Pemuda yang muncul tiba-tiba di area pekuburan Wolfden ini melihat ke arah peti besar coklat yang terbuka lebar. Di dekatnya ada gadis muda memakai payung sungguh terlihat pucat dan kelelahan.
Sontak pemuda itu bertanya-tanya mengapa ia sekarang berada di tempat ini?
Mengapa ia tidak bisa mengingat akan apa yang telah dilaluinya sebelumnya?
Pemuda itu mengangkat tangannya, meraba pipi sebelah kanannya dan bersamaan dengan itu ia mulai ingat kejadian yang terjadi, di malam itu ... di momen di mana ia dalam pelarian.
"Frost...." Gumam pemuda itu, menyebutkan apa yang pertama kali muncul dalam ingatannya setelah merasa tertidur untuk beberapa waktu.
Perlahan namun pasti ingatannya mulai kembali sedikit demi sedikit. Pemuda itu pada akhirnya sadar tempat di mana ia berada saat ini memanglah tempat terakhirnya ketika ia melarikan diri.
Namun selanjutnya muncul pertanyaan, mengapa dia berada di sini? Apa yang sebenarnya terjadi di kota Frost yang sebelumnya ia ingat sekilas? Kepalanya masih terasa berat untuk memikirkan semua itu.
Rasanya ia telah tertidur cukup lama, karena itulah ia merasa sebagian ingatannya agak pudar dan ia perlu waktu untuk mengingat semua yang telah terjadi sebelumnya.
Dan setelah beberapa saat berlalu, ia masih juga belum sepenuhnya ingat akan kejadian yang terjadi, yang ia ingat hanyalah bagaimana ia melarikan diri dari kota Frost karena satu dan lain hal.
Terlepas dari betapa susah ia memperoleh ingatannya, pemuda itu malahan kini penasaran juga akan gadis berambut panjang yang memakai payung di sana.
Apakah dia seorang pengunjung tempat ini? Mengapa? Padahal waktu saat ini sudah malam dan terlebih lagi sedang hujan deras di sertai guntur dan petir. Mengapa ada orang yang menyusahkan dirinya berada di tempat seperti ini?
Tidakkah lebih baik baginya untuk bersantai di rumahnya dan beristirahat menikmati waktu? Pemuda itu keheranan melihat bagaimana gadis itu berdiri saja di sana.
Nampak sedikit terkejut dengan kehadirannya, namun pandangan gadis itu sayu dan terkesan kosong tepat setelah menyadari keberadaannya.
Siapa dia? Pemuda itu tidak tahu, mungkin saja memang ia adalah pengunjung tempat ini.
"Hm." Pemuda itu memerhatikan gadis berambut agak panjang itu dengan baik-baik
Gadis itu mulai berjalan pelan dan lambat, lunglai dan sewaktu-waktu bisa terjatuh dengan mudah.
Pemuda itu masih mengamatinya, dan ketika gadis itu berada di samping hendak melewatinya dia sekilas menatapnya dan sedikit tersenyum dan kemudian terjatuh.
Blugh.
Pemuda itu menangkapnya di momen yang tepat sehingga gadis itu tidak jatuh ke tanah basah kotor yang adanya bebatuan yang bisa membahayakannya.
Pemuda itu menatap wajah gadis muda itu dengan seksama, terlihat jelas ia memang sudah tidak sadarkan diri. Raut wajahnya menandakan kelelahan yang cukup berat.
Pemuda itu terdiam, seolah dengan melihatnya saja ia tahu bagaimana kondisi gadis ini yang sebenarnya. Ia heran mengapa ada seorang gadis kelelahan di tempat seperti ini?
Memang menurutnya ada dua kemungkinan, entah ini adalah kehendaknya sendiri atau bisa pula karena hal lain, seperti kehendak orang lain yang terpaksa dilakukannya.
Kehendaknya sendiri berarti memang ia punya urusan yang penting di saat dan di tempat seperti ini yang di mana kemungkinannya sangat kecil. Mengunjungi pemakaman bisa lakukan kapanpun dan di waktu yang baik, mengapa harus memilih di saat seperti ini?
