Habis

Darah mengalir dari bibir Azra, melenyapkan iblis yang mendampinginya? Tidak akan, wajah Kara tersenyum. Hendak meninggalkan restauran, hingga seorang security mencegahnya.

"Tu... tunggu! A...aku akan menghubungi petugas ke...ke... kepolisian!" ucapnya terbata-bata dengan tangan gemetar. Menatap Azra yang terbaring dengan luka parah hanya dengan satu kali bantingan.

"Prajurit berpakaian abu-abu (polisi)? Istriku akan mengurusnya..." ucap Kara merogoh sakunya, mengirimkan pesan pada yang mulia istri.

"Maaf, tapi biaya perbaikan," pelayan juga ikut-ikutan menghampirinya.

"Restauran ini milik Shui Murren. Kasim yang ada disana hanya menjaganya saja. Kalian tidak kenal majikan kalian?" tanya Kara.

Sang pelayan terdiam kemudian menggeleng. Dirinya memang hanya mengetahui Azra adalah pemilik restauran. Dimiliki oleh Shui Murren? Putri konglomerat yang baru-baru ini menikah adalah pemilik aslinya?

"Kalian harus mengenal majikan kalian kalau begitu..." ucap Kara.

Prok!

Prok!

Prok!

Suara tepukan tangan dari Kara. Dengan cepat Herlan bergerak membawakan kursi kasir, kursi paling besar dan mewah disana.

"Letakkan di sana," perintah Kara pada Herlan. Dengan gilanya Herlan mengikuti perintah Kara meletakkan kursi diatas meja kayu jati yang kokoh.

Dan benar saja Kara menaiki meja, duduk di atas kursi. Bagaikan raja atau kaum bangsawan dan semua orang adalah bawahannya. Tidak diijinkan keluar? Berarti harus menunggu istrinya. Dan hanya ini kursi yang pantas untuk calon kaisar bukan?

Entah baru apa saja yang dibacanya, hingga masih mengira pemerintahan dikuasai sistem kekaisaran. Duduk sambil memainkan iPhone-nya. Benar-benar pemuda tengil.

Sedangkan Azra tengah dimasukkan ke dalam ambulance. Tidak dapat bergerak sama sekali.

"Tengil! Tidak berguna! Br*ngsek!" berbagai umpatan untuk pria yang duduk di posisi paling tinggi ingin diucapkannya. Namun sekujur tubuhnya bagaikan remuk. Bahkan meja kayu jati belah menjadi dua hanya untuk membanting tubuhnya.

"Asal bos senang," batin Herlan, mengenyitkan keningnya. Kini dirinya mulai terbiasa dengan sifat Kara yang baru.

*

Beberapa puluh menit berlalu, sebuah mobil hitam berhenti. Mungkin sudah cukup lelah, benar-benar lelah menangani masalah yang dibuat suaminya. Kali ini Azra yang dihajar oleh Kara, besok entah ulah apa lagi yang akan dilakukan si tengil.

Memasuki area restauran miliknya, suami tengilnya kini terlihat. Pria yang duduk di atas kursi, tersenyum menatap istrinya yang baru datang.

"Sayang!" teriak Kara tidak ingin dimarahi atau diceramahi, turun dari tempatnya duduk kemudian memeluk istrinya.

Shui mengenyitkan keningnya, menghela napas kasar."Kenapa memukul Azra? Itu tindakan penganiayaan. Kamu akan dihukum jika---" Kata-kata Shui dipotong, bibirnya dikecup di depan keramaian. Benar-benar siluman yang menyingkirkan harga dirinya demi kekuasaan.

"Aku tidak sengaja, dia yang memukulku terlebih dahulu, makanya aku refleks membantingnya, tapi siapa sangka tulangnya rapuh. Lagi pula aku begini karena kamu berselingkuh dengannya," ucapnya menjadi manja. Entah dimana pria keren yang membanting Azra.

"Berselingkuh?" Shui mengenyitkan keningnya.

Kara mengangguk."Aku menemukan surat di atap saat menyelamatkanmu. Kamu tidak mencintaiku, tapi sebenarnya mencintainya kan? Karena itu mau memberikan semua yang kamu simpan untuknya? Aku benar-benar tidak memerlukan harta. Aku hanya mencintaimu yang paling cantik di hatiku. Tidak ada bunga yang dapat menyaingi istriku," tipu daya siluman cerewet yang memberikan surat wasiat palsu buatan Azra.

Shui meraih surat, membacanya dengan seksama, tulisan dan tandatangan yang meniru dirinya. Jemari tangannya mengepal, tidak ada yang tahu tulisan dan tandatangannya sedetail ini. Jadi dirinya tidak mabuk? Tapi didorong? Dan diselamatkan Kara.

"Bagaimana kamu menyelamatkanku?" tanya Shui, hanya sebagian kecil yang diingatnya ketika dirinya jatuh. Benar-benar tidak masuk akal, Azra mendorongnya, lalu bagaimana Kara menyelamatkannya tanpa dihalangi oleh Azra.

