Feronica tidak sadar akan api kecil yang tiba-tiba muncul di area sekitaran mata kanannya, seperti sebuah api yang menyala-nyala dan kemudian mirip seperti lava.
Tanda tersebut menjalar ke sebagian besar area wajahnya, bagi yang melihatnya secara langsung mungkin akan terkejut, namun pada kenyataannya begitulah yang terjadi.
Feronica tidak merasakan apapun yang aneh, dan tanpa disadarinya pula peti besar coklat itu mengeluarkan tanda yang sama, seperti api kecil dan kemudian mirip seperti lava menjalar keseluruh bagian peti itu.
Tanda yang sama terjadi pada kedua hal yang berbeda, apa sebenarnya artinya? Tidak ada yang tahu, hanya waktu sendiri yang bisa menjawabnya.
"Apa?" Feronica merasakan akan adanya atmosfer yang berbeda dibanding beberapa saat yang lalu, di saat ia yang tadinya merasa kedinginan yang hebat namun beberapa saat berselang, tubuhnya jadi terasa hangat dan tentu pula ia menyadarinya sekarang.
Feronica mengulurkan tangan kanan dan memegang wajahnya sendiri, memanglah terasa hangat. Ia merasa aneh dengan hal ini.
Mungkin saja rasa hangat ini adalah umpan balik yang diterima oleh tubuhnya demi menghadapi kedinginan yang hebat ini? Maksudnya adalah mungkin saja kehangatan yang ia rasakan saat ini hanyalah reaksi alami tubuhnya dalam kondisi seperti alam seperti ini?
Mungkin memang bisa terjadi seperti itu, dan jika boleh jujur perasaan hangat yang dirasakannya saat ini memang terasa nyaman, rasanya ia memiliki kekuatan baru untuk tidak tumbang di area pekuburan ini.
Memang sepertinya sebagian besar dari kita tidak mau tidak sadarkan diri secara tiba-tiba bukan? Feronica adalah salah satunya, ia memang merasa lemas dari tadi dan hampir kewalahan menanganinya, namun kini entah karena satu atau dua hal kekuatannya pulih kembali.
Feronica tidak mengerti, namun ia masih saja tidak menyadari kalau di belakang teryata terjadi sesuatu yang sulit dipercaya.
Klek....
"?" Suara barusan dari belakang terdengar sangat jelas seperti sebuah benda yang telah dibuka, Feronica bisa mendengar dengan jelas meskipun gemuruh hujan dan kilatan cahaya tetap menghiasi malam ini.
Mungkin saja itu hanya halusinasinya karena terlalu lama di area pekuburan ini? Pasalnya memang tadi pun peti besar coklat itu tertutup rapat dan ia memang tidak melihat akan adanya tanda-tanda peti terbuka tadi.
Feronica berusaha mengabaikan apa yang terjadi, pada akhirnya kenyataan yang telah ia peroleh memanglah benar adanya.
Tidak ada makhluk misterius, berbahaya dan pula jenis lainnya. Yang ada hanyalah peti besar coklat di area pekuburan Wolfden yang dirumorkan itu.
Demi memastikan hal itu Feronica tergerak untuk melihat kembali peti coklat besar itu dan seketika itu pula tanda api yang menjalar di sebagian area mata kanannya hilang dengan cepat, begitu pula dengan tanda yang ada di peti tersebut.
"Hmmm...." Feronica masih melihat hal yang sama, tidak jauh berbeda dari apa ia lihat sebelumnya.
Mungkinkah memang benar itu hanya halusinasinya saja Kalau begitu memang urusannya sudah selesai di sini.
Dan dalam waktu yang begitu singkat itu pula Feronica kembali merasakan sesuatu yang berbeda. Hawa dingin yang tadi dirasakannya perlahan kembali dan kehangatan yang ia rasakan yadi menghilang sedikit demi sedikit.
Feronica menyadari akan hal ini, dan berpikiran cepat mungkin memang reaksi alami tubuhnya seperti ini. Harapannya agar tetap merasakan hangat pada akhirnya tidak terwujud juga.
Perlahan ia berbalik kembali untuk benar-benar pulang kali ini, mengingat ia tidak bisa lagi berlama-lama karena kesadarannya sudah tidak bisa di kompromi lagi.
Feronica melihat ke bawah karena memang ia mulai merasa tanah di sekitaran area pekuburan ini terasa licin karena air hujan yang terus berjatuhan
Jika salah langkah saja ia bisa tergelincir dengan mudah, dan jika itu terjadi tentulah ia akan merasakan sakit kembali. Sakit karena jatuh di sekolah pun masih dirasakannya kali ini, dan Feronica tidak berminat untuk menambah rasa sakitnya itu.
Begitu gadis itu melangkahkan kakinya, ia malah melihat sesuatu yang seharusnya tidak ia lihat di tempat ini.
"Ah...."
