Bab 15: Pembuktian

Feronica terdiam, setelah mengingat jelas momen tiga belas tahun lalu, di mana ia telah mendengar cerita yang sama dari ibunya. Seluruh perasaan ketakutan dan kengerian memang kini ada dalam hatinya.

Namun tidak ada jalan lain baginya untuk lari. "Apa yang harus kulakukan?"

Rossa dan Fredirica memandang satu sama lain dengan wajah yang puas dan tentu saja tertarik dengan apa yang mereka rencanakan sebelumnya.

"Kami ingin agar kau membuktikan rumor itu malam ini," ujar Rossa menjelaskan maksudnya pada Feronica.

***

- Area Pekuburan Wolfden\, di hari yang sama saat tengah malam\, hujan deras-

Feronica akhirnya sampai ke puncak di mana terdapat banyak kuburan lain, Area Pekuburan Wolfden memang sungguhlah luas.

Sejauh mata memandang hanya ada banyak sekali tempat peristirahatan orang-orang, dan beberapa pohon besar yang hanya tinggal rantingnya ada di sebagian area pekuburan ini.

Dengan adanya pepohonan dan tumbuhan yang ada di sekitaran pekuburan ini tidak membuat suasana-nya terasa nyaman. Malah sebaliknya yang ada pepohonan dan rerumputan membuat siapapun yang melihatnya harus merasa waspada setiap saat.

Mengapa begitu? Mengingat akan banyaknya pepohonan dengan dahan kering dan juga rerumputan yang lumayan panjang bisa saja membuat para binatang kecil, binatang melata bisa bersembunyi di sana. Mereka bisa mengagetkan setiap saat dan tentunya kita akan terkejut bukan?

Yang terdengar saat ini hanyalah hembusan angin dingin kencang dan riuh air hujan yang begitu deras, bahkan memakai payung pu  tidak banyak membantu. Tetap saja hujan yang ekstrim ini akan membuatmu basah bagaimana pun caranya.

Dan berbicara tentang suasana sepi ini membuat siapapun yang berada siang hari di sana merasakan keheningan yang luar biasa yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Jika saja siang terasa seperti itu apalagi ketika malam?

Keheningan yang dalam di tengah riuhnya cuaca seperti ini, sebuah pengalaman yang unik sekaligus aneh.

Sekali lagi mengapa? Sepi karena tidak ada siapapun di area pekuburan ini, lalu bagaimana dengan riuh cuaca yang telah dikatakan tadi? Cuaca tidak ada hubungannya dengan hal itu, bahkan hujan deras dan angin kencang ini tidak bisa mengalahkan rasa kesepian yang sedang dirasakan oleh gadis ini.

Inilah kali pertama bagi gadis itu, menginjakkan kaki tepat di area terlarang di mana rumor itu diceritakan.

Sendirian di tengah hujan deras hanya dengan memakai payung milik ibunya, karena memang payung miliknya telah dirusak oleh Fredirica.

Mengapa ibunya tidak memeringatkan akan putrinya pergi ke area terlarang ini? Jikalau ibunya tahu tentulah Feronica tidak akan berada di sini sekarang.

Jadi mengapa ibunya tidak memeringatkannya? Ibunya tentu akan memperingatkannya apabila ia tahu putrinya akan pergi ke tempat terlarang.

Jadi apa yang bisa kita ambil dari sini? Sepertinya kita semua sudah tahu akan jawabannya.

Feronica yang hanya gadis biasa kini dipaksa untuk mengikuti perintah kedua temannya, mimpi buruknya yang tak ingin diingatnya malah semakin mendekat dan terasa nyata adanya.

Ssrrr....

Hawa dingin yang merasuk tubuh sangat terasa di sini, maksudnya adalah hawa dingin bukan sembarang dingin biasa.

Melainkan dingin yang amat dingin, entah mengapa ada orang yang berada di tempat ini padahal memang cuaca hujan deras dengan gemuruh disertai kilatan cahaya ini membuat siapapun merasa tidak nyaman.

Namun Feronica tetap berdiri saja di sana melihat ke depan, di mana rumor yang ia dengar ketika kecil, sebuah peti besar yang digadang-gadang sumber dari makhluk mengerikan yang diceritakan oleh orang-orang di desa.

"Astaga," gumam Feronica, ia baru melihat tempat peristirahatan sebesar itu, rasanya untuk ukuran orang dewasa pun tempat seperti itu lebih dari cukup.

Dengan menguatkan tekad yang membawanya sampai ke tempat ini, Feronica mulai melangkah lebih dekat. Ia bisa mendengar setiap langkah yang ia ambil seolah setiap langkah yang diambilnya bisa saja jadi yang terakhir.

