Feronica terdiam, setelah mengingat jelas momen tiga belas tahun lalu, di mana ia telah mendengar cerita yang sama dari ibunya. Seluruh perasaan ketakutan dan kengerian memang kini ada dalam hatinya.
Namun tidak ada jalan lain baginya untuk lari. "Apa yang harus kulakukan?"
Rossa dan Fredirica memandang satu sama lain dengan wajah yang puas dan tentu saja tertarik dengan apa yang mereka rencanakan sebelumnya.
"Kami ingin agar kau membuktikan rumor itu malam ini," ujar Rossa menjelaskan maksudnya pada Feronica.
***
- Area Pekuburan Wolfden\, di hari yang sama saat tengah malam\, hujan deras-
Feronica akhirnya sampai ke puncak di mana terdapat banyak kuburan lain, Area Pekuburan Wolfden memang sungguhlah luas.
Sejauh mata memandang hanya ada banyak sekali tempat peristirahatan orang-orang, dan beberapa pohon besar yang hanya tinggal rantingnya ada di sebagian area pekuburan ini.
Dengan adanya pepohonan dan tumbuhan yang ada di sekitaran pekuburan ini tidak membuat suasana-nya terasa nyaman. Malah sebaliknya yang ada pepohonan dan rerumputan membuat siapapun yang melihatnya harus merasa waspada setiap saat.
Mengapa begitu? Mengingat akan banyaknya pepohonan dengan dahan kering dan juga rerumputan yang lumayan panjang bisa saja membuat para binatang kecil, binatang melata bisa bersembunyi di sana. Mereka bisa mengagetkan setiap saat dan tentunya kita akan terkejut bukan?
Yang terdengar saat ini hanyalah hembusan angin dingin kencang dan riuh air hujan yang begitu deras, bahkan memakai payung pu tidak banyak membantu. Tetap saja hujan yang ekstrim ini akan membuatmu basah bagaimana pun caranya.
Dan berbicara tentang suasana sepi ini membuat siapapun yang berada siang hari di sana merasakan keheningan yang luar biasa yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Jika saja siang terasa seperti itu apalagi ketika malam?
Keheningan yang dalam di tengah riuhnya cuaca seperti ini, sebuah pengalaman yang unik sekaligus aneh.
Sekali lagi mengapa? Sepi karena tidak ada siapapun di area pekuburan ini, lalu bagaimana dengan riuh cuaca yang telah dikatakan tadi? Cuaca tidak ada hubungannya dengan hal itu, bahkan hujan deras dan angin kencang ini tidak bisa mengalahkan rasa kesepian yang sedang dirasakan oleh gadis ini.
Inilah kali pertama bagi gadis itu, menginjakkan kaki tepat di area terlarang di mana rumor itu diceritakan.
Sendirian di tengah hujan deras hanya dengan memakai payung milik ibunya, karena memang payung miliknya telah dirusak oleh Fredirica.
Mengapa ibunya tidak memeringatkan akan putrinya pergi ke area terlarang ini? Jikalau ibunya tahu tentulah Feronica tidak akan berada di sini sekarang.
Jadi mengapa ibunya tidak memeringatkannya? Ibunya tentu akan memperingatkannya apabila ia tahu putrinya akan pergi ke tempat terlarang.
Jadi apa yang bisa kita ambil dari sini? Sepertinya kita semua sudah tahu akan jawabannya.
Feronica yang hanya gadis biasa kini dipaksa untuk mengikuti perintah kedua temannya, mimpi buruknya yang tak ingin diingatnya malah semakin mendekat dan terasa nyata adanya.
Ssrrr....
Hawa dingin yang merasuk tubuh sangat terasa di sini, maksudnya adalah hawa dingin bukan sembarang dingin biasa.
Melainkan dingin yang amat dingin, entah mengapa ada orang yang berada di tempat ini padahal memang cuaca hujan deras dengan gemuruh disertai kilatan cahaya ini membuat siapapun merasa tidak nyaman.
Namun Feronica tetap berdiri saja di sana melihat ke depan, di mana rumor yang ia dengar ketika kecil, sebuah peti besar yang digadang-gadang sumber dari makhluk mengerikan yang diceritakan oleh orang-orang di desa.
"Astaga," gumam Feronica, ia baru melihat tempat peristirahatan sebesar itu, rasanya untuk ukuran orang dewasa pun tempat seperti itu lebih dari cukup.
Dengan menguatkan tekad yang membawanya sampai ke tempat ini, Feronica mulai melangkah lebih dekat. Ia bisa mendengar setiap langkah yang ia ambil seolah setiap langkah yang diambilnya bisa saja jadi yang terakhir.
Mengapa? Karena apa yang akan terjadi ketika mendekat ke tempat di mana ada makhluk berbahaya di sana? Itu jika memang rumornya benar maka tentulah berbahaya bukan?
Lalu bagaimana jika rumor yang diceritakan orang-orang desa tidak benar? Tetap saja Feronica bisa mengalami ketakutan yang luar biasa dan tentulah itu tidak baik untuk kesehatannya bukan?
