"Kemungkinan yang bisa terjadi ...."
"Mereka berdua berhubungan satu sama lain...."
Stephen mengatakan pendapatnya, bukannya ia sok tahu namun lebih kepada analisis cepat yang ia lakukan pada tanda api seperti lava menyala-nyala yang sama pada kedua orang ini.
Tapi mengapa? Tanda api lava menyala-nyala seharusnya adalah representasi dari kekuatan penyegelan yang sangat kuat dari pria berjubah merah itu, dan sekarang mengapa ia melihat tanda yang sama namun terjadi hal yang berbeda?
Jika sebelumnya tanda merah api lava menyala-nyala pada pria dari Keluarga Reiss berarti adalah penyegelan, namun yang sekarang terjadi ketika ia melihat tanda yang sama pada gadis ini ia malah bebas dan bisa keluar dari segel yang amat kuat itu.
Apa maksudnya? Stephen kembali memikirkan hal ini, namun satu hal yang paling masuk akal saat ini. Yaitu bahwa tanda yang sama yang ia lihat memiliki fungsi yang berbeda.
Tanda api lava menyala-nyala pada pria berjubah merah berarti kekuatan penuh untuk menyegel, sedangkan pada gadis ini berlaku sebaliknya.
"Dia membebaskanku?" Stephen kembali melihat wajah gadis itu dengan seksama, bibirnya sedikit naik ke atas seolah ia merasa nyaman tadi, apakah itu adalah kekuatan yang sama namun memiliki fungsi yang berbeda?
Pemuda itu mempelajari bahwa memang benar jelas-jelas kekuatan yang ia lihat adalah kekuatan yang sama, sungguh kuat namun dengan hasil yang berbeda.
Pada akhirnya Stephen percaya gadis ini memiliki satu atau dua hal yang berkaitan dengan pria berjubah merah yang menyegelnya dahulu.
Dan sebenarnya yang ia rasakan tidak hanya kekuatan pengegelan yang kuat ataupun sihir pembebasan, tanda merah api lava menyala-nyala sebenarnya lebih dari pada semua itu.
Seolah orang yang memiliki tanda seperti itu bukanlah orang biasa, melainkan seorang yang memiliki potensi besar dalam ilmu sihir.
Dan itu terbukti dengan betapa besarnya kekuatan pria berjubah merah yang telah dilawannya sebelumnya, sehingga ia tidak yakin apa akan ada saat di mana ia bisa melepaskan diri dari sihir segel yang diterimanya itu.
Namun sekarang semua pertanyaannya itu terjawab, ia bisa bebas, namun bukan karena kekuatannya sendiri melainkan karena keberadaan gadis ini dan pula tanda kekuatan yang muncul darinya.
Dan semua ini mengarah pada pertanyaan baru, mengapa gadis ini menggunakan kekuatan itu untuk membebaskan dirinya saat ini?
Apakah ada alasan tertentu? Ataukah memang semua ini hanyalah kebetulan belaka?
Stephen tidak bisa memperoleh jawabannya sekarang, pasalnya kondisi gadis itu lemah dan tubuhnya sangat dingin. Akan berbahaya apabila ia terus-terusan berada di luar seperti ini.
Tidak ada lagi alasan untuk terus berada di tempat ini, Stephen melihat tempat ini tidak baik bagi manusia seperti gadis ini.
Mata pemuda itu sekilas melihat ke langit dan berkata, "Syukurlah bulan tidak terlihat sekarang ini...."
Lagi-lagi menyinggung soal bulan, ada apa sebenarnya dengan bulan? Apa hubungannya dengan Stephen? Hanya dia yang tahu jawabannya sekarang ini.
Stephen perlahan bangkit sembari menggendong gadis muda itu, turun ke bawah meninggalkan area pekuburan dengan cepat melesat menembus kegelapan malam dan tetesan hujan yang deras.
