Gemas

Pemeriksaan menggunakan komputer dan jumlah esai yang sedikit mempercepat proses penilaian. Dua mata kuliah diperiksa sekaligus.

Hingga dua orang dosen dengan mata kuliah yang berbeda memasuki ruangan. Membawa hasil ujian, wajah mereka terlihat berkerut, bagaikan istri yang tidak diberi uang bulanan, begitu suaminya pulang kerja.

Namun, sejatinya wajah mereka berkerut karena heran memikirkan satu hal. Kara duduk di kursi paling belakang, tersenyum ke arah sang dosen. Tidak seperti biasanya, pemuda itu akan mendengarkan musik, bahan beberapa kali tertidur. Mungkin sifat santai yang dimilikinya karena memiliki dua orang kakak yang berbakat. Dirinya tidak perlu susah-susah melakukan apapun.

Tapi kali ini, pemuda itu seakan tersenyum mengejek ke arah mereka. Akutansi dasar, serta bisnis dan etika profesi, itulah mata kuliah yang diujikan hari ini.

"Ada salah satu dari kalian yang mendapatkan nilai sempurna dari kedua mata kuliah!" ucap Windu, dosen yang mengajar mata kuliah akutansi dasar, terlihat tidak senang.

Semua orang saling menoleh dan bertanya-tanya. Mendapatkan nilai sempurna di dua mata kuliah yang berbeda? Mungkin bagi mereka mustahil rasanya, walaupun hanya ujian tertulis.

Windu membagikan hasil ujian ke bangku mereka satu persatu. Hingga sampai ke tempat Kara duduk, sang dosen seperti benar-bebar tidak menyukainya.

Sedangkan Herlan tersenyum, B+ dan C itulah nilainya. Dipastikan dirinya akan mendapatkan mobil sport keluaran terbaru milik Kara. Dengan sombongnya, Herlan sedikit menunjukkan nilai kertas ujiannya pada Kara.

Wajahnya tersenyum, ingin tertawa, dan melompat rasanya akan memiliki mobil senilai miliaran rupiah. Imajinasinya terbagi saat ini, menggunakannya seharian dengan pacarnya. Kemudian menjualnya, membeli rumah dan mobil baru yang tidak begitu mahal. Sisanya untuk membuka toko sembako.

Dirinya akan menjadi keluarga bahagia dengan modal yang cukup untuk menikah.

Namun bagaikan tersambar petir, beberapa kali Herlan mengusap kasar wajahnya. Namun, hal gila itu tetap terlihat. Wajah tengil Kara yang tersenyum, memperlihatkan sedikit nilai ujiannya A+ dalam kedua mata kuliah.

Tangan Herlan gemetar, bayangan dirinya menjadi pemilik toko, mempunyai rumah, mobil serta istri yang tengah hamil menghilang lenyap begitu saja. Berganti dengan bayangan cibiran yang akan didapatkannya setelah menjadi budak pria ini.

"A+?" gumamnya menjatuhkan kertasnya.

Beberapa mahasiswi mulai membicarakan Kara, tampan, memiliki aura misterius yang mendominasi, ditambah dengan cerdas. Siapa yang tidak akan kagum? Walaupun pria itu telah beristri.

"Kara! Ikut bapak ke kantor rektor!" perintah sang dosen yang bertugas mengajar Akutansi dasar. Sedangkan satu dosen lainnya tetap tinggal di kelas.

*

Tingkah yang berbeda, dua orang berjalan menelusuri lorong. Kara yang asli tipikal pria yang mudah ketakutan, apalagi jika sudah membuat kesalahan dan dipanggil ke ruangan rektor. Benar-benar takut, Farhan akan dipanggil jika nilainya buruk. Tapi kali ini pemuda tengil itu terlihat tenang.

"Kamu tidak takut? Sudah berbuat kesalahan yang besar? Rektor kali ini mungkin akan memanggil ayahmu lagi." Tanya sang dosen, masih melangkah di depan Kara.

"Tidak, aku tidak berbuat kesalahan," jawaban tenang dari Kara.

Windu (sang dosen) hanya tersenyum. Benar-benar menyebalkan, entah darimana anak kurang ajar ini mendapatkan bocoran kunci jawaban. Setidaknya itulah yang diyakininya.

