Delusi

Mobil sport tanpa plat yang melaju kencang di jalan raya. Music dinyalakannya, tersenyum menikmati hidup. Suara musik yang benar-benar sesuai dengan kepribadiannya yang cerewet dan spektakuler.

"Bukannya diri ini tak terima kenyataan. Hati ini hanya rindu." Lagu Adames yang terdengar.

Benar-benar keren bukan? Tidak lagu rock tapi lagu menyedihkan bertempo lambat. Mengapa? Karena perbedaan selera musik, walaupun wajahnya terlihat berusia 20 tahunan. Namun roh yang ada di dalamnya berusia lebih dari 1000 tahun.

Bagaimana dapat membedakan selera anak muda dan kakek-kakek tua? Maaf, maksudnya sesepuh atau leluhur yang seharusnya sudah tenang di alamnya.

Hanya ingin berkeliling, menikmati kebebasannya.

Uing! Uing! Uing!

Suara sirene mobil polisi terdengar mengikutinya. Mobil berkecepatan tinggi dengan warna putih, tanpa plat nomor.

"Ada musik penyambutan? Benar-benar seorang bangsawan," gumamnya mengira polisi yang mengejarnya, tengah menyambut dirinya yang melintasi jalanan menggunakan tandu besi.

Hingga mobil itu berusaha menyusulnya. Namun Kara menginjak pedal gasnya lebih dalam."Seharusnya budak berjalan di belakang menggunakan kuda!" geramnya.

*

Apa yang terjadi dengan Shui Murren? Wanita itu kini tengah diturunkan menggunakan lift oleh pelayan. Kara tidak pulang tepat waktu, pelayanlah yang memandikan dan membantunya bersiap-siap.

Pintu lift menuju lantai satu terbuka. Mengapa ada lift? Lift yang sejatinya dibuatkan khusus oleh Atmaja Murren, untuk putri kebanggaannya yang mengalami kelumpuhan akibat penyakit aneh ketika memasuki sekolah menengah pertama.

Semua orang sudah berkumpul di meja makan. Tentu saja kecuali Kara, suami yang entah bagaimana cara untuk mendidiknya nanti.

Meja makan tanpa satu orang pun yang menyentuh makanannya, menunggu anggota keluarga mereka lengkap berkumpul.

Disana ada Rita (ibu dari Sonya Murren) sesekali datang untuk sekedar menemui putrinya. Bahkan terkadang menginap hingga berbulan-bulan. Sisilia (Ibu kandung Shui Murren) istri sah dari Atmaja. Serta Atmaja dan Sonya.

Mengapa Sonya dapat terlahir ke dunia ini? Ini semua karena perangkap saingan bisnis Atmaja, membuat Atmaja tidur dengan Rita, yang saat itu berprofesi sebagai wanita penghibur. Ancaman akan menyebarkan rekaman adegan ranjang, menjadi cikal-bakal Atmaja menyetujui syarat dari saingan bisnisnya.

Sedangkan Rita mendapatkan sebuah keberuntungan. Dirinya hamil, mau tidak mau Atmaja menikahinya. Sebuah pernikahan atas persetujuan Sisilia. Hanya sampai Sonya lahir, setelah itu Atmaja menceraikan Rita.

Silsilah keluarga yang rumit bukan? Intinya Atmaja hanya memiliki dua orang putri. Anak pertama Shui Murren, dari Sisilia, istri sah sekaligus wanita yang dicintainya. Satu lagi Sonya putri dari Rita, wanita penghibur yang telah diceraikannya usai melahirkan.

Sejatinya, Atmaja maupun Sisilia memberikan kasih sayang yang sama pada Sonya dan Shui. Namun, kedua anak itu tumbuh dengan memiliki karakter berbeda. Shui Murren, tegas, terlihat anggun, pintar dan selalu serius mengurus bisnis keluarga.

Sedangkan Sonya yang juga mendapatkan kasih sayang secara berlebihan dari Rita tumbuh menjadi karakter adik yang iri dengan kakaknya. Kakak yang selalu dielu-elukan akan menjadi penerus keluarga Murren.

Sedangkan dirinya? Dirinya hanya menjadi model. Sesekali berakting di telivisi. Uang bulanannya pun diatur oleh Shui Murren.

"Dimana suamimu?" tanya Atmaja pada putrinya.

"Kita sarapan terlebih dahulu. Jangan menunggunya." Shui mengambil sendoknya mulai mencicipi tomato soup yang ada di hadapannya.

"Sebagai anggota keluarga Murren, seharusnya kamu tahu kemana suamimu pergi. Istri tidak becus, bisa saja suamimu sedang bersenang-senang dengan wanita lain dalam mobil yang kamu belikan," sindir Rita, mulai makan.

"Rita! Jaga bicaramu! Putriku---" Kata-kata Sisilia terhenti, Shui merentangkan tangannya, menghalangi ibunya berdiri.