***
Stephen menggendong gadis itu, dan tepat ketika ia sampai di gerbang keluar area pekuburan Wolfden ada seorang wanita tua sedang basah kuyup melihatnya dengan cukup terkejut.
"Feronica!" Wanita tua itu berteriak sembari menghampiri Stephen yang sedang menggendong gadis ini, dan seketika pula Stephen tahu nama dari gadis ini.
Wanita tua itu menghampirinya dan segera melihat keadaannya, ia terlihat sangat khawatir sekaligus sedih melihat putrinya yang tidak sadarkan diri.
"Anda ibunya?" tanya Stephen perlahan meskipun ia sendiri sudah tahu jawabannya. Ia ingin memastikan sendiri dengan mendengar jawaban langsung wanita tua ini.
Stephen merasakan hawa kepedulian yang luar biasa dari ibu tua ini, seorang ibu yang khawatir pada putrinya berbicara lebih keras dibanding dengan hanya perkataan saja.
Wanita tua itu mengangguk perlahan, entah sudah berapa lama ia menunggu di depan gerbang pekuburan ini, mengingat wajahnya mulai pucat dan lelah, kurang lebih sama dengan kondisi gadis ini.
Apakah mungkin ibu tua ini berdiri di sini dalam waktu yang cukup lama hingga akhirnya ia terlihat pucat seperti itu?
Stephen hanya bisa berspekulasi di sini, namun kemungkinan memang seperti itu adanya. Ada kemungkinan ibu gadis ini memiliki firasat bahwa memang putrinya itu berada di tempat seperti ini.
"Putri ibu butuh istirahat di rumah, mari saya antar." Stephen memberikan usulannya mengingat memang kondisi gadis itu sudah tidak sadarkan diri, dan pula ibu ini yang sudah lelah dan pucat, tidak memungkinkan untuk membawa orang lain dengan kekuatannya sendiri.
Wanita tua itu mengangguk kecil lagi, terlihat agak kebingungan dan penuh pertanyaan akan suatu hal. Raut wajahnya memberitahukan semuanya pada Stephen saat ini.
"Tenang saja ibu, putri anda baik-baik saja," ujar Stephen lagi, kemudian wanita tua itu memimpin jalan mereka dan segera masuk ke dalam desa, menuju rumah di mana ibu itu dan Feronica tinggal.
Memang wajar apabila ibu tersebut memandangnya seperti itu, akan adanya orang asing yang tiba-tiba membawa putrinya di tengah malam di cuaca seperti ini bukanlah hal yang biasa untuk dicerna.
Terlebih lagi ibu tua itu memercayai Stephen dan tidak mercurigai apapun padanya, dengan ini membuat Stephen tahu ternyata memang ada orang baik yang tidak berprasangka buruk padanya saat ini.
Tak lama berselang, Stephen sampai di rumah ibu tersebut, membawa gadis itu masuk ke kamarnya, dan setelah berkenalan satu sama lain mereka saing mengobrol sejenak selama beberapa waktu.
Stephen menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi tadi, semuanya berdasarkan apa yang ia ketahui sebelumnya dan apa adanya.
Ibu tua itu mengangguk mengerti akan penjelasan yang diberikan oleh pemuda itu padanya. "Ah begitu ceritanya nak Stephen, lalu mengapa putriku berada di tempat itu? Apa dia mengatakan sesuatu?"
Ibu Elisabeth ingin mengetahui kebenaran yang sesungguhnya dan dengan secepat yang ia bisa. Karena memang ada kemungkinan putrinya itu tidak mau menjelaskan yang sebenarnya padanya.
Sepertinya memang penjelasan yang diberikan oleh Stephen belum bisa memuaskan rasa penasaran ibunya, namun meskipun begitu apa yang ia jelaskan memang seperti itu adanya tidak lebih tidak kurang.
"Maaf Bu, memang kebetulan ketika saya sedang ada urusan di area pekuburan itu saya tidak sengaja bertemu dengan putri ibu namun kemudian dia langsung tidak sadarkan diri...."
