Pemuda itu terdiam sejenak, seakan berpikir dalam dirinya apa maksud dari pria yang tiba-tiba muncul itu.
DEG!
Stephen merasa ada sesuatu yang berbeda terjadi pada dirinya, seperti 'bagian lain' dalam dirinya mulai mereda sedikit demi sedikit.
Biasanya hal ini tidak terjadi... ketika Stephen mulai kehilangan dirinya sendiri, akan sangat sulit untuk kembali seperti semula.
Namun sulit bukan berarti tidak mungkin, buktinya kini Stephen mulai bisa mengendalikan kembali sebagian kecil pikirannya.
"Argh!" Stephen memegangi kepalanya sendiri, dalam pikirannya berkecamuk banyak hal, terutama keinginannya untuk menyelesaikan urusannya, demi mengatasi rasa haus yang begitu menyiksanya.
'Bagian lain' dalam dirinya terus berontak, ingin segera menyingkirkan pria asing yang datang tiba-tiba itu, namun Stephen berusaha mengendalikan tubuhnya.
Pemuda itu bisa merasakan aura kehidupan disertai energi sihir yang luar biasa ada pada diri pria itu, mulanya ia meremehkan orang itu namun kali ini ....
'Apa aku ketakutan?!'
'Tidak mungkin! Aku harus mengatasi rasa haus ini!'
Hasrat dan keinginan yang kuat masih saja berkecamuk dalam diri pemuda itu, keinginan yang sebenarnya terus-terusan ingin terpenuhi, namun pada akhirnya Stephen tidak lagi diambil alih oleh 'bagian dirinya yang lain'.
'Diam! Aku tidak ingin melakukan ini! Aku hanya ingin hidup bebas!'
Kedua kehendak yang saling beradu satu sama lain, pertarungan yang terjadi dalam diri pemuda ini, hanya tinggal menunggu waktu siapa yang akan memenangkannya.
Dan setelah beberapa saat kemudian, karena tekad yang dimiliki oleh pemuda itu menguat kembali. Pada akhirnya Stephen mulai bisa mengendalikan dirinya meskipun hanya sedikit sekali.
Berusaha menahan tubuhnya agar tidak bergerak mendekati pria dengan kedua anaknya, tubuh pemuda itu bergemetaran kembali.
"Aku tidak mau melibatkan kedua putriku," ujat pria itu dengan nada yang dalam dan tegas.
Pria tersebut hanya mementingkan keselamatan putrinya dibandingkan dengan apapun, melihat kejadian tadi sungguhlah membuatnya terkejut, namun dengan kesigapannya ia berhasil menghindari kemungkinan terburuk yang bisa terjadi pada keluarganya di malam yang seharusnya mereka nikmati ini.
"Syukurlah kedua putriku baik-baik saja ...." Dan lagi pria itu melihat kedua putrinya yang tengah dalam gendongannya itu seperti tertidur pulas, entah apa yang terjadi apabila ia tidak datang tepat waktu.
Stephen terdiam, dalam hati nuraninya yang dalam ia tidak ingin mengakui apa yang dikatakan pria itu, sebagian besar keinginan dan pikirannya hanyalah memuaskan hasrat haus yang melandanya.
Stephen tidak menyangka aksinya akan dihentikan seperti ini, dalam waktu yang begitu tepat, itu yang membuatnya frustasi sekaligus hal itulah pula yang menjadi kesempatan kecil baginya untuk bisa kembali sadar seperti sedia kala.
Perhatiannya teralihkan, namun ia masih mengumpulkan energi gelap dan setelah menghimpun energi gelap pun, pria tersebut tidak bereaksi apapun.
Biasanya siapapun yang berhadapan dengannya akan ketakutan bahkan lari tunggang langgang setelah merasakan ngerinya kekuatan gelap yang terpancar darinya.
Tapi kenapa pria asing ini diam saja, tak terpengaruh dengan kekuatan gelap yang hebat darinya ini?
Apa mungkin dia hanya berakting saja? Stephen menatap tajam, kemungkinan itu bisa saja terjadi.
Namun setelah beberapa saat berlalu, ekspresi pria asing itu tidak berubah sama sekali. Tetap serius dan misterius.
Bulan pertama kali Stephen bertemu dengan orang kuat, namun orang kuat yang berhadapan dengannya di awal sudah pasti tumbang dan kalah olehnya.
Namun pria yang ditemuinya kali ini berbeda.
