Budak

Pintu mobil terbuka, Kara mengeluarkan kursi roda milik Shui. Mengangkat tubuh sang wanita, kemudian meletakkannya di atas kursi roda.

Seorang wanita cantik, tepatnya sekertaris Shui, menunduk memberi hormat. Meraih pegangan kursi roda dari tangan Kara. Mata pemuda itu menelisik, tempat yang lebih besar daripada istana kaisar. Semua orang menunduk memberi hormat pada istrinya.

Wanita yang mulai dorong memasuki gedung lebih dalam.

"Kara, jangan membuat masalah lagi," suara istrinya terdengar. Wanita yang berucap tanpa berbalik sama sekali.

"Iya! Sayang!" Sungguh pria yang cerewet, ceria dan banyak bicara. Membuat perhatian semua orang yang ada di depan kantor beralih padanya, membicarakan dirinya.

Apa sebenarnya yang mereka bicarakan? Tentu saja hanya modal wajah rupawan sudah dapat masuk ke keluarga Murren. Tidak punya kemampuan, bahkan membuat berbagai keributan di acara resepsi.

Pemuda yang mengenyitkan keningnya, mendengar samar-samar semua cibiran karyawan.

"Mau aku melaporkan pada istriku, kalian berani-beraninya membicarakanku?!" Suara Kara terdengar dengan jelas. Membuat mereka tertunduk diam.

Suami dari seorang bangsawan, tidaklah buruk. Seekor gagak sombong yang kembali masuk ke mobilnya. Semua karyawan, mulai masuk ke gedung terlihat ketakutan. Bagaimana jika sang suami mengadu ke istrinya?

*

Mobil kembali melaju, menurut Shim dirinya harus kuliah, nama kampus dan kelas yang harus diikutinya juga sudah dikatakan oleh Shim sebelum acara pernikahan. Mirip dengan kelas yang dihadiri bangsawan. Mungkin? Tempat rute tujuan yang sudah diatur menggunakan GPS oleh Kara.

"Ini seperti peta. Tandu baja yang benar-benar hebat," gumamnya sudah belajar banyak dalam beberapa jam.

*

Beberapa mahasiswa dan mahasiswi sudah berada di sana. Hingga mobil sport keluaran terbaru tiba-tiba memasuki gerbang. Perhatian semua orang teralih, bukan hanya satu orang yang berasal dari kalangan atas di kampus tersebut. Namun, mobil yang benar-benar tidak diluncurkan banyak di negara ini. Mungkin hanya ada 8 yang masuk ke negara ini, itupun hanya yang memiliki koneksi yang dapat membelinya.

Orang-orang mulai membicarakan siapa yang akan keluar dari mobil. Hingga mobil tersebut berhenti di tempat parkir. Pintu mobil mulai terbuka. Mungkin para mahasiswi sudah bersiap-siap, menggoda calon suami masa depan mereka.

Pintu yang terbuka ke atas, menampakan seorang pemuda yang mengenakan celana jeans dan kemeja hitam senada. Tidak lupa dasi berwarna silver menambah kesan modern di penampilannya.

"Itu Kara?" gumam salah seorang mahasiswi.

Mengapa? Biasanya pemuda itu acuh dengan penampilannya. Lebih sering mengenakan kaos murah atau sweater tidak bermerek, menaiki motor matic. Mahasiswa abadi yang paling bodoh, tidur di kelas dan hanya hobi membaca komik, serta bermain game.

Mungkin karena itulah Atmaja Murren, bersikeras menikahkan Shui dengan Kara. Walaupun terlahir di keluarga kaya, dan tidak berpenghasilan namun Kara tidak memiliki ambisi. Mungkin jika dengan Shui, Kara akan menjadi tekun dan menjadi suami yang baik untuk putrinya.

Walaupun kenyataannya, Kara yang asli telah meninggal bunuh diri. Namun, tubuh ini nyata. Seperti janji Junichi pada Kara yang asli, ingin membuat Farhan bangga, itulah yang akan dilakukannya.

"Hai Kara..." ucap seorang mahasiswi mendekat.

Kara memojokkan sang mahasiswi, hingga ke dinding. Mengangkat dagunya menggunakan jari, hingga menoleh padanya. Menatap wajah rupawan sang pemuda lebih dekat. Jantung sang mahasiswi berdegup cepat, mendengar suara dingin dari sang pemuda.

"Anak kecil, ini waktunya belajar. Jangan menggoda pria yang sudah menikah. Kecuali kamu memiliki kekayaan dan kekuasaan melebihi Shui Murren. Maka akan aku pertimbangkan." Senyuman terlihat di wajah Kara. Berjalan meninggalkan area parkir.

Sang mahasiswi terpaku. Bad boy? Benar-benar bad boy, matanya menatap ke arah punggung Kara tanpa berkedip sedikitpun. Sosok yang berbeda dengan wajah yang sama.

Dua mahasiswi lainnya, berjalan mendekati teman mereka yang mulai duduk di lantai.