"Saya tidak tahu alasan putri ibu berada di sana." Stephen berusaha menyakinkan ibu Elisabeth akan cerita singkatnya itu.
Untuk selanjutnya Ibu Elisabeth menerima apa yang dikatakan oleh pemuda itu, dan pada akhirnya ia berhenti untuk bertanya lagi.
Ia sepertinya memang hanya memiliki jalan untuk mengetahui kebenaran hanya melalui dari putrinya sendiri.
Akan mengapa putrinya itu bisa-bisanya ditemukan di tempat yang terlarang seperti itu? Di mana ia sebagai ibunya sudah memperingatkannya akan jauh-jauh hari tentang tempat itu?
Perasaan Ibu Elisabeth masih naik turun, yaitu dalan arti ia memang senang putrinya di temukan dalam keadaan yang baik-baik saja, namun pada saat yang bersamaan rasa sedih, khawatir dan emosi marah masih dirasakan oleh Ibu Elisabeth saat ini.
Ia hanya bisa mengandalkan kejujuran putrinya untuk menjelaskan semuanya padanya. Dan yang terpenting saat ini adalah membiarkannya beristirahat sampai ia benar-benar pulih esok hari.
Mengingat ia sudah memberi tahu apa yang diketahuinya pada ibunya, Pemuda itu kemudian berpamitan dengan ibu Elisabeth.
"Terima kasih atas bantuan anda Nak Stephen," Wanita tua itu membungkukkan badan tanda hormat dan rasa terima kasih yang dalam pada pemuda yang telah menjaga putrinya itu.
"Ah Jangan begitu ibu, saya senang bisa menolong putri ibu." Stephen memegang pundak ibu tua itu seraya menyakinkannya agar tidak perlu memberi hormat seperti itu.
"Kalau begitu saya pamit." Stephen segera meninggalkan rumah ibu tua dan putrinya. Meninggalkan area desa yang damai dan tentram, kembali ke area pekuburan tadi ke tempatnya semula sadar.
"Aku harus mencari tahu mengapa aku bisa bebas sekaligus menyembunyikan keberadaanku dari antara orang banyak."
Stephen memiliki tujuan baru sekarang, yaitu mencari tahu kebenaran yang sesungguhnya, mengapa ia bisa bebas, dan apa yang akan dilakukannya setelah kebebasannya ini.
***
Sementara Ibu Elisabeth kini menunggui putrinya yang sedang tidur terlelap, ia masih bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi, namun di tengah berbagai pertanyaan yang ada dalam benaknya itu ada satu yang cukup mengganggunya.
"Pemuda bernama Stephen itu, tangannya dingin sekali ...."
Ibu Elisabeth berpikir berkali-kali, pundaknya yang telah disentuh oleh pemuda bernama Stephen itu terasa dingin, bukan dingin seperti biasa yang mudah hilang namun lebih kepada dingin yang berkepanjangan.
Padahal dingin yang dirasakannya karena cuaca bisa hilang dengan cepat ketika ia mendekat ke perapian, namun setelah ia mencoba menghangatkan diri pun rasa dingin yang menusuk itu tetap terasa di pundaknya yang lemah itu.
Bagian tubuh yang dingin memanglah hal yang biasa, namun ketika itu berada di luar batas kewajaran maka agaknya itu sudah berlebihan adanya.
Apakah pemuda bernama Stephen itu memang memiliki suhu tubuh seperti itu? Ataukah memang ada alasan lain dibalik tubuhnya yang amat dingin itu?
Terlepas dari apa yang ada di pikirannya, Ibu Elisabeth tetap berusaha berpikir baik pada pemuda yang bernama Stephen itu. Mengingat dia sangat berjasa menolong Feronica yang tidak sadarkan diri di tempat yang sudah jelas-jelas terlarang itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 150 Episodes
Comments