Diam

Langkah Herlan terhenti bibirnya berusaha tersenyum, menoleh ke arah orang yang menarik kerah pakaiannya dari belakang.

"Hai Kara, lain kali saja ya main budak dan majikannya? Jemuran di rumahku belum diangkat, sebentar lagi akan hujan," ucap Herlan membuat alasan.

"Aku tidak memerlukan bantuanmu sekarang. Nanti malam, kamu tahu tempat dimana banyak ada penjahatnya?" tanya Kara pada Herlan.

Herlan mengenyitkan keningnya, bibirnya kembali tersenyum."Mau mentraktirku ke club'malam? Tenang saja, aku tidak akan bercerita pada istrimu," ucapnya antusias.

"Club'malam? Apa disana ada wanita yang dapat disewa? Perjudian? Minuman keras?" tanya Kara, dijawab dengan anggukan oleh Herlan.

Kara tersenyum, mungkin ini dapat menambah kemampuannya. Walaupun tidak banyak, ingin memiliki kemampuan seperti sebelum dirinya terjebak di tubuh ini.

"Kita pergi nanti malam. Sekarang kamu ikut aku pulang ke rumah," ucap gagak sombong yang hanya memiliki uang dari hadiahnya sebagai warga teladan oleh pihak kepolisian, kala melumpuhkan pencopet di hari pernikahannya.

"Rumahmu?" Herlan mengenyitkan keningnya. Dirinya termasuk mahasiswa miskin, yang tinggal mengontrak di kost-kostan 2 kali 3 meter di pemukiman padat penduduk yang cukup kumuh. Ayahnya pergi merantau tanpa kabar, sedangkan ibunya meninggal 4 tahun yang lalu.

Dan sekarang mengunjungi rumah orang kaya? Dirinya benar-benar penasaran apa sama seperti sinetron kejar tayang di televisi?

*

Rumah Farhan merupakan salah satu rumah yang cukup mewah. Tapi kali ini Herlan akan dibawa ke kediaman keluarga Murren. Mobil sport melaju, hingga sekitar 40 menit gebang besar kediaman itu terlihat.

Klakson dibunyikan oleh Kara. Mungkin penjaga keamanan melihat mobil majikannya dari CCTV. Setelah itu gerbang terbuka secara otomatis, teknologi yang cukup canggih kan?

Awal pernikahannya Kara mengira ada siluman yang menggunakan ilmunya membuka gerbang. Tapi setelah mengetahui bagaimana menggunakan tandu baja, dirinya mulai mengerti itu hanya sesuatu yang disebut teknologi.

Mata Herlan menelisik, kediaman yang bahkan mungkin lebih besar dari istana presiden. Dirinya dimana? Ini lebih mengerikan daripada sinetron televisi.

Air mancur berbentuk Dewi Yunani terlihat cukup besar. Dengan beberapa air mancur kecil, berbentuk anak kecil menuangkan air mengelilingi kolam.

Arsitektur modern, namun terkesan minimalis. Rumah besar dengan tiga lantai, beberapa pelayan menunduk memberi hormat setiap berpapasan dengan Kara.

Ini benar-benar keren baginya? Apa dirinya bermimpi? Masuk ke dalam rumah lebih dalam, lampu kristal besar menggantung di ruang tamu. Bahkan terdapat lift disana.

Lobby hotel? Bahkan lobby hotel pun kalah. Inikah kehidupan sang pecundang?

"Kamu tunggu disini. Aku harus membersihkan diri dan ganti baju dulu. Aku belum begitu mengenal sifat Shui, mungkin dia tidak akan menyukai jika ada orang yang masuk ke kamar kami." Ucap Kara, meninggalkan Herlan di lantai satu. Sementara dirinya melangkah menuju lantai dua, menaiki tangga yang terlihat cukup besar, dengan arsitektur yang tidak main-main.

Herlan menghela napas kasar, dulu Kara selalu mudah dibohongi, bahkan dirinya terkadang mengambil keuntungan, tidak banyak, mungkin hanya untuk sekedar membayar kontrakan dan membelikan pacarnya bakso. Tidak disangka kali ini dirinya yang terjebak.

Tiba-tiba menikah dengan Shui Murren? Pasti menyakitkan untuk Kara, dirinya juga mengetahui hubungan antara Kara dengan Sonya Murren. Wanita yang menggoda Kara dengan mendatangi kampus berkali-kali, sebelum Kara dijodohkan.

Bahkan Kara asli yang tidak memiliki teman, pernah bercerita pada Herlan yang hanya sering menipunya, satu-satunya wanita yang pernah ditidurinya adalah Sonya Murren.

Menikah dengan Shui Murren? Takdir tidak pernah dapat diduga bukan. Wanita tegas yang sulit didekati, menjadi istri Kara, sang pecundang.

Herlan bangkit, berjalan menelusuri rumah, cukup bosan rasanya menunggu Kara. Satu persatu lorong dilaluinya. Apa dirinya akan tersesat? Rumah ini benar-benar luas. Melewati area kolam renang, bukan hanya satu, ada tiga jenis kolam renang disana. Benar-benar orang kaya, harga tanah cukup mahal, malah digunakan untuk membuat kolam renang.

