Bab 19: Rossa dan Fredirica

-Di malam yang sama, di rumah mewah Keluarga Rossa Reiss dan Fredirica Reiss-

Untuk sementara kita tinggalkan dahulu cerita tentang Stephen dan Feronica yang telah kita ketahui sebelumnya.

Di saat yang sama kita akan melihat bagaimana Rossa Reiss dan Fredirica Reiss sedang bercanda tawa di ruang tengah keluarga di rumah mewahnya. Sedang menikmati waktu dan menghangatkan diri di dekat perapian tengah.

Mereka berdua sedang duduk menatap perapian dan menikmati kehangatan di malam ini, sementara para pelayan yang ada di rumahnya sibuk melakukan tugasnya, seperti bersih-bersih di rumah yang besar dan amat luas itu.

"Kak, apa Feronica menuruti perintah kita?" Fredirica bertanya dengan nada keraguan pada saudaranya.

Rossa menjawabnya dengan santai. "Tenang saja, pasti dia menuruti kita, lagipula kapan dia tidak nurut sama kita kan?"

Memanglah benar, semenjak dari kelas satu pun perlakuan Rossa dan Fredirica memanglah selalu seperti itu, seenak mereka saja.

Jadi mengapa khawatir akan hal seperti itu? Fredirica jadi menyadarinya sekarang.

Fredirica mengangguk, memang ia penasaran akan bagaimana rumor yang sejak lama beredar di desa ini, dan menyuruh Feronica untuk membuktikannya adalah jalan termudah bagi mereka berdua untuk mengetahui kebenaran yang ada.

Beberapa saat kemudian saat kedua gadis ini masih mengobrol ada salah seorang pelayan perempuan yang melayani mereka, menyajikan berbagai makanan ringan dan minuman yang enak untuk mereka nikmati.

Berbagai macam makanan tersedia dan dibuat semenarik mungkin agar siapapun yang melihatnya pastinya tergiur untuk memakannya.

Cemilan mewah ketika malam dan api yang menghangatkanmu ketika udara di luar dingin? Siapa yang tidak mau hal itu?

Kehidupan berkecukupan dari Rossa Reiss dan Fredirica Reiss memanglah membuat siapapun yang melihat hidup mereka menjadi iri atau dalam bahasa sederhananya, kehidupan mereka adalah sesuatu didambakan oleh orang banyak.

Jadi sebenarnya apa yang kurang dari kehidupan keluarga ini? Bukankah dengan semua ketenaran dan harta yang melimpah itu semuanya sudah sempurna dan baik-baik saja?

Itulah yang dipikirkan orang banyak, namun pada kenyataannya kehidupan Rossa dan Fredirica tidak bisa dinilai hanya dari satu sisi saja.

Memanglah benar mereka sebagai anggota keluarga yang terhormat bisa melakukan atau mendapatkan apapun yang mereka inginkan, namun tidak semua hal yang mereka inginkan selalu ada bagi mereka.

Di antara hidangan itu ada amplop yang cukup besar yang ikut ada di wadah hidangan yang beragam itu.

Rossa mengeryitkan dahinya, pandangannya mengartikan ia tidak terlalu senang melihat secarik kertas di sana. Fredirica memandang saudaranya dengan tatapan khawatir dan penuh pertanyaan.

"Ada apa kak?" Fredirica tidak sekali dua kali melihat kakaknya seperti ini, setiap kali kakaknya melihat amplop di ruang keluarga ini reaksinya tidak jauh berbeda dengan yang sekarang terjadi.

Rossa menggelengkan kepalanya. "Tidak apa, aku hanya malas melihat benda itu di sini...."

Rossa kemudian mengalihkan pandangannya tepat ketika ia menyadari ada amplop besar di sana.

Fredirica hanya terdiam, ia memang mengerti apa yang dirasakan oleh saudaranya itu, namun sebenarnya ia tidak bisa menolak perasaan lain yang ada di dalam dirinya itu.

Apa maksud dari semua ini? Mari kita bedah lebih dalam lagi.

Ingat bukan bahwa Rossa Reiss dan Fredirica Reiss adalah anggota keluarga yang tersohor adanya? Mengapa mereka tidak tinggal di kota besar seperti Kota Frost?

Semua itu ada alasannya, Rossa dan Fredirica memang dahulu tinggal di Kota Frost bersama dengan kedua orang tuanya, namun tidak lama mereka berpindah ke Desa Wolfden tepat ketika mereka masih kecil.

Alasannya sederhana, orang tua mereka adalah orang yang sibuk bahkan terlalu sibuk hingga akhirnya mereka berdua jarang menghabiskan waktu bersama orang tua mereka.

