William sedikit terpaku mendengar pertanyaan pria itu, pasalnya ia memang belum menyusun jawaban yang tepat untuk menjawab pertanyaan sang pria paruh baya ini.
Alasan apapun yang masuk akal sedang dipikirkan William sekarang, sebagai seorang ahli sihir ia seharusnya mengatakan hal yang jujur, namun dalam kasus seperti ini ia harus mengesampingkan kewajibannya itu.
Mengingat ia tidak bisa menyembunyikan peti besar coklat yang menyegel Stephen itu dengan menguburnya di tanah, karena jika ia melakukan itu kemampuan pelacakannya akan hilang dan tidak akan ada yang bisa mengawasi segel yang telah di buatnya itu.
Peti besar coklat di tengah area bukit pekuburan tentulah bukan hal yang biasa untuk dilihat, dan memiliki kemungkinan menarik rasa penasaran orang-orang.
Dan William tidak mengantisipasi pula akan ada orang datang ke tempat ini di waktu yang seperti ini, jadi sebaiknya apa yang dia katakan?
"Setahu saya, memang peti ini berisi orang penting tapi sepertinya peti ini akan tetap berada di sini untuk waktu yang lama," jawab William seadanya, pada akhirnya ia tidak bisa mengatakan hal yang berlebihan ataupula mengurangi kebenaran yang ada di sini.
Pria paruh baya itu kemudian mengangguk tanda mengerti, seolah ia menerima jawaban dari William ini dan untuk beberapa saat selanjutnya dia mengobrol dengan William untuk beberapa saat.
Obrolan yang ringan yang membuat suasana jadi tidak sehening dan segelap ini, pada akhirnya mereka berdua ini mengetahui nama mereka masing-masing.
"Ah begitukah? Tuan sedang ada urusan penting di sini?"
Pada akhirnya setelah beberapa saat William mengobrol dengan pria paruh baya itu, ia bisa menilai dengan baik bahwa pria ini bisa dipercaya agar tujuannya ini bisa lebih baik.
Maksudnya apa? William tahu ternyata pria paruh baya yang ditemuinya itu adalah orang baik, dan sepertinya rencananya ini akan berjalan sebagaimana yang ia harapkan di sini.
William akhirnya menceritakan garis kecil mengenai peti mati coklat dengan ukuran besar ini, yang sebelumnya ia berniat untuk menyembunyikannya dari khalayak umum.
Namun rencananya ini tidak bisa berjalan dengan baik bilamana semuanya ia lakukan sendiri, pada akhirnya setidaknya ia butuh satu orang luar yang akan membuat tujuannya itu menjadi lengkap.
William menarik nafasnya dan kemudian berkata pelan, "Tuan Jack, apakah saya bisa mempercayakan informasi ini pada Tuan?"
Pria paruh baya bertopi itu terdiam sejenak seolah ia belum bisa percaya akan apa yang didengarnya itu, akan kebenaran yang telah diceritakan William padanya.
Bagaimana mungkin ada makhluk berbahaya di sana? Pria paruh baya bertopi bernama Jack itu memikirkan hal ini.
Ia adalah seorang yang tidak bisa menelan bulat-bulat perkataan orang lain seketika itu juga, namun ia sendiri tahu William bukanlah orang biasa bahkan dari penampilan dan auranya pun sudah jelas sekali.
Dan pula bagaimana penjelasannya yang singkat dan padat itu terdengar tidak mengada-ngada dan apa adanya, Jack merasa bahwa memercayainya di waktu singkat bukanlah hal yang salah.
Lagipula melihat peti besar coklat di area bukit pekuburan Wolfden sudah aneh, apa yang lebih aneh lagi dari itu? Selain memang penjelasan yang telah ia dengar sebelumnya?
Jack sedikit menundukkan kepalanya tanda ia sedang berpikir, dan beberapa saat kemudian ia memutuskan bagaimana pandangannya soal apa yang dikatakan William padanya.
"Tuan, sejujurnya ini adalah kali pertama saya melihat peti yang begitu besar itu, dan pula Tuan yang sedang punya urusan di tempat ini. Jadi bilamana peti tersebut memang benar seperti apa yang telah dikatakan, maka saya juga harus memberitahu yang lain soal ini."
Jack akhirnya mengutarakan pendapatnya itu, mengingat keberadaan William dan peti coklat besar itu berhubungan satu sama lain, maka bukan tidak mungkin hal yang dikatakan William adalah kebenaran adanya.