Hingga pintu besar ruang rektor terbuka. Seorang pria duduk di sana mengenyitkan keningnya."Ada masalah apa lagi?" tanyanya.

Windu masuk masuk diikuti dengan Kara."Mahasiswa ini menyontek, entah darimana dia mendapatkan kunci jawaban. Nilainya sempurna di dua mata kuliah padahal biasanya mendapatkan F," ucapnya.

"Kamu punya bukti?" tanya sang rektor. Windu menggeleng dengan cepat.

"Tapi mustahil bukan mahasiswa paling bodoh mendapatkan nilai sempurna dalam waktu kurang lebih seminggu," jawaban darinya.

"Kalian tidak punya bukti bukan? Aku benar-benar tidak curang, atau apapun yang kalian sebut dengan mencontek," tegas Kara.

"Tidak mungkin mahasiswa idiot sepertimu tiba-tiba mendapatkan nilai sempurna. Kecuali kamu membeli kunci jawaban." Windu masih terlihat keras kepala.

"Hubungi Farhan." Sang rektor menghela napas kasar bukan kali ini saja Farhan dipanggil. Memiliki nilai yang selalu buruk, jika tiba-tiba anaknya di drop out, tentu saja akan mendatangkan masalah bagi mereka mengingat status sosial Farhan.

Kara masih terlihat tenang."Aku sudah dewasa, bahkan sudah menikah. Kenapa tidak menghubungi istriku saja?"

Rektor dan dosen yang sama-sama saling menoleh. Berita itu memang sudah terdengar, pemuda tengil ini menikah dengan Shui Murren.

Dengan ragu sang rektor menghubungi Shui Murren. Alumni kampus, sekaligus mantan mahasiswa kebanggaan mereka. Bahkan sampai sekarang terkadang mereka mengundang Shui Murren untuk memberikan kuliah motivasi. Selain itu putri sulung keluarga Murren itu pemilik setengah dari yayasan kampus.

Sangat disayangkan wanita itu mendapatkan suami tengil pembuat masalah, yang bodoh.

*

Pintu mobil terbuka kursi roda disiapkan. Tubuh Shui diletakkan di atasnya oleh sang supir. Fahira, sekretaris Shui mendorong kursi roda milik majikannya. Diikuti sang supir. Beberapa mahasiswa menatap wanita cantik, namun lumpuh tersebut. Ada beberapa yang berbisik-bisik membicarakannya.

"Masalah apa yang dibuat suamiku lagi?" gumam Shui benar-benar berusaha untuk tersenyum.

"Ketahuan mencontek, saat ujian akhir semester, itulah yang dikatakan rektor," jawab sekretaris rupawan, masih mendorong kursi roda majikannya.

Pintu yang diketuk pada akhirnya dibuka. Kara masih duduk dengan tenang di sofa. Sedangkan Windu (sang dosen) dan rektor menatap tajam padanya.

"Sayang!" teriak Kara, dengan cepat merebut kursi roda istrinya dari tangan sang sekretaris.

"Ada apa ini? Apa suamiku membuat masalah?" tanya Shui.

"Dia mendapatkan nilai sempurna di dua mata kuliah. Membeli kunci jawaban, pasti dia yang melakukannya! Tidak mungkin mendapatkan nilai sempurna dalam waktu seminggu," tuduh Windu.

Shui melirik ke arah suaminya."Kamu mencontek?" tanyanya.

Dengan cepat Kara menggeleng."Aku hanya mulai belajar dan menghafal isi dari empat buku di tasku. Kamu percaya padaku kan? Istriku yang cantik, tidak ada yang lebih cantik dari istriku, bahkan melebihi kecantikan Dewi khayangan sekalipun."

Benar-benar penjilat yang pandai merayu.

"Shui, ingat! Setelah satu atau dua tahun kamu akan bercerai dengannya. Tidak boleh menjadi gemas dan buas. Kemudian menyerang bibirnya yang cerewet," batin Shui, menghela napas berkali-kali. Mengingat hal yang dilakukan suaminya sebelum berangkat ke kampus.