Intinya dari setiap keputusan yang diambilnya kali ini, pada akhirnya semuanya malah menuju ke hal yang sama, yaitu tidak ada hal yang baik ketika ketakutan sudah menguasai kita.
Feronica mulai agak bergetar, entah mengapa tekadnya perlahan namun pasti malah semakin pudar ketika ia berjalan semakin dekat dengan peti besar coklat itu.
Feronica mulai kembali menguatkan tekadnya, ia memegang erat payungnya agar tidak terbawa angin, seluruh bajunya sebagian besar sudah basar, namun tak apa setidaknya memang ia sudah berusaha dengan membawa payung, itu lebih baik dibanding tidak sama sekali bukan?
Tidak ada lagi hal yang bisa membuatnya mundur, pada akhirnya meskipun ia bisa lari saat ini dan meninggalkan janji pada kedua temannya itu, namun Feronica akan tetap menghadapi konsekuensi yang menunggunya besok.
Jadi pada akhirnya demi memuaskan rasa penasaran kedua temannya itu, Feronica tetap melangkah maju perlahan namun pasti hingga akhirnya ia pun sampai tepat disamping peti besar coklat yang terletak di area puncak pekuburan Wolfden ini
"Whoa...." Feronica melihat dengan seksama peti besar coklat itu, sunggulah peti yang besar dan juga memiliki arsitektur yang unik, sepertinya pembuat peti ini memiliki selera seni yang tinggi dan tentunya bukan orang biasa pula.
Dan yang menjadi pertanyaan tambahan bagi gadis ini adalah bukan hanya tentang siapa akan pembuat peti besar ini, namun juga siapa yang sebenarnya ada di dalannya? Yakni orang yang sudah tiada ini.
Meskipun dalam benak Feronica terngiang-ngiang akan rumor makhluk mengerikan, namun pada akhirnya setelah ia sampai ke tempat ini dan melihat langsung apa yang ceritakan, rasanya ia memang tidak bisa menilainya hanya dari sampulnya saja.
Feronica tahu akan rumor yang beredar itu, namun sekaranglah saatnya ia memakai perspektifnya sendiri dan bukan cerita orang lain, dan dengan begini ia akan membuktikan apakah perkataan orang lain itu benar ataukah tidak?
Feronica berkeliling melihat ke sebagian besar peti besar coklat itu, dan menurut pendapatnya sendiri memang tidak ada hal yang begitu aneh terlihat jika dari luar.
Dan ketakutannya perlahan tidak menguasainya lagi, malahan setelah ia melihat secara langsung, apa yang diceritakan orang mengenai makhluk mengerikan dalam peti besar ini tidaklah terlalu mengganggunya lagi.
Toh ia sendiri memang sudah melihat dengan mata kepalanya sendiri bukan? Jadi mengapa pusing-pusing dengan rumor yang bersebaran di desanya ini?
"Hm, tidak ada yang aneh di sini...." Feronica sudah berdiam diri di sana selama beberapa saat, namun tidak ada hal yang terjadi selain memang hujan deras, gemuruh disertai petir, tak jauh berbeda dari ketika ia datang pertama kali ke tempat ini.
Lantas untuk apa ia berada di sini lagi? Ia kan sudah melihat akan kebenaran yang ada, yaitu tidak ada makhluk menyeramkan di area pekuburan Wolfden ini.
Orang-orang terlalu berlebihan memberikan pendapatnya terhadap peti besar coklat ini, seolah memang karena ukuran dan tempatnya yang tidak biasa maka mereka bisa membuat cerita seram dengan itu.
Memang benar siapa yang tidak merasa aneh melihat peti besar di tengah area pekuburan ini? Bukankah sebaiknya jika memang ada yang berada di dalamnya seharusnya dikubur sebagaimana mestinya?
Feronica memikirkan berbagai kemungkinan yang ada, namun satu hal yang bisa ia ambil... mungkin memang satu alasan yang tak terpikirkan olehnya mengenai peti mati coklat besar ini.
Yang tentunya bukan tentang makhluk mengerikan itu, namun hal lain yang tidak ada sangkut pautnya dengan rumor yang ada.
Seperti, mungkin saja peti mati coklat besar itu hanyalah peti mati hiasan yang di simpan di area pekuburan Wolfden?
Atau bisa pula akan seseorang dari kalangan atas yang tidak jadi memakai peti besar itu namun peti tersebut terlanjur di bawa naik ke atas dan tidak bisa diturunkan ke bawah, jadi mereka memutuskan untuk membiarkan peti kosong itu di atas area pekuburan Wolfden?
Semua kemungkinan itu bisa terjadi, Feronica kini mulai yakin dan mantap akan pendapatnya mengenai tidak adanya makhluk menyeramkan yang dibicarakan orang-orang.
"Mengapa aku menghabiskan waktu berhargaku di sini?"
Ia berbalik meninggalkan peti besar coklat itu, tanpa ia sadari di bagian sekitaran area mata kanannya muncul tanda seperti api kecil yang menjalar ke seluruh bagian wajahnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 150 Episodes
Comments