Demi mengejar mimpinya menjadi ahli sihir, akhirnya Rossa dan Fredirica berpisah dari orang tuanya tepat ketika mereka berumur sepuluh tahun.

Tinggal sebagai anggota keluarga yang terhomat di Desa Wolfden, kehidupan mereka sejak saat itu tidak jauh berbeda, dengan rumah yang besar dan mewah dan para pelayan yang siap memenuhi kebutuhan mereka.

Semuanya memang terlihat sama, namun yang berbeda hanyalah kali ini Rossa dan Fredirica tidak bisa bertemu dengan kedua orang tuanya secara langsung.

Dan tentu saja hari-harinya tidak benar-benar sama lagi seperti dahulu, meskipun sebagian besar hal seperti kebutuhan dan lainnya tercukup akan tetapi jarak antara mereka dengan kedua orang tuanya membuat perbedaan yang cukup dalam.

Hari-hari di mana mereka bisa merasakan begitu hangatnya kasih sayang orang tua seolah hilang begitu saja, memang ada banyak pelayan wanita dan pria yang siap menghibur dan menjadi teman bermain mereka setiap saat, akan tetapi... sosok orang tua tidak pernah bisa tergantikan bagi mereka.

Seberapa keras usaha yang dilakukan oleh para pelayannya demi menghibur dan mendampingi Rossa dan Fredirica tidak akan pernah bisa menyamai apa yang mereka dapatkan dari kedua orang tua mereka.

Waktu terus berjalan, masa kecil Rossa dan Fredirica dihabiskan dengan tetap menjalani kehidupan seperti biasa, dan mereka masuk ke Akademi Sihir Wolfden demi mengejar cita-cita mereka itu.

Sebuah sekolah sihir besar yang terletak di desa kecil, aneh tapi memang begitulah kenyataannya. Rossa dan Fredirica jadi salah satu murid yang paling disegani di sekolah sihir tersebut.

Mengingat tidak hanya mereka berdua yang mempunyai kehormatan dan pengaruh besar, melainkan banyak pula siswa dan siswi lain yang tidak kalah berpengaruh dan pula disegani.

Tidak terlalu susah bagi Rossa dan Fredirica menuntut ilmu di sini, dengan pengaruh besar yang mereka miliki, semuanya tidak usah terlalu dipikirkan lagi.

Nilai mereka? Aman. Kemampuan sihir mereka? Jangan diragukan, begitu mulusnya perjalanan mereka menuntut ilmu di Akademi ini.

Akan tetapi seperti kata bijak, tidak ada yang sempurna, hal ini berlaku pula bagi Rossa dan Fredirica.

Meskipun mereka berdua adalah dari keluarga tersohor dan disegani namun tidak semua hal mereka bisa lakukan dengan sempurna.

Contoh kecilnya ketika mereka meminta bantuan Feronica untuk mengerjakan tugas pada buku ajar sihir mereka. Terdiri dari berbagai pertanyaan dan evaluasi hasil belajar mereka selama tiga tahun terakhir.

Rossa dan Fredirica memang sudah mengecek buku ajarnya masing-masing sebelummya dan mereka tidak terlalu kaget juga dengan apa yang mereka lihat di sana.

Jadi pada akhirnya mereka berdua sebelum bersantai mengerjakan kembali soal dan latihan yang ada pada buku ajar mereka seolah apa yang dikerjakan oleh Feronica tidak berguna sama sekali.

Kembali di saat ini, Fredirica mengambil beberapa camilan dan kemudian mengambil amplop besar yang terletak di lantai di antara hidangan yang lainnya.

Fredirica dengan segera membuka amplop tersebut, namun Rossa dengan segera mengambil itu daripadanya.

"Kak?!" Fredirica terkejut ketika saudaranya langsung merampas amplop yang ada di tangannya itu.

"Benda ini tidak berguna! Untuk apa dibuka?!" Mata Rossa terbuka lebar, kegeraman sangat terlihat di wajahnya, apa yang sebenarnya menjadi masalahnya saat ini?

Fredirica mendekati saudarinya dan berusaha kembali mengambil amplop yang telah direbut itu. "Kembalikan Kak!"

Rossa kemudian bangkit dan amarahnya tidak kunjung reda. "Mengapa kamu peduli dengan ini? Mereka hanya peduli soal pekerjaan!"

Fredirica seketika diam ketika mendengar pernyataan kakaknya itu, pada akhirnya apa yang dikatakannya memang benar dan ia tidak bisa menyangkalnya.

".... Aku paham kak, tapi hanya melalui surat itu kota bisa tahu keadaan mereka di luar sana!"