Aura kekuatan yang ditunjukkannya di awal, tidak hanya untuk menggertak saja.
Tidak mungkin dia pura-pura kuat merasakan kekuatan gelap yang terpancar darinya.
Jadi kemungkinan yang bisa terjadi adalah....
Pria itu menyembunyikan sesuatu, firasat tajamnya bisa diandalkan, ia bisa merasakan kekuatan dari sorot mata tajam pria itu.
Sssshhhhh....
Tubuh Stephen mulai bereaksi terhadap energi gelap yang ia kumpulkan, sebelumnya ia menyerap seluruh energi gelap, namun sekarang karena kesadarannya mulai pulih kembali Stephen melakukan hal yang sebaliknya.
Mengembalikan energi gelap yang telah ia kumpulkan sebelumnya, kini tubuhnya mulai berhenti gemetar dan kemudian kehendak 'lain' yang ada pada dirinya itu perlahan memudar.
Kecurigaannya terhadap pria berjangggut dan kumis tipis ini menguat.
Auranya jadi begitu berbeda, bahkan bisa sampai membuatnya sadar kembali setelah kejadian tadi, Stephen mulai berasumsi soal pria yang ia temui ini.
Sang ayah yang sudah menyelamatkan kedua putrinya itu mencoba menahan dirinya untuk tidak bertindak gegabah, pasalnya prioritas utamanya saat ini adalah melindungi kedua putrinya.
"HAH!"
Stephen tiba-tiba berteriak, seolah-olah sudah tersadar, dan memang itulah yang terjadi padanya saat ini.
Kini kesadarannya sudah kembali lagi sepenuhnya.
Bulu-bulu halus yang keluar dari tubuhnya perlahan namun pasti mulai hilang, gigi taringnya yang tajam perlahan perlahan berubah kembali menjadi normal, dan matanya yang tajam dan ganas sudah kembali seperti semula.
Pada akhirnya setelah beberapa saat Stephen mulai kembali ke wujud manusianya, entah karena satu atau dua alasan Stephen bisa kembali seperti semula setelah bertemu dengan pria yang menyelamatkan kedua anak kecil targetnya.
"Ukh...." Stephen memegangi kepalanya sendiri, rasanya masih sedikit berat, dan ia tidak ingat semua yang telah terjadi sebelumnya.
"Apa yang?" Stephen melihat dengan jelas sosok pria dewasa menggendong kedua anaknya yang masih kecil, sontak ia bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi tadi?
Waktu terakhir yang Stephen ingat hanyalah ketika ia sedang menikmati suasana tenang di antara pepohonan rindang di malam hari.
Namun mengapa malah sekarang ia sedang ditatap tajam oleh pria dewasa ini? Apa yang sebenarnya telah terjadi tadi?
DEG!
Raut wajah pemuda ini berubah, ada satu satu kemungkinan besar yang membuat hal ini bisa terjadi.
"Slurp...." Tanpa disadarinya air liurnya masih sedikit menetes, Stephen mulai semakin yakin soal penyebab ia tidak ingat beberapa saat yang lalu.
"Jangan-jangan...." Stephen menatap khawatir pada pria dengan kedua anaknya itu, apa yang sebenarnya terjadi?
Satu pertanyaan itu yang terus menerus ditanyakan hatinya saat ini, ia tergerak mencari tahu jawaban akan pertanyaannya itu.
Stephen makin penasaran, namun tatapan yang diberikan pria itu adalah tatapan yang sebenarnya ingin ia hindari... dan kini terjadi kembali.
Tatapan tidak percaya dan tajam disertai kemarahan, itulah yang dilihat olehnya sekarang ... tidak jauh berbeda dengan apa yang selama ini ia lihat sebelumnya.
Stephen tidak tahu ini akan mengarah ke mana, mengingat tatapan tajam nan tegas disertai amarah itu bukan yang pertama kali ia lihat.
Ia tidak ingin melihat tatapan seperti itu lagi....
Stephen terdiam, ia tak punya urusan apapun lagi. tidak ada yang terluka baik pria ataupun dua gadis kecil itu.
Itu artinya ia berhenti di saat yang tepat.
Husshh!!
Angin kencang tiba-tiba muncul di sana, tanpa bisa diduga siapapun, pemuda berjubah hitam itu menghilang bak sekelebat burung yang terbang cepat meninggalkan pria dan kedua anaknya di malam yang terasa semakin dingin.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 150 Episodes
Comments