keningnya."Melayaniku di tempat tidur?" tanyanya.

Dengan cepat Kara mengangguk, menelan ludahnya sendiri. Dirinya bahkan belum pernah melakukannya dengan Fu. Dan sekarang harus melakukannya dengan Shui, si wanita k*parat? Tapi demi menjadi Kaisar, dirinya harus menaklukkan hati putri bangsawan.

"Aku memang memerlukan orang untuk melayaniku." Ucap Shui Murren, lebih mendekatkan wajahnya dengan Kara, membuat pemuda itu memundurkan wajahnya. Dua pasang mata yang menatap, bibir yang hampir bersentuhan.

Mau tidak mau, dirinya harus melayani Shui Murren untuk mendapatkan kepercayaannya.

*

"Aggh!" racau Shui, meremas seprei sesekali. Ini benar-benar nikmat baginya.

"Wanita kurang ajar..." gumam Kara dengan suara kecil.

"Kamu bilang apa?" Shui memastikan pendengarannya.

"Kamu wanita tercantik yang pernah aku temui, kulitmu halus, wajahmu bagaikan bunga Peony musim semi. Bagaimana aku tidak jatuh cinta padamu," jawaban dari Kara.

"Kamu harus berusaha lebih baik lagi menyenangkanku. Aku berkerja dari pagi hingga sore, bahkan lembur untuk membayar biaya kuliahmu yang tidak sedikit. Ya benar! Pijit di sebelah sana!" ucap Shui Murren masih berbaring dengan posisi tengkurap. Sedangkan Kara tengah memijitnya.

Emansipasi wanita? Mungkin itulah yang terjadi, Kara menghela napas kasar. Istri yang benar-benar menyebalkan. Wanita yang tengah menekan benda kotak yang bersinar (laptop).

"Kamu sedang apa? Melakukan sihir?" tanya Kara penasaran.

"Aku sedang bekerja," jawaban singkat dari Shui.

"Bekerja? Bukannya pekerjaan bangsawan mengurus pemerintahan?" Kara semakin tidak mengerti.

"Tidak, aku seorang pedagang profesional. Setiap detik uang masuk ke tabungan pribadiku. Asalkan aku rajin untuk bekerja. Aku juga tipikal orang yang tahu terimakasih. Jadi besok mobil barumu akan datang," ucap Shui dengan jemari tangan masih lincah bergerak.

"Mobil? Maksudmu tandu baja?" tanya Kara, semakin semangat memijit istrinya. Hingga Shui yang memang tengah tidak enak badan kembali bersendawa.

"Iya, hari ini aku dan Andrew bertaruh. Aku menang taruhan, karena kamu tidak ada di ruang ganti. Jadi mobil ini menjadi hadiah untukmu. Pelajari fitur dan cara mengemudikannya." Shui keluar dari dokumen yang dikerjakannya.

Mencari seluk beluk tentang mobil yang dibelinya untuk Kara. Kemudian menunjukkan laptopnya, bukan mobil biasa namun mobil sport keluarkan terbaru. Dengan berbagai fitur canggih.

"Ini tentang mobil yang aku belikan, dilengkapi dengan fitur dan cara mengemudikannya." lanjutnya, menatap suaminya membaca dengan serius.

Wajah Kara tersenyum, kemapuan menyerap pengetahuan dengan cepat kini berguna. Hanya perlu sekitar 15 menit, untuk menghapal isi dari laptop di hadapannya. Kurang lebih dirinya paham saat ini, penggunaan huruf sastra modern dan cara kerja mobil.

Dengan cepat Kara beradaptasi, mulai mencoba membuka lebih banyak situs. Mungkin karena memanfaatkan kemampuan belajar yang didapatkannya sebelumnya baik-baik.

"Pelayan!" panggil Shui tiba-tiba.

"Iya nona!" Dua orang pelayan wanita bertubuh sedikit berisi melangkah masuk.

"Aku mau mandi," ucapnya pada kedua pelayan.

"Baik nona---" Kata-kata mereka terhenti. Tiba-tiba Kara mengangkat tubuh Shui.

"Mau mandi saja meminta tolong pada pelayan?! Lalu suamimu apa?! Aku akan menjagamu dengan baik. Aku mencintaimu," ucap Kara membuat Shui menatap ke arahnya. Wanita kaku ini cukup baik baginya, walaupun bermulut pedas dan menyebalkan. Namun, Shui Murren adalah istrinya saat ini, demi kekuasaan dirinya akan terus mengikuti wanita ini.

Pandangan mata Shui tertuju pada pemuda yang tengah mengangkat tubuhnya ala bridal style. Wajahnya tersenyum, tidak memiliki kelebihan apapun sebagai seorang wanita. Mungkin kelebihan Shui hanya pandai mengumpulkan uang.

"Jangan pakai mobilnya untuk keluar dengan Sonya. Aku tidak ingin mobilnya kotor oleh pakaian dalam dan mayonaise," sindir Shui, mengetahui hubungan mereka sebelumnya.

"Apa itu mayonaise?" tanya Kara, membuka pintu kamar mandi menggunakan kakinya.

Shui hanya dapat menghela napas kasar. Entah suaminya mengerti atau tidak mengerti dengan sindiran keras darinya.