Terdapat jalan setapak melintasi taman, tidak begitu panas karena terdapat pohon anggur yang merambat di atas area jalan setapak, ikan koi yang harga perekornya cukup mahal ada dalam kolam ikan, di samping area jalan setapak. Gedung terpisah terlihat, tidak sebesar gedung utama, tapi tempat ini lebih tenang.

Hingga, suara tidak menyenangkan didengarnya. Suara penyatuan pria dan wanita. Suara sang wanita terdengar lebih jelas, mirip seperti suara Sonya Murren.

Apa si pria adalah Kara? Benar-benar bodoh, Shui Murren akan membantainya jika ketahuan berselingkuh. Tapi mendengar suaranya saja sudah membuat Herlan penasaran, tepatnya menelan ludah berkali-kali ingin merasakan sensasi bagaikan menginginkan menonton blue film.

Pria itu naik ke kursi kayu jati yang memang terlihat di depan ruangan. Melihat segalanya dari ventilasi, seorang pria yang tengah membuat Sonya Murren merintih. Hanya punggung sang pria yang terlihat, sedangkan bagian depannya menyatu.

Gila! Benar-benar gila! Kara berselingkuh di rumah istrinya? Tapi tubuh Sonya memang terlihat menawan. Benar-benar indah dan sempurna.

Posisi berganti, sang pria duduk, dengan Sonya memimpin permainan, duduk di pangkuannya. Betapa terkejutnya Herlan, pemuda itu hampir saja terjatuh. Bukan Kara, melainkan Defan kakak kandung Kara sendiri.

Apa ini alasan Kara melupakan Sonya dengan mudah? Diselingkuhi oleh kekasihnya? Bahkan berhubungan dengan kakaknya sendiri?

Banyak hal yang ada dalam keterkejutannya. Wajahnya pucat pasi, mengetahui hubungan kalangan atas. Hingga dirinya salah memijak, hampir saja terjatuh.

"Siapa?" Suara Defan dari dalam sana.

Herlan benar-bebar ketakutan, hingga tiba-tiba mulutnya dibungkam dari belakang oleh seseorang. Ditarik untuk bersembunyi.

Suara pintu terbuka terdengar, Defan keluar dari kamar, mengamati keadaan sekitarnya. Tidak terdapat satu orang pun disana. Pemuda yang kembali masuk ke dalam ruangan.

"Hah...hah..." Herlan menghela napasnya, setelah Kara melepaskan bekapannya. Dua orang yang kini bersembunyi di dekat tembok berisikan tanaman hias.

"Jika aku tidak menarikmu, kamu akan mati," gumam Kara tersenyum dapat melihat semuanya. Wujud iblis dan aura membunuh dari Defan. Menghadapinya dengan kemampuannya yang sekarang? Berarti mencari mati. Dirinya akan dikalahkan dengan mudah. Hanya dapat bersembunyi dan berpura-pura tidak tahu hanya itu yang dapat dilakukannya. Entah berapa nyawa manusia yang telah dihabisi Defan, hingga iblis yang mengikutinya dapat memiliki kemampuan tinggi.

"Kamu tahu perselingkuhan kakak dan pacarmu? Apa karena itu kamu menjadi budak Shui Murren?" tanya Herlan penasaran, dengan kisah cinta segitiga, antara kakak dan adik.

"Budak Shui Murren?" tanya Kara yang mulai melangkah pergi menjauh bersama Herlan.

"Iya, kamu bersedia menikah dengan Shui Murren untuk merebut Sonya dari Defan bukan? Benar-benar pintar! Anakmu akan menjadi pewaris keluarga Murren! Semangat! Kamu akan mendapatkan Sonya, jika berusaha lebih keras lagi!" Ucap Herlan membuat Kara benar-bebar kesal.

"Kenapa aku harus dengan Sonya yang memiliki status sosial lebih rendah dari Shui? Apa kelebihannya? Apa dia anak kaisar yang terbuang? Apa dia seorang jendral wanita? Atau cendekiawan berpengaruh dimana para sarjana dan rakyat takluk memujinya?" Kata-kata aneh dari Kara, membuat Herlan terdiam sejenak, bibirnya terasa kelu.

"Kaisar? Jendral? Cendekiawan? Apa Kara sudah gila? Karena Sonya berselingkuh dengan kakak kandungnya sendiri?" Itulah yang ada di fikiran Herlan.

"Jangan fikirkan anak selir itu! Sebaiknya kita pergi ke tempat yang kamu sebut club'malam!" ucap Kara tersenyum memimpin jalan, mencari makanan bernutrisi, untuk menambah kemampuannya.

"Banyak anak SMU yang masih perawan disana. Kita harus memilih daun muda yang cantik. Menggoda untuk melakukan one night stand. Aku akan mengajarkannya padamu!" ucap Herlan benar-bebar antusias saat ini.

Apa Shui Murren tidak akan tahu? Entahlah...

Terpopuler

Comments

Lovesekebon

Lovesekebon

Jangan buat masalah Kara ☺️

2023-02-21

0

Bambang Setyo

Bambang Setyo

Kasian yg jadi istrinya defan..

2022-12-08

4

josefina matongo

josefina matongo

selalu menunggu 🥳 yang terbaru dari author

2022-12-08

7

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!