Mengapa? Karena apa yang akan terjadi ketika mendekat ke tempat di mana ada makhluk berbahaya di sana? Itu jika memang rumornya benar maka tentulah berbahaya bukan?

Lalu bagaimana jika rumor yang diceritakan orang-orang desa tidak benar? Tetap saja Feronica bisa mengalami ketakutan yang luar biasa dan tentulah itu tidak baik untuk kesehatannya bukan?

Intinya dari setiap keputusan yang diambilnya kali ini, pada akhirnya semuanya malah menuju ke hal yang sama, yaitu tidak ada hal yang baik ketika ketakutan sudah menguasai kita.

Feronica mulai agak bergetar, entah mengapa tekadnya perlahan namun pasti malah semakin pudar ketika ia berjalan semakin dekat dengan peti besar coklat itu.

Feronica mulai kembali menguatkan tekadnya, ia memegang erat payungnya agar tidak terbawa angin, seluruh bajunya sebagian besar sudah basar, namun tak apa setidaknya memang ia sudah berusaha dengan membawa payung, itu lebih baik dibanding tidak sama sekali bukan?

Tidak ada lagi hal yang bisa membuatnya mundur, pada akhirnya meskipun ia bisa lari saat ini dan meninggalkan janji pada kedua temannya itu, namun Feronica akan tetap menghadapi konsekuensi yang menunggunya besok.

Jadi pada akhirnya demi memuaskan rasa penasaran kedua temannya itu, Feronica tetap melangkah maju perlahan namun pasti hingga akhirnya ia pun sampai tepat disamping peti besar coklat yang terletak di area puncak pekuburan Wolfden ini

"Whoa...." Feronica melihat dengan seksama peti besar coklat itu, sunggulah peti yang besar dan juga memiliki arsitektur yang unik, sepertinya pembuat peti ini memiliki selera seni yang tinggi dan tentunya bukan orang biasa pula.

Dan yang menjadi pertanyaan tambahan bagi gadis ini adalah bukan hanya tentang siapa akan pembuat peti besar ini, namun juga siapa yang sebenarnya ada di dalannya? Yakni orang yang sudah tiada ini.

Meskipun dalam benak Feronica terngiang-ngiang akan rumor makhluk mengerikan, namun pada akhirnya setelah ia sampai ke tempat ini dan melihat langsung apa yang ceritakan, rasanya ia memang tidak bisa menilainya hanya dari sampulnya saja.

Feronica tahu akan rumor yang beredar itu, namun sekaranglah saatnya ia memakai perspektifnya sendiri dan bukan cerita orang lain, dan dengan begini ia akan membuktikan apakah perkataan orang lain itu benar ataukah tidak?

Feronica berkeliling melihat ke sebagian besar peti besar coklat itu, dan menurut pendapatnya sendiri memang tidak ada hal yang begitu aneh terlihat jika dari luar.

Dan ketakutannya perlahan tidak menguasainya lagi, malahan setelah ia melihat secara langsung, apa yang diceritakan orang mengenai makhluk mengerikan dalam peti besar ini tidaklah terlalu mengganggunya lagi.

Toh ia sendiri memang sudah melihat dengan mata kepalanya sendiri bukan? Jadi mengapa pusing-pusing dengan rumor yang bersebaran di desanya ini?

"Hm, tidak ada yang aneh di sini...." Feronica sudah berdiam diri di sana selama beberapa saat, namun tidak ada hal yang terjadi selain memang hujan deras, gemuruh disertai petir, tak jauh berbeda dari ketika ia datang pertama kali ke tempat ini.

Lantas untuk apa ia berada di sini lagi? Ia kan sudah melihat akan kebenaran yang ada, yaitu tidak ada makhluk menyeramkan di area pekuburan Wolfden ini.

Orang-orang terlalu berlebihan memberikan pendapatnya terhadap peti besar coklat ini, seolah memang karena ukuran dan tempatnya yang tidak biasa maka mereka bisa membuat cerita seram dengan itu.

Memang benar siapa yang tidak merasa aneh melihat peti besar di tengah area pekuburan ini? Bukankah sebaiknya jika memang ada yang berada di dalamnya seharusnya dikubur sebagaimana mestinya?

Feronica memikirkan berbagai kemungkinan yang ada, namun satu hal yang bisa ia ambil... mungkin memang satu alasan yang tak terpikirkan olehnya mengenai peti mati coklat besar ini.