Fredirica mengungkapkan alasannya mengapa ia ingin agar amplop besar itu kembali, ternyata isi di dalam amplop itu adalah surat yang di mana di kirim dari luar.

"Kabar mereka? Apa mereka juga peduli pada kita? Untuk apa mereka mengirimi surat sepanjang waktu padahal mereka bisa mengunjungi kita kapan saja?!" Mata Rossa mulai memerah, raut wajahnya yang geram perlahan berubah menjadi kesedihan, menyiratkan ia begitu tidak mengerti dan tidak terima dengan kenyataan yang seperti ini.

"Kita tidak butuh lagi surat seperti ini...." Rossa mengambil isi amplop itu dan ada secarik kertas penuh tulisan di sana dan segera melemparkannya ke perapian yang sedang menyala terang di sana.

"Jangan kak!" seru Fredirica melihat sepucuk surat penuh tulisan rapi yang ingin dibacanya perlahan masuk ke dalam perapian yang menyala. Surat yang selama ini ia tunggu- dan sebenarnya yang kakaknya tunggu pula, sebagai cara agar mereka berdua bisa sedikit melepaskan kerinduan yang ada di dalam dada.

Episodes
1 Bab 1: Tempat Pelarian
2 Bab 2: Jati Diri Sebenarnya
3 Bab 3: Kehausan
4 Bab 4: Berhenti, Kumohon
5 Bab 5: Aku Mengerti
6 Bab 6: Keputusan Mutlak
7 Bab 7: Tujuan Awal
8 Bab 8: Sedikit Bantuan
9 Bab 9: Awal Rumor
10 Bab 10: Sedikit Rumor
11 Bab 11: Kedua Teman
12 Bab 12: Hal Hangat
13 Bab 13: Break The Rules
14 Bab 14: Kehangatan Dan Ketakutan
15 Bab 15: Pembuktian
16 Bab 16: Aku Lelah Dan Ingin Pulang
17 Bab 17: Bebas
18 Bab 18: Mencari Kebenaran
19 Bab 19: Rossa dan Fredirica
20 Bab 20: Hal Yang Ditunggu
21 Bab 21: Menerima
22 Bab 22: Kekhawatiran Dan Pertanyaan
23 Bab 23: Hari Penting Aku Datang!
24 Bab 24: Melawan
25 Bab 25: Rasa Penasaran
26 Bab 26: Dilema
27 Bab 27: Melakukan Yang Terbaik
28 Bab 28: Masih Jauh
29 Bab 29: Siapa Yang Dimaksud
30 Bab 30: Coba Jelaskan Apa Yang Kamu Tahu
31 Bab 31: Rencana Baru
32 Bab 32: Apa Yang Terjadi
33 Bab 33: Kehangatan
34 Bab 34: Sebuah Pertanyaan
35 Bab 35: Waktunya Beraksi
36 Bab 36: Cara Lain? Siapa Takut!
37 Bab 37: Berbeda
38 Bab 38: Akhir
39 Bab 39: Berusaha
40 Bab 40: Tepat Waktu
41 Bab 41: Memulai Kembali
42 Bab 42: Yelena
43 Bab 43: Sekarang Atau Tidak Sama Sekali
44 Bab 44: Sebuah Alasan
45 Bab 45: Sebuah Alasan
46 Bab 46: Tumbang
47 Bab 47: Bangga
48 Bab 48: Diskusi
49 Bab 49: Dampak
50 Bab 50: Sembuh
51 Bab 51: Hasil
52 Bab 52: Pulang
53 Bab 53: Perjuangan
54 Bab 54: Konsekuensi
55 Bab 55: Kalian Mengganggu