"Kamu tidak apa-apa?" tanya salah satu mahasiswi yang membantunya bangkit dari sebelah kiri.

"Aku jatuh cinta, berbahaya, ganas, sulit ditaklukkan," gumamnya, masih menatap dari jauh ke arah punggung Kara.

"Dia hanya mengandalkan harta istri. Kalian sudah dengar dia menikah dengan Shui Murren? Pemilik setengah yayasan kampus. Lagipula dia mahasiswa abadi, seumur hidupnya hanya akan hidup dari wanita. Apa yang dapat dibanggakan?" Ucap mahasiswi yang memapah dari sebelah kanannya.

"Tapi dia memang terlihat berbeda, lebih tampan dan berbahaya. Bad boy..." Sang mahasiswi yang ada di sebelah kiri ikut bergumam kagum.

*

Satu persatu ruangan di telusurinya. Hingga sampai di kelas mata kuliah yang harus dihadirinya saat ini. Beberapa buku tebal dikeluarkannya dari tas.

Membaca? Dalam fikiran Junichi mungkin Kara cukup pintar. Memiliki kemampuan belajar yang tinggi mungkin dalam 45 menit dirinya dapat mengejar ketertinggalannya dari Kara.

Membuka halaman dengan cepat, mungkin hanya terlihat membulak-balik halaman. Tapi sejatinya Kara tengah menghafal semua isi buku. Serta mendapatkan berbagai cara penyelesaian soal.

Bug!

Bug!

Bug!

Bug!

Empat buku yang cukup tebal, total sudah dibacanya. Bidang mata kuliah Akutansi dasar, serta bisnis dan etika profesi.

"Perlu bantuan? Hari ini Ujian Akhir Semester." tanya seorang mahasiswa yang ingin mengerjainya, meminta uangnya kemudian memberikan jawaban palsu.

"Kamu ingin membantuku?" tanya Kara tersenyum menyeringai.

"Tentu saja, kamu bisa mendapatkan B-, asalkan memberiku 2 juta. Bagaimana?" Herlan memberi tawaran.

"Dari pada memberikan tawaran, bagaimana jika kita bertaruh. Jika nilaiku lebih tinggi dari nilaimu, kamu akan menjadi budakku." Tawaran dari Kara, mengingat cerita istrinya tentang taruhan. Apa ini akan berhasil?

"Jika nilaiku lebih tinggi dari nilaimu. Aku boleh mendapatkan mobilmu?" tanya Herlan antusias, menatap ke arah sang mahasiswa abadi. Yang sudah terkenal hanya mendapatkan nilai F.

"Baik, tapi ingat ini. Jika aku menang kamu harus mengikuti semua perintahku seumur hidupmu." Ucapan aneh dari Kara.

Herlan hanya tersenyum, kemudian mengangguk. Memikirkan mobil sport seharga miliaran rupiah yang akan dimilikinya.

*

Hingga ujian tertulis pun dimulai. Kali ini hanya ujian dengan pilihan ganda yang akan diperiksa menggunakan komputer. Serta ujian tertulis dengan hanya lima butir soal.

Kara terdiam sejenak, mengenyitkan keningnya. Kemudian tersenyum, menatap soal pilihan ganda satu persatu. Cukup beruntung baginya kemampuan pertama yang dimilikinya adalah menyerap ilmu (belajar).

Kertas soal diraih dan dibacanya. Kemudian meletakkan kembali lembaran soal. Mengisi lembar jawaban tanpa membaca soal kembali.

Hanya sekitar 10 menit. Kara mulai bangkit, mendapatkan tatapan heran dari orang-orang. Pemuda yang menyerahkan lembaran jawabannya.

"Lain kali, buat soal yang lebih sulit," cibirnya pada sang dosen.

"Percaya diri sekali kamu!" Sang dosen meraih lembar jawaban yang disodorkan Kara.

Kemudian Kara berjalan keluar, beralih melirik ke arah Herlan yang masih mengerjakan soal.

"Budak rendah..." cibirnya tertawa kecil, berjalan keluar.

"Sombong! Istrimu akan menceraikanmu karena mobil barumu akan menjadi milikku," gumam Herlan, tengah memikirkan kemana akan membawa mobil sport barunya nanti.

Cukup mudah mendapatkan nilai diatas D. Saat nilai Kara diumumkan F. Maka mobil sport akan menjadi miliknya.

Sebuah keberuntungan baginya. Tidak menyadari dirinya sendiri akan menjadi budak orang aneh.

Terpopuler

Comments

SiMuezda Alifachh

SiMuezda Alifachh

lucu bab ini

2023-09-28

2

Lovesekebon

Lovesekebon

Salah lawan ☺️

2023-02-21

1

Liluk Ardila

Liluk Ardila

kara yg skr bukanlah kara yg dulu ...
herland siap" jadi budak abadi kara eeeehhh junichi ...
tetap sehat dan semangat thor ... 💪💪💪

2022-12-07

3

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!