William sedikit lega mendengar pendapat dari Jack, analisanya terhadap pria bertopi ini ternyata benar adanya, ia adalah seorang pria yang ramah dan bahkan mau memercayainya di saat yang singkat seperti ini.
"Terima kasih Tuan Jack, urusan saya sudah selesai, jaga diri dan tolong jangan biarkan siapapun mendekati peti coklat besar ini."
William sedikit membungkukkan diri sebagai tanda hormat pada Jack sebelum berpisah dengannya, bahkan ia yang adalah seorang ahli sihir hebat dan tersohor tidak segan untuk menjunjung tinggi rasa hormatnya pada orang lain.
Beberapa saat kemudian, Jack hanya bisa melihat William yang berjalan semakin menjauh dan meninggalkan area bukit pekuburan Wolfden, dan ketika ia selesai memerhatikan William, ia melihat dengan seksama pada peti besar coklat yang tadi sudah ia dengar kebenarannya.
Memang benar, apa yang dirasakannya saat ini adalah ketakutan yang selama ini tidak pernah ia rasakan ketika berkunjung ke area bukit pekuburan Wolfden, keanehan ini membuktikan bahwa memang keberadaan peti tersebut tidaklah mengundang hal baik di sini.
Jack juga bisa melihat sekilas bagaimana ada sekelebat cahaya yang bersinar sewaktu-waktu, seperti ada cahaya panjang tipis kecil berwarna merah keemasan, namun untuk bisa disadari butuh waktu dan perhatian lebih. Jika tidak, maka peti tersebut hanya akan terlihat seperti peti mati coklat besar biasa saja.
Hal ini juga yang membuat Jack sadar, ternyata banyak hal yang mendukung akan informasi yang telah didengarnya sebelumnya, dan itu juga membuat ia harus melakukan apa yang telah dijanjikannya pada William.
"Aku harus memperingatkan banyak orang di desa Wolfden, terutama di Akademi Sihir Wolfden, merekalah yang punya ilmu dan pengetahuan akan hal ini. Meminta bantuan mereka akan membuat seluruh warga desa sadar dan akan menjauhi peti besar coklat itu."
Jack mengangguk kecil, ini adalah tugas yang harus diembannya, bilamana ada orang yang secara tidak sengaja datang ke area bukit pekuburan ini, maka risiko keselamatannya menjadi tinggi seperti yang telah dikatakan William sebelumnya.
Dari penjelasan yang telah didengarnya itu, Jack memang tahu makhluk berbahaya yang ada di dalam peti itu sudah di aman-kan oleh William sebelumnya, namun William tidak bisa menjamin akan seperti itu ke depannya.
Bisa saja akan terjadi hal yang diluar perkiraannya, karena hal itulah William mempercayai-nya untuk tugas ini.
Lagipula jika memang orang banyak sudah tahu akan berbahayanya peti besar coklat ini, mereka tentu tidak punya alasan untuk mendekatinya bukan? Coba dipikir lagi, mana ada orang yang mau pergi ke area berbahaya?
Jika dilihat sekali lagi, area pekuburan ini kondisinya agak berantakan namun tidak sepenuhnya hancur.
Banyak area kuburan yang sekiranya harus dibersihkan dari tanah yang saling menggunduk ini, dengan begitu setiap area pekuburan ini akan bisa kembali seperti semula.
Dan Jack berinisiatif untuk menghabiskan waktu di sana membereskan area yang perlu dibersihkan, karena di setiap area pekuburan ternyata ada sekop yang bisa digunakan kapanpun.
Jack menyimpan dahulu bunga hias-nya dan bergegas bekerja membereskan tempat itu, meskipun akhirnya payung tidak digunakannya, dan ia harus bermandikan air hujan ketika bekerja.
Setelah beberapa saat, kondisi nya jadi lebih baik, setidaknya begitu jika dibandingkan awal tadi, Jack segera mengembalikan peralatan kerjanya itu dan mengambil payung kembali serta bunga hias yang ia simpan.
Ia berjalan melewati peti mati besar itu, terlepas akan auranya yang begitu mencekam di malam yang larut ini, Jack berusaha untuk tetap tenang.
Setelah berjalan beberapa saat, Pria paruh baya bertopi itu berhenti di salah satu makam di sana, sedikit berjongkok dan menaruh bunganya di sana.
"Maaf aku terlambat, George."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 150 Episodes
Comments