Maksudnya apa? Feronica melihat ada sepasang kaki yang berdiri tak jauh dari tempatnya berdiri saat ini.
Padahal ia yakin sebelumnya tidak ada orang selain dirinya yang berada di area puncak pekuburan Wolfden ini, namun mengapa sekarang malah ada sepasang kaki yang berdiri di sana?
Beberapa saat sebelumnya pun Feronica memang tidak menyadari hawa kehadiran seseorang di sini, jikalau ia merasakannya harusnya memang ia sudah sadar sebelumnya bukan?
Feronica heran, baru kali ini ia tidak merasakan hawa kehadiran seseorang padahal memang seharusnya setiap makhluk hidup memilikinya.
Seorang yang belajar sihir tentulah punya dasarnya bukan? Nah satu dari banyak hal dasar itu adalah 'merasakan hawa kehadiran'. Makhluk yang hidup tentulah memiliki hawa kehadirannya bukan? Baik itu binatang ataupun manusia, mereka memiliki hawa kehadiran.
Orang-orang yang belajar sihir tentunya di asah berbagai macam inderanya, termasuk pendengaran dan penglihatan, semakin tajam maka semakin bagus.
Dengan begitu seorang yang punya kemampuan sihir akan memiliki indera yang lebih peka dibandingkan dengan yang tidak.
Bukan hal yang terlalu sulit bagi Feronica untuk merasakan hawa kehadiran makhluk hidup, karena memang seperti yang telah dijelaskan sebelumnya panca indera orang yang belajar sihir lebih baik dibanding dengan yang tidak.
Lantas mengapa ia tidak bisa merasakan kehadiran orang ini? Demi menjawab hal itu Feronica harus tahu dulu kaki siapa yang berdiri tak jauh darinya saat ini.
Mungkin saja itu orang yang ia kenal bukan?
Perlahan namun pasti Feronica melihat ke depan, demi mengetahui siapa sebenarnya orang yang ada di tempat dan di waktu yang sama dengannya.
Ada seorang pria muda dengan tinggi yang ideal sekitaran 170 cm sedang menatapnya di sini. Berpenampilan rapi dengan baju hitam dan juga celana hitam yang rapi juga.
Rambutnya pula rapi, sosok yang sempurna untuk menjadi aktor karena kharisma yang terpancar darinya sungguhlah tinggi. Mungkin itu adalah sebagian besar impresi awal orang terhadap pemuda ini.
Wajahnya cukup tampan dan pemuda itu sepertinya hanya satu atau dua tahun lebih tua darinya saat ini.
Feronica belum pernah melihat orang ini sebelumnya, bahkan dari sekian banyak orang yang ia tahu di desa ataupun di Akademi, ia tidak pernah melihatnya di manapun.
Meskipun Feronica memang bukan tipe orang yang banyak bersosialiasi namun jangan meragukan kemampuannya untuk mengamati orang lain, setidaknya ia banyak melihat orang dan tahu bagaimana karakteristik wajah dan mungkin sedikit gerak gerik mereka?
Tapi meskipun Feronica berusaha menganalisis siapa sebenarnya yang berdiri tak jauh darinya itu, ia tetap tidak menemukan jawaban dan itu artinya memang ia baru pertama kali bertemu dengannya saat ini.
"Uh...." Feronica bingung apa yang harus diucapkannya saat ini, ia sendiri sudah tidak berminat untuk mengobrol dengan seseorang meskipun ia kagum dengan betapa tampannya wajah pemuda itu, namun yang ia inginkan saat ini hanyalah pulang dan berisirahat untuk mempersiapkan diri menjalani Tes Kemampuan Sihir besok.
Acara besok sangatlah penting dan berpengaruh pada nilai keseluruhan akademi selama ia belajar tiga tahun terakhir, jadi mengapa ia tetap berada di sini setelah mengetahui kebenaran yang sesungguhnya? Hanya dengan tiba-tiba melihat seorang asing di tempat ini tidak akan membuat kenyataan yang telah ia tahu berubah bukan?
Dan lagi jika ia terus-terusan menerima hawa dingin seperti ini tentulah akan ada saat di mana ia mencapai batasannya bukan? Jadi Feronica harus mencegah sebelum hal itu terjadi.
Jadi untuk apa ia menghabiskan waktu di tempat ini? Feronica lelah menjalani hari ini... ia hanya ingin pulang ke rumah dan istirahat, itu saja.
Meskipun masih ada pertanyaan yang belum terjawab yaitu bagaimana mungkin pemuda yang jelas-jelas berada tak jauh darinya tidak memiliki hawa kehadiran? Feronica memang penasaran, namun rasa penasarannya dikalahkan oleh kelelahan yang sekarang dialaminya ini.
Pemuda yang terlihat di sana melihat Feronica yang terlihat kelelahan sekali, pandangannya penuh arti seolah ia telah menyadari sesuatu....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 150 Episodes
Comments