"Maksudnya seperti Sonya? Bahkan tidak segan-segan pada pegawai hotel. Jika bukan karena kebaikan ibuku, kamu fikir dapat sering-sering menginap? Menumpang makan dengan uang hasil kerja kerasku," cibirnya tersenyum.

Sedangkan Atmaja hanya tertunduk menahan tawanya. Menyukai karakter putri sulungnya yang tidak mudah ditaklukkan oleh siapapun.

"Berani-beraninya kamu pada orang tua!" bentak Rita.

"Apa ada yang salah dari perkataanku? Ayo revisi! Dimana nya yang salah? Semalam aku harus menyuap wartawan agar tidak memberitakan Sonya yang ingin keluar masuk lebih lama. Ditambah lagi rekaman video yang terlanjur tersebar di kalangan tamu yang menghadiri undangan. Berapa orang yang harus aku ancam?! Dan sekarang kamu berani mengata-ngataiku? Aku dapat mencabut semua fasilitas yang dimiliki Sonya. Jika seorang budak sepertimu menjadi tidak tahu diri!" Ucap Shui ikut-ikutan berkata tentang budak seperti suaminya.

"Atmaja, lihat Shui! Walaupun Sonya salah tidak seharusnya---" ucapan Rita disela oleh Atmaja.

"Yang dikatakan Shui tidak ada yang salah. Sonya! Jaga sikapmu! Jika kejadian seperti ini terulang ayah akan menikahkanmu, dan menghentikan uang bulananmu. Contoh kakakmu! Shui melakukan segalanya dengan penghasilannya sendiri. Sedangkan kamu? Penghasilan sebagai model dan bintang film sepertinya tidak cukup. Hingga harus tetap memberikanmu uang bulanan!" tegas Atmaja, menghela napas berkali-kali.

"Jika kamu memberikan jabatan Direktur Utama pada Sonya. Tentu Sonya dapat memenuhi segala kebutuhannya. Kamu tidak membagi kasih sayang sama rata, hanya berat sebelah!" sindir Rita.

"Baik! Jika Sonya ingin masuk ke perusahaan. Jadilah seller terlebih dahulu." Shui Murren tersenyum, menatap ke arah adiknya yang pucat pasi.

"Seller? Sedangkan kamu mendapatkan jabatan sebagai Direktur Utama!" bentak Rita tiba-tiba.

"Aku menjadi seller selama 3 bulan, mendapatkan penjualan tertinggi. Baru dipindahkan ke device marketing, sebagai staf biasa. Hampir setiap hari bekerja lembur, meningkatkan segala aspek tentang perusahaan. Kemudian masuk ke device keuangan, total aku sudah bekerja di perusahaan selama lima tahun. Baru mendapatkan jabatan ini. Tanpa clubbing, tanpa liburan, tanpa berkencan, bahkan tanpa perawatan di spa dengan hasil perkembangan perusahaan yang memuaskan. Apa Sonya bisa?" tanya Shui.

"Bisa! Dia---" Kata-kata Rita terhenti, Sonya menarik ujung pakaian ibunya kemudian menggeleng.

Dirinya masih ingin bersenang-senang. Selain itu setelah menikah dengan Defan, Defan dapat memimpin Murren Group mewakilinya. Sedangkan dirinya dapat kembali hidup dengan bebas, beserta semua milik keluarga Murren akan berpindah padanya.

Masuk ke perusahaan? Dirinya tidak berminat sama sekali.

"Tidak bisa kan?" senyuman terlihat di bibir Shui.

"Rita, jika kamu tidak bisa ikut makan dengan tenang. Aku akan mengusirmu, karena menyulut pertengkaran." Sisilia tersenyum dipaksakan.

Hingga pada akhirnya suara mobil memasuki gerbang terdengar. Seorang pelayan berlari ke ruang makan.

"Maaf! Tuan! Nyonya! Ada petugas kepolisian!" ucap sang pelayan dengan napas terengah-engah.

Shui mengenyitkan keningnya. Entah ulah apa lagi yang dilakukan suami tengilnya. Semua orang meninggalkan ruang makan. Menuju ruang tamu, disana sudah terlihat beberapa petugas dan suaminya yang tersenyum.

"Dia membawa mobil tanpa plat?" tanya Shui yang sudah menduganya. Bersamaan dengan pelayan yang berlari mengambil plat kendaraan, menunjukkan semuanya pada petugas kepolisian.

Petugas kepolisian terdiam sesaat. Sedangkan Kara belum benar-benar mengerti dengan situasi yang terjadi.

"Tolong jangan tilang suami saya. Dia menderita kolera, flu sapi, dan diare parah. Mungkin karena pengaruh obat mengalami delusi.

Terpopuler

Comments

Ayu Sari

Ayu Sari

wkwkwk

2024-04-06

0

Lina Sofi

Lina Sofi

hhhhhhh

2023-08-10

1

Abimanyu Rara Mpuzz

Abimanyu Rara Mpuzz

kakek moyang 🤣🤣🤣

2023-08-06

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!