56 Bab 56: Bukan Diri Sendiri
57 Bab 57: Mencoba Mengerti
58 Bab 58: Menerima Perasaan
59 Bab 59: Menerima Kenyataan
60 Bab 60: Sadar Dan Menerima
61 Bab 61: Menghadapi Tekanan
62 Bab 62: Kabar Dari Jauh
63 Bab 63: Sedikit Berubah
64 Bab 64: Keluar
65 Bab 65: Ada Yang Tidak Beres
66 Bab 66: Membela
67 Bab 67: Waktu Tidak Akan Menunggu
68 Bab 68: Inilah Kekuatanku
69 Bab 69: Melawan Juga
70 Bab 70: Tak Sadar
71 Bab 71: Lebih Kuat? Siapa Takut
72 Bab 72: Lebih Kuat
73 Bab 73: Masih Mau?
74 Bab 74: Kesempatan Emas
75 Bab 75: Tenang
76 Bab 76: Alasan Sebenarnya
77 Bab 77: Memilih
78 Bab 78: Diriku
79 Bab 79: Sebuah Kenyataan
80 Bab 80: Sunguh Nyata
81 Bab 81: Kabar
82 Bab 82: Berdamai
83 Bab 83: Heran
84 Bab 84: Penampilan Baru
85 Bab 85: Insting
86 Bab 86: Tamu
87 Bab 87: Kekuatan Yang Hilang
88 Bab 88: Pertemuan
89 Bab 89: Saudara
90 Bab 90: Alasan Berubah
91 Bab 91: Memanas
92 Bab 92: Makin Panas
93 Bab 93: Menjauh
94 Bab 94: Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati
95 Bab 95: Berusaha Lebih Keras
96 Bab 96: Sudah Habis
97 Bab 97: Perbedaan
98 Bab 98: Curiga
99 Bab 99: Menunjukkan Tekad
100 Bab 100: Ragu
101 Bab 101: Percaya
102 Bab 102: Tidak Terduga
103 Bab 103: Tanda
104 Bab 104: Terdesak
105 Bab 105: Terima Kasih Sudah Disini
106 Bab 106: Keputusan
107 Bab 107: Undangan
108 Bab 108: Berjalan
109 Bab 109: Dingin
110 Bab 110: Pertanyaan Lagi
111 Bab 111: Jadi Diri Sendiri
112 Bab 112: Balas Budi
113 Bab 113: Menghadapi Kenyataan
114 Bab 114: Sadar
115 Bab 115: Bertemu
116 Bab 116: Terdampar
117 Bab 117: Panggilan Alami
118 Bab 118: Jalan-jalan
119 Bab 119: Jadi Kenyataan
120 Bab 120: Membuka
121 Bab 121: Tertangkap
122 Bab 122: Bersinggah
123 Bab 123: Bertemu... lagi
124 Bab 124: Perasaan
125 Bab 125: Rasakanlah
126 Bab 126: Usaha
127 Bab 127: Perlawanan
128 Bab 128: Kena Mental
129 Bab 129: Sosok Misterius
130 Bab 130: Mengincar
131 Bab 131: Heran
132 Bab 132: Rasakanlah!
133 Bab 133: Yang Kupercayai
134 Bab 134: Penasaran
135 Bab 135: Sadar
136 Bab 136: Jahat
137 Bab 137: Berbalik
138 Bab 138: Belum Selesai
139 Bab 139: Kerinduan
140 Bab 140: Pulang
141 Bab 141: Kunjungan
142 Bab 142: Menyebalkan
143 Bab 143: Mengingatkan
144 Bab 144: Nostalgia
145 Bab 145: Mana Keadilan?
146 Bab 146: Menyelesaikan
147 Bab 147: Fakta
148 Bab 148: Tak Sabar
149 Bab 149: Mengerti
150 Bab 150: Ayah Ibu, Terima Kasih
Episodes