Namun bagaimana dengan jika dia berada di sini karena kehendak orang lain? Atau bahasa sederhananya karena perintah orang lain padanya? Hal tersebut lebih masuk akal bagi pemuda itu saat ini.
Pemuda itu dapat merasakan pula bagaimana dinginnya tubuh gadis itu, sepertinya dia sudah berada di sini dari tadi. Alasan mengapa ia diam di tempat ini membuat Pemuda itu termenung.
"Hm?" Mata pemuda itu agak membesar seolah ia menyadari sesuatu.
Ia melihat tanda api kecil muncul dari sekitaran area mata kanan gadis itu, perlahan menjalar ke seluruh wajahnya, bersinar seperti lava tanpa disadari gadis ini.
"I-ini?!" Pemuda itu tidak bisa menahan kekagetannya, semua ingatannya yang tadi dilupakannya mulai kembali satu per satu dengan cepat sekali.
"Haah... Haaah...." Pemuda tersebut terengah-engah dan mulai tahu akan apa yang sebenarnya terjadi di sini.
"A ... Aku seharusnya berada di peti itu...." Pemuda itu menatap peti besar coklat yang terbuka lebar, ia ingat benda itulah yang membuatnya tertidur dalam waktu yang cukup lama, sampai sekarang ini.
Dan tanda yang luka bakar seperti api namun menyala-nyala pada gadis ini membuat pemuda itu ingat siapa yang telah menghentikannya saat itu.
"Pria berjubah merah, seorang dari Keluarga Reiss." Pemuda itu menyadari adanya kesamaan antara tanda yang ia lihat dari pria berjubah merah dahulu dan gadis muda yang saat ini tengah berada di dekatnya ini.
Pemuda itu tak lain tak bukan adalah seorang yang bertarung dengan pria berjubah merah, Stephen.
Stephen termenung, tidak percaya akan apa yang terjadi saat ini. Pasalnya ia memang harusnya tetap berada di peti besar coklat itu karena efek sihir segel yang telah diterimanya dari pria berjubah merah itu.
Namun mengapa kini ia bisa keluar? Dan lagi mengapa gadis muda ini memiliki tanda yang sama dengan pria dari Keluarga Reiss? Siapa sebenarnya dia ini?
Stephen penuh dengan pertanyaan sekarang, ia tidak tahu pasti alasan mengapa ia bisa keluar dari peti coklat besar yang menyegelnya itu, dan pula tidak tahu mengapa gadis ini memiliki tanda yang sama dengan seorang dari Keluarga Reiss.
Perlahan Stephen melihat ke arah tangannya yang menyentuh gadis itu, karena memang ia menangkapnya tadi agar gadis itu tidak terjatuh, muncul beberapa garis cahaya seperti api padanya.
"Apa ini?" Stephen mulai berpikir aneh-aneh, mungkinkah ini adalah sihir pengeyegelan juga? Mengapa tanda dari gadis ini menyebar padanya?
Untuk sejenak Stephen sedikit panik, namun setelah beberapa saat berselang tanda cahaya seperti api pada tangannya sudah menghilang, begitu pula dengan tanda api seperti lava di area wajah sekitaran mata kanan gadis ini.
"Apa?" Dan Stephen menyadari pula ada tanda yang sama di peti besar coklat itu, sebuah tanda seperti api lava menyala-nyala dan perlahan menghilang seiring dengan berjalannya waktu.
Mengapa begitu? Apakah tanda ini memang ada hubungannya dengan gadis ini?
Terlalu banyak pertanyaan dalam waktu yang singkat, Stephen tahu ia telah melihat tanda yang sama pada tiga hal yang berbeda, si pria berjubah merah, gadis di area pekuburan, dan peti coklat besar tempatnya disegel terdahulu.
Tanda yang sama apakah memang itu ada artinya? Stephen tahu ada jawaban di balik semua pertanyaan ini, dan kini yang harus ia lakukan adalah mencari jawaban yang sekiranya tepat.
"Hanya ada satu hal yang bisa menjelaskan tanda api seperti lava yang menyala di bagian area mata sebelah kanan pada pria berjubah merah dan gadis ini ...."
"... dan itu adalah ...."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 150 Episodes
Comments