Kara mengenyitkan keningnya, bagaimana dapat kabur dari masalah? Mungkin hanya itu yang ada di benaknya saat ini. Berusaha keras untuk tersenyum.

"Karena kekuatan cinta yang menyatukan kita." Lagi-lagi jawaban konyol darinya. Ingin rasanya Junichi memukul bibirnya sendiri yang benar-benar memalukan. Tapi ini memang satu-satunya cara menghindari pertanyaan Shui.

Shui memijit pelipisnya sendiri. Benar-benar tidak dapat serius jika sudah bicara dengan suaminya.

"Maaf, tagihan untuk kerusakannya," seorang pelayan tertunduk berucap dengan ragu pada Shui.

"Restauran ini milikku, dikelola selama ini oleh Azra. Aku akan menambah biaya operasional nanti," ucap Shui.

"Maaf, buk..." sang pelayan mundur teratur dengan sopan takut untuk dipecat.

"Bereskan semuanya, Fahira akan memberikan instruksi dan bukti kepemilikan, pada kalian hari ini." Ucap Shui, menggerakkan kursi rodanya pergi.

"Sayang, kamu mau kemana?" tanya Kara, meraih pegangan kursi roda Shui.

"Rumah sakit, aku akan menghubungi polisi terlebih dahulu. Sebelum dia yang menghubunginya." Geram Shui Murren, menatap sedikit bekas pukulan di pipi suaminya.

Hanya dirinya yang boleh menindas suaminya. Berani-beraninya memukul Kara.

Sedangkan Kara hanya tersenyum, dengan sengaja menyulut pertengkaran dan menerima pukulan Azra. Mengapa? Agar dapat membela diri di hadapan prajurit berpakaian abu-abu (polisi). Mengingat aturan di negara ini, tentang tindakan pembelaan diri dari penyerangan. Gagak yang benar-benar licik.

*

Rumah sakit yang cukup besar Azra baru saja dipindahkan ke ruang rawat inap. Shui adalah teman sekolah menengah pertamanya. Satu SMU dengannya, hingga satu universitas.

Pada awalnya dirinya tertarik pada Shui. Namun, sulit untuk didekati, menjaga batas persahabatan, selain itu segala yang dititipkan Shui untuk dikelolanya membuatnya ingin memiliki aset wanita itu. Cinta yang memudar entah kemana. Atau dari awal mungkin bukan cinta, hanya kagum saja?

Kesal? Tentu saja, entah apa tujuan Atmaja menjodohkan Shui dengan pria pembuat onar tidak berguna. Padahal ada dirinya yang dapat dijadikan calon menantu yang sempurna.

Benar-benar membenci sosok Kara, ingin menyingkirkan noda itu bagaimanapun caranya. Pintu ruang rawatnya terbuka, seorang wanita berada di sana.

"Kamu gagal membunuhnya, malah dibuat babak belur oleh suaminya," gumam sang wanita yang merupakan kekasih Azra.

"Tulang ekorku terkena benturan fatal. Mungkin cukup lama aku tidak dapat melakukannya denganmu. Benar-benar b*jingan!" geramnya mengingat sosok Kara yang memanggilnya Kasim. Mungkin sudah menduga dirinya akan mengalami hal yang benar-benar memalukan.

Sang wanita tertawa kecil."Dia benar-bebar melumpuhkanmu!"

"Tapi Shui Murren pasti akan marah besar dengan masalah yang dibuat suaminya. Tidak akan mempercayai kata-katanya," lanjut sang wanita, berada di tepi ranjang kekasihnya.

Azra mengangguk."Dia pria kekanak-kanakan, tidak akan punya kemampuan untuk---" Kata-katanya terhenti.

Pintu dibuka oleh si tengil, mendorong kursi roda milik istrinya."Azra! Urusan kita belum selesai. Aku membenci suamiku yang berselingkuh dengan adikku? Kemudian bunuh diri? Apa kamu sudah gila!" bentak Shui.

"Shui dengarkan dulu penjelasanku. Dia hanya ingin semua asetmu karena itu memperkeruh hubungan persahabatan kita." Ucap Azra yang masih terbaring di tempat tidur.

"Dia bodoh, tidak akan dapat membuat rencana sesempurna ini, jangan mencari kambing hitam. Lagi pula suamiku berselingkuh? Jika dia berselingkuh aku akan memotong habis alat untuknya berselingkuh." Kata-kata dari Shui Murren, membuat Kara dan Herlan menoleh padanya.

"Dipotong habis?" gumam Herlan.

Terpopuler

Comments

Abimanyu Rara Mpuzz

Abimanyu Rara Mpuzz

🤣🤣🤣🤣 sumpah gokil ini novel maaf kak baru sempet mampir

2023-08-07

1

Lovesekebon

Lovesekebon

Haddeeh 🤪🤭🤭 aku gak bisa menahan senyum..mau ketawa takut di sangka gila 🙄😅

2023-02-22

2

weny

weny

bnr2 tengel bojomu shui 😁

2022-12-12

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!