Perlahan tubuh Shui didudukkan olehnya.

"Panggil pelayan! Aku akan dibantu mereka. Kamu boleh pergi!" ucap Shui pada pemuda di hadapannya.

"Aku pernah merawat anak perempuan dari kecil hingga remaja. Memandikanmu? Itu mudah untukku. Diam dan jangan banyak bicara!" Kara menutup pintu kamar mandi menguncinya dari dalam.

Shui menelan ludahnya sendiri, wanita dan pria yang sudah menikah satu ruangan bersama. Bahkan dirinya akan dimandikan? Ini benar-benar buruk. Apa Kara akan melakukannya? Entahlah.

"Dimana airnya?" tanya sang pemuda.

"Putar kran yang ada di sebelah kanan, maka airnya akan keluar," jawab Shui, belum benar-benar paham dengan suaminya. Namun, diam-diam wajahnya tersenyum. Meskipun Kara tidak mencintainya, pemuda itu sudah berusaha dengan baik.

Pakaian Shui dilepas olehnya. Malu? Sejatinya itulah perasaan Shui. Untuk pertama kalinya tubuhnya dilihat oleh seorang pria. Biasanya hanya pelayan wanita yang membantunya membersihkan diri.

Namun, pemuda ini seperti tidak menggunakan napsu sama sekali untuk melihatnya. Mengangkat tubuhnya menuju bathtub kemudian memandikannya. Benar-benar hanya menjadikannya.

Hingga Kara menggosok tubuh bagian depannya. Shui mendekat, mengecup singkat bibir sang pemuda.

"Sebagai rasa terimakasihku sudah memandikanku. Jangan berfikiran aneh-aneh di luar negeri berciuman sudah merupakan hal yang biasa." Ucap Shui berusaha untuk tenang, padahal tadi adalah ciuman pertamanya. Walaupun hanya kecupan singkat.

Mata Kara berubah sekelebat keunguan. Hanya sekejap tanpa mereka sadari kemudian kembali menghitam layaknya manusia normal. Pemuda itu tertunduk sejenak, diam-diam tersenyum. Pada tingkah dingin Shui Murren.

*

Malam menjelang, semua orang telah terlelap dalam mimpinya. Termasuk Shui.

Dirinya bermimpi kembali menjadi kanak-kanak. Berjalan tersesat di tengah hutan seorang diri. Setelah hampir dibunuh.

Gadis kecil yang hanya menangis hingga, terdengar suara entah dari mana."Berani-beraninya anak kecil masuk ke hutan ini. Kamu sudah bosan hidup?!"

Anak perempuan itu menoleh, seorang pemuda berambut hitam panjang, memakai pakaian jaman kuno, memiliki sayap kehitaman yang indah. Turun terbang dari pohon.

"Mau apel?" tanya sang pemuda, memberikan buah apel pada seorang gadis yang mungkin berusia 5 tahun.

Gadis kecil itu meraihnya makan dengan cepat.

"Dasar! Aku harus membuatmu gemuk dulu baru dapat memakanmu," ucap sang pemuda.

"Terimakasih," sang anak memeluk Junichi, yang diyakininya sebagai manusia pertama yang ditemuinya. Setelah berjalan seorang diri selama 2 hari di hutan.

Dengan cepat Shui terbangun dari mimpinya. Menatap ke setiap sudut ruangan. Dirinya terbangun di kamarnya, matanya menelisik mentap keberadaan Kara yang tertidur di sampingnya.

"Aku bermimpi tentang jaman kerajaan. Ini pasti karena si tengil ini terus mengatakan tentang tandu baja, kenapa tidak sekalian saja bermimpi tentang kesatria baja hitam?!" gumam Shui kesal.

*

Pagi menjelang, mata Shui terbuka. Menatap ke arah sarapan yang ada di atas meja. Dengan sebuah catatan. Tubuhnya masih terasa kaku, hari ini dirinya masih cuti usai hari pernikahannya.

"Dimana Kara?" tanyanya pada pelayan yang membukakan tirai agar sinar matahari pagi dapat masuk.

"Tuan sudah keluar dari pagi-pagi buta. Katanya akan berkeliling menggunakan tandu baja. Tuan akan kembali tepat saat nyonya membersihkan diri nanti." jawab sang pelayan.

"Masalah apa lagi yang akan dibuatnya," Shui masih makan menghela napas berkali-kali.

Apa yang sedang dilakukan Kara? Pemuda yang tersenyum, mengendarai mobil baru yang bahkan belum dilengkapi plat polisi. Music diputarnya."Jadi ini yang dinamakan teknologi!" ucapnya sudah sedikit beradaptasi.

Dirinya saat ini mungkin seperti bangsawan yang dapat membeli budak atau menghukum cambuk seseorang. Adakah orang yang tidak takluk dengan kekuasaannya? Benar-benar gagak sombong yang belum begitu mengerti tentang jalannya dunia ini.

Terpopuler

Comments

AitchAre

AitchAre

Ksatria Barang Hitam!

2024-02-11

0

Leni Martina

Leni Martina

wahhh Nemu lagi novel yg bagus,Stlh lama ngk buka novelton,bagus bikin ngakak 🤭🤭

2023-07-23

0

Lovesekebon

Lovesekebon

Keren 😅

2023-02-21

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!