Yang tentunya bukan tentang makhluk mengerikan itu, namun hal lain yang tidak ada sangkut pautnya dengan rumor yang ada.

Seperti, mungkin saja peti mati coklat besar itu hanyalah peti mati hiasan yang di simpan di area pekuburan Wolfden?

Atau bisa pula akan seseorang dari kalangan atas yang tidak jadi memakai peti besar itu namun peti tersebut terlanjur di bawa naik ke atas dan tidak bisa diturunkan ke bawah, jadi mereka memutuskan untuk membiarkan peti kosong itu di atas area pekuburan Wolfden?

Semua kemungkinan itu bisa terjadi, Feronica kini mulai yakin dan mantap akan pendapatnya mengenai tidak adanya makhluk menyeramkan yang dibicarakan orang-orang.

"Mengapa aku menghabiskan waktu berhargaku di sini?"

Ia berbalik meninggalkan peti besar coklat itu, tanpa ia sadari di bagian sekitaran area mata kanannya muncul tanda seperti api kecil yang menjalar ke seluruh bagian wajahnya.

Episodes
1 Bab 1: Tempat Pelarian
2 Bab 2: Jati Diri Sebenarnya
3 Bab 3: Kehausan
4 Bab 4: Berhenti, Kumohon
5 Bab 5: Aku Mengerti
6 Bab 6: Keputusan Mutlak
7 Bab 7: Tujuan Awal
8 Bab 8: Sedikit Bantuan
9 Bab 9: Awal Rumor
10 Bab 10: Sedikit Rumor
11 Bab 11: Kedua Teman
12 Bab 12: Hal Hangat
13 Bab 13: Break The Rules
14 Bab 14: Kehangatan Dan Ketakutan
15 Bab 15: Pembuktian
16 Bab 16: Aku Lelah Dan Ingin Pulang
17 Bab 17: Bebas
18 Bab 18: Mencari Kebenaran
19 Bab 19: Rossa dan Fredirica
20 Bab 20: Hal Yang Ditunggu
21 Bab 21: Menerima
22 Bab 22: Kekhawatiran Dan Pertanyaan
23 Bab 23: Hari Penting Aku Datang!
24 Bab 24: Melawan
25 Bab 25: Rasa Penasaran
26 Bab 26: Dilema
27 Bab 27: Melakukan Yang Terbaik
28 Bab 28: Masih Jauh
29 Bab 29: Siapa Yang Dimaksud
30 Bab 30: Coba Jelaskan Apa Yang Kamu Tahu
31 Bab 31: Rencana Baru
32 Bab 32: Apa Yang Terjadi
33 Bab 33: Kehangatan
34 Bab 34: Sebuah Pertanyaan
35 Bab 35: Waktunya Beraksi
36 Bab 36: Cara Lain? Siapa Takut!
37 Bab 37: Berbeda
38 Bab 38: Akhir
39 Bab 39: Berusaha
40 Bab 40: Tepat Waktu
41 Bab 41: Memulai Kembali
42 Bab 42: Yelena
43 Bab 43: Sekarang Atau Tidak Sama Sekali
44 Bab 44: Sebuah Alasan
45 Bab 45: Sebuah Alasan
46 Bab 46: Tumbang
47 Bab 47: Bangga
48 Bab 48: Diskusi
49 Bab 49: Dampak
50 Bab 50: Sembuh
51 Bab 51: Hasil
52 Bab 52: Pulang
53 Bab 53: Perjuangan
54 Bab 54: Konsekuensi
55 Bab 55: Kalian Mengganggu
56 Bab 56: Bukan Diri Sendiri