"Suamiku mengatakan dia tidak mencontek, berarti tidak. Kalian ingin menuduhnya tanpa bukti? Aku dapat menuntut kalian sebagai pencemaran nama baik." Tegas Shui.

Windu mengenyitkan keningnya."Bagaimana jika kita uji saja? Rektor akan memberikan pertanyaan dari 4 buku yang dikatakan sudah dihafal Kara. Jika nilai Kara lebih tinggi dari nilaiku maka---"

"Maka kamu akan mengundurkan diri sebagai seorang guru(dosen). Jika nilaimu lebih tinggi dari nilaiku, aku yang akan keluar," ucap Kara tersenyum menyeringai menambahkan syarat.

Shui mengenyitkan keningnya. Kara terlihat begitu yakin, dirinya hanya dapat mendukung dan berharap suami tengilnya cukup beruntung."Supaya lebih adil dan menambah tantangannya. Jabatan rektor akan diberikan padamu. Jika dapat mengalahkan nilai Kara,"

Wajah rektor seketika pucat pasi menoleh ke arah Shui Murren. Mempertaruhkan jabatannya? Mau tidak mau dirinya harus mendukung Kara.

"Deal!" ucap Windu penuh rasa percaya diri.

Pemuda itu tiba-tiba terdiam, menghela napas berkali-kali."Selama rektor membuat soal, bisa aku keluar sebentar dan bicara dengan istriku?" tanyanya.

Semua orang mengangguk, mungkin Kara akan meminta maaf pada Shui. Kemudian meminta dipindahkan ke kampus lain. Itulah yang ada di fikiran semua orang termasuk supir dan sekertaris Shui.

Kara berjalan keluar ruangan, mendorong kursi roda milik Shui. Matanya menelisik, seolah-olah mencari tempat. Hingga berhenti di sebuah gudang yang setengah terbuka. Kursi roda didorongnya pintu di tutupnya.

"Kamu ingin mengatakan ap---" Kata-kata Shui terhenti, tiba-tiba Kara mensejajarkan tubuhnya. Tangannya bertumpu pada kursi roda, mencium bibir Shui dengan bringas.

Sedangkan satu tangannya lagi menahan tengkuk Shui. Tidak dapat menahan diri lagi, menatap sifat tegas istrinya yang membuatnya gemas. Seolah-olah melupakan keberadaan Fu.

Shui mengalungkan tangannya, pada leher Kara. Wanita yang juga melupakan keberadaan Sonya. Suhu tubuh meningkat, darah mereka berdesir hebat. Sepasang lidah yang bahkan bermain-main di luar mulut.

Hingga pada akhirnya ciuman itu terhenti. Terdiam saling menatap beberapa saat.

"Ini enak, aku menginginkannya lagi, apa boleh?" tanya Kara meraba bibir Shui dengan jarinya. Kembali melanjutkan ciuman mereka tanpa menunggu ijin dari Shui.

Mata Kara kembali sekelebat berwarna ungu. Hanya sesaat, jantungnya berdegup cepat. Yang ada di hadapannya tubuh wanita dewasa. Bukan remaja yang rapuh, seperti saat dengan Fu. Entah kenapa memiliki perasaan yang serupa. Aneh bukan?

Rasa posesif yang aneh muncul. Ciuman Kara tiba-tiba turun ke area lehernya, benar-benar menggigit pelan leher Shui. Bersamaan dengan tato aneh muncul di tengkuk istrinya.

Sebuah tanda, Shui tidak dapat dimiliki orang lain selain dirinya. Tanda serupa yang pernah, diberikannya pada Fu.

Sebuah keanehan yang tidak disadari Kara, bukan hanya satu tapi dua tanda yang sama terlihat di belakang leher Shui. Tanda tato yang bersinar sesaat kemudian menghilang.

Pemuda yang kembali menikmati bibir Shui, tanpa menyadari hal yang ada di belakang leher istrinya.

Terpopuler

Comments

glade🌊

glade🌊

kerenn thorrr,, aslii suka bangett ceritanya

2024-09-11

0

Abimanyu Rara Mpuzz

Abimanyu Rara Mpuzz

candu bos🤣

2023-08-06

1

~jingGA

~jingGA

tanda, kira ² tanda apa ya?

2023-04-04

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!