Updated 150 Episodes

1
Bab 1: Tempat Pelarian
2
Bab 2: Jati Diri Sebenarnya
3
Bab 3: Kehausan
4
Bab 4: Berhenti, Kumohon
5
Bab 5: Aku Mengerti
6
Bab 6: Keputusan Mutlak
7
Bab 7: Tujuan Awal
8
Bab 8: Sedikit Bantuan
9
Bab 9: Awal Rumor
10
Bab 10: Sedikit Rumor
11
Bab 11: Kedua Teman
12
Bab 12: Hal Hangat
13
Bab 13: Break The Rules
14
Bab 14: Kehangatan Dan Ketakutan
15
Bab 15: Pembuktian
16
Bab 16: Aku Lelah Dan Ingin Pulang
17
Bab 17: Bebas
18
Bab 18: Mencari Kebenaran
19
Bab 19: Rossa dan Fredirica
20
Bab 20: Hal Yang Ditunggu
21
Bab 21: Menerima
22
Bab 22: Kekhawatiran Dan Pertanyaan
23
Bab 23: Hari Penting Aku Datang!
24
Bab 24: Melawan
25
Bab 25: Rasa Penasaran
26
Bab 26: Dilema
27
Bab 27: Melakukan Yang Terbaik
28
Bab 28: Masih Jauh
29
Bab 29: Siapa Yang Dimaksud
30
Bab 30: Coba Jelaskan Apa Yang Kamu Tahu
31
Bab 31: Rencana Baru
32
Bab 32: Apa Yang Terjadi
33
Bab 33: Kehangatan
34
Bab 34: Sebuah Pertanyaan
35
Bab 35: Waktunya Beraksi
36
Bab 36: Cara Lain? Siapa Takut!
37
Bab 37: Berbeda
38
Bab 38: Akhir
39
Bab 39: Berusaha
40
Bab 40: Tepat Waktu
41
Bab 41: Memulai Kembali
42
Bab 42: Yelena
43
Bab 43: Sekarang Atau Tidak Sama Sekali
44
Bab 44: Sebuah Alasan
45
Bab 45: Sebuah Alasan
46
Bab 46: Tumbang
47
Bab 47: Bangga
48
Bab 48: Diskusi
49
Bab 49: Dampak
50
Bab 50: Sembuh
51
Bab 51: Hasil
52
Bab 52: Pulang
53
Bab 53: Perjuangan
54
Bab 54: Konsekuensi
55
Bab 55: Kalian Mengganggu
56
Bab 56: Bukan Diri Sendiri
57
Bab 57: Mencoba Mengerti
58
Bab 58: Menerima Perasaan
59
Bab 59: Menerima Kenyataan
60
Bab 60: Sadar Dan Menerima
61
Bab 61: Menghadapi Tekanan
62
Bab 62: Kabar Dari Jauh
63
Bab 63: Sedikit Berubah
64
Bab 64: Keluar
65
Bab 65: Ada Yang Tidak Beres
66
Bab 66: Membela
67
Bab 67: Waktu Tidak Akan Menunggu
68
Bab 68: Inilah Kekuatanku
69
Bab 69: Melawan Juga
70
Bab 70: Tak Sadar
71
Bab 71: Lebih Kuat? Siapa Takut
72
Bab 72: Lebih Kuat
73
Bab 73: Masih Mau?
74
Bab 74: Kesempatan Emas
75
Bab 75: Tenang
76
Bab 76: Alasan Sebenarnya
77
Bab 77: Memilih
78
Bab 78: Diriku
79
Bab 79: Sebuah Kenyataan
80
Bab 80: Sunguh Nyata
81
Bab 81: Kabar
82
Bab 82: Berdamai
83
Bab 83: Heran
84
Bab 84: Penampilan Baru
85
Bab 85: Insting
86
Bab 86: Tamu
87
Bab 87: Kekuatan Yang Hilang
88
Bab 88: Pertemuan
89
Bab 89: Saudara
90
Bab 90: Alasan Berubah
91
Bab 91: Memanas
92
Bab 92: Makin Panas
93
Bab 93: Menjauh
94
Bab 94: Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati
95
Bab 95: Berusaha Lebih Keras
96
Bab 96: Sudah Habis
97
Bab 97: Perbedaan
98
Bab 98: Curiga
99
Bab 99: Menunjukkan Tekad
100
Bab 100: Ragu
101
Bab 101: Percaya
102
Bab 102: Tidak Terduga
103
Bab 103: Tanda
104
Bab 104: Terdesak
105
Bab 105: Terima Kasih Sudah Disini
106
Bab 106: Keputusan
107
Bab 107: Undangan
108
Bab 108: Berjalan
109
Bab 109: Dingin
110
Bab 110: Pertanyaan Lagi
111
Bab 111: Jadi Diri Sendiri
112
Bab 112: Balas Budi
113
Bab 113: Menghadapi Kenyataan
114
Bab 114: Sadar
115
Bab 115: Bertemu
116
Bab 116: Terdampar
117
Bab 117: Panggilan Alami
118
Bab 118: Jalan-jalan
119
Bab 119: Jadi Kenyataan
120
Bab 120: Membuka
121
Bab 121: Tertangkap
122
Bab 122: Bersinggah
123
Bab 123: Bertemu... lagi
124
Bab 124: Perasaan
125
Bab 125: Rasakanlah
126
Bab 126: Usaha
127
Bab 127: Perlawanan
128
Bab 128: Kena Mental
129
Bab 129: Sosok Misterius
130
Bab 130: Mengincar
131
Bab 131: Heran
132
Bab 132: Rasakanlah!
133
Bab 133: Yang Kupercayai
134
Bab 134: Penasaran
135
Bab 135: Sadar
136
Bab 136: Jahat
137
Bab 137: Berbalik
138
Bab 138: Belum Selesai
139
Bab 139: Kerinduan
140
Bab 140: Pulang
141
Bab 141: Kunjungan
142
Bab 142: Menyebalkan
143
Bab 143: Mengingatkan
144
Bab 144: Nostalgia
145
Bab 145: Mana Keadilan?
146
Bab 146: Menyelesaikan
147
Bab 147: Fakta
148
Bab 148: Tak Sabar
149
Bab 149: Mengerti
150
Bab 150: Ayah Ibu, Terima Kasih

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!