57 Bab 57: Mencoba Mengerti
58 Bab 58: Menerima Perasaan
59 Bab 59: Menerima Kenyataan
60 Bab 60: Sadar Dan Menerima
61 Bab 61: Menghadapi Tekanan
62 Bab 62: Kabar Dari Jauh
63 Bab 63: Sedikit Berubah
64 Bab 64: Keluar
65 Bab 65: Ada Yang Tidak Beres
66 Bab 66: Membela
67 Bab 67: Waktu Tidak Akan Menunggu
68 Bab 68: Inilah Kekuatanku
69 Bab 69: Melawan Juga
70 Bab 70: Tak Sadar
71 Bab 71: Lebih Kuat? Siapa Takut
72 Bab 72: Lebih Kuat
73 Bab 73: Masih Mau?
74 Bab 74: Kesempatan Emas
75 Bab 75: Tenang
76 Bab 76: Alasan Sebenarnya
77 Bab 77: Memilih
78 Bab 78: Diriku
79 Bab 79: Sebuah Kenyataan
80 Bab 80: Sunguh Nyata
81 Bab 81: Kabar
82 Bab 82: Berdamai
83 Bab 83: Heran
84 Bab 84: Penampilan Baru
85 Bab 85: Insting
86 Bab 86: Tamu
87 Bab 87: Kekuatan Yang Hilang
88 Bab 88: Pertemuan
89 Bab 89: Saudara
90 Bab 90: Alasan Berubah
91 Bab 91: Memanas
92 Bab 92: Makin Panas
93 Bab 93: Menjauh
94 Bab 94: Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati
95 Bab 95: Berusaha Lebih Keras
96 Bab 96: Sudah Habis
97 Bab 97: Perbedaan
98 Bab 98: Curiga
99 Bab 99: Menunjukkan Tekad
100 Bab 100: Ragu
101 Bab 101: Percaya
102 Bab 102: Tidak Terduga
103 Bab 103: Tanda
104 Bab 104: Terdesak
105 Bab 105: Terima Kasih Sudah Disini
106 Bab 106: Keputusan
107 Bab 107: Undangan
108 Bab 108: Berjalan
109 Bab 109: Dingin
110 Bab 110: Pertanyaan Lagi
111 Bab 111: Jadi Diri Sendiri
112 Bab 112: Balas Budi
113 Bab 113: Menghadapi Kenyataan
114 Bab 114: Sadar
115 Bab 115: Bertemu
116 Bab 116: Terdampar
117 Bab 117: Panggilan Alami
118 Bab 118: Jalan-jalan
119 Bab 119: Jadi Kenyataan
120 Bab 120: Membuka
121 Bab 121: Tertangkap
122 Bab 122: Bersinggah
123 Bab 123: Bertemu... lagi
124 Bab 124: Perasaan
125 Bab 125: Rasakanlah
126 Bab 126: Usaha
127 Bab 127: Perlawanan
128 Bab 128: Kena Mental
129 Bab 129: Sosok Misterius
130 Bab 130: Mengincar
131 Bab 131: Heran
132 Bab 132: Rasakanlah!
133 Bab 133: Yang Kupercayai
134 Bab 134: Penasaran
135 Bab 135: Sadar
136 Bab 136: Jahat
137 Bab 137: Berbalik
138 Bab 138: Belum Selesai
139 Bab 139: Kerinduan
140 Bab 140: Pulang
141 Bab 141: Kunjungan
142 Bab 142: Menyebalkan
143 Bab 143: Mengingatkan
144 Bab 144: Nostalgia
145 Bab 145: Mana Keadilan?
146 Bab 146: Menyelesaikan
147 Bab 147: Fakta
148 Bab 148: Tak Sabar
149 Bab 149: Mengerti
150 Bab 150: Ayah Ibu, Terima Kasih
Episodes

Updated 150 Episodes

1
Bab 1: Tempat Pelarian
2
Bab 2: Jati Diri Sebenarnya
3
Bab 3: Kehausan
4
Bab 4: Berhenti, Kumohon
5
Bab 5: Aku Mengerti
6
Bab 6: Keputusan Mutlak
7
Bab 7: Tujuan Awal
8
Bab 8: Sedikit Bantuan
9
Bab 9: Awal Rumor
10
Bab 10: Sedikit Rumor
11
Bab 11: Kedua Teman
12
Bab 12: Hal Hangat
13
Bab 13: Break The Rules
14
Bab 14: Kehangatan Dan Ketakutan
15
Bab 15: Pembuktian
16
Bab 16: Aku Lelah Dan Ingin Pulang
17
Bab 17: Bebas
18
Bab 18: Mencari Kebenaran
19
Bab 19: Rossa dan Fredirica
20
Bab 20: Hal Yang Ditunggu
21
Bab 21: Menerima
22
Bab 22: Kekhawatiran Dan Pertanyaan
23
Bab 23: Hari Penting Aku Datang!
24
Bab 24: Melawan
25
Bab 25: Rasa Penasaran
26
Bab 26: Dilema
27
Bab 27: Melakukan Yang Terbaik
28
Bab 28: Masih Jauh
29
Bab 29: Siapa Yang Dimaksud
30
Bab 30: Coba Jelaskan Apa Yang Kamu Tahu
31
Bab 31: Rencana Baru
32
Bab 32: Apa Yang Terjadi
33
Bab 33: Kehangatan
34
Bab 34: Sebuah Pertanyaan
35
Bab 35: Waktunya Beraksi
36
Bab 36: Cara Lain? Siapa Takut!
37
Bab 37: Berbeda
38
Bab 38: Akhir
39
Bab 39: Berusaha
40
Bab 40: Tepat Waktu
41
Bab 41: Memulai Kembali
42
Bab 42: Yelena
43
Bab 43: Sekarang Atau Tidak Sama Sekali
44
Bab 44: Sebuah Alasan
45
Bab 45: Sebuah Alasan
46
Bab 46: Tumbang
47
Bab 47: Bangga
48
Bab 48: Diskusi
49
Bab 49: Dampak
50
Bab 50: Sembuh
51
Bab 51: Hasil
52
Bab 52: Pulang
53
Bab 53: Perjuangan
54
Bab 54: Konsekuensi
55
Bab 55: Kalian Mengganggu
56
Bab 56: Bukan Diri Sendiri
57
Bab 57: Mencoba Mengerti
58
Bab 58: Menerima Perasaan
59
Bab 59: Menerima Kenyataan
60
Bab 60: Sadar Dan Menerima
61
Bab 61: Menghadapi Tekanan
62
Bab 62: Kabar Dari Jauh
63
Bab 63: Sedikit Berubah
64
Bab 64: Keluar
65
Bab 65: Ada Yang Tidak Beres
66
Bab 66: Membela
67
Bab 67: Waktu Tidak Akan Menunggu
68
Bab 68: Inilah Kekuatanku
69
Bab 69: Melawan Juga
70
Bab 70: Tak Sadar
71
Bab 71: Lebih Kuat? Siapa Takut
72
Bab 72: Lebih Kuat
73
Bab 73: Masih Mau?
74
Bab 74: Kesempatan Emas
75
Bab 75: Tenang
76
Bab 76: Alasan Sebenarnya
77
Bab 77: Memilih
78
Bab 78: Diriku
79
Bab 79: Sebuah Kenyataan
80
Bab 80: Sunguh Nyata
81
Bab 81: Kabar
82
Bab 82: Berdamai
83
Bab 83: Heran
84
Bab 84: Penampilan Baru
85
Bab 85: Insting
86
Bab 86: Tamu
87
Bab 87: Kekuatan Yang Hilang
88
Bab 88: Pertemuan
89
Bab 89: Saudara
90
Bab 90: Alasan Berubah
91
Bab 91: Memanas
92
Bab 92: Makin Panas
93
Bab 93: Menjauh
94
Bab 94: Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati
95
Bab 95: Berusaha Lebih Keras
96
Bab 96: Sudah Habis
97
Bab 97: Perbedaan
98
Bab 98: Curiga
99
Bab 99: Menunjukkan Tekad
100
Bab 100: Ragu
101
Bab 101: Percaya
102
Bab 102: Tidak Terduga
103
Bab 103: Tanda
104
Bab 104: Terdesak
105
Bab 105: Terima Kasih Sudah Disini
106
Bab 106: Keputusan
107
Bab 107: Undangan
108
Bab 108: Berjalan
109
Bab 109: Dingin
110
Bab 110: Pertanyaan Lagi
111
Bab 111: Jadi Diri Sendiri
112
Bab 112: Balas Budi
113
Bab 113: Menghadapi Kenyataan
114
Bab 114: Sadar
115
Bab 115: Bertemu
116
Bab 116: Terdampar
117
Bab 117: Panggilan Alami
118
Bab 118: Jalan-jalan
119
Bab 119: Jadi Kenyataan
120
Bab 120: Membuka
121
Bab 121: Tertangkap
122
Bab 122: Bersinggah
123
Bab 123: Bertemu... lagi
124
Bab 124: Perasaan
125
Bab 125: Rasakanlah
126
Bab 126: Usaha
127
Bab 127: Perlawanan
128
Bab 128: Kena Mental
129
Bab 129: Sosok Misterius
130
Bab 130: Mengincar
131
Bab 131: Heran
132
Bab 132: Rasakanlah!
133
Bab 133: Yang Kupercayai
134
Bab 134: Penasaran
135
Bab 135: Sadar
136
Bab 136: Jahat
137
Bab 137: Berbalik
138
Bab 138: Belum Selesai
139
Bab 139: Kerinduan
140
Bab 140: Pulang
141
Bab 141: Kunjungan
142
Bab 142: Menyebalkan
143
Bab 143: Mengingatkan
144
Bab 144: Nostalgia
145
Bab 145: Mana Keadilan?
146
Bab 146: Menyelesaikan
147
Bab 147: Fakta
148
Bab 148: Tak Sabar
149
Bab 149: Mengerti
150
Bab 150: Ayah Ibu, Terima Kasih

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!